
"Tuan ku, kenapa menyuruh kami untuk berhenti?" Tanya Six.
"Six apa kalian semua melupakan perintah ku?" Tanya Zear.
Mereka semua pun bergematar ketakutan. Mereka semua takut membuat kesalahan, bagi mereka perintah Zear adalah segalanya, dan perintah Zear haruslah di laksanakan dengan sebaik mungkin.
Jika mereka gagal dalam perintah Zear maka mereka lebih baik mati.
"Tidak tuan maafkan kami sebelumnya, sebenarnya kami tidak ingin membunuh nya, kami hanya ingin membuatnya pingsan saja." Ucap Hell cusson.
"Begitukah, kalau begitu itu tidak perlu, lagi pula ini hanya latih tanding saja." Ucap Zear.
"Sekarang kalian kembalilah, kalian sudah bekerja bagus untuk hari ini." Ucap Zear.
"Ya tuan baik, terima kasih atas pujian nya tuan, kami merasa senang jika tuan juga ikut senang." Ucap Six.
Mereka semua pun kembali kebayangan Zear, menghilang seperti di telan bumi.
Zear pun disini bergerak dan mengulurkan tangan pada Raguel yang masih terbaring dan terlihat kesakitan.
Raguel pun tersenyum pada Zear.
"Terima kasih, ini adalah kekalahan ku untuk pertama kalinya selama aku hidup, rasanya cukup menyakitkan hahaha." Raguel yang masih bisa tertawa.
"Minumlah ini semua luka mu dan energi dalam tubuhmu akan membaik kembali." Ucap Zear.
"Ya terima kasih." Ucap Raguel.
Mereka berdua pun kembali ke tempat berkumpul.
"Baiklah hari ini aku ingin mengumumkan sesuatu, aku akan mundur dari kursi pemimpin para Dewa." Ucap Raguel yang membuat semua orang terkejut.
"A-apa? Aku mengerti kau ingin turun dari kursi pemimpin Dewa, tapi apa ini tidak terlalu cepat?" Ucap Reludo.
"Iya Raguel bukan nya ini terlalu terburu-buru?" Tanya Rv.
"Tidak aku rasa tidak, lagi pula kita telah menemukan kandidat baru yang sangat cocok untuk memimpin para Dewa."
Mereka semua pun melihat kearah Zear.
"Aku?" Tanya Zear dengan polos dan muka datar nya.
Mereka semua pun menganggukan kepala.
"Iya memangnya siapa lagi selain dirimu Zear, yang pantas menduduki kursi pemimpin para Dewa." Ucap Raguel.
"Ya itu terserah pada kalian, tapi jangan salahkan aku jika aku tidak berkontribusi banyak." Ucap Zear.
"Hhahahah itu tidak masalah, lagi pula pemimpin para Dewa hanya formalitas saja untuk menghalau adanya peperangan antara kita, para Dewa." Ucap Reludo.
"Begitu yah aku setuju-setuju saja, Jane menurut mu?"
"Aku setuju jika kamu setuju."
"Baiklah aku setuju tidak ada masalah." Ucap Zear.
Para Dewa pun terlihat senang, terutama Raguel karena akhirnya dia dapat terlepas dari beban yang cukup berat.
"Lalu bagaimana dengan yang lain nya, apa kalian setuju jika Zear menjadi pemimpin para Dewa?" Tanya Reludo.
"Tentu saja kami semua setuju, siapa yang berani berkata tidak setuju." Ucap Keonal.
"Itu benar yang tidak setuju itu tanda nya dia menantang maut." Ucap Rv.
"Ya kau benar juga." Ucap Jackson.
"Baiklah sudah di putuskan Zear adalah pemimpin dari para Dewa sekarang, di bawah perintah Zear kita harus mengikuti apapun yang dia perintahkan, apa kalian semua setuju?" Tanya Raguel.
"Kami semua setuju." Ucap para Dewa semuanya.
"Kak Zear dia memang benar-benar orang yang sangat hebat, sekarang dia menjadi orang yang terkuat di dunia." Batin Devin yang ikut senang atas pencapaian Zear.
"Aku harus bertambah kuat, agar bisa tetap di sisi kak Zear." batin Devin.
Terutama Jane, dia adalah orang yang paling berusaha keras di antara yang lain.
"Apa aku boleh langsung memerintahkan sesuatu kepada kalian semua?" Tanya Zear dengan serius.
Mereka semua pun mengangguk setuju dengan serius.
"Tentu saja Zear." Ucap Raguel.
"Yang pertama aku ingin kalian semua bertambah kuat, dan yang kedua aku ingin kita semua bekerja satu sama lain, dalam segi ekonomi maupun kekuatan, tidak ada yang nama nya keegoisan di antara kita semua."
"Dan di antara kita semua tidak ada yang boleh namanya memperbudak manusia, aku sangat membenci nya, siapapun yang melakukan nya, mereka harus berurusan dengan 8 iblis tak berperasaan." Ucap Zear.
Sambil menatap mereka dengan tatapan yang mengerikan.
Bahkan mereka sampai menelan ludah karena merinding ketakutan.
"Dan yang terutama, adalah menjadi lebih kuat, kalian sudah tau sendiri bukan berita mengenai para Primordial demon yang telah aku sampaikan semuanya." Ucap Zear.
"Kami mengetahuinya, kami rasa kami semua pernah menemui primordial demon itu, kami pernah masuk ke dalam sebauh portal misterius, portal itu rank nya SSS namun ketika kami memasukinya portal itu berubah menjadi portal yang sangat mengerikan." Ucap Raguel.
"Kami semua memasuki portal tersebut dan mengalahkan banyak monster di sana, dan singkatnya kami semua sampai di tempat bos monster berada." Ucap Reludo.
"Dan kami semua bertemu dengan seseorang yang mirip dengan monster namun memiliki tubuh manusia, dan dia benar-benar sangat mengerikan kekuatan nya hampir sama dengan mu Zear."
"Dan untungnya waktu itu kami semua selamat, karena bos monster itu tiba-tiba menghilang dari hadapan kami semua, dan kami semua pun selamat." Ucap Rv.
"Semenjak itulah kejadian-kejadian aneh di mulai, seperti portal yang bertambah banyak, pulau-pulau misterius bermunculan dan dari kejadian itu juga kami semua bertekad bertambah kuat." Ucap Gabriel.
"Benar karena jika tidak seperti itu maka masa depan bumi akan hancur, kami semua tidak memberitahu hal ini pada dunia, karena kami semua takut dunia akan menjadi kacau hanya karena berita yang kami sampaikan." Ucap Rv.
"Begitu yah, apa yang kalian katakan benar, dan satu hal lagi yang ingin aku sampaikan, kali ini bumi benar-benar dalam bahaya, karena para Primordial demon akan bergerak dan tidak tinggal diam lagi." Ucap Zear.
Mereka semua pun terkejut dengan ungkapan Zear.
"Kalau begitu kita harus bertambah lebih kuat lagi, karena kalau bukan kita siapa lagi yang bisa menghadapi para primordial demon." Ucap Raguel.
Ketika mereka semua mengobrol masalah primordial demon.
Tiba-tiba ada yang menelopon Zear.
"Reyhan?"
"Kenapa dia menelopon mu?" Tanya Jane
"Ntahlah."
"Coba kamu angkat terlebih dahulu, aku yakin jika dia menelopon seperti ini, pasti ada sesuatu yang sangat gawat." Ucap Jane.
"Ya baiklah." Zear pun pergi dari tempat itu.
"Reyhan ada apa?" Tanya Zear.
"Aku memiliki informasi yang mengejutkan sekaligus sangat menyedihkan, ini tentang Mina Zear." Ucap Reyhan dengan nada yang berat.
"APA? APA MAKSUDMU MINA DIA KENAPA?"
"Zear kau salah sangka, Mina dia baik-baik saja, dia sedang bermain dengan kakek, neneknya."
"Ah begitu syukurlah aku bisa bernafas lega hahahah kupikir ada apa dengan Mina."
"Mina baik-baik saja yang aku ingin beritahu kepada mu adalah tentang keluarga Mina, orang tua dan kakak nya."
"Memang nya ada masalah apa?" Tanya Zear yang serius.
"Aku tidak ingin membicarakan nya lewat telepon, karena ceritanya sangat panjang dan benar-benar sangat menyedihkan, membuat ku ingin menangis Mina dan keluarganya mereka benar-benar orang yang hebat."
Zear terkejut dengan ungkapan Reyhan, Zear bertanya-tanya sebenarnya informasi apa yang di dapatkan oleh Reyhan sehingga dia berkata seperti itu.
"Baiklah aku akan segera kembali kesana." Ucap Zear dengan nada serius.
"Ya aku menunggu mu dan yang lain nya." Ucap Reyhan.