THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 31 Rencana Zear



Zear pun keluar sambil berjalan dengan santainya dan membuka pintu itu tanpa merusak nya.


"Woah ternyata mereka sedang asik bertarung." Zear sambil melihat pertarungan mereka semua yang epik,


Mereka bertarung dengan kecepatan yang tak biasa, pertarungan mereka juga membuat area sekitaran menjadi hancur.


Dari mulai taman indah, sungai yang indah dengan jembatan yang bagus kemudian tempat nyantai yang indah.


Kemudian lapangan golf, kemudian hutan yang indah yang, semuanya sekarang menjadi hancur.


"Ya tidak apalah nanti mungkin semua ini dapat di perbaiki, tapi sepertinya memerlukan anggaran yang sangat besar."


"Aha aku tau aku akan mencoba memalak negara terdekat disini hehehee Aku terpikirkan ide yang bagus." Batin Zear.


"Mereka terlihat sangat focus, hmmm nampaknya Reyhan dan yang lainnya berkembang pesat."


"Jane vs dua orang kah hmm ini aneh, seharusnya dengan kekuatan Jane dan yang lainnya pertarungan mereka melawan 10 Jendral seharusnya sangat mudah."


"Tapi mengapa mereka masih bertarung? Apa mereka ingin bermain-main?"


"Sepertinya seperti itu ya wajar saja sih jika mereka ingin bermain sedikit soalnya dari tadi mereka sama sekali belum mengeluarkan kekuatan mereka."


"Maksudku mereka sama sekali belum bekerja, karna semua pekerjaan aku tuntaskan, aku jadi merasa sedikit kasihan."


"Tapi ya gimana aku khilaf ini semua gara-gara Licht yang bego bodoh ga punya otak itu aku jadi kesal."


"Ya sudahlah yang penting semuanya beres." Zear sambil melakukan peregangan dan menghela nafas panjang.


Jane yang tanpa sengaja melihat Zear dengan segera ia mengeluarkan skillnya dan membekukan dua musuhnya itu dalam waktu hitungan detik.


Ia pun dengan segera menghampiri Zear, Jane langsung duduk di sebelah Zear, "Apa kamu sudah selesai?" Tanya Jane.


"Baru saja, Minumlah ini kamu haus kan." Ucap Zear sambil mengeluarkan minuman teh yang di kemas dalam kaleng.


"Terima kasih."


"Sama-sama bagaimana pertarunganmu tadi? apa menyenangkan?" Tanya Zear.


"Cukup menyenangkan tapi kurang puas aku belum mengeluarkan skill terbaikku, ntah kenapa aku merasa para jendral Licht melemah,"


"Uhmm sayang sebenarnya mereka tidak melemah cuman kamu aja yang bertambah kuat."


"Ah benarkah itu?" Tanya Jane dengan pipi yang memerah.


"Tentu saja benar apa kamu tidak merasakannya."


"Tidak."


"Ah sudah kuduga."


"Apa yang kamu duga?"


"Tidak ada tidak jadi."


"Kalau kamu bilang gitu aku makin penasaran, cepat beritahu."


"Ah yah mmmm.. lupakan."


"GA MAU CEPAT BERITAHU."


Tiba-tiba saja Devin datang,


"Yo Devin apa kau sudah selesai."


"Untung ada penyelamat." Batin Zear


"Nye nye selalu saja gitu." Gumam Jane yang terdengar oleh Zear.


"Kenapa?"


"Gak apa-apa."


"Bilangnya gak apa-apa tapi aku yakin pasti ada apa-apa."


"Gak apa-apa suer."


"Oh yaudah kalau gitu."


"Nye nye nye."


"Kamu kenapa manis."


"Gak tau."


"Anu Ehem ehem apa kalian berdua baik-baik saja?" Tanya Devin yang merasa terabaikan dan merasa dirinya seperti nyamuk.


Mereka yang baru sadar bahwa ada Devin disana, mereka berdua terlihat malu-malu.


"Kami baik-baik saja Devin." Jawab Zear dengan nada pelan.


"Iya itu benar kami baik-baik saja hehehe." Jane yang terlihat malu.


Tak lama yang lainnya pun tiba, mereka semua berhasil menang melawan 10 jendral Licht tanpa terluka sama sekali.


Justru mereka merasa melawan 10 jendral Licht terlalu mudah, ya sebenarnya itu wajar saja karna.


Kekuatan Jane dan yang lainnya berkembang sangat pesat bahkan bisa dikatakan mereka sekarang bisa seimbang jika melawan Dewa yang ada di bumi.


Saat ini Zear dan yang lainnya sedang membahas rencana kedepan nya.


"Jadi kak Zear rencana mu apa?" Tanya Fang Yin.


"Rencana ku adalah membangun kerajaan ku sendiri di pula Death island ini."


"Aku juga akan mengubah nama pulau ini menjadi Paradise island bagaimana keren bukan?" Tanya Zear.


"WOAHHH KEREN." Ucap Devin, Reyhan dan Fang Yin sambil bertepuk tangan.


Mereka bertiga sekilas seperti orang bodoh.


Jane pun mengusapkan tangan nya ke wajah Zear "Jadi sayang rencana nya tolong jelaskan secara terperinci."


"Iya iya iya maaf ehem jadi begini." Zear pun menjelaskan rencana nya.


Rencana Zear adalah membangun kembali pulau ini.


Zear juga akan mempekerjakan para manusia yang di jadikan budak, tapi walaupun mereka di pekerjakan Zear tidak memaksa mereka.


Alias Zear hanya akan mengambil orang yang iklas bekerja, Zear juga akan memberikan upah yang layak dan makanan dan juga baju yang layak.


Zear hanya akan mempekerjakan orang yang umurnya sudah di atas 17 sedangkan yang di bawah mereka tidak di wajibkan bekerja melainkan di wajibkan sekolah.


Fasilitas yang akan pertama kali Zear akan bangun adalah sekolah dan asramanya, kemudian baru Zear akan membangun fasilitas seperti rumah tempat hiburan mall dan lain-lain.


Masalah pajak dan yang lain-lainnya akan di uruskan nanti yang terpenting pulau Paradise island terbangun terlebih dahulu.


Zear juga akan menutup dulu pulau paradise island sampai benar-benar pulau ini layak untuk di kunjungi tourist.


Reyhan dan yang lain mendengar rencana Zear itu, mereka sedikit terkejut karna tumben Zear bisa sepintar itu.


Tapi ya semuanya setuju dengan rencana yang Zear sampaikan.


"Tapi kak Zear masalah nya adalah bagaimana dengan kesehatan mental mereka semua, kak Zear tau sendiri bukan mereka." Ucap Devin yang merasa kasihan pada para budak disana.


"Ya aku tau maka dari itulah aku akan memberikan mereka sedikit stimulus." Ucap Zear.


"Maksud kak Zear?" Tanya Fang Yin.


"Oh aku mengerti kau akan berpidato bukan? Untuk membangun semangat mereka." Sahut Reyhan.


"Ya kau benar."


"Reyhan tolong proyektor dan alat yang lainnya siapkan, dan yang lainnya tolong bantu Reyhan."


"Baik." Ucap mereka semua.


Singkatnya semuanya sudah di pasang sekarang terdapat wajah Zear dan yang lainnya yang terpampang jelas di sebuah layar proyektor yang sangat besar.


Semua orang disana dapat melihat nya dengan jelas.


"Ehem ehem tes tes." Ucap Zear.


Semua orang pun ribut dan bertanya siapa dia, siapa dia.


"Perhatian semua nya perkenalkan aku adalah Zear pemimpin guild MOONLIGHT sekaligus pemimpin 8 iblis tak berperasaan."


"Dan sekaligus juga pemilik baru dari Death island ini."


Semua orang yang mendengar pernyataan Zear itu terkejut, dan raut wajah mereka menjadi buruk.


Mereka takut bahwa Zear nantinya akan lebih buruk dari pada Licht, tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa mereka hanya pasrah saja.


Selain itu mereka juga masih bingung dan tidak percaya orang yang terkenal sebagai salah satu Dewa terkuat itu di bunuh oleh Zear,


Tapi walaupun seperti itu sebenarnya mereka tidak peduli jika Licht mati.


"Aku sebagai pemilik baru Death island mengumumkan dengan ini pulau ini akan berganti nama menjadi Paradise Island dan aku mengumumkan mulai dari sekarang kalian bukan lagi budak kalian bebas."


Ucap Zear yang membuat suasana menjadi hening karna terkejut dengan perkataan Zear.


"Sesuai dengan namanya, aku ingin membuat pulau ini menjadi lebih baik lagi, aku ingin pulau ini menjadi salah satu pulau terbaik di dunia."


"Jadi aku ingin bekerja sama dengan kalian semua untuk membangun pulau ini menjadi lebih baik lagi."


Mereka bertanya-tanya apa yang dikatakan Zear itu benar atau tidak, mereka masih meragukannya itu wajar saja karna.


Mereka masih trauma dengan pemimpin lama yaitu Licht.


"Tenang saja kok aku sebagai pemimpin Paradise island aku berjanji pada kalian aku akan bersikap adil."


"Aku akan memberikan kalian keamanan kenyamanan, tidak akan ada lagi perbudakan, tidak akan ada lagi penjualan ilegal, PULAU INI AKAN BERUBAH SECARA DRASTIS."


"Oleh karna itu untuk mewujudkan semua mimpi itu aku membutuhkan kerja sama kalian."


"Aku tau masa lalu kalian sangatlah kelam, tapi bukan berarti di masa depan hidup kalian juga akan menjadi kelam."


"Dunia ini berputar terkadang kita di bawah terkadang kita di atas."


"Kita tidak tau hidup kita akan berputar kemana tapi yang pasti yang hanya bisa kita lakukan adalah berusaha."


"Jadi kumohonlah bekerja sama lah denganku dan rubahlah nasib kalian sendiri dan nasib pulau ini."


"Jika kalian ingin merubah nasib kalian datanglah ke kaki gunung aku akan menjelaskan semua rencannya disana secara terperinci pada kalian semua." Ucap Zear penuh dengan perasaan yang tulus.


Membuat semua orang disana terdiam seribu bahasa, mereka baru pertama kali menyaksikan orang berpidato seperti itu.


Pidato Zear serasa menusuk kedalam hati mereka, mereka merasa apa yang di katakan oleh Zear semuanya benar.


"BAIKLAH AKU AKAN MEMBANTU PEMIMPIN BARU, AKU INGIN MERUBAH HIDUPKU." Ucap seseorang dengan lantang.


"AKU JUGA, DARI PADA MATI SIA-SIA LEBIH BAIK AKU BERJUANG UNTUK MERUBAH HIDUPKU." Ucap seseorang lagi dan di ikuti oleh banyak orang.


Mereka semua pun hatinya tergerakan akibat pidato singkat tadi.


Zear dan yang lainnya pun melihat banyak orang sedang berbondong-bondong menuju kaki gunung.


Zear dan yang lainnya pun tersenyum, Reyhan dan yang lainnya memuji pidato Zear.


Mereka berkata aku tidak akan pernah bisa membuat pidato seperti itu, kau adalah pemimpin terbaik Zear.


Zear dan yang lainnya disini sudah mempersiapkan untuk menyambut mereka semua.


Zear menyuruh pasukan bayangan nya untuk mengambil seluruh makanan yang ada di gudang istana Licht.


Zear juga menyuruh pasukan bayangan nya untuk mengambil seluruh pakaian dan tempat tidur seperti selimut dan lain-lainnya.


Kemudian Zear menyuruh pasukan bayangan nya untuk membagikan itu semua kepada semua orang yang ada di Paradise island.