
"Kenapa sayang?" Tanya Jane
"Tidak hanya saja aku merasa ada yang berbeda dari kamu dan yang lainnya." Jawab Zear
"Aku merasa kalian sudah lebih kuat dari sebelum-sebelumnya bahkan aku merasa mungkin kekuatan kalian yang sekarang melebihiku."
Setelah mengatakan itu Zear pun langsung menjelaskan kejadian waktu itu.
Zear menjelaskan bahwa orang yang mereka lawan waktu itu adalah seorang primordial demon, atau bisa di sebut leluhurnya para iblis.
Mereka adalah iblis yang paling menakutkan, para primordial demon berasal dari dunia yang di sebut nether world sebuah tempat yang menyeramkan dimana disana selalu perang.
Para primordial demon mereka semua tidak memiliki pemimpin, mereka semua berada dalam kebebasan.
Setau Zear primordial demon hanya ada 10 dan sekarang salah satunya mati di tangan Zear, tapi Zear belum bisa memastikan dia benar mati atau tidak.
Itu semua karna mayat dari primordial demon merah yang Zear lawan tidak ada alias kemungkinan primordial demon merah itu masih hidup.
Itu wajar saja karna kekuatan para primordial sangatlah tidak masuk akal.
Hanya dengan jentikan jari saja mereka bisa menghancurkan sebuah kota.
Para primordial demon mereka memiliki sifat arogan, sombong, keras kepala, dan suka berperang.
Para primordial Demon jika mereka serius mereka akan bertranformasi, tranformasi itu membutuhkan waktu tapi.
Setelah ia bertranformasi maka kekuatan mereka akan bertambah berkali-kali lipat, tapi ada satu kelemahan mereka yaitu sayap mereka.
Jika kau memtong kedua sayap di punggung mereka maka mereka akan kehilangan kekuatan mereka setengahnya.
Tapi menghancurkan sayap para primordial demon tidak semudah mengedipkan mata.
Perlu usaha yang sangat ekstra dan lagi sayap mereka tidak mudah untuk di hancurkan.
"Apa mereka benar-benar sekuat itu?" Tanya Devin wajar saja ia tidak tau karna ia tidak langsung melihat bagaimana kekuatan primordial demon.
"Mereka benar-benar sangat kuat waktu itu saja ketika kita bertemu dengan primordial merah kita sama sekali tidak bisa menggerakan tubuh." Sahut Reyhan.
Yang membuat Hana, Jane, RED, Ang Wing, Fang Yin, Fang JialiĀ menundukan kepala, karna mereka semua mengakui bahwa para primordial demon sangatlah kuat.
"Sebenarnya tujuan meraka datang ke bumi untuk apa?" Tanya Ang Wing yang membuat Zear sedikit terdiam.
"Menghancurkan bumi." Jawab Zear.
Mereka semua tidak terkejut lagi karna mereka semua sudah mengiranya.
"Kira-kira kapan mereka akan menyerang bumi?" Tanya Reyhan.
"Tidak akan lama lagi, Ang Wing kau dari asosiasi hunterkan? Tolong beritahu semuanya, agar bersiap-siap aku takut jika tiba-tiba para primordial demon menyerang bumi."
"Kali ini seluruh rangker dunia dan para Dewa juga Demi god harus bekerja sama dalam melawan primordial demon kalian jangan berpikiran bahwa para primordial demon tidak memiliki bawahan."
"Bagaimana kekuatan bawahan primordial demon Zear?" Tanya Fang Jiali.
"Mereka sangat kuat, jika primordial demon saja yang menyerang mungkin kita bisa bertahan tapi beda cerita jika para primordial demon menyerang dan membawa banyak bawahan."
"Intinya perang melawan primordial demon sangat merepotkan apalagi menurut informasi dari si merah sekarang para primordial demon memiliki pemimpin."
"APA?" Mereka semua yang terkejut.
"Jika para primordial demon kekuatannya sudah tidak masuk akal lalu bagaimana dengan pemimpinnya." Reyhan sambil memegang jidatnya.
"Itulah yang aku khawatirkan apa lagi setauku para primordial hanya mengakui orang yang lebih kuat dari mereka saja." Sahut Zear yang membuat semua orang disana semakin pusing.
"Jikalau seperti ini maka ini adalah keadaan yang sangat darurat, aku harus segera menginformasikan ini pada asosiasi hunter internasional."
"Ngomong-ngomong Zear kau dapatkan informasi ini dari mana?" Tanya Ang Wing.
"Maaf paman itu adalah rahasia untuk sekarang aku tidak bisa memberitahumu." Jawab Zear.
"Begitukah baiklah jika kau tidak ingin memberitahunya itu tidak apa, aku percaya padamu."
"Ya itu adalah cerita yang panjang." Ucap Zear yang kemudian ia bercerita kenapa kalung itu bisa menyelamatkanya.
Zear tidak tau itu kalung apa tapi sepertinya itu adalah kalung yang sangat berharga, ketika ia selesai bertarung melawan primordial demon merah.
Habis-habisan Goa itu secara mendadak runtuh, karna Zear tidak memiliki stamina lagi ia sungguh sangat lemas, Zear pasrah jika dia mati disana.
Tertimbun batuan goa itu tapi secara ajaib kalung itu mengeluarkan sebuah cahaya dan melindungiku dari bebatuan goa yang ingin menimbun Zear.
Zear juga disini menjelaskan kenapa dia bisa kehilangan mata dan lengan.
Menurut Zear segitu saja dia sangatlah beruntung, karna kemungkinan menang satu lawan satu melawan primordial demon adalah sedikit mustahil bukan berarti tidak bisa.
Mendengar penjelasan semuanya dari Zear membuat mereka semua termerenung.
"Sepertinya kita harus bertambah kuat lagi." Sahut Devin yang tersenyum dan memandang mereka semua.
"Kau benar ini bukan waktunya kita untuk menyerah seperti ini kita masih memiliki waktu untuk mempersiapkan kejadian buruk yang akan terjadi di masa depan." Sahut Reyhan yang tersenyum sama seperti Devin.
Semua orang pun tersenyum, di masing-masing pikiran mereka, mereka memiliki rencana masing-masing.
"Sepertinya ini akan jadi merepotkan." Sahut Hana.
"Tumben kau bijak Devin." Sahut Fang Yin.
"Devin memang selalu bijak tidak sepertimu kakak." Sahut Fang Jiali yang membuat Devin tertawa menghina Fang Yin.
"Jadi kapan kita akan latihan denganku Devin Fang Yin." Sahut RED yang baru bicara.
Mendengar itu membuat mereka berdua saling menunjuk satu sama lain, mereka tidak ingin latihan bersama Red karna latihan dengan Red sama saja latihan di neraka.
Apalagi kekuatan RED sekarang sudah berkali-kali lipat dari sebelumnya.
Fang Yin dan juga Devin sama sekali tak bisa membayangkan bagaimana babak belur nya mereka nanti.
"Tidak usah saling menunjuk seperti itu aku bisa kok 1 vs 2" Red dengan wajah puas.
"Aku setuju jika Red melatih Fang Yin dan juga Devin" Sahut Fang Jiali dan Hana dan juga Jane.
Zear dan yang lainnya juga setuju disini Red memasang wajah iblisnya sambil tersenyum
Sepertinya Red memiliki rencana yang sangat kejam.
Devin dan Fang Yin pun menelan ludah mereka sendiri.
"Kalau gitu semuanya karna dirasa urusan ku sudah selesai disini saya izin pamitan dulu. " Ucap Ang Wing.
Dan akhirnya Ang Wing pun pergi ia juga berjanji pada Zear bahwa informasi yang ia dapatkan dari Zear.
Akan segera ia beritahu pada asosiasi Internasional.
Ouh yah Ang Wing juga tak lupa memberitahu bahwa akhir-akhir ini portal di seluruh dunia semakin mengganas.
Bahkan para Dewa pun sekarang sampai harus turun tangan untuk mengatasi banyaknya portal.
***
"Sayang selanjutnya apa yang harus kita lakukan?" Tanya Jane yang sekarang sedang memakai baju tidur yang seksi dan tipis. sambil memeluk Zear dari belakang.
"Ntahlah tapi mungkin kita akan kembali ke indonesia dulu aku ingin menemui kakek Max. "
"Ada beberapa hal yang aku ingin bahas dengannya. Sekalian juga kita akan merayakan kembalinya guild moonlight dan juga lion. "
"Mmmm begitu, apa tidak apa-apa? Jika kita bersantai seperti itu?"
"Tidak apa-apa sayangku terkadang kita juga perlu istirahat dan bersenang-senang"
"Kau benar juga hehehhe apa malam ini kita mau berolahraga?"
Tanya Jane sambil meniup telinga Zear, ya sudah jelas kelanjutanya mereka mau.........