
Semua Primordial demon sekarang sedang berkumpul, dan mereka menyaksikan penyerangan Aphophis melalui sebuah cermin kristal yang sangat besar, yang ada di depan mereka sekarang.
Awalnya mereka semua sangat senang, dan mereka semua sangat bangga dan yakin akan kemenangan Aphophis.
Bahkan sampai-sampai Azazel disini terkena sindiran mereka semua.
Namun Azazel hanya berkata Zear orang itu belum muncul, setelah dia muncul maka semuanya akan berubah.
Mereka pun mengabaikan ucapan Azazel dan mereka terus mengatai Azazel dengan perkataan menghina.
Mereka semua sekarang sedang melihat bagian yang paling seru, yaitu Aphophis menyiksa keluarga Zear.
Primordial demon merasa bahwa Aphophis di sini akan mendapatkan kemenangan yang sangat mudah.
Azazel mulai bertanya-tanya kemana Zear, kenapa dia tidak muncul, padahal keluarganya sedang di siksa oleh Aphophis.
Para Primordial demon pun mengejek Azazel.
"Azazel bodoh apa kau masih yakin bahwa Zear adalah orang yang sekuat itu?" Tanya Belial.
"Ya tentu saja, jika kau melihatnya kau akan merasakan yang namanya ketakutan." Jawab Azazel.
"Hhahahhaha konyol sekali hahahhaha jika Zear sekuat yang kau katakan lalu kenapa dia tidak muncul untuk melawan Aphophis? Apa dia sangat ketakutan pada Aphophis sampai-sampai dia tidak keluar dari kandang nya hahahah" Ujar Geryon.
"Cihh para bajingan ini masih saja mengabaikan peringatanku, lihat saja nanti ketika Zear sudah keluar mereka semua akan menyesal." Batin Azazel yang sangat kesal kepada para Primordial demon.
"Nampaknya Aphophis akan membunuh rasa naga terakhir dari suku Eden itu." Ucap Samael.
"Ya nampaknya kau benar Samael, apa jika Aphophis membunuh naga itu, Zear akan muncul?" Tanya Cresil.
"Ya mungkin entahlah, aku juga tidak tau, aku juga sekarang sedang merasa aneh, kemana Zear sebenarnya, ada dua kemungkinan kenapa dia tidak melawan Aphophis."
"Pertama karena dia ketakutan dan tidak bisa melawan, jadi dia berdiam diri di tempatnya dan tidak ingin melawan Aphophis alias kabur."
"Yang kedua dia sedang pergi entah kemana dan belum kembali, bisa saja dia pergi ke portal lain nya, tapi kemungkinan yang kedua, itu tidak mungkin terjadi, jadi aku sangat yakin kemungkinan pertama lah yang benar hahahaha." Samael yang terlihat senang.
Begitu pula dengan Primordial demon yang lain nya, mereka terlihat sangat senang dan sangat puas karena menghina Zear dan juga Azazel.
Azazel yang kesal dia menggertakan giginya namun dia tetap terdiam dan tidak berbicara sedikit pun.
Akhirnya mereka sekarang sedang melihat Aphophis yang ingin menusuk Red.
Namun tiba-tiba saja Zear muncul.
Dia menahan pedang nya Aphophis hanya mengguanan tangan nya saja.
Semua Primordial demon pun terkejut dengan kemunculan Zear, bukan itu saja mereka juga terkejut karena mereka melihat serangan Aphophis dapat di tahan hanya menggunakan tangan saja.
Hal itu terlalu gila dan tidak masuk akal sama sekali bagi mereka.
Kemunculan Zear juga merubah atmosfer di sana.
Mereka semua para Primordial demon ketika melihat Zear.
Mereka merinding ketakutan, badan mereka tidak berhenti bergemetar begitu pula dengan Azazel.
Mereka padahal sekarang hanya sedang menonton saja dan tidak ada disana, tapi kenapa mereka semua sekarang bergemetar ketakutan.
Mereka sama sekali tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
Aphophis pun disini terkena serangan Zear dan Zear mematahkan pedang Aphophis dengan sangat mudah.
Para Primordial demon sekarang mereka terus terkejut, mereka tidak seperti tadi yang terlihat senang. Kecuali Azazel.
Dia terlihat senang walaupun sebenarnya dia sangat ketakutan kepada Zear, tapi setidaknya dengan ini, dia dapat membuktikan bahwa semua perkataan yang, pernah ia katakan adalah kebenaran.
Para Primordial demon sekarang mereka semua tidak ada satu pun orang yang berbicara.
Mereka sekarang merinding ketakutan, berkeringat dingin dan terus melihat pertarungan Zear melawan Aphophis.
Mereka semua berharap Aphophis mendapatkan kemenangan besar dengan sangat mudah, tapi kenyataan itu di patahkan oleh Zear.
Para Primordial demon tidak menyangka orang yang bernama Zear bisa sekuat itu.
"Semuanya aku sarankan untuk kita pergi sekarang ke bumi dan membantu Aphophis." Ujar Azazel.
"Itu tidak perlu Azazel, aku masih yakin Aphophis akan menang." Samael dengan tatapan serius dan dingin.
Membuat Azazel ketakutan.
"Cihhh sial jangan sampai kau menyesalinya Samael." Teriak Azazel.
"Aku tidak pernah salah AZAZEL!!!! Jadi diamlah dan lihat saja." Ujar Samael yang kesal kepada Azazel.
"Hhahaha akhirnya Aphophis serius, akhirnya dia bertransformasi." Ucap Lilith.
Semua Primordial demon pun tersenyum "Jika Zear membiarkan Aphophis bertransformasi, maka habislah sudah dia." Ucap Samael.
"Hhhahahah Zear kenapa dia sangat bodoh hahaha membiarkan Aphophis bertransformasi adalah sebuah kesalahan yang sangat besar." Ujar Seth.
Para Primordial demon menenangkan diri mereka dengan cara memuji Aphophis.
Mereka semua pun sekarang melihat serangan Zear yang sangat dahsyat.
Mereka pun terdiam tak berkata apapun, mereka sekarang sedang takjub dengan serangan Zear yang sama sekali tidak masuk akal bagi mereka.
Mereka yakin bahwa serangan yang di lakukan Zear adalah serangan terkuat milik Zear.
Karena serangan tersebut dampaknya sangatlah mengerikan, serangan Zear mereka perkirakan dapat menghancurkan 1 dunia dengan mudah.
Walaupun Zear menunjukkan taring nya. Dan menunjukkan kekuatan nya yang sangat dahsyat.
Para Primordial demon lain nya, tetap percaya bahwa Aphophis akan menang.
Mereka mengira bahwa Zear tetaplah orang yang bodoh karena mengeluarkan skill yang sangat hebat dia.
Ketika Aphophis bertransformasi, jelas skill Zear tidak akan berpengaruh dan skill Zear hanya membunuh para bawahan Aphophis saja.
Sedangkan Aphophis masih baik-baik saja.
Para Primordial demon disini percaya bahwa kemenangan sudah di tangan Aphophis.
Karena Zear sudah mengeluarkan seluruh energi yang dia miliki dengan skill yang Zear tunjukkan tadi.
Para Primordial pun kembali senang dan mencemooh Azazel.
"Apa kalian benar-benar yakin Aphophis akan menang? Jika kalian yakin kalian benar-benar mahluk yang bodoh." Azazel yang menghina mereka semua.
Seluruh Primordial demon menghunuskan senjatanya kepada Azazel karena mereka kesal.
"BUNUH AKU SEKARANG!!!!!!!" Azazel sambil menatap mereka dengan tatapan yang mengerikan.
Mereka semua pun langsung terdiam akibat tatapan Azazel yang terlihat seperti tidak ketakutan kepada mereka.
Lalu tiba-tiba hal mengejutkan terjadi. Mereka semua melihat Aphophis yang kalah dalam dominasi dan yang lain nya.
Mereka semua sekarang terkejut dan tatapan mereka sekarang seperti kosong.
Kemudian Aphophis pun terlihat ingin kabur dari peperangan.
Para Primordial demon pun semakin terkejut tidak bisa berkata-kata.
Mereka semua sekarang tidak tau harus apa.
Lalu hal yang mengejutkan selanjutnya adalah.
Zear yang mengeluarkan skill dominasi ke seluruh dunia nya.
Hal itu membuat cermin mereka rusak dan sebelum cermin nya hancur mereka melihat Aphophis yang tidak bisa menggunakan skill portalnya karena terhalang oleh skill Zear.
Azazel pun tersenyum kesal "APA KALIAN SEMUA SUDAH PUAS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" AZAZEL yang benar-benar sangat marah dan teriak dengan sangat keras.
"KALIAN SELALU MENGABAIKAN PERINGATAN KU DAN SEKARANG KALIAN MELIHATNYA SENDIRI, DASAR SAMPAH!!!!!!!!!"
"KALIAN SADAR SEKARANG HAH? SAMAEL APA KAU SUDAH PUAS DENGAN SEMUANYA HAH? KALIAN JUGA APA KALIAN SEMUA PUAS SEKARANG HAH?"
"Kalian sekarang mengerti apa maksud ku kan, aku sudah berulang kali memperingati kalian tapi kalian dengan sombongnya tidak pernah menanggapi hal itu dan sekarang?"
"Bagaimana tuan-tuan yang sangat kuat di seluruh alam semesta ini bagaimana hah? Kalian puas bukan sekarang, lihatlah tadi apa yang terjadi Aphophis menang?"
"Jika kalian masih berkata seperti itu maka kalian adalah mahluk rendahan!!!!!!!!!!!!!"
"KALIAN ADALAH MAHLUK RENDAHAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Azazel yang terlihat sangat marah.
Dia sudah lama ingin memarahi mereka semua seperti sekarang Azazel hanya membutuhkan waktu yang tepat saja, dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengeluarkan semua kekesalan Azazel para Primordial demon lain nya.
"SEMOGA SAJA KALIAN SEKARANG PUAS DENGAN APA YANG KALIAN LIHAT RASAKANLAH YANG NAMANYA KEKALAHAN!!!!!" Teriak Azazel.
Para Primordial demon semuanya mereka tidak bisa melawan perkataan Azazel. Azazel sekarang terlihat sangat puas.
Dia sebenarnya ingin mencaci mereka lebih lama dan lebih banyak lagi, namun keadaan nya tidak memungkinkan.
Semua yang di katakan Azazel adalah kebenaran mereka bodoh mereka sekarang mengulangi kesalahan seperti di masa lalunya.
Mereka tidak membalas perkataan Azazel sedikit pun mereka semua hanya terdiam dan tidak tau harus apa.
"Sekarang dengarkan aku, aku memang kesal kepada kalian semua, tapi aku lebih kesal kepada Zear."
"Jadi dengarkan aku kali ini, kalian punya pikiran bukan? Jika punya dengarkan baik-baik ayo kita pergi ke bumi dan bunuh Zear!!!"
"Ini bukan waktunya untuk terkejut, ini bukan waktunya untuk ketakutan, ini waktunya kita untuk membunuh Zear dan para manusia rendahan itu." Ucap Azazel.
"Jika kalian masih punya pikiran ikutlah denganku kita turun ke bumi sekarang dan habisi bajingan Zear itu." Azazel yang terlihat sangat kesal.
Bagaimana pun juga dia sangat membenci Zear, karena dia kalah bertarung dengan Zear, dia ingin membalas nya sendiri namun dia tidak memiliki kekuatan yang cukup.
Oleh karena itulah dia butuh bantuan Primordial demon yang lain untuk membalaskan dendamnya kepada Zear.
Semua Primordial demon pun setuju dengan Azazel.
Mereka semua pun akan bersiap dengan seluruh pasukan nya untuk menyerang bumi.