THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 142 Perang besar 2



Jane di sini ingin mencoba skillnya yang baru.


Ia pun memejamkan mata nya dan mengeluarkan auranya yang sangat dahsyat.


Jane pun menggerakan tangan nya ke atas.


Tiba-tiba sebuah pedang yang sangat besar dan terselimuti oleh aura es.


Berada di atas para pasukan monster.


Para monster pun melihat keatas dan mereka terlihat sangat terkejut.


Mereka sangat tidak percaya ada manusia yang bisa mengeluarkan skill yang sangat mengerikan seperti itu.


Masalahnya pedang besar yang di ciptakan oleh Jane yang terbuat dari es sangatlah besar.


Selain besar pedang es itu juga mengeluarkan aura yang sangat mengerikan.


Jane pun menggerakan tangan nya ke bawah.


Dan pedang besar yang terbuat dari es pun terjatuh ke bawah dengan sangat cepat.


Di sini beberapa monster raksasa mencoba menahan serangan dari Jane.


Namun sayangnya justru mereka terbelah menjadi dua bagian dan pedang Jane pun menusuk tanah di sana.


Dan menusuk para monster di sana ledakan besar pun terjadi.


Dan ledakan itu mengakibatkan gelombang kejut es yang sangat dahsyat yang menyebat ke seluruh penjuru.


Para monster yang terkena gelombang kejut es itu langsung berubah menjadi beku.


Hanya dalam waktu yang sekejap puluhan ribu monster pun berubah menjadi beku.


Jane pun tersenyum pada monster-monster yang ingin menghabisi Jane.


Para monster yang sebentar lagi dekat dengan Jane, langkah mereka tiba-tiba berhenti dan mereka semua merasa ketakutan.


Jane pun disini melesat dengan sangat cepat melebihi kecepatan cahaya dan dia tiba-tiba berada di dekat monster.


Jane dia langsung menghabisi semua monster dengan sangat cepat menggunakan pedang es miliknya yang baru di berikan oleh Zear.


Kali ini Jane mencoba skill 2 pedang sekaligus.


Alhasil Jane pun menghabisi musuh dengan sangat mudah.


Dia menghabisi musuh yang tak terhitung jumlahnya.


Red di sini menggunakan nafas apinya, bola apinya, dan laser nya.


Menghabisi musuh dengan sangat mudah, tidak ada yang dapat menahan serangan Red.


Serangan Red sangat mengerikan, Red sekarang membunuh para monster semudah membunuh semut.


Red tidak berhenti menyerang hanya dalam waktu sekejap nyawa para monster yang tidak terhitung jumlahnya mati terbakar tak tersisa oleh Red.


Sedangkan Reyhan dia menyerang menggunakan panah nya.


Di langit tiba-tiba saja ada sebuah lingkaran sihir berwarna hijau yang sangat besar.


Hal itu menarik perhatian ratusan ribu pasukan monster.


Reyhan pun disini melancarkan sebuah anak panah yang terbang keatas dan menuju lingkaran sihir itu.


Dan tiba-tiba saja lingkaran sihir itu mengeluarkan banyak panah yang sangat cepat dan sangat kuat.


Monster yang berukuran raksasa pun mencoba menahan semua panah.


Namun mereka tidak bisa melakukan nya, panah tersebut menembus pertahanan mereka dan menembus tubuh mereka.


Sehingga ratusan ribu pasukan monster pun kembali mati.


Devin dia melompat sangat jauh dan langsung menuju ke tengah kerumunan monster.


Dia menusukkan katana nya ke tanah. Bisa dibilang katana milik Devin yang baru diberikan oleh Zear bukanlah katana melainkan sebuah pedang, hanya saja pedang tersebut seperti sebuah katana.


Terjadi sebuah ledakan aura berwarna hitam yang sangat panas.


Ledakan aura itu mengeluarkan gelombang kejut yang menyebar keseluruh penjuru.


Dan siapapun yang terkena, mereka akan mati karena terbakar oleh api berwarna hitam yang tidak akan pernah padam.


Sedangkan Fang Yin dia menciptakan sebuah bola berwarna kuning di atas para monster.


Bola tersebut sangatlah besar yang kemudian Fang Yin menghempaskan nya ke tanah.


Bola tersebut pun ingin di tahan oleh para monster.


Namun tiba-tiba saja bola tersebut ketika menyentuh mereka, bola tersebut meledak dengan sangat hebat dan dahsyat.


Dan membuat para monster mati.


Fang Jiali menggunakan tombaknya dia melakukan tebasan panjang yang mengeluarkan sebuah gelombang kejut.


Yang sangat besar dan sangat panjang yang terus melesat kearah musuh dan tak terhentikan.


Serangan tersebut sangat mengerikan dan membuat banyak monster mati.


Hana dengan tongkat nya dia menusukkan tongkatnya tersebut ke tanah.


Dan tiba-tiba saja tanah di sana menjadi terbelah dua.


Semakin jauh jaraknya semakin besar belahan nya.


Para monster pun terjatuh kedalam lubang belahan yang sangat besar yang di ciptakan oleh Hana.


Peperangan sudah terjadi cukup lama, namun peperangan tersebut kemenangan nya masih di pegang Zear dan yang lain nya.


Para Primordial demon menggertakan gigi mereka, mereka terlihat sangat kesal.


Karena tidak ada satupun pasukan dari mereka yang dapat menyentuh atau menggores Jane, Red dan yang lain nya.


Padahal mereka sangat yakin dengan pasukan mereka saja, mereka cukup untuk mengalahkan Jane dan yang lain nya.


Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa Jane dan yang lain nya bertambah jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Mereka sebenarnya tidak mengerti kenapa hal itu bisa terjadi.


Padahal tadi Jane dan yang lainnya sama sekali tidak bisa melukai Aphophis kekuatan mereka berbeda sangat jauh.


Tapi sekarang kekuatan dari Jane dan yang lainnya bisa setara dengan Primordial demon.


Namun Azazel dan yang lain nya tidak ingin mengakui hal itu.


Harga diri mereka terlalu mahal untuk memberikan respect kepada Jane dan yang lainnya.


Mereka hanya mengakui kekuatan Zear saja.


Zear disini dia terus berjalan dan tidak melakukan apapun.


Begitu pula dengan para Primordial demon yang berjumlah delapan mereka tidak melakukan apapun.


Kali ini perang tersebut hanya melibatkan para bawahan mereka saja.


Para Primordial demon sengaja melakukan hal itu, karena mereka ingin menyimpan energi mereka untuk melawan Zear.


Rencana nya mereka ingin membunuh Jane dan yang lainnya menggunakan pasukan mereka, dan setelah Jane dan yang lain nya mati.


Dan hanya tersisa Zear saja, mereka baru akan turun tangan dan menghabisi Zear.


Namun ternyata ekspetasi tidak seusai dengan realita.


Para pasukan mereka yang jumlahnya sangat banyak sangat kuat dan sangat mengerikan.


Sama sekali tidak ada apa-apanya di hadapan Jane dan yang lain nya.


Apalagi pasukan bayangan milik Zear.


Mereka terlalu kuat, mereka seperti pasukan abadi yang tidak bisa mati tidak tau kata lelah, mereka seperti mesin pembunuh mereka menerjang semuanya.


Para Primordial demon yang melihat jalannya pertarungan mereka pusing dan tidak tau harus apalagi.


Mereka sama sekali tidak menyangka hal ini akan terjadi.


Semakin sini Jane dan yang lainnya justru semakin menunjukkan taringnya.


Dan jika para Primordial demon tidak menghentikan nya, para pasukannya yang berjumlah sangat banyak itu akan di habisi oleh Jane dan yang lainnya.


Padahal Zear disini tidak ikut perang, bagaimana jika dia ikut perang, mereka sama sekali tidak bisa membayangkan nya.


Mereka pun disini berniat merubah semua rencana mereka.