
"Baru saja datang para semut penganggu sudah menyerang." Batinya sambil tersenyum pada mereka semua.
"Tapi percuma saja serangan kalian tidak akan mempan." Batin Drafa.
Drafa pun di sini di serang secara terus menerus, Drafa menggunakan skill pelindung yang paling kuat.
Karena insting dia berkata untuk menggunakan pelindung paling kuat.
Drafa bergerak bukan secara kemauan nya tapi secara naluri bertarung nya.
Drafa sendiri sempat keheranan kenapa dia menciptakan pelindung yang sangat kuat hanya untuk melawan semut.
Tapi Drafa di sini masih berpikir positif bahwa lawan dia kali ini sangatlah lemah.
Namun betapa terkejutnya ketika pelindung yang dia ciptakan sebagian retak dan serangan Zear dan yang lain nya mengenai dirinya.
Drafa pun mengeluarkan energi yang lebih banyak untuk memperbarui pelindung nya yang retak.
Ketika dia terkena serangan Zear dan yang lain nya dia sangat kesakitan.
Drafa sekarang mengerti dia terlalu meremehkan musuhnya.
Dia mengerti kenapa rajanya itu menyuruh dia untuk menghabisi mereka, ternyata mereka sangat berbahaya.
Lebih berbahaya dari apapun yang pernah ia lawan.
Sekarang Drafa mengerti, dia melakukan kesalahan besar.
Drafa pun di sini ingin menghubungi para komandan pasukan nya untuk segera datang kesana.
Drafa menghubungi mereka lewat skill telepati.
Namun ketika Drafa menghubungi para pasukan nya, serangan musuh berhenti.
Namun ntah kenapa dia merasa bahwa dia masih dalam bahaya, padahal musuh sudah berhenti menyerang.
Drafa pun di sini dengan insting perang nya yang sangat kuat, dia memperkuat pelindung nya.
Kali ini Drafa tidak ingin melakukan kesalahan lagi, dia tidak akan meremehkan lawan nya itu.
Drafa pun berhasil menghubungi para pasukan nya dan mereka akan segera datang menyusul Drafa.
Dan tiba-tiba saja serangan laser Red yang sangat kuat cepat dan bertenaga menabrak pelindung Drafa.
Drafa pun terkejut dengan hal itu, dia sama sekali tidak menyangka ada orang yang bisa menyerang dengan kekuatan yang benar-benar sangat hebat.
Drafa pun bertahan sekuat tenaga tapi laser itu terus menabrak pelindung Drafa.
Drafa pikir serangan Red hanya sebentar saja, namun kenyataan nya tidak, serangan itu terus menghantam Drafa.
Drafa tak mengerti sama sekali berapa energi yang di miliki oleh orang yang menyerang nya itu.
Drafa berpikiran bahwa serangan Red sangat berbahaya, serangan Red hampir mirip dengan serangan dirinya sendiri.
Drafa pun bertahan dengan sekuat tenaga, ia menghabiskan banyak energi untuk melindungi pelindung yang mulai meleleh akibat serangan Red.
Pada akhirnya mereka berdua sekarang beradu energi, energi siapa yang duluan habis maka di akan kalah.
Drafa di sini tiba-tiba saja merasakan bahaya kembali.
Dia merasakan sesuatu yang sangat sangat berbahaya akan menimpa nya.
Drafa bergemetar hebat, dia berkeringat sangat banyak.
Dia tidak mengerti kenapa dia bisa ketakutan.
Dia merasa seperti melawan rajanya sendiri.
"INI TIDAK MUNGKINNNN INI TIDAK MUNGKIN." Dia yang berusaha untuk menolak ketakutan itu sendiri.
"MATILAH!" Teriak Zear.
Suara itu terdengar oleh Drafa, dan Drafa tubuhnya langsung bergemetar hebat.
Serangan Zear, yang Zear buat telah di lepaskan, serangan Zear melesat dengan cepat dan menabrak pelindung Drafa.
Pelindung Drafa hancur dan dia tidak sempat untuk menghindar.
Dia pun hanya bisa bertahan dengan kedua lengan nya.
Drafa pun terkena serangan dari dua arah satu serangan laser milik Red, dan yang satu serangan pedang besar milik Zear.
Drafa pun terhempas sangat jauh sambil menahan serangan Red dan Zear.
Serangan Zear pun menghancurkan tubuh bagian atas dari Drafa, Drafa tertusuk oleh pedang Zear.
Dan serangan Red berhasil membakar habis Drafa.
Drafa pun berteriak sangat kesakitan.
Serangan Zear dan Red terus menghempaskan Drafa sampai tak terlihat oleh mata mereka lagi.
Serangan Red dan Zear sangatlah mengerikan.
Entah itu bagi Primordial demon, seluruh dunia, para rangker terkuat di dunia, para Dewa, dan 8 iblis tak berperasaan.
Serangan mereka berdua benar-benar dapat menghancurkan bumi.
Hal ini membuat mereka semua merinding ketakutan.
Yang lebih hebatnya lagi Drafa dia masih bisa menahan serangan Zear dan Red yang terlalu gila.
"Red kau tetaplah disini, aku akan mengejar dia." Ucap Zear.
"Baik tuan." Ucap Red.
Yang membuat semua orang terkejut.
"A-APA JANGAN-JANGAN DIA MASIH HIDUP?"
"A-APA ITU TIDAK MUNGKIN."
"APA ITU BENAR? Setelah mendapat semua serangan itu apa dia masih hidup?"
"APA INI TIDAK TERLALU GILA?"
Semua orang masih tidak mempercayai bahwa Drafa dia masih hidup setelah menerima semua serangan itu.
Apalagi dia menerima serangan Zear dan Red, yang terlihat sangat kuat.
Mereka tidak tau harus berekspresi seperti apa lagi.
Hal ini membuat benar-benar mereka semua menjadi gila.
"Aku tidak tau dia masih hidup atau tidaknya, aku hanya ingin memastikan nya saja, kalian semua tetaplah di sini."
"Karena sebentar lagi gelombang selanjutnya akan muncul, sepertinya mereka adalah monster dari bawahan orang tadi." Ucap Zear.
"Dan ada kemungkinan peperangan kali ini akan menjadi sangat lama lagi." Ucap Zear.
Mereka semua pun mengerutkan wajahnya dan menunjukan sebuah ekspresi terkejut.
Mereka semua tidak menyangka bahwa peperangan kali ini belum berakhir.
Bagi mereka ini terlalu gila, ini benar-benar seperti kiamat.
Mereka semua sekarang sudah cukup kelelahan, mereka telah mengeluarkan banyak kekuatan mereka.
Dan sekarang mereka harus bertarung lagi hal ini benar-benar tidak mudah untuk mereka.
Namun 8 iblis tak berperasaan mereka sama sekali tidak menunjukan wajah kelelahan, ataupun menyerah pasrah.
8 iblis tak berperasaan bagi mereka hal ini sama sekali bukan masalah.
Mereka sama seperti pasukan bayangan Zear, mereka adalah mesin pembunuh.
Mereka tidak ingin berkata lelah meskipun mereka kelelahan, mereka tidak menunjukan wajah kata menyerah.
Karena mereka semua tidak ingin mengecewakan Zear.
"Aku akan meninggalkan pasukan bayanganku di sini, jadi kalian bisa sedikit tenang." Ucap Zear.
Zear berkata seperti itu karena Zear melihat wajah para Dewa dan rangker terkuat lain nya yang terlihat kelelahan.
"Kak Zear tidak perlu khawatir ada kami di sini." Ucap Devin sambil tersenyum.
Reyhan dan yang lain nya juga tersenyum pada Zear.
"Menantuku jangan meremehkan diriku dan istriku." Ucap Leonard.
Zear pun membelas senyuman mereka.
"Hhahahahah kalian benar, masih ada kalian di sini hahahah maafkan aku, baiklah aku akan memberikan perintah kepada kalian HABISI SEMUA MUSUH DAN KEMBALI DENGAN SELAMAT." Ucap Zear yang terlihat sangat bersemangat.
"BAIK KAK ZEAR." Ucap Devin.
"Baik Zear serahkan semua pada kami, kau tidak perlu khawatir." Ucap Reyhan.
"Humu kami akan menghabisi semua musuh kak Zear." Ucap Fang Yin.
"HAHAHAHHA SIAP MENANTUKU SERAHKAN SEMUANYA PADA KAMI." Ucap Leonard yang terlihat bersemangat padahal dia sudah kelelahan.
"Berhati-hatilah anakku." Ucap Silvi.
"Ya ibu ayah dan kalian semua berhati-hati jugalah." Ucap Zear.
Zear pun berteleport dan menghilang dari sana dengan sekejap.
Setelah itu muncul sebuah portal lain yang lebih kecil di dekat portal besar itu.
Portal besar itu belum menghilang sama sekali yang itu artinya ada kemungkinan Drafa masih belum mati.
Seluruh dunia di kejutkan kembali karena kemunculan portal yang baru.
Peperangan masih akan terus berlanjut.
Dan hal ini membuat seluruh dunia bergemetar merinding ketakutan.
Mereka beranggapan bahwa bumi benar-benar akan berakhir jika seperti ini terus.
Belum selesai portal yang besar portal lain nya muncul di sana.