THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 90 Kematian Astaroth



Astaroth di sini tiba-tiba menghilang di hadapan mereka.


Mereka semua terkejut dan bertanya-tanya kemana Astaroth.


Tiba-tiba Astaroth berada di sisi Jane dan dia ingin menebas Jane.


Jane yang terkejut tidak bisa melakukan apapun.


Untungnya Zear tiba-tiba berada di dekat Jane dan menahan serangan Astaroth.


"LAWANMU ADALAH AKU!!!!!!!!"


"JANGAN KAU PIKIR BISA MENYENTUH SESEORANG YANG KU SAYANG ASTAROTH!!!!!!!" Zear yang marah karena Astaroth ingin membunuh Jane.


Zear yang marah langsung menghempaskan Astaroth.


Astaroth pun kebelakang beberapa langkah.


Zear kemudian melesat dan menebas Astaroth.


Astaroth dapat menahan nya, namun dia harus mundur jauh kebelakang.


Zear kemudian mengejarnya dan mereka berdua pun beradu pedang.


Serangan dan pergerakan mereka berdua benar-benar sangat cepat.


Hanya dalam waktu singkat saja mereka dapat banyak menghancurkan bangunan disana.


"Apa ini kekuatan asli kak Zear?" Tanya Devin.


"Aku juga tidak mengetahuinya Devin, tapi sepertinya Zear belum mengeluarkan kekuatan aslinya." Ucap Jane.


"Jadi kekuatan asli Zear seperti apa?" Tanya Reyhan.


"Melebihi yang kalian bayangkan, lebih baik kita mundur dari sini." Ucap Jane.


"Kenapa Jane?" Tanya Fang Jiali.


"Aku benci mengatakan nya, tapi jika kita tetap disini kita hanya akan menjadi beban bagi Zear, kekuatan kita belum bisa menyamai Zear dan para Primordial demon kalian bisa melihatnya sendiri bukan." Ucap Jane sambil mengepalkan lengan nya.


Jane kesal pada diri sendiri karena dia sama sekali belum bisa sebanding dengan Zear, walaupun seperti itu Jane tidak akan pernah menyerah untuk menjadi lebih kuat dan bisa berada di sisi Zear.


Reyhan, Fang Yin, Devin, Fang Jiali, Hana, Red. melihat pertarungan Zear melawan Astaroth.


Mereka menyadari satu hal, kekuatan mereka berdua sudah jauh melebihi akal manusia.


Kecepatan, kekuatan mereka berdua sudah di ambang maksimal.


Mereka berdua benar-benar sangat mengerikan.


"Aku setuju dengan Jane lebih baik kita tidak mengganggu pertarungan antara tuan dan Astaroth." Ucap Red.


"Aku pun jika tidak di suruh oleh tuan untuk membantunya, aku tidak akan membantunya, itu semua karena aku percaya kepada tuan ku, bahwa dia akan selalu menang dan kembali dengan selamat." Ucap Red.


"Red benar kita tidak perlu khawatir kepada Zear, dia pasti akan menang, jika dia di ambang kekalahan pun dia pasti akan meminta bantuan kita." Ucap Reyhan.


Akhirnya 8 iblis tak berperasaan pun menonton dari jauh bersama dengan para Dewa dan yang lain nya.


Para Dewa dan yang lain nya, mereka terpukau dengan pertarungan Zear dan juga Astaroth.


Mereka baru mengetahui ada orang yang bisa bergerak dengan kecepatan tidak normal.


Mereka juga menyadari bahwa kekuatan mereka tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan Zear dan Primordial demon.


Mereka yakin jika mereka terlibat dalam pertarungan Zear dan Astaroth maka mereka akan mati dengan sangat cepat.


Dari sini juga mereka mendapatkan motivasi untuk menjadi lebih kuat lagi, dan mereka akan bekerja sama untuk melakukan hal itu.


Tidak ada ego lagi di antara mereka, karena mereka menyadari, jika mereka tidak bekerja sama dalam membangun sebuah kekuatan.


Maka tidak ada harapan bagi umat manusia di bumi.


Mereka sekarang menyadari dan mengerti kata peringatan yang di berikan oleh Zear.


Mereka semua merasa bersalah, karena telah menyiakan waktu selama bertahun-tahun hanya untuk mengurusi kepentingan mereka sendiri.


Mereka termakan ego mereka sendiri, mereka tidak menyadari bahwa mungkin akan ada monster yang dapat melenyapkan bumi.


Dan jika hal itu terjadi maka apa yang mereka miliki hanya akan menjadi sia-sia.


Setelah mereka kembali ke bumi, mereka semua bertekad akan memperbaiki bumi.


Mereka tidak akan termakan ego mereka lagi.


Mulai dari sekarang Revolusi bumi akan terjadi.


Kembali ke pertarungan Zear dan Astaroth.


Mereka masih bertarung menggunakan senjata mereka.


Mereka terus bertarung tanpa kelelahan, tanpa menarik nafas, tanpa istirahat.


Zear disini terus menekan Astaroth, Zear benar-benar marah, karena Astaroth ingin membunuh istrinya Jane.


Zear memiliki masa lalu yang kelam dan hal itu dia tidak ingin mengalaminya kembali.


Itulah alasan kenapa Zear sangat marah kepada Astaroth.


Astaroth hanya dapat bertahan, dia juga yang sedang marah tidak bisa melakukan apapun.


Astaroth mengakui bahwa kekuatan Zear sudah di atas rata-rata.


Astaroth sedang memikirkan bagaimana caranya dia bisa menang melawan Zear.


Mungkin hanya dengan cara itu dia bisa menang melawan Zear.


Tapi masalahnya Astaroth sama sekali tidak bisa melakukan transformasi karena Zear terus menyerang dia tanpa henti.


Astaroth harus membuat momentum dimana Zear terhempas jauh ke tembok dan tidak bisa melakukan serangan untuk beberapa saat.


Zear yang masih marah dia terus menyerang Astaroth.


Dia melakukan puluhan ribu tebasan kepada Astaroth sekaligus.


Zear menyerang dari semua sisi, Astaroth tidak dapat menahan serangan dan tidak bisa menyamai kecepatan milik Zear.


Astaroth pun terluka di sekujur tubuhnya, namun dengan cepat luka yang ada di tubuhnya itu kembali pulih.


Zear kemudian ingin menusuk dada Astaroth, Astaroth yang melihat cela dia langsung memanfaatkan nya.


Astaroth menghindari tusukan Zear dengan cara memutar dan dia langsung melakukan serangan.


Menggunakan pedang besarnya.


Astaroth mengarahkan serangan nya itu keleher Zear.


"Celaka." Batin Zear.


Zear dengan cepat menahan serangan Astaroth menggunakan tangan dewa nya.


Zear pun berhasil di serang oleh Astaroth dan Zear terhempas sangat jauh sampai menabrak tembok dan membuat cekungan yang sangat dalam.


Astaroth pun memanfaatkan keadaan itu dengan sangat cepat.


Dia akan melakukan transformasi.


"SIAL SIAL SIAL AKU MELAKUKAN KECEROBOHAN AKU TERLALU INGIN CEPAT MEMBUNUHNYA." Batin Zear.


"TIDAK AKAN KUBIARKAN!!!!!!!" Teriak Zear sambil melemparkan pedang miliknya.


[God's Sword Throw] Zear pun melemparkan pedang miliknya itu. Pedang Zear di lapisi dengan aura berwarna biru muda yang sangat pekat.


Di sini Astaroth hampir tertutupi sebuah aura berwarna biru tua yang pekat.


Dia hampir berhasil dalam bertransformasi.


Namun tiba-tiba saja dia merasakan kesakitan yang amat sangat sakit, yang membuat dia gagal bertransformasi.


Astaroth melihat tempat dimana ia merasakan sakit yang amat perih.


Astaroth menyadari bahwa dia tertusuk pedang Zear.


Astaroth pun terjatuh lemas, selain merasa kesakitan, kekuatan dia juga seperti di serap oleh pedang Zear.


Dia bertanya-tanya sebenarnya pedang apa yang di pakai oleh Zear, kenapa pedang yang di pakai Zear sangatlah kuat.


Di tambah Zear yang sudah sangat kuat, Zear seperti melakukan sebuah kecurangan.


Zear pun berteleport kedekat Astaroth dan memegang pedang yang ada di dada Astaroth.


Zear tidak menyabut pedangnya justru dia menusuk Astaroth lebih dalam lagi.


Astaroth pun berteriak kesakitan dan dia mengeluarkan banyak dari dari mulut dan dadanya.


"Adakah kata-kata terkahir dari mu?" Tanya Zear.


"Tidak ada, aku hanya ingin mengatakan tadi pertarungan yang sangat hebat, aku sekarang sudah kehilangan segalanya hahaha, maafkan aku semuanya."


"Oh yah kata-kata terakhirku adalah."


"BUNUHLAH PEMIMPIN PRIMORDIAL DEMON!" Ucap Astaroth.


Zear tidak menduganya sama sekali, Astaroth mengatakan hal itu.


Zear kebingungan sekaligus terkejut, karena Astaroth sang Primordial demon biru, menyuruh Zear untuk membunuh pemimin nya.


Ini benar-benar sama sekali tidak terduga.


"Dengan senang hati." Ucap Zear.


"Baguslah kalau begitu, aku yakin kau dapat melakukan nya." Ucap Astaroth.


"Ya terima kasih." Ucap Zear.


Zear pun langsung mengeluarkan skill terlarangnya untuk melenyapkan seseorang yang bisa di katakan abadi.


Skill ini hanya terdapat di sebuah buku berwarna putih.


Zear mengeluarkan aura berwarna biru yang sangat besar dan pekat, aura itu kemudian terserap ke pedang Zear.


Pedang Zear pun bercahaya [Disappearance of god].


Dan cahaya, aura, itu berkumpul di ujung pedang Zear kemudian meledak di dada Astaroth.


Terjadilah sebuah ledakan aura yang sangat dahsyat.


Yang mengeluarkan cahaya yang sangat terang, dan melepaskan sebuah gelombang kejut yang sangat dahsyat.


Bahkan aliansi Zear yang berada jauh, terkena dampaknya.


Mereka semua hampir terhempas jauh, tapi untungnya ribuan pasukan bayangan milik Zear membantu mereka untuk menahan gelombang kejut itu.


Astaroth pun lenyap tanpa tersisa sedikit pun, dan hanya menyisakan kepingan cahaya berwarba biru tua, yang kemudian masuk ke tubuh Zear.