
"Kalian semua jangan terkejut, jika masih ada sebagian rangker dunia yang tidak menghormati kita sama sekali." Ucap Reyhan pada, para Dewa, dan rangker lain nya.
"Jujur saja kami cukup terkejut, ternyata mereka hanya baik di depan nya saja, kali ini untung saja kami mengambil keputusan yang benar, dan mengikuti semua rencana mu Reyhan." Ucap kakek Kromusa.
"Ya dengan rencana ini kita semua bisa di hargai oleh seluruh dunia, setidaknya mereka menyadari, mereka membutuhkan kita, bukan kita yang membutuhkan mereka." Ucap Reyhan.
"Aku setuju denganmu." Ucap Reludo.
"Papah, mamah apa yang di lakukan oleh helikopter-helikopter itu, kenapa mereka terus mengitari kita, dan sepertinya mereka semua membawa kamera." Ucap Mina.
"Ohhh mereka sedang melakukan Live, siaran langsung Mina pasti mengetahuinya juga bukan."
"Iya mah Mina mengetahuinya, kalau begitu apa Mina boleh melambaikan tangan untuk menyapa teman-teman Mina."
"Tentu saja sayang."
Mina pun di sini melambaikan tangan nya kepada media.
Media pun kebingungan. Kenapa anaknya Zear dan Jane melambaikan tangan kepada mereka.
Mereka menyangka mungkin saja anaknya Zear tidak nyaman dengan mereka.
Mereka pun segera pergi dari sana karena ketakutan.
"Yah mereka pergi." Ucap Mina yang sedikit kecewa.
"Apa perlu papah membawa mereka kemari?" Tanya Zear.
Para Dewa pun disini mengisyaratkan Mina untuk tidak melakukan nya, para Dewa disini mengkhawatirkan keselamatan para Media.
"Mina rasa tidak perlu papah." Ucap Mina sambil tersenyum.
"Hmm baiklah kalau begitu." Ucap Zear.
"Zear sayang kamu jangan terlalu banyak minum kopi, itu kebiasaan yang buruk." Ucap Jane.
"Iya sayang engga ini cuman sedikit kok."
"Bagus."
"Hhehehe." Zear dan Jane yang saling tersenyum.
"Kita akan menunggu berapa lama di sini?" Tanya Reludo.
"Bukan nya sampai dunia meminta bantuan kita." Ucap Devin.
"Kalau mereka tidak meminta bantuan bagaimana, apa kita akan menunggu selamanya disini?" Tanya Fang Yin.
"Maaf sebelumnya Devin dan Fang Yin lebih pintar dari pada Mina, jadi pertanyaan mereka tidak usah di anggap." Ucap Hana.
"HAHAHAHAHAHAH" Red yang tertawa puas, bagaimana pun juga dia masih memiliki dendam terhadap Fang Yin dan juga Devin.
Gara-gara mereka berdua, sang naga terkuat Red sempat terhina, Red pernah di samakan seperti hewan kucing dan anjing.
Bahkan gara-gara Fang Yin dan Devin, Red pernah memakan, makanan kucing dan anjing, di tambah dia pernah memakan nya di tempat yang biasa kucing dan anjing makan.
Hal itulah yang membuat Red membenci mereka berdua sampai sekarang.
Red juga pernah membalas kejahilan mereka dan berhasil, tapi Fang Yin dan Devin sama sekali tidak kapok, mereka justru membalas kejahilan Red.
Jadi mereka saling dendam satu sama lain.
Mereka bertiga tidak pernah akur, akur hanya dalam beberapa hal saja.
Bahkan ketika melawan monster yang kuat, mereka masih sering bercanda satu sama lain.
Sepertinya menyerang satu sama lain, tapi mereka tidak mau mengakui dan bilang bahwa hal itu tidak sengaja.
Padahal sudah jelas masing-masing dari mereka memang mengarahkan serangan nya.
Tapi untungnya selalu ada Hana yang membuat mereka akur.
"Kita tidak perlu menunggu lama." Ucap Reyhan.
"Ya Reyhan benar, mungkin setelah monster menyerang dan memasuki kota, mereka semua akan meminta bantuan kita." Ucap Zear.
"Lagi pula mereka semua aku yakin tidak akan bisa melawan mahluk mitos yang akan keluar dari portal itu, di tambah aku rasa jumlah monster yang akan menyerang sangatlah banyak." Ucap Zear sambil memakan cemilan nya.
"Apa yang di katakan tuan ku benar, jika para manusia itu tidak meminta bantuan, bisa di bilang mereka sangatlah bodoh." Ucap Red.
"Ya semuanya masuk akal kalau begitu." Sahut Raguel.
"Karena aku menginginkan nya kenapa apa kau memiliki masalah dengan hal itu?" Tanya Zear.
"Ohh tuanku dewaku maafkan aku yang telah lancang dalam bertanya." Jackson yang ketakutan.
"Hhahahha bercanda, kau tidak perlu seserius itu."
"Hhahah oh begitu hahaha." Jackson yang ikut ketawa
"Becanda dia sangat mengerikan hampir saja aku kehilangan nyawa." Batin Jackson yang ketakutan.
"Si bodoh itu kenapa bertanya hal yang tidak-tidak hampir saja, dia mati konyol bercandaan dengan Zear sama saja bercanda dengan malaikat maut." Batin Keonal.
Mereka semua pun mengobrolkan banyak hal sambil memakan cemilan mereka.
Mereka berpikiran bahwa 8 iblis tak berperasaan selalu setenang ini ketika mereka menghadapi sebuah masalah yang sangat besar.
Tapi Gabriel disini menentang pikiran mereka semua, mereka belum tau saja bagaimana kesadisan Zear dan yang lain nya dalam menyiksa seseorang.
Gabriel disini dia kebanyakan diam dan maen setuju saja dengan 8 iblis tak berperasaan.
Bagaimana pun juga Gabriel mentalnya sudah tidak aman ketika dia melihat bagaimana 8 iblis tak berperasaan ke pulau dia dan menyiksa orang yang telah mencari masalah dengan 8 iblis tak berperasaan.
Jadi oleh karena itulah dia tidak banyak bicara, dia takut jika dia salah bicara.
***
Media pun meliput kejadian para rangker dunia yang membagi dua kubu dan saling ribut adu mulut satu sama lain.
Namun setelah itu tak lama mimpi buruk mereka pun di mulai.
Portal besar yang mengeluarkan aura berwarna kuning pun memunculkan sesuatu yang mengerikan.
Yang tidak lain adalah ratusan monster raksasa.
Yang besarnya melebihi para monster raksasa yang pernah Zear dan yang lain nya lawan.
Semua orang pun terkejut dengan hal itu, termasuk Zear dan yang lain nya.
"Aku tidak pernah menyangka bahwa mimpi buruk kedua bumi telah di mulai." Ucap Raguel.
"Apa yang kau lihat di masa depan Raguel?" Tanya Zear dengan santainya, yang membuat Raguel terkejut syok.
Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Zear mengetahui bahwa dia memiliki skill melihat masa depan.
"Kau tidak perlu terkejut seperti itu, dari awal bertemu kau aku sudah mengetahuinya santai saja." Ucap Zear.
Zear juga dia memiliki skill yang sama seperti Raguel yaitu membaca masa depan.
Bedanya Raguel skillnya membaca masa depan sangat jauh, sedangkan Zear hanya beberapa menit saja.
"Jika aku tidak mengetahui bahwa kau memiliki skill melihat masa depan, bukankah aku terlalu bodoh?" Ucap Zear.
"Hahahahha Zear kau selalu membuat ku terkejut saja, benar juga apa yang kau katakan hahaha, itu semua kesalahan ku hahaha." ucap Raguel.
"Seharusnya di awal pertemuan kita, aku tidak menyebutkan hal itu yah hahahaha." Ucap Raguel.
"Baiklah aku akan menjelaskan masa depan yang aku bisa baca sekarang." Ucap Raguel.
"Sebelum itu aku ingin bertanya dulu Raguel." Ucap Zear dengan nada serius.
"Apa Zear?"
"Apa masa depan bisa berubah?"
Raguel pun tersenyum dan tertawa "Hhahahha tentu saja Zear."
"Jadi bagaimana apa aku perlu menjelaskan apa yang terjadi di masa depan?" Tanya Raguel dengan raut wajah serius.
"Kalau begitu tidak perlu" Ucap Zear sambil tersenyum pada Raguel.
Raguel pun tertawa dengan keras.
"Hhahahhahah."
Mereka berdua mengetahui maksud dari apa yang mereka bicarakan, sedangkan yang lain nya yang mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
Mereka harus berpikir dengan sangat keras karena mereka sama sekali tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh Zear dan Raguel.
Yang mereka mengerti hanyalah melihat masa depan.