THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 144 Terpojokkan



Fang Yin yang tengah membantai para Monster menggunakan dua senjata pisaunya tersebut.


Tiba-tiba di ganggu oleh seseorang yang tidak lain adalah Cresil.


Cresil melesat dengan sangat cepat dari jauh dan tiba-tiba berada di depan Fang Yin.


Dan Cresil tiba-tiba saja menyerang Devin menggunakan senjata milik nya yaitu berupa pedang besar.


Devin disini berhasil menghindari dan menahan semua serangan Cresil yang sangat cepat dan kuat.


Cresil pun mundur kebelakang.


Dia terlihat sangat takjub dengan kekuatan yang di miliki oleh Fang Yin, baginya ini adalah pertama kali melihat seseorang dapat menahan serangan nya dan menghindari serangan nya seperti itu.


Pergerakan Fang Yin cepat dan sangat kuat.


"Siapa namamu?" Tanya Cresil.


"Untuk apa kau mengetahui nama ku?" Tanya balik Fang Yin.


"Ya agar aku mengingat namamu tentunya."


Fang Yin menghela nafas "Itu tidak perlu, lagi pulau kau akan mati, jadi buat apa mengetahui nama ku? Apa kau ingin mengadukan nya kepada penjaga neraka nanti? Bahwa yang membunuhmu adalah Fang Yin." Ujar Fang Yin yang terlihat sombong.


Cresil menggertakan giginya dia terlihat sangat kesal.


"Cihhh padahal kau hanya manusia biasa saja, tapi kesombongan mu benar-benar membuat ku kesal."


"Akan ku beri kau pelajaran Fang Yin!!!"


"Yah kemarilah!"


Mereka berdua pun saling melesat dengan sangat cepat satu sama lain.


***


Reyhan menggunakan panahnya dari jauh membantai banyak musuh, lalu tiba-tiba saja ada sebuah anak panah yang melesat dengan sangat cepat ke arahnya.


Untungnya Reyhan menyadari hal itu, jadi dia mengganti panahnya ke sebuah pedang, dan dengan cepat dia berhasil memotong anak panah yang melesat dengan sangat cepat kearah nya itu.


Reyhan pun menyipitkan matanya kearah serangan anak panah itu.


Reyhan melihat seseorang yang mirip dengan manusia yang tidak lain dia adalah Primordial demon.


Dia menggunakan sebuah senjata berupa panah sama seperti Reyhan.


Dia tidak lain adalah Ayperos.


"Serangan dia cukup mengerikan." Batin Reyhan.


"Ya aku tidak kaget sih lawan nya adalah mahluk yang tidak normal alias Primordial demon, jadi wajar saja serangan nya sangat mengerikan." Batin Reyhan.


Ayperos pun terkejut karena Reyhan yang tiba-tiba saja mengganti senjatanya.


Ayperos sama sekali tidak menyangka bahwa Reyhan juga sama sepertinya.


Yang bisa menggunakan panah dan pedang, ataupun senjata lain nya.


Ayperos tiba-tiba menjadi bersemangat, dan tiba-tiba saja dia dengan cepat berada di depan Reyhan.


Ayperos pun tersenyum mengerikan kepada Reyhan.


"Kau menarik lawanlah aku dengan sekuat tenaga mu." Ujar Ayperos.


"Dengan senang hati."


Reyhan pun tiba-tiba menghilang dari hadapan Ayperos, Ayperos tidak terkejut dan tidak pula takut dia terlihat sangat senang, karena Ayperos tau bahwa Reyhan ingin mengadu serangan jarak jauh dengan nya.


Reyhan yang menghilang tiba-tiba saja berada di punggung monster burung yang merupakan pasukan bayangan milik Zear.


Reyhan pun menarik busur panah nya dan melancarkan serangan.


Ayperos dengan cepat menyadari hal itu dan dia juga melancarkan serangan yang sama seperti Reyhan.


Serangan mereka berdua pun bertabrakan di udara dan menyebabkan ledakan yang sangat dahsyat.


Serangan mereka berdua sangatlah mengerikan.


Ayperos di sini menyerang balik Reyhan.


Untungnya burung pasukan bayangan milik Zear gerakan nya sangat cepat, jadi dia dapat menghindari serangan Ayperos.


Reyhan pun kemudian membalas serangan Ayperos.


***


"Six bagaimana dengan keadaan di sana?" Tanya Zear pada pemimpin pasukan bayangan milik Zear.


Six merupakan satu-satunya bawahan Zear yang paling kuat, dia berkembang dengan sangat pesat, seperti tidak ingin kalah dengan pasukan bayangan lain nya.


Six tidak pernah Zear ganti dari posisi pemimpin pasukan, karena Six sangatlah kuat selain itu dia sangat cerdas dan dia juga sangat terampil.


Six adalah bawahan Zear yang paling terbaik di antara yang lain nya.


"Selanjutnya apa yang harus kami lakukan?" Tanya Six.


"Kalian hanya perlu melihat pertarungan antara keluargaku dengan Primordial demon, dan jika keluargaku dalam bahaya kalian harus segera menyelamatkan nya." Jawab Zear.


"Baik saya mengerti tuan raja." Ujar Six.


"Baiklah saatnya membuat dominasi di sekitaran sini, aku takut jika ada penganggu yang akan menganggu jalan nya peperangan disini." Batin Zear.


Zear dari tadi hanya melihatnya jalannya peperangan, dia tidak melakukan banyak hal.


Lagi pula tadi dia sudah melawan bos monsternya yaitu Aphophis.


Dan untuk sisanya Zear akan menyerahkan pada Jane dan yang lain nya.


Jalan nya pertarungan mereka membuat tempat tersebut semakin hancur.


"Apa bumi bisa kuat jika sampai mereka bertarung di bumi?" Tanya Zear yang cukup merinding dengan kekuatan mereka semua.


"Aku tidak menyangka ternyata aku kalau bertarung seperti itu juga yah atau mungkin bisa jadi lebih parah, sepertinya lebih parah"


"Hmm kenapa para Primordial demon itu tidak ada yang ingin bertransformasi? Apa mereka meremehkan Jane dan yang lain nya?" Tanya Zear.


"Bukankah ini kesempatan untuk Jane dan yang lain nya untuk membunuh mereka dengan cepat, sebelum mereka bertransformasi, karena jika mereka sudah bertransformasi urusan nya bakal menjadi lebih repot dari pada sekarang."


"Nampaknya aku harus memberitahu mereka"


"Jane, Reyhan, Red, Fang Jiali, Fang Yin, Devin, Hana. Kalian semua bertarunglah dengan serius dan cepat kalahkan para Primordial demon itu, jangan sampai kalian membiarkan mereka bertransformasi, karena jika sampai mereka berhasil bertransformasi urusan nya akan semakin repot."


"Jadi habisi mereka dengan cepat." Ujar Zear yang berbicara lewat pikiran.


"Baik Zear." Jawab mereka semua dengan serentak.


Setelah itu tiba-tiba saja pasukan bayangan Zear sudah menghabisi semua pasukan monster milik para Primordial demon.


Para Primordial demon pun terpecah fokusnya karena melihat sekitaran.


Mereka semua sekarang sedang terkejut karena seluruh pasukan nya yang mereka bawa yang jumlahnya sangat banyak.


Tiba-tiba saja semuanya mati dengan cepat, mereka sama sekali tidak menyangka hal ini.


Mereka sekarang kebingungan dan mereka sekarang terpojokkan rencana mereka kembali hancur berantakan.


Dalam pikiran Azazel sekarang dia sangat ketakutan dia ingin kabur dari sana.


Berbeda dengan para Primordial demon yang lain, mereka tetap memegang harga diri mereka.


Mereka masih yakin, mereka dapat mengalahkan Zear dan yang lainnya.


Azazel pun terlihat kesal karena melihat kebodohan para Primordial demon yang lainnya, Azazel pun mencoba kabur dari sana menggunakan skill portal.


Namun ia tidak bisa melakukan nya, dia pun sangat terkejut akan hal itu.


Sekarang dia bingung dengan apa yang harus dia lakukan, apa dia harus seperti para Primordial demon.


Tapi jika dia mengikuti mereka Azazel yakin dia akan mati.


Azazel yang memikirkan banyak hal dan ingin melakukan transformasi.


Tiba-tiba saja di serang oleh Jane dan berhasil menusuk perut Azazel.


Azazel pun memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Sayang sekali kau adalah orang yang paling takut untuk mati, tapi justru kau adalah Primordial demon yang akan pertama kali mati di medan peperangan ini."


"Sayang sekali kau juga tidak bisa kabur dari sini yah? Ini adalah pembalasan dariku dasar tikus!!" Ujar Jane.


"Semoga kau bertemu lagi dengan Primordial demon yang lainnya di neraka sana, selamat tinggal." Ujar Jane.


Azazel pun disini terlihat sangat panik dia pun langsung menggunakan skill Regenerasinya.


Tapi Jane di sini menggunakan skill es tingkat terakhir.


[Ice God] dan tiba-tiba saja Azazel berubah menjadi beku seutuhnya.


Dan Jane pun kemudian menghancurkan patung es Azazel.


Azazel pun mati dan dia berubah menjadi butiran cahaya yang kemudian masuk ke dalam tubuh Jane.


Jane pun merasa bertambah kuat begitu pula dengan Zear dan yang lain nya.


Satu hal yang mereka tidak mengerti kenapa setiap kematian Primordial demon pasti seperti ini, mereka sama sekali tidak mengerti.


Begitu pula dengan Zear.


Kematian Azazel di sadari oleh para Primordial demon yang lain nya.


Mereka pun sekarang kepanikan, dan merinding ketakutan.


Mereka sama sekali tidak menyangka Azazel akan di bunuh dengan semudah itu.


Zear pun di sini tersenyum senang "Kalian terlalu meremehkan keluargaku." Batin Zear.