
"Tuan izinkan saya untuk melakukan invasi kepada bumi." Ujar Leviathan sambil membungkuk hormat.
"Saya tidak akan mengecewakan tuan, saya bukanlah Elathan yang selalu lalai dalam segala hal."
Elathan yang mendengar itu, dia sangat marah dan menggertakan giginya.
Dia ingin mengatakan sesuatu, namun di sini Behemoth menatap Elathan, Behemoth memberi sinyal kepada Elathan agar Elathan tetap diam dan tidak mengatakan sepatah kata pun.
Elatahan yang ketakutan dia terdiam dan menunduk.
Leviathan pun terlihat sangat senang akan hal itu.
"Baiklah aku mengizinkan kau untuk melakukan hal itu, tapi sebelumnya aku akan peringatkan kau, agar tidak turun langsung ke bumi."
"Kau mengerti bukan maksudku? Jika kau melakukan itu maka lebih baik kau mati saja."
"Dan satu hal lagi Leviathan jika kau gagal aku akan membunuh mu, kau mengerti?" Ujar Behemoth dengan tatapan yang sangat mengerikan.
Leviathan dia menelan ludah nya sendiri dan ketakutan "Saya mengerti tuan." Ucap Leviathan sambil membungkuk hormat pada Behemoth.
"Kalau begitu saya izin pamit tuan, saya akan mempersiapkan segalanya." Ujar Leviathan yang masih membungkuk hormat.
Leviathan pun pergi dari sana.
"Rajaku apa kau yakin jika Leviathan bisa mengambil alih bumi dari tangan manusia?" Tanya Elathan yang meragukan teman nya tersebut.
"Aku tidak yakin juga Elathan, yang pasti kita juga harus bersiap jika sewaktu-waktu Leviathan mati, kita harus memanfaatkan hal itu, kita akan langsung menyerang kembali."
"Kita tidak boleh lagi membiarkan mereka bersitirahat dan mengumpulkan kembali kekuatan."
"Kita harus menyerang mereka tanpa henti, karena itulah satu-satunya cara agar kita bisa mengambil alih bumi." Ujar Behemoth dengan tatapan yang mengerikan.
"Raja ku apa engkau meragukan Leviathan."
"Sejujurnya aku sangat meragukan nya, itu semua karena orang itu."
Elathan pun kebingungan dengan ungkapan Behemoth. "Orang itu?" Batin Elathan.
"Aku tidak tau siapa dia, yang mengetahuinya hanyalah para bawahan mu itu, namun sayangnya mereka tidak memberitahu kita informasi sedikit pun, sebenarnya aku sangat ingin membunuh mu, karena kau telah gagal, tapi yah aku masih membutuhkan mu." Ujar Behemoth.
Yang membuat Elathan ketakutan.
"Maafkan saya Raja ku."
"Aku tidak perlu permintaan maaf mu." Ujar Behemoth dengan nada yang tegas.
Elathan pun terdiam, dia sekarang sedang berpikir tentang orang itu yang di maksud oleh Behemoth.
"Oh yah satu hal lagi jangan pernah meremehkan orang itu."
"Kenapa tuan?" Elathan yang semakin penasaran kepada orang itu.
Bahkan rajanya saja Behemoth sampai berkata seperti itu, jika dia berkata seperti itu maka orang tersebut bukan lah orang biasa.
Dan Elathan harus berhati-hati kepada orang itu.
"Dia orang yang sangat menarik, sejujurnya kemarin-kemarin aku menyerang bumi, aku hanya ingin mengetes seberapa kuat mahluk bumi, dan alhasil aku menemukan seseorang yang sangat menarik disana, kekuatan dia cukup mengerikan, dia bisa setara dengan Aphophis."
"Dia adalah orang yang sangat cerdas, dan kekuatannya tidak dapat di remehkan, dia seperti gabungan Samael dan Aphophis."
Mendengar itu Elathan cukup terkejut.
Behemoth pun tersenyum mengerikan, "Dia sangat mengerikan bukan?"
"Ya tuan."
"Tapi yang lebih mengerikan nya, kekuatan nya yang meningkat dengan sangat cepat, kekuatan dia ketika waktu itu hanyalah setara dengan Aphophis."
"Namun sekarang secara mengejutkan kekuatan dia sudah melebihi Aphophis dan ada kemungkinan kekuatan dia bisa setara dengan mu Elathan." Ujar Behemoth.
Yang lagi dan lagi membuat Elathan terkejut dan merinding ketakutan.
Elathan sekarang sedang menyalahkan dirinya dan juga menyalahkan para Primordial demon.
Jika saja mereka tidak lengah dan Elathan tidak lengah maka bumi sekarang sudah pasti menjadi milik mereka.
Elathan tidak memperhitungkan ada seseorang yang dapat mengganggu rencana mereka semua.
"Kau tidak perlu berpikiran lebih, yang sudah terjadi tidak akan pernah bisa kita ulangi, jadi sekarang yang harus kita lakukan adalah membahas rencana selanjutnya." Ujar Behemoth.
***
Zear sekarang berada di tempat yang aneh, tempat tersebut terlihat sangat gelap namun masih ada cahaya sedikit, seperti bumi di malam hari yang terkena sinar bulan.
Di langit terdapat sebuah planet-planet yang sedikit bercahaya, dan terdapat bintang juga yang sangat banyak.
Sekilas langit di sana terlihat sangat indah.
Namun tempat tersebut sangatlah mengerikan.
Tempat tersebut hanya terdapat sebuah tanah berwarna merah kehitaman.
Yang sangat luas dan tidak terbatas, di sana tidak ada satu pun hewan atau pun tumbuhan, tempat tersebut merupakan tempat yang mati.
Dan di sana tidak terlihat satu orang pun, hawa di sana sangat mengerikan seperti sebuah tempat yang penuh dengan kematian.
Zear sampai merinding, hawa di sana terlalu kuat.
Zear mewajarkan hal itu karena lagi pula lawan nya kali ini adalah seorang Dewa.
Zear melihat sekitaran namun dia sama sekali tidak bertemu dengan Dewa kegelepan, Zear sempat heran.
Dan tak lama setelah itu tiba-tiba muncullah seseorang yang mirip dengan Dewa anubis di depan nya.
Zear pun keheranan karena dia tau siapa orang yang ada di depan nya itu.
Dia tidak lain adalah Oscar, orang yang menjaga alam monster, Zear pernah bertemu dengan nya sekali.
Ketika waktu itu Zear memberikan sebuah permata yang sangat berharga kepada Oscar.
Oscar yang melihat Zear dia sangat terkejut, dia juga seperti tidak menyangka bahwa Zear ada di sana.
"Oscar?" Tanya Zear untuk memastikan apa dia benar Oscar atau bukan.
"Hhahahahhaha ternyata yang akan menjadi Dewa selanjutnya itu adalah kau hahahaha." Oscar yang tertawa dan terlihat senang.
"Aku tidak menyangka nya sama sekali, hahhahaha takdir memang benar-benar gila hahaha."
"Jangan bilang kau adalah Dewa kegelapan." Zear dengan tatapan datar nya.
"Hahahh sayangnya kau benar, aku adalah Dewa kegelapan."
"Waktu itu aku hanya menutupi kekuatan ku saja dan sekarang aku tidak melakukan nya." Ujar Oscar.
"Aku rasa kau benar, sekarang aku bisa melihat kekuatan mu yang tidak logis"
"Hahhaha bagaimana apa kau takut padaku?"
"Tidak tidak sama sekali, apa kau disini berniat bertarung dengan ku, atau mengobrol."
"Tentu saja keduanya, kau adalah pria yang sangat menarik, aku tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan mu."
"Aku pun sama."
"Pertarungan kali ini apa kita akan bertaruh nyawa?" Tanya Zear dengan tatapan tajam.
"Tentu saja tidak, aku tidak ingin melakukan pertarungan seperti itu, kita hanya bertarung seperti biasa saja, tidak ada yang boleh saling membunuh oke?" Oscar yang terlihat sedikit ketakutan.
"Hmm oke baiklah jadi kapan kita akan bertarung?"
"Tentu saja sekarang." Ujar Oscar.
"Aku disini sebagai orang yang mengetes mu dan jika kau berhasil mengalahkan ku, aku akan memberikan mu sesuatu yang menarik, dan itu rahasia." Ujar Oscar.
"Baiklah mendengar ada hadiah aku jadi bersemangat, bersiaplah Oscar aku akan serius."
"Hhahaha kemarilah maju hahaha."
"Oh yah Oscar sebelum itu, kau pernah bilang bukan aku boleh meminta bantuan apapun itu pada mu, apa itu masih berlaku?"
"Ya tentu saja, memangnya apa permintaan mu?"
"Setelah kita bertarung aku akan memberitahu apa permintaan ku." Jawab Zear.
Mereka berdua pun saling tersenyum satu sama lain dan mereka mulai mengeluarkan aura kekuatan mereka.