
Saat ini Zear dan yang lainnya sedang mengumpul di ruangan tengah ouh yah hotel ini sebenarnya tidak di sewa.
Selama sehari melainkan hotel ini sudah di beli oleh Jane.
Tapi Reyhan, Devin, Fang Yin dan juga yang lainnya mereka sama sekali tak terkejut akan hal itu.
Ya itu semua karna bagaimana pun juga mereka sekarang sudah sangat kaya.
Membeli hotel bintang lima bagi mereka sekarang seperti membeli sebuah kerupuk.
Yang terkejut disini justru Zear dia sama sekali tak menduga.
Bahwa Devin, Fang Yin, Reyhan, Hana, Fang Jiali, Jane bahkan Red sekarang telah menjadi miliyader.
Walaupun mereka banyak uang tapi tetap mereka adalah mereka maksudnya mereka sama sekali tak berubah.
Saat ini Zear , Fang Yin, Devin, Reyhan sedang bermain game ps 3 mereka bermain bola.
Seperti biasa mereka melakukan taruhan yang kalah harus ini itu dan yang juara 1 dapat hadiah.
"Tuan apa tidak masalah jika kita bersantai seperti ini bukannya kita sedang dalam masalah besar."
"Tenang saja Red kita bersantai seperti ini hanya 2 harian lagi saja setelah itu baru kita akan serius latihan." Ucap Zear sambil memainkan konsol nya.
"Ouh yah Kak Zear aku mendengar dari kak Jane bahwa kita besok bersama dengan yang lainnya akan pulang ke Indonesia dan merayakan kembalinya guild lion dan guild kita."
"Ya itu benar Devin."
"Memangnya kita perlu merayakan hal itu kah?" Tanya Reyhan.
"Hoho nampaknya Reyhan bodoh masalah hiburan." Sahut Fang Yin dan juga Devin yang tersenyum misterius.
"Maksudnya."
Zear pun memberikan isyarat menggunakan bibirnya tapi Zear sama sekali tak bersuara.
"OUHHHH ITU MAKSUD KALIAN HAHAHAHA"
"SUTTTT....... DIAM" Devin, Fang Yin, Zear yang mengetuk kepala Reyhan
Disini Red yang polos dia tidak mengerti apapun jadi dia hanya diam saja.
"Maafkan aku sekarang aku mengerti, hehehe ini adalah rencana yang bagus."
"Kalian sedang apa?" Tanya Fang Jiali.
"Kenapa kalian bisik-bisik." Sahut Hana.
"Kenapa gerak gerik kalian seperti mencurigakan." Sahut Jane.
"Mana ada piuh piuh....." Reyhan yang bersiul.
Membuat Devin Fang Yin dan juga Zear menepuk dahi mereka sendiri.
"Reyhan kenapa kau begitu bodoh" Batin Fang Yin.
"Dasar bodohhhh" Batin Devin.
"RIP sudah Reyhan kenapa begitu bodoh dalam berbohong lain kali aku harus mengajari dia bagaimana caranya berbohong" Batin Zear.
3 malaikat pencabut nyawa itu jelas merasa curiga.
"Ah benar juga taruhannya kita ganti saja kak Zear bagaimana." Sahut Devin yang membuat semuanya aman.
"Kau benar juga Devin taruhan kita kali ini terlalu tidak seru." Sahut Fang Yin.
Fang Yin, Devin, Zear, Reyhan mereka pun membahas taruhan.
Sebenarnya mereka berpura-pura agar para wanita tidak curiga.
Dan yah mereka berhasil, mereka bernafas lega.
Mereka juga memperingatkan pada Reyhan agar dia cepat-cepat belajar bagaimana caranya berbohong.
Tak lama adiknya Zear datang "Kakak antarkan aku belanja sudah lama aku tidak berbelanja bersama kakak lagi."
"Apa kau yakin?" Tanya Zear sambil main game bersama dengan Reyhan yang sedang memperebutkan juara 1.
"Tentu saja yakin memangnya kenapa kak?"
"Jika kita pergi berbelanja kemanapun itu aku yakin kita akan langsung di serbu oleh masyarakat."
"Ah iya kakak benar juga."
"Aku menang aku menang aku menang." Ucap Reyhan yang sedang ingin memasukan bola ke gawang.
Tapi sebelum bola itu masuk Zear mempaus gamenya.
"Ayo kita pergi belanja oh yah Reyhan nanti kita lanjut anggap saja kali kita seri."
"Apa aku boleh ikut juga Jeni kak Zear?"
"Tentu saja kak Devin kau boleh ikut."
"Apa aku boleh juga?" Tanya Fang Yin.
"Tentu saja aku punya ide bagaimana kalau kita semua pergi ke mall saja barengan sekalian refreshing dari pada di rumah mulu."
"Ah aku setuju."
"Aku setuju." Ucap semua orang yang ada disana.
"Eh tunggu tunggu lalu bagaimana dengan taruhan dan pertandingan ini." Reyhan yang kebingungan.
"Sudahlah nanti saja kita lanjutkan untuk sekarang kita pergi dulu ke mall terdekat." Ucap Fang Yin.
"Ayo semuanya pergi." Devin yang bersemangat
"Ayo." Jawab mereka semua dengan semangat juga.
"EH tunggu tunggu aku juga ikut woyyy eh ini gimana psnya ah bodo amat woy tunggu."
Akhirnya mereka semua pergi.
Sekarang mereka sedang berada di mobil masing-masing.
Zear sekarang sedang berada di mobil Ferari F8 bersama dengan Jane.
Kali ini yang menyetir adalah Jane sedangkan Zear dia duduk manis.
"Maafkan aku karna telah merepotkanmu." Ucap Zear.
"Kau ini bilang apa? Mana ada kamu merepotkan aku."
"Ouh yah sayang bagaimana jika kita pesan 1 mall untuk semalam?"
"Maksudnya?"
"Maksudku kita akan menyewa mall 1 harian"
"Dari dulu aku memang pintar kamu aja yang gak tau"
"Iya iya bentar aku telepon dulu yang lainnya."
Zear pun nelpon grup, singkatnya mereka semua setuju untuk memesan mall untuk 1 hari penuh.
"Sayang coba kamu cari nama Jiao di kontak hpku."
"Baiklah bentar.....Ini bukan?"
"Nah iya coba kamu telepon."
"Halo." Ucap Jane.
"Halo ini Jane kan?" Tanya Jiao.
"Hihihi iya bagaimana kabarmu?"
"Aku baik bagaimana mana dengan mu sendiri Jane? Aku tak menyangka kau menelopon ku." Jiao yang senang
"Aku baik juga."
"Kau lagi di jalan kah?" Tanya Jiao
"Hehehe iya aku lagi di jalan bersama dengan suamiku."
"Suamimu sudah di temukankah?"
"Iya sudah ini dia sekarang sedang di sebelahku, sayang coba bicara sesuatu."
"Halo."
"Suara suamimu bagus juga hahahahah, Jane nampaknya aku merasa saat ini kau sedang sangat senang."
"Ya begitulah hehehe ouh yah aku meneloponmu karna ingin memesan mall untuk seharian penuh."
"Saat ini aku keluarga suamiku dan keluargaku sedang ingin berbelanja di mall dan kami tidak ingin ada yang mengganggu jadi kami ingin memesan mall mu yang ada di daerah sini."
"Ouh hanya masalah kecil begitu saja, tenang saja aku akan mengurus semuanya, apa si yang enggak buat nona cantik satu ini."
"Hehehe Terima kasih Jiao."
"Sama-sama"
"Siapa itu sayang?" Tanya Zear
"Ouh itu temanku, aku bertemu dengannya pada saat mengatasi portal rank SS di daerah sini."
"Ceritanya sih panjang nanti aku beritahu kamu semuanya."
"Iya baiklah."
***
"Sayang mallnya didepan kan?" Tanya Zear.
"Iya benar."
"Tapi kenapa didepan banyak orang? Ada apa?" Tanya Zear yang keheranan.
"Ntahlah aku juga tidak tau apa sebaiknya kita keluar dulu? Yang lain juga keluar dari mobil."
"Iya lebih baik kita keluar dulu saja."
"Zear." Reyhan yang menyapa bersama dengan Fang Yin, Devin
Red pun disini keluar dari cincin semesta Zear, dia langsung naik ke pundak Zear.
"Ada apa sebenarnya? Kenapa di depan sangat ramai?" Tanya Zear
"Ntahlah Kak Zear tunggu sebentar aku akan kesana dan bertanya sebenarnya ada apa." Ucap Devin.
Yang kemudian ia pun pergi.
"Permisi" Ucap Devin pada lelaki yang sedang focus melihat kedepan.
"Jangan ganggu aku sedang focus."
"Sombong kali dia, dia focus apaan? padahal di depannya hanya ada orang yang sedang berdesakan saja." Batin Devin.
"Sebenarnya ada apa kenapa disini bisa ramai sampai berdesak-desakan?" Tanya Devin pada orang yang masih focus menatap kedepan
"Cih....Apa kau tidak tau ada informasi bahwa 8 iblis tak berperasaan akan datang ke mall ini jadi wajar saja bila mall ini jadi ramai."
"Ouh begitu yah." Devin yang disini belum sadar bahwa dirinya adalah salah satu dari 8 iblis tak berperasaan itu
"Tunggu-tunggu sepertinya ada yang salah....Ah aku tau 8 IBLIS TAK BERPERASAAN ADALAH KAMI SIALL AKU HARUS CEPAT PERGI DARI SINI." Devin pun mundur perlahan.
Lelaki itu secara tiba-tiba melihat kebelakang dan melihat wajah Devin, Devin hanya membalas dengan senyuman.
Dan kemudian Devin berlari kabur.
Lelaki itu pun merasa aneh sebelum dia melihat poster. Dan ternyata lelaki itu baru sadar.
Bahwa orang yang mengajak ngobrolnya dari tadi adalah Devin salah satu dari 8 iblis tak berperasaan.
Lelaki itu pun berteriak tiba-tiba semua orang yang mendengar teriakan itu berbalik karna mendengar suara Ada Devin disini.
Dan Devin pun di kejar kerumunan masa.
Zear dan yang lainnya hanya menepuk dahi mereka sendiri
"Apa yang di lakukan oleh si Devin, kenapa dia mencari masalah sampai-sampai semua orang mengejar dia." Sahut Fang Yin
Devin disini memberi tanda dan berteriak "KALIAN SEMUA MASUK KE MOBIL MASING-MASING MEREKA YANG MENGEJARKU ADALAH PARA FANS KITA."
Devin berteriak seperti itu terus, tapi Zear dan yang lainnya masih diam karna mereka tidak mendengar suara Devin dan tidak mengerti apa maksud Devin
Hingga Devin sudah dekat dan mereka mendengar apa yang Devin katakan barulah Zear dan yang lainnya
Ikut berlari "DASAR BODOH KENAPA KAU TIDAK BILANG DARI KEJAUHAN SANA." Ucap Reyhan.
"Aku sudah berteriak tapi kalian tidak dengar."
"Ada apa kenapa kalian berlari?" Tanya kedua orang tua Jane.
"Apa? Kami tidak dengar" Teriak orang tua Zear dan adiknya.
"KALIAN SEMUA MASUKLAH KE MOBIL MEREKA SEMUA YANG MENGEJAR KAMI ADALAH PARA FANS." teriak Devin.
"Cepat masuk ke mobil semuanya." Teriak Fang Yin.
Mereka pun dengan segera masuk ke mobil masing-masing.
Karna terlambat untuk kabur. Mereka pun sekarang di kerumuni oleh masa.
Kali ini Zear dan yang lainnya terjebak mereka sama sekali tidak bisa bergerak.