
Semua orang tua murid, kepala sekolah, anak-anak disana.
Intinya semua orang yang ada di sana benar-benar terkejut.
Mereka bertanya-tanya siapa sebenarnya kedua orang tua murid itu.
Kenapa presiden dan juga pemimpin asosiasi hunter yang merupakan orang tertinggi di indonesia.
Meminta maaf kepada Jane dan Zear.
Setelah mengingat-ngingat kembali, mereka pun akhirnya menyadari mereka mencari masalah dengan siapa.
Ya mereka tidak lain adalah 8 IBLIS TAK BERPERASAAN.
Mereka pun sekarang benar-benar sangat terkejut, dan mereka semua sekarang benar-benar sangat ketakutan.
Mereka sekarang merasa seperti di ambang kematian.
"Kalian seharusnya meminta maaf kepada anakku, anakku lah yang mengalami banyak hal buruk disini." Ucap Zear dengan kesal.
"Untung saja tidak terjadi apa-apa pada Mina, jika terjadi sesuatu pada anakku, mungkin saja aku akan melakukan sesuatu yang mengerikan yang tidak pernah kalian bayangkan." ucap Jane.
"Tuan Zear, nyonya Jane kami sudah mengetahui semuanya, sebelumnya kami benar-benar sangat meminta maaf." Ucap kakek Max dan presiden.
"Jangan meminta maaf padaku, yang menjadi korban adalah anakku, minta maaf padanya, jika Mina sampai tidak memaafkan kalian, kalian tau sendiri bukan apa yang akan terjadi." Ucap Zear.
Presiden dan kakek Max pun meminta maaf kepada Mina.
"Mina maafkan kakek yang malang ini, dan maafkan juga presiden yang malang ini."
"Kenapa kalian meminta maaf padahal kalian berdua tidak bersalah, yang salah adalah mereka." Ucap Mina sambil menunjuk anak yang telah membuli Mina.
"Mereka telah membullyku bahkan mereka sampai pernah ingin melukai Mina, untungnya Mina di ajari ilmu bela diri oleh papah dan mamah untuk berjaga-jaga." Ucap Mina.
"Apa yang di katakan Mina benar, di tambah guru dan kepala sekolah di sini hanya membela mereka karena mereka tau bahwa mereka memiliki orang tua yang berkuasa di pemerintahan, dan oleh karena itu juga mereka selalu so berkuasa karena orang tua mereka merupakan penjabat mereka selalu melakukan apa yang mereka suka." ucap teman-teman nya Mina.
"Dan kami tidak bisa melakukan apa-apa." Ucap Mina yang terlihat kesal.
Melihat Mina yang kesal seperti itu membuat Zear dan Jane kesal juga.
Kakek Max, presiden indonesia merinding ketakutan.
"Jika kalian tidak ingin di keluarkan dari indonesia dengan sangat hina, minta maaflah apalagi tadi aku dengar ada seseorang yang mengatai Zear dan Jane." Ucap presiden indonesia.
Mereka yang sudah mengetahui siapa Zear dan Jane.
Langsung sujud dan meminta maaf.
Anak mereka pun di suruh sujud.
Anak mereka juga patuh itu semua karena mereka juga tau bahwa orang-orang yang ada di ruangan merupakan orang-orang penting yang ada di indonesia.
Sekarang mereka sedang ketakutan, mereka benar-benar celaka karena telah menghina orang yang lebih penting dari siapapun di dunia.
Anak yang membuli Mina juga sekarang ketakutan, mereka sama sekali tidak menyangka.
Semua ucapan Mina benar, bahwa orang tuanya merupakan 8 iblis tak berperasaan yaitu Jane dan Zear.
Mereka semua pun sekarang bersujud dan mengakui kesalahan mereka termasuk kepala sekolah.
"Minta maaf kepada Mina anakku, jangan pada ku." Ucap Jane dengan tatapan yang mengerikan.
Mereka semua pun meminta maaf sambil sujud dengan tulus dan tubuh yang bergemetaran ketakutan.
Mina pun disini berpura-pura berpikir "Hmmm......"
Mina benar-benar menjatuhkan mental mereka semua, dia seperti menyiksa mereka dalam ketakutan.
Bahkan presiden dan kakek Max pun bergemetar ketakutan menunggu jawaban Mina.
Masing-masing dari mereka sekarang sedang berdoa semoga selamat, mereka semua benar-benar sangat ketakutan.
Disini presiden juga berjanji dalam hatinya setelah semua ini, semua orang tua yang terlibat mereka akan di hukum.
Dan kemungkinan mereka akan di keluarkan dari jabatan mereka di pemerintahan.
Sedangkan nanti sekolah ini pemiliknya akan langsung di hubungi oleh presiden.
Dan kepala sekolah guru-guru di sekolah ini yang terlibat juga akan di hukum.
Mereka sekarang sedang menunggu beberapa kata dari Mina yaitu, iya aku memaafkan kalian semua.
Itulah yang mereka harapkan sekarang.
Jantung mereka semua sekarang berdegup dengan kencang.
"Mina bagaimana apa kamu akan memaafkan mereka atau tidak cantik?" Tanya Zear.
"Mereka menunggu jawaban mu sayang, jangan terlalu lama berpikir, biar mamah bisa melakukan sesuatu." Ucap Jane sambil tersenyum manis kepada anaknya.
Namun membuat semua orang yang ada di ruangan bergemetar ketakutan, karena mendengar hal itu.
"Iya mah pah, aku akan memaafkan mereka, tapi mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama." Ucap Mina.
"IYA MINA KAMI SEMUA BERJANJI TIDAK AKAN MELAKUKAN HAL ITU LAGI, KAMI SEMUA BENAR-BENAR MEMINTA MAAF DARI LUBUK HATI KAMI YANG PALING DALAM." Ucap anak-anak yang membuli Mina.
"Baguslah kalian juga harus ingat kalian tidak boleh membuli orang lain lagi." Ucap Mina yang bijak.
"Iya Mina kami berjanji kami tidak akan melakukan nya." Ucap mereka para anak-anak yang membuli Mina.
Semua orang pun yang sedang sujud menarik nafas lega.
"Tapi aku tidak akan memaafkan orang tua kalian yang telah menghina papah dan mamahku, aku sangat membencinya." Ucap Mina yang kembali membuat jantung mereka berdebar-debar.
Dan hampir copot.
"Itu tidak masalah mamah, dan papah tidak peduli hal itu, toh lagi pula nanti mereka kena mental jika melihat kekayaan papah dan mamah." Ucap Jane.
"Oh yah apa kalian juga ingin beradu harta dengan ku?" Tanya Jane.
"Tidak tidak tidak kami benar-benar meminta maaf kami benar-benar salah kami tidak akan pernah melakukan nya lagi, kami lah yang sebenarnya miskin kami benar-benar mintaa maaf, maaf, maaf, maaf." Ucap orang tua murid yang menghina Zear dan juga Jane.
"Yahhhh padahal aku ingin melihat seberapa kaya dirimu yang berani mengatai ku miskin." Ucap Jane yang memanas-manasi.
"Tidak nyonya Jane, kami salah kami minta maaf kami mohon ampunan dari nyonya Jane dan juga tuan Zear, kami benar-benar tidak mengetahui."
"Ya tapi ingat kata Mina, kalian juga tidak boleh melakukan hal itu pada orang lain oke ibu si paling kaya dan bapa si paling kaya." ucap Jane yang membuat mereka benar-benar terkena mental.
"Istri ku memang mengerikan." Batin Zear.
"Iya kami berjanji, kami mohon ampunan dari tuan Zear dan nyonya Jane kami benar-benar merasa bersalah."
"Iya kami memaafkan kalian" Ucap Jane.
"Papah mamah karena semuanya sudah selesai ayo kita kembali, kakek nenek pasti mengkhawatirkan kita."
"Baik jika itu mau mu sayang." Ucap Jane.
Jane pun membawa Mina sambil memegang tangan nya, sedangkan Zear masih di ruangan itu.
"Presiden, kakek Max jika hal ini terjadi lagi aku tidak akan mentolerant nya, ingat itu baik-baik." Ucap Zear sambil memegang pundak mereka berdua.
Mereka berdua pun bergemetar ketakutan.
"OY babi kau tau kan siapa aku sekarang, makanya jadi orang jangan mencari masalah dasar babi." Ucap Zear pada kepala sekolah.
Kepala sekolah itu pun di tatap oleh kakek Max dan presiden.