THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 159 Penentuan



Zear dan Behemoth, mereka berdua sekarang berada di sebuah tempat yang sangat tandus dan kering.


Sangat berbeda dengan tempat yang sebelumnya, Behemoth pun disini menggerak-gerakan lengan nya ia terlihat kesakitan.


"Apa ini yang dinamakan dengan rasa sakit, rasanya cukup tidak mengenakan." Ujar Behemoth.


Zear pun menatap tajam Behemoth, begitu pula dengan Behemoth.


"Apa sebenarnya tujuan mu?" Tanya Zear.


"Entahlah menurutmu?" Behemoth dengan tatapan yang sombong.


Zear pun disini langsung melesat kearah Behemoth, mereka berdua pun bertarung dengan fisik.


Mereka berdua saling menghindar dan saling menyerang, serangan mereka berdua sangat mengerikan dan sangat mematikan, hanya dalam waktu sebentar saja tempat tersebut menjadi hancur dan penuh dengan cekungan, batu-batu besar di sana juga ikut hancur.


Mereka berdua pun sekarang sedang menganalisa satu sama lain kekuatan mereka.


Namun mereka belum menemukan masing-masing kelemahan.


Zear pun disini berteleport dan menendang bagian atas kepala Behemoth, Behemoth pun menahan serangan Zear menggunakan kedua lengan nya.


Ledakan aura yang sangat besar pun terjadi, Zear pun mundur ke belakang ke atas tanah kembali.


Sedangkan Behemoth ia masih berada di cekungan yang sangat dalam yang baru di buat oleh Zear tadi gara-gara serangan Zear.


Behemoth pun kembali ke permukaan, mereka berdua pun saling bertatapan satu sama lain lagi, mereka pun dengan segera mengeluarkan senjata mereka berupa pedang.


Pedang Zear berwarna putih sedangkan pedang milik Behemoth berwarna hitam seperti iblis, kedua pedang tersebut sudah berada di tingkat Dewa.


"Aku sama sekali tidak menyangka aku bisa merasakan rasa sakit kembali, kau sangat hebat aku sangat takjub dengan kekuatanmu, kau hampir seperti para Dewa itu."


"Tapi yah sayangnya jika kau melawanku dengan kekuatan seperti itu, kau tidak akan pernah bisa mengalahkan ku."


Kali ini Behemoth lah yang maju terlebih dahulu dia tiba-tiba menghilang di hadapan Zear.


Zear pun menengok sana-sini namun ia tidak melihat Behemoth, Zear pun tiba-tiba merasakan hawa keberadaan Behemoth, ternyata dia berteleport jauh ke atas langit.


Behemoth sekarang sedang melakukan tebasan vertikal, tebasan tersebut mengeluarkan sebuah gelombang aura berwarna hitam seperti sebuah bulan sabit yang sangat besar dan sangat cepat.


Zear yang terkejut ia langsung berteleport ke arah jauh dari sana.


Serangan Behemoth pun membelah planet tersebut menjadi dua.


Planet tersebut pun menjadi hancur meledak dengan sangat keras hanya karena serangan Behemoth. Untung saja Zear dapat menghindari serangan milik Behemoth.


Serangan Behemoth sangat mengerikan, Behemoth pun sangat terkejut karena serangan sekelas Dewa miliknya dapat di hindari oleh Zear.


Behemoth pun mencari keberadaan Zear. Dan secara mengejutkan tiba-tiba Zear berada di depan Behemoth.


Zear pun melakukan tebasan kesamping gelombang aura berwarna putih pun menabrak Behemoth.


Behemoth pun bertahan menggunakan pedang miliknya, Behemoth pun tergusur jauh sampai ke langit gara-gara serangan yang Zear lancarkan.


Mereka berdua pun sekarang berada di langit yang gelap, dan di sana terdapat banyak planet-planet, dan mereka juga bisa melihat bintang-bintang yang bersinar.


Mereka terus bertarung tanpa henti tanpa istirahat, dan mengahbiskan waktu yang sangat lama, mereka tidak tau sudah berapa lama mereka bertarung.


Mereka menghancurkan beberapa planet lagi disana.


***


"Dewa waktu apa kau tidak masalah dengan pertarungan mereka berdua?" Tanya salah seorang Dewa yang sekarang sedang melihat pertarungan Behemoth dan juga Zear.


Sekarang para Dewa sedang berada di tempat Dewa waktu, mereka semua sekarang sedang berkumpul dan melihat pertarungan Zear dan Behemoth.


"Tentu saja tidak jadi masalah, kita juga tidak bisa ikut campur dalam urusan mereka seusai dengan peraturan, jadi biarkan saja mereka. Lagi pula tempat mereka bertarung sekarang berada di universe kosong tidak ada penghuninya." Ujar Dewa waktu.


Mereka semua pun menganggukan kepalanya dan patuh kepada Dewa waktu.


"Dewa waktu menurutmu siapa yang akan menang dalam pertarungan kali ini?" Tanya salah seorang Dewa.


"Entahlah masa depan tidak bisa di tebak, selalu berubah-rubah masa depan tidak ada yang pasti, ada sebuah kejadian yang sangat sederhana saja, itu bisa berdampak pada masa depan, tapi tentu saja disini aku akan mendukung Zear, karena dia adalah orang pilihan ku." Ujar Dewa waktu sambil tersenyum.


Dan membuat mereka semua merinding ketakutan tanpa sebab.


***


Setelah bertarung sangat lama mereka berdua pun akhirnya mengambil nafas dan terdiam untuk beberapa saat, mereka berdua sangat seri dari segi mana pun.


Behemoth sangat kesal, karena ia tidak menyangka bahwa Zear kekuatan nya bisa setara dengan dirinya.


Pertarungan mereka sudah berjalan lama, namun tidak ada yang benar-benar terluka sangat parah, mereka berdua selalu bisa menghindari atau menahan serangan.


Zear di sini dapat bertahan sampai sekarang, karena janji dia pada keluarganya jika bukan karena itu Zear mungkin sudah kalah dari tadi.


Sedangkan Behemoth sendiri dia berjuang untuk hal yang tidak di ketahui.


Namun mereka berdua sama-sama kuat.


Mereka berdua pun sekarang berniat untuk mengakhiri pertarungan itu.


Mereka berdua sekarang melakukan transformasi secara bersamaan.


Zear pun sekarang berubah menjadi seperti seorang malaikat dengan armor berwarna putih.


Sedangkan Behemoth berubah menjadi seorang iblis yang sangat mengerikan dengan sayap hitam yang compang-camping.


Mereka berdua pun mengeluarkan aura yang sangat hebat, yang memenuhi ruang angkasa di sana.


Kegelapan melawan cahaya putih yang sangat terang.


Pertarungan mereka pun kembali terjadi menggunakan senjata mereka, kali ini pertarungan mereka lebih cepat lebih kuat dari pada sebelumnya.


Itu semua karena mereka berdua telah bertransformasi.


Mereka berdua sama-sama tidak ingin kalah, selain bertarung di sana, mereka juga sekarang berpindah ke universe lainnya.


Mereka berdua bertarung secara habis-habisan, sudah banyak planet yang mereka hancurkan dengan mudah nya.