
"Aku tidak perlu memberitahumu, tentang itu seharusnya kau tau sendiri bukan? Dan di tambah jika aku memberitahu mu tentang itu, aku takut Dewa waktu akan marah kepadaku, mungkin dia akan mengira bahwa aku telah menghasut mu dalam sebuah pilihan yang sulit." Ujar Oscar.
"Begituyah." Zear pun disini berpikir.
Dia berpikir bagaimana jika ia menjadi Dewa.
"Pertama jika aku menjadi Dewa pastinya aku harus mengikuti peraturan para Dewa, dan peraturan para Dewa sangatlah banyak, kita ambil salah satu contohnya saja, yaitu Dewa tidak bisa ikut campur dalam urusan mahluk."
"Apa maksud dari peraturan ini, jika aku menjadi Dewa aku tidak bisa pergi ke sembarang tempat seperti bumi." Zear pun terkejut dan baru menyadari hal itu.
"Itu artinya jika aku menjadi Dewa aku akan kehilangan keluargaku." Ujar Zear yang sangat terkejut.
Oscar mendengar perkataan dari Zear, dan ia sama sekali tidak bisa berbicara maupun menunjukan ekspresi.
Zear pun menganggap bahwa apa yang dia katakan tadi adalah kebenaran.
Menjadi Dewa artinya melepaskan keterikatan, dengan mahluk biasa, dan menjadi Dewa tidak semudah yang di perkirakan.
"Bagaimana jika aku tidak ingin menjadi Dewa, apa yang akan terjadi?" Tanya Zear yang tiba-tiba.
"Tidak akan terjadi apa-apa, menjadi Dewa adalah pilihan mu, kami para Dewa hanya menuntun mu saja, pada akhirnya kau ingin menjadi Dewa atau tidak itu keputusan mu."
"Kami para Dewa tidak memaksa juga, tapi ada hal yang ingin aku peringatkan pada mu, mungkin jika kau tidak menjadi Dewa, kau akan kalah melawan pemimpin Primordial demon, bernama Behemoth."
Zear pun sontak terkejut, dia baru tau bahwa nama pemimpin Primordial demon adalah Behemoth, Zear juga cukup terkejut kenapa para Dewa bisa mengetahui dia.
"Kenapa kalian tau tentang pemimpin Primordial demon?" Tanya Zear.
"Tentu saja, karena dia juga adalah mantan Dewa, yang menjadi tersesat," Jawab Oscar yang membuat Zear semakin tercengang terkejut.
"A-APA!!!!!!! Oscar apa yang kau katakan itu benar kau tidak bercanda kan?"
"Mana mungkin aku bercanda di saat seperti ini Zear."
"Apa yang aku katakan adalah kebenaran nya, dia adalah mantan Dewa yang banyak melanggar peraturan."
"Lalu kenapa Dewa waktu atau Dewa yang lain nya, tidak menghukum dia?"
"Jangan tanyakan padaku, aku juga tidak tau, yang hanya mengetahuinya hanyalah Dewa waktu, dia adalah Dewa yang sama sekali tidak di mengerti jalan pikiran nya."
"Namun yang pasti yang perlu kau ketahui apapun rencana dari Dewa waktu, selalu berjalan sesuai keinginan nya, dia adalah Dewa yang sangat mengerikan."
"Begitukah, aku rasa dia adalah orang jenius."
"Tentu itu semua karena dia bisa berteleport ke masa depan maupun ke masa lalu."
"Dewa waktu bisa saja membunuh Behemoth di masa lalu ketika dia di lahirkan, tapi Dewa waktu tidak melakukan nya, alasan nya aku juga tidak mengerti."
"Jika kau penasaran dan ingin mengetahuinya, kau dapat menanyakan nya, dia ada di lantai teratas tower kematian ini, dia jugalah yang menciptakan tower kematian ini, di bantu oleh para peri yang sangat kuat."
"Kalau begitu masuk akal kenapa tower kematian ini sangat misterius, ternyata yang membuatnya adalah Dewa waktu."
"Yah begitulah, di tower kematian ini, kau berpindah tempat dari tempat lain, kau juga menjelajahi waktu, mengerikan bukan."
"Ya sangat mengerikan, aku baru mengetahuinya."
"Tapi bukannya jika aku sampai ke lantai terkahir tower kematian, aku akan menjadi Dewa."
"Iya kau benar, sebenarnya tergantung dirimu juga, jika kau ingin menjadi Dewa selesaikan tower kematian, tapi jika tidak ingin kau boleh berhenti disini."
"Lagi pula selama kau memiliki kunci tower kematian, kau dapat menjadi Dewa kapanpun kau mau."
"Aku rasa kau benar Oscar, ternyata kau Dewa yang pintar juga."
"Aku memang pintar."
"Dan setelah itu semua tugas ku sudah berakhir."
"Kalau begitu cepatlah berikan padaku hadiahnya."
"Sebentar sabar." Oscar pun memejamkan matanya.
Dan tiba-tiba saja muncul sebuah bola cahaya berwarna putih yang sebesar bola basket di tangan Oscar.
Bola putih tersebut terlihat sangat padat, dan bola tersebut mengeluarkan aura yang sangat besar, sampai-sampai auranya memenuhi langit di sana.
Langit disana berubah menjadi putih, Zear terkejut.
"Apa hadiah dari mu adalah itu?"
"Iya ini adalah kumpulan energi kekuatan, dengan begini kau akan menjadi lebih kuat."
Zear pun tersenyum "Terima kasih."
"Hhahaha sama-sama aku jadi malu hahhaha."
"Jadi apa kau siap Zear?"
"Ya."
Oscar pun disini mengangkat tangan nya keatas, dan tiba-tiba saja bola tersebut masuk kedalam tubuh Zear.
"Aku tidak menyangka energi itu sama sekali tidak melakukan penolakan, Zear benar-benar sangat mengerikan, jika dia jadi Dewa apa mungkin kekuatan dia bisa sampai pada kekuatan yang setara dengan Dewa waktu."
"Zear padahal belum menjadi Dewa, tapi kekuatan dia sudah setara dengan para Dewa, Zear benar-benar sangat mengerikan, aku harap dia tidak tersesat seperti Behemoth, kalau sampai seperti itu sayang sekali."
Setelah bola cahaya itu masuk ke tubuh Zear.
Tubuh Zear ke angkat ke atas, dan Zear memejamkan matanya, di atas Zear mengeluarkan cahaya yang sangat terang yang berada dalam tubuhnya.
Cahaya itu pun kemudian meledak dan menyebabkan ledakan aura yang dapat menghancurkan apapun.
"Aku sudah menduganya, efeknya akan jadi seperti itu, untung saja planet ini jauh dari planet lainnya, jadi aku rasa hal ini tidak membahayakan, ya aku rasa."
Zear pun kemudian kembali ke bawah.
"Oscar terima kasih." Zear sambil tersenyum.
"Sama-sama bagaimana dengan hadiahku? Apa itu memuaskanmu."
"Iya tentu saja, jika di bandingkan dengan yang lain, hadiah mu sangat berharga, aku tidak menyangka kau mempunyai hadiah yang sangat menarik."
"Hhahahha." Oscar yang tertawa keras dan sangat senang karena di puji oleh Zear.
"Apa sekarang kau akan langsung kembali ke bumi?"
"Ya aku rasa seperti itu, aku sangat mengkhawatirkan mereka, aku juga sudah berada cukup lama di tower kematian ini."
"Ya lagi pula hal itu tidak berpengaruh Zear, kau menghabiskan bertahun-tahun di sini saja, ketika kau kembali ke bumi kau hanya menghabiskan waktu beberapa minggu saja, itu semua sudah di setting oleh Dewa waktu."
"Ya aku rasa kau benar, tapi tetap saja aku ingin kembali hahaha."
Tiba-tiba saja portal menuju jalan pulang muncul, karena Zear ingin pulang, jadi portal itu lah yang muncul.
"Semoga beruntung."
"Ya terima kasih."
Zear pun kembali ke bumi.