THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 156 Kemenangan



Melihat kesombongan Zear membuat Leviathan sedikit kesal, namun tetap saja dia merasakan ketakutan yang luar biasa.


"Jangan banyak bicara tunjukkan saja!" Leviathan yang kesal.


"Dengan senang hati." Kali ini Zear tiba-tiba saja berada di depan Leviathan.


Zear ingin menusuk bagian leher Leviathan, namun Leviathan dengan sigap ia melakukan kayang, ia menghindar serangan Zear.


Namun tetap saja serangan Zear mengenai dagu dari Leviathan. Leviathan disini melakukan gerakan memutar sedikit dan langsung menyerang Zear.


Zear menahan menggunakan pedang miliknya, mereka pun kembali saling bertukar serangan satu sama lain.


Serangan mereka sangatlah cepat, satu serangan mereka dapat menghancurkan tempat yang mereka pijaki.


Mereka berdua terus bertukar serangan dengan sangat cepat, hanya dalam waktu beberapa detik saja ribuan serangan telah di lakukan oleh mereka.


Terlihat sekarang Leviathan kelelahan, mereka sudah bertarung cukup lama, mereka berdua sekarang sedang mengambil nafas satu sama lain.


Zear dari tadi bertarung seperti mengejek Leviathan, Leviathan tidak tau alasan kenapa Zear tidak membunuh dia, padahal menurut Leviathan jika Zear ingin menghabisi Leviathan, Zear sudah bisa melakukan nya dari tadi.


Leviathan pun keheranan akan hal itu.


Di sisi lain peperangan melawan monster di menangkan oleh aliansi manusia di bantu oleh para pasukan bayangan milik Zear.


Di sisi lainnya Jane berhasil membunuh bawahan Leviathan, bawahan Leviathan sama seperti para Primordial demon, jiwa mereka tidak bisa bertahan dan menghilang, masuk ke dalam tubuh Jane.


Jane dan yang lainnya pun bertambah kuat.


Di sisi lainnya juga, Reyhan, Devin, Fang Yin, Hana, Fang Jiali, dan Red. Mereka juga telah berhasil membunuh para bawahan milik Leviathan.


Kali ini di peperangan di tempat sana, semua orang berteriak atas kemenangan itu.


Mereka semua terlihat sangat senang, di tambah tidak ada korban jiwa, padahal mereka melawan sebegitu banyak nya monster.


Ya walaupun mereka berhasil itu semua berkat 8 iblis tak berperasaan.


Reyhan dan yang lainnya berkumpul di satu tempat dan membahas tentang pertarungan Zear dan Leviathan yang berada jauh dari sana.


Mereka bingung dengan apa yang harus di lakukan sekarang membantu Zear atau membiarkan Zear bertarung sendirian melawan Leviathan.


Jane pun di sini memutuskan untuk pergi dan menolong Zear, mereka yang mendengar perintah langsung dari Jane, mereka semua bergegas melesat dengan cepat menuju ke arah tempat dimana Zear dan Leviathan bertarung.


Melihat Jane dan yang lainnya pergi ke sana, membuat mertua Zear juga ikut kesana. Mereka juga ingin membantu Zear.


Pasukan bayangan Zear karena sudah menyelesaikan perintah dari Zear, mereka kembali ke tanah dan menuju bayangan Zear, tempat mereka berada.


Para Dewa dan para manusia sudah melihat hal itu berkali-kali, namun tetap saja mereka masih terkejut dengan pasukan bayangan milik Zear.


"Raguel sekarang apa yang harus kita lakukan?" Tanya Keonal.


"Kau adalah satu-satunya orang yang mengetahui semunya, jadi kami akan mendengarkan semua saran yang kau berikan." Ujar Reludo.


"Hmmm baiklah, tapi sebelum itu aku ingin bertanya terlebih dahulu kepada kalian semua." Raguel dengan wajah yang serius.


"Apa?" Tanya Ang Wing dan yang lain nya.


"Apa kalian semua rela mengorbankan diri kalian demi menyelamatkan bumi?" Tanya Raguel.


Sebagian orang ada yang berkata ya dan sebagian nya lagi ada yang berkata tidak.


"Aku tidak ingin memaksa kalian semua, jadi aku sarankan kepada orang yang tidak ingin mengorbankan dirinya, untuk menyelamatkan bumi, lebih baik kalian pergi dari sini, dan kembali ke bumi, karena kalian disini juga hanya akan menjadi beban." Ujar Raguel dengan nada tinggi.


Mendengar hal itu dari Raguel membuat sebagian orang kesal, dan mereka semua pergi dari sana kembali ke bumi. Mereka terlihat ketakutan mereka sama sekali tidak ingin mati hanya untuk menyelamatkan bumi.


"Jadi Raguel apa yang akan terjadi selanjutnya, kenapa kau berkata seperti itu?" Tanya Reludo.


"Setelah ini akan terjadi perang yang lebih besar dari pada sekarang, dan perang itu sangat mengerikan, sampai-sampai bisa menghancurkan planet ini." Ujar Raguel yang membuat mereka semua terkejut.


"Pantas saja kau berkata seperti itu, ngomong-ngomong lawan kita selanjutnya siapa?" Tanya Rv.


"Ada kemungkinan lawan selanjutnya adalah pemimpin Primordial demon." Ujar Raguel.


"Begitu yah, kalau begitu pantas saja planet ini akan hancur, semuanya masuk akal, jadi apa kita akan kembali ke bumi atau diam di sini?" Tanya Ang Wing.


"Aku sendiri akan tetap di sini dan membantu Zear." Ujar Raguel.


"Hhahaha kalau begitu aku juga sama, aku akan mengikuti keputusan Raguel." Ujar Reludo.


Mereka semua pun setuju, dan mereka semua akan tetap di sana dan membantu Zear dan yang lainnya, membantai para musuh.


"Kemungkinan ini akan menjadi perang terakhir, kita harus mengeluarkan segala yang kita punya." Ujar Raguel.


Mereka semua pun menganggukan kepalanya.


***


Leviathan sekarang sedang terluka parah pada bagian perutnya, di perutnya terdapat bolong yang sangat besar dan mengeluarkan banyak darah, Leviathan juga terlihat sangat kelelahan.


Dia terlihat sangat tersiksa, sedangkan Zear sendiri ia tidak terluka sama sekali, ia juga tidak kelelahan, hanya saja baju dia compang-camping, gara-gara serangan Leviathan.


Zear pun menatap rendah Leviathan. Tak lama Zear merasakan sesuatu yang aneh yang tidak lain adalah, pelindung dominasi dia yang menyelimuti seluruh planet ini.


Sedang berusaha di hancurkan oleh seseorang yang sangat kuat.


Zear pun disini memutuskan untuk membunuh Leviathan dengan cepat.


Tiba-tiba saja di sana Jane dan yang lain nya muncul, mereka sekarang berada di dekat Zear sambil menatap Leviathan.


Leviathan yang melihat itu ia sangat terkejut, karena jika Jane dan yang lainnya berada di sini, maka berarti seluruh bawahan, dan pasukannya telah di kalahkan.


Leviathan pun tertunduk lemas, dia sekarang terlihat sangat pasrah akan hidupnya sendiri, dia sekarang merasa mengalami kekalahan yang sangat telak.


Ia sama sekali tidak menyangka dia akan kalah seperti ini, karena dia tidak memiliki cara lagi dia pun terlihat pasrah dan siap di bunuh kapan saja.


Zear menggunakan pedang Seri malaikatnya, menebas kepala Leviathan yang sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi.


Kematian Leviathan pun menambah kuat kembali Zear dan yang lain nya.


Mereka semua pun sekarang sedang berkumpul, dan mereka terlihat sangat senang, karena telah berhasil mengalahkan Leviathan dan yang lainnya.


Namun berbeda dengan Zear, dan Jane mereka berdua terlihat sangat khawatir.


Semua orang pun kebingungan kenapa Zear dan Jane bersikap seperti itu.