THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 11 Mina 2



Zear membawa Mina ke rumah Zear dan Jane yang baru beli kemarin.


"Woow kakak apa ini rumah kakak?" Mina yang terpukau karna melihat rumah Zear.


Saat ini mereka berdua sedang berada di halaman depan rumah mereka sedang berjalan-jalan.


"Ya begitulah heheh apakah kamu menyukainya?"


"Tentu saja siapa yang gak suka dengan rumah seperti istana ini."


"Wow bahkan disini ada tempat bermainnya juga apa aku boleh mencobanya." Mina yang terlihat sangat senang.


Dalam hati Zear ia sangat kasihan dengan Mina, seharusnya di umur Mina yang sekarang.


Mina harusnya bermain dengan teman-teman seumurannya.


Tapi Mina justru tidak mendapatkan hal itu.


"Tentu saja kamu boleh mencoba sepuasnya tapi sebelum itu kamu mandi dulu dan makan perutmu sudah sangat laparkan?"


"Baiklah tapi sebenarnya kak aku dan kakaku sudah terbiasa menahan lapar seperti ini hehehe." Ucapnya yang masih polos.


"Tenang saja Mina mulai dari sekarang kamu ga akan menahan lapar seperti ini lagi."


"Ayo kita masuk kedalam."


"Ya." Jawab Mina dengan senyuman yang manis.


Mina saat di dalam rumah Zear ia tak berhenti-henti untuk memuji rumah Zear.


Bahkan ia berkata Mina ingin membeli rumah seperti rumah Zear dan Jane.


Singkatnya Mina mandi setelah mandi ia terlihat sangat cantik.


Kulitnya putih rambutnya indah, walaupun baju yang ia kenakan masih jelek.


Tapi itu tak menutupi kecantikannya Zear sama sekali tak bisa membayangkan bagaimana Mina nanti di masa depan.


"Kemarilah Mina duduklah kita makan bersama kebetulan istri kakak sudah memasak makanan yang enak dan kaka hanya perlu menghangatkan nya saja."


"Kak apa tidak apa-apa jika aku duduk di kursi mahal itu? Apa tidak apa-apa gembel sepertiku makan bersama kakak?"


"Tentu saja tidak apa-apa lagi pula kamu ini bukan gembel tapi kamu adalah anak yang cantik dan sangat imut, siapa yang berani menyebutmu gembel? Akan ku hajar orang itu." Zear sambil mengelus kepala Mina.


"Duduklah makan yang banyak jangan malu-malu percayalah pada kakakmu ini masakan istri kakak adalah yang terbaik di antara yang terbaik."


Mendengar itu Mina pun yang sangat kelaparan tanpa sungkan lagi memakan makanan yang ada di meja.


Iya makan dengan sangat lahap, hingga dalam waktu sebentar makanan yang ada di meja itu habis.


"Apa kamu mau tambah?" Tanya Zear.


"Eh memangnya masih ada yah kak?"


"Tentu saja ada tenang saja di rumah ini tidak akan ada yang namanya kekurangan makanan jadi apa kamu mau tambah?"


"Tentu saja kak." Ucap Mina dengan semangat.


Zear pun memberikan lagi makanan kepada Mina disini Mina tak henti-henti memuji masakan Jane yang sangat enak itu.


"Kak nama istri kakak siapa?" Tanya Mina.


"Namanya adalah Jane."


"Nama yang bagus ouh yah kak kalau boleh tau Kak Jane orangnya bagaimana?" Tanya Mina.


Zear pun menjawab Mina penuh dengan semangat dan senyuman Zear mendeskripsikan bagaimana Jane.


"Jadi kakak sangat mencintai kakak Jane yah."


"Tentu saja dia adalah wanita terbaik selain ibuku."


Mereka berdua mengobrol cukup lama.


Setelah selesai makan Mina pun berterimakasih pada Zear.


Ia mengungkapkan rasa Terimakasih yang sebesar-besarnya pada Zear.


Ia juga mengungkapkan rasa senangnya karna bisa bertemu dengan orang sebaik Zear.


Setelah Mina mengungkapkan semuanya Mina ia izin untuk pergi.


"Kamu ingin pergi kemana?" Tanya Zear pada Mina.


"Gak tau kak aku juga belum menentukannya tapi sepertinya aku ingin mencari kak Rina soalnya tugasku sudah selesai."


Tugas yang di maksud Mina adalah menemukan Zear dan memberikan surat itu.


"Memangnya kamu tau dimana Kak Rina sekarang berada?" Tanya Zear.


"Gak tau hehehe."


"Kalau gitu kenapa kamu izin pamit?"


"Eh tapi kan ka-" Di dalam hati Mina, Mina tidak ingin membebani orang lain lagi.


"Kamu tidak boleh pergi mulai dari sekarang kamu akan tinggal disini bersama kakak dan kakak Jane." Ucap Zear dengan tegas.


"Tap-"


"Tidak ada tapi-tapian lagi mulai dari sekarang kamu harus tinggal bersama kakak dan kakak Jane."


Disini tiba-tiba saja mata air Mina keluar.


Disini Zear panik ia bingung apa ia melakukan kesalahan sehingga membuat anak 5 tahun menangis seperti itu.


"Eh yah tentu saja."


"Apa tidak apa-apa jika kakak tidak bilang dulu pada istri kakak?"


"Tentu saja tidak apa-apa lagi pula jika dia ada di posisiku aku yakin dia akan melakukan hal yang sama."


"Jadi Mina kamu akan tinggal disini kan?" Tanya Zear.


Disini Mina menangis ia berbicara sambil mengelap matanya yang penuh air.


"Iya kak, sebelumnya aku sangat-sangat berterimakasih kak."


"Aku tidak menyangka bahwa kakak sangatlah baik sebelum-sebelum nya aku belum pernah bertemu dengan orang sebaik kakak."


"Biasanya orang-orang sangatlah jahat bahkan ketika aku meminta makan saja kadang aku tidak di kasih tapi malah di marahi."


Mina disini bercerita tentang masa lalunya yang kelam.


Zear pun memeluk Mina dan mengelus kepala Mina dengan lembut.


"Sudah jangan menangis mulai dari sekarang kakak dan kakak Jane akan merawatmu."


"Mulai dari sekarang kamu ga akan pernah lagi mengalami hal seperti itu."


"Jadi berhenti menangis dan jangan khawatir."


Mina pun menganggukan kepalanya ia terlihat seperti lega.


Walaupun seperti itu tapi di hati Mina ia merasa tidak enak, ia merasa bahwa ia akan jadi beban.


"Apakah Mina berpikir jika Mina tinggal disini maka Mina akan menjadi beban buat kakak dan kakak Jane?"


"Eh kok kakak tau pikiranku." Mina yang terkejut polos.


"Hoho tentu saja kakak ini punya indra ke 20 yang bisa membaca pikiran orang lain."


"Ya walaupun sebenarnya aku asal menebak saja mana ada kekuatan yang bisa baca pikiran kan?." Batin Zear


"Woww hebat aku juga jadi ingin memiliki kekuatan seperti itu."


"Ehem ehem lupakan hal itu jadi Mina dengarkan kakak."


"Jangan pernah berpikiran bahwa kamu adalah beban bagi kakak dan kakak Jane oke?"


Mina pun hanya mengangguk.


"Tapi kak bagaimana caranya aku balas budi?"


"Hahahah anak sekecil dirimu tidak perlu memikirkan hal itu."


"Tapi kak rasanya aku jadi tidak enak."


Disini Zear mengubah arah topik pembicaraan agar Mina tidak terlalu memikirkan balas budi.


"Ouh yah Mina hari ini kakak akan pergi ke pesta apa Mina mau ikut."


"Nanti Mina bisa bertemu dengan kakak Jane disana."


"Benarkah itu? Apa aku bisa bertemu dengan istri kakak." Mina yang sangat senang.


"Iya tentu saja."


"Wahhhhh aku ingin ikut aku sungguh tidak sabar aku ingin melihat bagaimana istri kakak, jika dari cerita kakak tadi dia orang yang sangat cantik dan baik kan kak?"


"Hoho benar sekali, baiklah kalau begitu ayo kita berangkat."


Sebelum pergi ke pesta Zear pergi dulu ke mall untuk membeli baju untuk Mina.


Disini Zear membeli banyak baju untuk Mina.


Mina merasa tidak enak tapi seperti biasa Zear memaksanya agar Mina menghilangkan rasa tidak enakan seperi itu.


Kemudian Zear juga membawa Mina ke salon.


Zear menyuruh tukang salon itu untuk mempercantik Mina.


Zear disini berani membayar mahal jika Mina sampai terlihat cantik.


Dengan segera tukang salon disana memperlakukan Mina seperti seorang RATU.


Yang meng-handle Mina bukan 1 pegawai saja tapi banyak.


Kemudian Zear juga menanyakan baju mana yang paling Mina suka.


Singkatnya Mina memilih sebuah gaun berwarna ungu.


Dan yah Mina sekarang terlihat sangat cantik seperti seorang putri.


Mina juga sangat menyukai penampilan dia yang sekarang.


Saking sukanya dengan penampilan yang sekarang Mina terus melihat ke cermin sambil tersenyum senang.


Melihat Mina yang tersenyum senang seperti itu membuat Zear juga senang


Zear pun membayar salon itu dengan sangat mahal yah sekitar ratusan juta.


Salon itu pun mendadak kaya dan berterimakasih pada Zear.


Salon itu sekarang jadi sangat menghormati Zear dan juga Mina.


"Baiklah Mina ayo saatnya kita pergi ke pesta bertemu dengan kakak Jane."


"Ya." Jawab Mina dengan senyuman yang sangat gembira.