THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 133 Penyerangan Aphophis



"Hey Frona." Ujar Zear pada peri wanita, yang merupakan penjaga terakhir dari tower kematian.


"Ya ada apa Zear?" Tanya nya, untuk beberapa alasan Frona sangat dekat dengan Zear, dan dia memiliki sifat yang sangat manja.


Dia juga dapat dengan mudah di bodohi oleh Zear, Frona juga merupakan peri yang paling baik yang pernah Zear temui selama ia berada di tower kematian.


Frona dan Zear sangatlah akrab saking akrabnya mereka berdua menyebut nama, tidak dengan panggilan tuan atau apapun itu.


"Apa kekuatan ku sekarang sudah setara dengan Dewa?" Tanya Zear dengan ekspresi serius.


"Jika kau menjawabnya dengan jujur aku akan memberikan hadiah berupa coklat bagaimana?" Ujar Zear sambil tersenyum yang merubah raut wajahnya.


Zear tau jika tidak dengan itu dia tidak akan berbicara sepatah katapun.


"Hehehhe baik aku akan menjawabnya, Zear sekarang kamu sudah berada di tingkat Dewa, namun belum mencapai kekuatan raja Dewa."


"Zear aku rasa sekarang dirimu sudah dapat setara dengan para Dewa yang ada, bisa di bilang kau adalah Dewa." Jawab Frona.


Zear pun tidak terkejut dengan jawaban Frona, memang ia dari awal sudah mengetahuinya, bahwa pada akhirnya Zear akan menjadi Dewa.


Zear juga sekarang sudah merasa bahwa dia sebenarnya sudah tidak pantas tinggal di bumi, kekuatan dia terlalu mengerikan, dia dapat menghancurkan bumi dengan mudah layaknya seorang Dewa.


Zear terkadang ketakutan sendiri dengan kekuatan nya yang benar-benar terlalu gila dan tidak masuk akal sama sekali.


Zear sekarang sedang berpikir bahwa mungkin kekuatan dia sekarang sudah cukup untuk menghabisi pemimpin Primordial demon.


Namun di sisi lain juga Zear takut jika kekuatan nya kurang, karena Zear belum menyelesaikan tower kematian ini, masih ada 3 lantai lagi yang harus Zear selesaikan.


Setelah itu kekuatan, pengetahuan, dan segala jawaban yang Zear inginkan mungkin akan Zear ketahui di sana.


Zear sebenarnya sekarang sedang bimbang, apa dia akan kembali terlebih dahulu atau dia melanjutkan perjalanan nya menuju bos lantai 297.


Masalahnya Zear sekarang sudah pergi terlalu lama, dan dia benar-benar sangat khawatir pada keluarganya.


Dia juga takut terjadi apa-apa pada bumi soalnya bumi sekarang sedang menghadapi mimpi buruk yaitu menghadapi Primordial demon.


Tapi di sisi lain Zear juga sangat penasaran dan ingin cepat-cepat menyelesaikan tower kematian ini.


Zear pun berpikir dengan sangat keras, dan pikiran nya hanya ada keluarganya terutama Jane dan Mina.


"Zear apa kau ingin melanjutkan kembali ke lantai 297 dan mengalahkan bos monsternya." Ujar Frona sambil memakan coklat.


"Entahlah aku juga sedang berpikir lanjut atau tidaknya." Jawab Zear.


Masalahnya jika Zear masuk dan melawan bos monster lantai 297 Zear tidak tau kapan bisa selesai melawan bos monster itu.


Masalahnya bos monster yang Zear lawan sangatlah kuat, melebihi Primordial demon.


"Oh iya Zear, apa kau ingin informasi penting dariku?" Tanya Frona.


Zear pun memasang wajah heran, biasanya jika Frona berkata seperti itu, maka informasi yang di sampaikan oleh Frona sangatlah penting untuk kedepan nya.


"Tentu saja."


"Tapi berikan aku 1 lagi woawwww hahaha ini lah yang aku inginkan coklat." Frona yang langsung mengambilnya dari tangan Zear.


"Jadi informasi apa yang ingin kau sampaikan?" Tanya Frona.


"Lawan selanjutnya adalah salah satu Dewa." Ucap Frona dengan tenang.


Namun membuat Zear sangat terkejut.


"A-APA"


"Kenapa kau terkejut tenang saja, kau juga sekarang sudah menjadi Dewa, tapi yah aku sarankan padamu untuk berhenti di sini saja, lebih baik kau kembali terlebih dahulu ke dunia mu." Ucap Frona.


"Kau beristirahatlah yang cukup di sana, jika sudah kembali lagi ke sini, jika kau yang sekarang menghadapi dia maka kau mungkin saja akan kalah dan terbunuh."


"Aku lihat-lihat kau banyak pikiran, jadi yah aku hanya bisa menyarankan hal itu, lagi pula tower kematian tidak akan kemana-mana, selagi kau memiliki kuncinya kau dapat menyelesaikan nya kapanpun benarkan apa kata ku." Ujar Frona.


Zear pun tersenyum pada Frona "Ya kau benar akan kuberikan kau 1 coklat lagi karena telah memberikan ku saran yang sangat baik."


"Apa yang di katakan Frona juga benar aku tidak perlu terburu-buru." Batin Zear.


"WOAHHH TERIMA KASIH ZEAR."


"Sama-sama terima kasih juga karena telah memberitahuku banyak hal, kau adalah penjaga tower kematian terbaik yang pernah aku temui hahahaha."


"Hhehehe tentu saja."


"Frona bukakan portal kembali, aku ingin kembali."


"Baik Zear."


Tak lama portal kembali pun keluar dan Zear masuk kedalam nya, tapi sebelum itu Zear melambaikan tangan nya pada Frona.


Frona pun melambaikan tangan nya juga, dan segera menghabisi coklat yang ada.


"Haah aku berharap dia cepat kembali, aku ingin memakan coklat lagi." Gumam Frona.


***


Aphophis tersenyum kemenangan.


"Kita akan membuka portalnya sekarang." Ucap Aphophis.


Aphophis pun menggerakan tangan nya kedepan, dan tiba-tiba saja portal yang benar-benar sangat besar muncul di depan nya.


"KITA HABISI PARA MANUSIA ITU." Teriak Aphophis yang kemudian berjalan menuju portal yang telah ia buat.


"Haa!!!!!!!!!!!" Teriak para pasukan nya.


***


Jane dan yang lain nya 8 iblis tak berperasaan sedang mengadakan latihan di pulau kecil dekat pulau Paradise island.


Ketika mereka latihan mereka merasakan sesuatu yang aneh, atmosfer di sekitaran mereka berubah drastis menjadi menyeramkan.


Mereka semua menjadi merinding ketakutan.


"Semuanya bersiaplah, bajingan Primordial demon akan menyerang lagi." Ucap Red yang sudah tau.


Bahwa akan ada Primordial demon yang turun ke bumi.


"A-APA? LAGI? Apa mereka tidak bisa membiarkan kita beristirahat beberapa minggu lagi saja" Sahut Devin.


"Mereka benar-benar sangat menyebalkan baru beberapa minggu kemarin, sekarang ingin menyerang lagi." Sahut Fang Yin.


"Sudah tidak perlu mengeluh kita harus bersiap, kita harus bertahan atau kalau bisa mengalahkan Primordial demon tanpa Zear." Ucap Hana.


"Ya dengan kekuatan kita sekarang mungkin kita dapat mengalahkan Primordial demon." Sahut Fang Jiali.


"Aku tidak begitu yakin, walaupun kita sudah bertambah jauh lebih kuat dari sebelumnya, tapi Primordial demon mereka adalah mahluk dengan kekuatan yang tidak masuk akal." Ucap Jane.


"Aku setuju dengan Jane, yang terpenting sebenarnya kita melakukan apa yang kita bisa lakukan saja, dan selalu ingat perintah Zear untuk tidak mati." Ucap Reyhan.


Mereka semua pun setuju dan menganggukan kepala mereka.


Dan tiba-tiba saja di atas kepala mereka di langit yang cukup tinggi, awan menghilang dan di gantikan dengan sebuah lubang berwarna hitam yang sangat besar.


Benar-benar sangat besar.


Besarnya melebihi portal-portal sebelumnya.


"Apa itu adalah portal?" Tanya Jane yang sedang terkejut.


"Iya Jane itu adalah portal." Jawab Red.


"Hah? Apa? Apa itu masuk akal sama sekali? Portal ini bukan nya terlalu besar? Bukan nya portal ini bisa mencapai seluruh dunia besarnya." Reyhan yang benar-benar terkejut.


Jangankan Reyhan yang lain nya pun juga terkejut.


Mereka semua sama sekali tidak melihat ujung portal, yang mereka lihat hanyalah lubang hitam yang membuat dunia menjadi gelap.


Telepon Reyhan, Devin, Fang Yin, Fang Jiali, Hana. Pun berdering terus.


Mereka pun mengangkat telepon mereka.


Ternyata mereka di telpon oleh orang-orang penting yang ada di dunia, seperti para Dewa dan yang lain nya.


Mereka menelopon memberitahu bahwa ada portal yang besarnya hampir seluruh dunia.


Mereka semua kepanikan dan ingin meminta saran dari 8 iblis tak berperasaan.


Di perkirakan besarnya portal tersebut hampir mencapai setengah dunia.


Ini merupakan portal yang terbesar sepanjang sejarah, portal ini membuat seluruh orang yang ada di dunia sekarang kepanikan.