THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 17 Kepergian Zear



Akhirnya pagi pun tiba Zear dan Jane mereka sama sekali tidak tidur mereka melakukan olahraga seperti biasa.


Saat ini Jane sedang mengganti bajunya ia juga sudah selesai mandi.


Tinggal Zear saja yang belum mandi ia masih tidur-tiduran di kasurnya.


"Sayangg cepatlah mandi." Ucap Jane sambil membuka gordeng.


"Sebentar lagi 5 menit."


"Oh yah sayang apa baiknya aku pamitan dulu ke semua orang? Atau ga usah?"


"Ya lebih baik kamu pamitan dulu sama yang lain, biar mereka ga khawatir."


"Hmm benar juga baiklah kalau begitu aku akan mengundang semua orang ke rumah."


"Nah lebih baik seperti itu."


"Rencana kamu mau pergi kapan?"


"Hari ini sore atau siang karna tidak ada waktu lagi."


"Begitukah."


"Baiklah kalau gitu aku mandi dulu oh yah Mina Red apa mereka berdua sudah bangun?"


"Sepertinya belum aku akan membangunkan mereka dulu sekalian aku akan menyuruh mereka ganti baju dan mandi. "


"Emang Red bisa pakai baju?"


"Enggak ya maksudku Mina doang yang ganti baju."


"Kupikir."


"Zear sayang cepat mandi sana."


"Iya iya iya."


Singkatnya sekarang mereka sedang sarapan bersama seperti biasa chefnya adalah Jane.


"Seperti biasa makanan yang kamu buat selalu saja enak aku tambah." Ucap Zear yang makan dengan lahapnya.


"Mina sayang kenapa kamu tidak makan makananmu?" Tanya Jane


"Apa aku boleh memakannya."


"Tentu saja boleh sayang justru kamu harus makan yang banyak biar kamu jadi kuat."


"Kenapa Mina sayang apa kamu sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Jane karna melihat Mina yang selalu melamun dari tadi.


"Tidak mamah Mina hanya berpikir bahwa betapa beruntungnya Mina karna bisa bertemu dengan kalian."


"Sampai sekarang Mina masih tidak percaya bahwa Mina bisa mendapatkan ini semua sebuah rumah, papah dan mamah yang baik, teman bermain seperti Red."


"Makanan yang enak dan masih banyak lagi padahal Mina hanyalah seorang anak gelandangan dulunya."


"Bahkan untuk makan pun sangat susah tapi sekarang rasanya Mina seperti berada di dunia mimpi."


Mina yang sedih seperti ingin mengeluarkan air mata.


Jane pun tiba-tiba memeluk Mina "Mina sayang sudah jangan menangis mamah mengerti kok."


"Sekarang lupakan semua masalah dan kita makan sini mamah suapin aaaa."


Mina pun membuka mulutnya lebar-lebar dan dia memakan masakan Jane.


"Makanan ini sangat enak mah."


"Hoho siapa dulu yang memasak."


"Mamah apa Mina bisa memasak seperti mamah?"


"Tentu saja bisa nanti mamah ajarin kamu yah."


"Ah benarkah itu?"


"Tentu saja benar tapi sebelum itu habiskan dulu makanan ini."


"Baiklah mamah." Ucap Mina dengan gembira.


"Melihat Mina Jane dan Red aku merasa hidupku seperti sudah lengkap."


"Di hatiku aku merasa seperti sangat bahagia, sekarang aku mengerti perasaan ayah dan ibu dulu bagaimana."


"Aku tidak ingin hari-hari seperti ini berkahir, bagaimana pun caranya aku harus melindungi hari-hari seperti ini."


Batin Zear yang semakin bertekad untuk menjadi lebih kuat.


"Red kenapa kau tidak makan juga?" Tanya Zear.


"Anu tuan mohon maaf sebelumnya tapi ini makanan untuk hewan tuan."


"Eh memangnya kenapa Red apa kamu tidak suka dengan makanan kucing itu?" Tanya Jane.


"Sama sekali tidak."


"Eh tapi kata Fang Yin dan Devin kau lebih menyukai makanan hewan seperti anjing dan kucing dari pada makanan manusia"


"Mohon maaf tapi tolong jangan percaya dengan dua orang sesat itu."


"Ohhh kalau gitu maafkan aku, aku akan segera mengganti makanannya."


"Sekalian wadahnya juga Jane, wadah ini ntah kenapa seperti wadah anjing dan aku tidak menyukai nya."


"Eh bukankah kamu suka dengan wadah yang seperti itu."


"Kata siapa?"


"Kata Fang Yin dan juga Devin."


"Jane Kumohon jangan percaya dengan dua orang sesat itu."


"Ah baiklah Red, Mina sayang tunggu sebentar mamah mau ganti dulu makanan dan wadah untuk Red."


"Iya mamah baiklah lagi pula aku bisa makan sendiri kok."


"Baiklah Mina memang anak yang baik makan yang banyak yah jangan sungkan-sungkan."


"Iya mah siap hehehe."


Dalam hati Red saat ini, ia sedang kesal, ia sedang memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa membalaskan dendamnya.


Kepada Fang Yin dan juga Devin.


***


Singkatnya Zear sudah mengundang semua orang dan.


Saat ini keluarga Zear, Jane, teman Zear dan yang lainnya sedang berkumpul di rumah Zear.


"Jadi semuanya aku mengumpulkan kalian semua disini itu karena aku ingin berpamitan kepada kalian." Ucap Zear tanpa beban.


Dengan wajah yang serius dan penuh dengan tekad.


Semua orang yang mendengar itu jelas mereka terkejut.


"Zear sayang kenapa kamu berpamitan kamu mau pergi kemana." Tanya ibunya Zear.


"Zear kau ingin pergi kemana?" Tanya Leonard.


Semua orang disana bertanya-tanya kenapa Zear ingin berpamitan.


"Dengarkan aku dulu semuanya ehem ehem jadi aku sudah memutuskan untuk pergi jauh."


"Untuk berlatih seperti yang kalian tau sendiri bukan aku sekarang sudah mulai melemah tidak seperti dulu."


"Dan ntah bagaimana caranya aku harus mengatasi hal itu, aku harus menjadi lebih kuat lagi, karna bagaimana pun juga di masa depan nanti kita harus menghadapi mimpi buruk yang paling buruk yaitu melawan primordial Demon."


"Jadi sudah aku putuskan aku akan pergi sangat jauh selama dua tahun aku akan berlatih di dunia lain."


"Dunia lain yang di maksud seperti portal lagi."


"Dan yah ini semua juga demi melindungi hari-hari kita yang seperti ini."


"Aku ingin menciptakan Hari dimana kita bisa hidup bahagia tanpa harus di bayang-bayangi oleh mimpi buruk."


Mendengar semua itu Reyhan pun berdiri dan tersenyum semangat pada Zear.


"Kalau gitu sayang sekali sepertinya ayahku untuk sementara waktu tidak bisa bertemu denganmu."


"Tapi aku akan mendukungmu."


Devin pun ikut berdiri dan tersenyum seperti Reyhan "Kak Zear kembalilah dengan selamat kami semua akan menunggumu."


"Kak Zear kau tidak usah khawatir masalah Mina Jane dan keluargamu serahkan semuanya pada kami." Ucap Fang Yin.


"Tuan selama kau pergi aku akan melindungi mereka jadi jangan khawatir dan kembalilah dengan selamat." Ucap Red.


Semua orang disana sebenarnya merasa sedih karna Zear kembali pergi tapi mereka mengerti.


Singkat nya mereka semua pun melakukan salam perpisahan kecuali Mina dia terlihat masih syok.


"Papah." Ucap Mina sambil menarik Baju Zear.


"Ada apa Mina? Kenapa Mina terlihat murung seperti itu" Tanya Zear sambil mengelus kepala Mina.


"Apa papah benar-benar akan pergi jauh dan meninggalkan Mina."


Zear pun memeluk Mina "Iya maafkan papah tapi ini adalah hal yang harus papah lakukan demi melindungi Mina Mamah Jane dan yang lainnya."


"Mina dengarkan papah selama papah pergi Mina harus jadi orang yang hebat yah lindungilah mamah Jane dan Red."


Zear yang mengelus kepala Mina yang sedang murung.


"Papah apa papah akan benar-benar kembali kan?"


"Iya tentu saja sayang papah berjanji padamu."


"Baiklah kalau begitu aku akan percaya pada papah."


Singkatnya Zear pun mengeluarkan kunci tower kematian dan dia menancapkan nya di tanah


Dan portal pun terbuka sebelum pergi Zear pun melambaikan tangan pada semua orang dan Zear pun pergi.


Ketika Zear sudah masuk portal itu pun menghilang.