THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 79 PORTAL BESAR



"BAJINGAN MONSTER BERANI NYA DIA MEMBUAT ADIKKU SEPERTI INI." Batin Zear yang sangat kesal.


"Jeni apa kamu sekarang sudah baikan?" Tanya Jane.


"Iya kak Jane aku sudah aga mendingan, tadi aku hanya ketakutan saja." Ucap Jeni.


"Syukurlah kalau begitu." Ucap Jane sambil tersenyum.


Namun dalam hatinya dia juga kesal pada monster yang telah membuat Jeni ketakutan seperti ini.


Jeni pun disini meminum air putih yang di berikan oleh Zear.


Jeni pun terlihat kembali tenang.


Seluruh orang yang ada di sana memerhatikan Zear, Jane, dan Jeni.


Mereka penasaran Jeni memiliki hubungan apa dengan Zear dan Jane.


Kenapa mereka terlihat sangat akrab seperti sebuah keluaraga.


2 Teman nya Jeni masih terkejut mereka tidak mempercayai bahwa Jeni teman nya itu, merupakan adik Zear dan Jane.


Mereka terlihat sangat syok.


"Apa mereka teman mu?" Tanya Zear.


"Iya." Ucap Jeni.


Zear pun disini memberikan minuman kepada 2 teman nya Jeni itu.


"Apa sekarang kamu tidak apa-apa jika kami tinggal sebentar?" Tanya Jane.


"Kak Zear, kak Jane mau kemana?" Tanya Jeni.


"Kami berdua akan menghabisi para monster itu, beraninya dia ingin melukai adik manis ku." Ucap Zear.


"Kau masih saja bisa bercanda dalam keadaan seperti ini, dasar kakak bodoh." Ucap Jeni.


Yang tampaknya dia sudah kembali normal.


Jane, dan Zear pun terlihat senang akan hal itu.


"Kalau begitu kami pergi dulu." Ucap Jane.


"Iya berhati-hatilah kak Jane, tolong jaga kakak ku yang bodoh itu." Ucap Jeni.


"Tenang saja kakak akan menjaganya, jika dia melakukan kesalahan kakak akan memukulnya dengan sekuat tenaga." Ucap Jane sambil tersenyum.


Jeni pun tersenyum balik pada Jane.


"Kalian teman nya Jeni, kami titipkan Jeni pada kalian." Ucap Jane.


2 Teman nya Jeni yang masih syok dan terkejut, mereka hanya menganggukan kepala.


"Kalian berhati-hatilah." Ucap Jeni.


"Iya." Ucap Zear dan Jane yang kemudian mereka melompat kearah luar.


Mereka pun sekarang berada di lapangan sekolah dan menuju portal yang mengeluarkan para monster itu.


Disini pasukan bayangan Zear telah membantai semua monster yang ada di sekolahan Jeni.


Dan mereka sekarang berada di belakang Zear, mengikuti Zear dan Jane.


Semua orang yang melihat mereka, mereka benar-benar takjub.


Tak lupa mereka mengambil handphone dan memvideo Zear dan Jane ada di sekolahan mereka.


Kini mereka semua selamat dan mereka tidak perlu lagi merasa khawatir karena Zear dan Jane lah yang langsung menyelamatkan mereka semua.


"Kedua kakak ku itu selalu saja membuat keributan." Ucap Jeni.


"Kalian kenapa?" Tanya Jeni pada kedua teman nya yang terdiam mematung.


"Tidak kami tidak apa-apa hanya saja kami sekarang sedang syok."


Jeni pun kebingungan kenapa mereka bisa syok terkejut.


Dan akhirnya dia menyadari kenapa kedua teman nya itu syok terkejut.


"Aku lupa bahwa aku belum memberitahu mereka identitas asliku." Batin Jeni sambil memegang kepalanya.


Di depan Zear dan Jane di luar gerbang sekolah.


Disana terdapat banyak orang yang sedang menuju ke sekolah Jeni.


Namun tampaknya mereka telat, mereka sekarang sedang melihat Zear, Jane dan pasukan bayangan Zear.


Yang sedang berjalan menuju kearah mereka.


Mereka sangat terkejut, ketika melihat Zear dan Jane. Sekaligus mereka merinding ketakutan.


Mereka terkejut karena mereka sama sekali tidak menyangka Zear, dan Jane datang ke sekolahan yang kabarnya di serang oleh monster.


Mereka tau bahwa Zear dan Jane memiliki skill teleport.


Tapi bukankah mereka terlihat seperti ngecheat? Mereka terlalu over power.


Mereka juga sekarang bertanya-tanya kenapa Zear dan Jane berada di sekolahan itu.


Pastinya Zear dan Jane memiliki alasan tersendiri.


Zear pun disini menarik semua pasukan bayangan nya.


"Zear, Jane. Anakku hahahahhahaa." Kerumunan rangker yang ada di sana pun semuanya menyingkir.


Itu semua karena kedatangan Ayah mertua Zear, dan ibu mertua Zear.


Mereka adalah pemimpin dari guild Lion.


"Ayah ibu." Jane sambil memeluk ayah ibunya itu.


"Ayah ibu? Apa yang ayah ibu lakukan di sini? Bukan nya ayah dan ibu memiliki tugas di negara Palestina?"


"Hahahaha jangan meremehkan ku Zear, aku telah menyelesaikan tugas ku disana." Ucap ayah Jane.


"2 hari yang lalu baru saja kami kembali, dan tadi kami mendengar pemberitahuan bahwa sekolah Permata, di serang oleh monster."


"Iya ibu itu benar, mereka bukanlah monster biasa, mereka cukup kuat, kekuatan mereka hampir sama dengan monster di alam monster." Ucap Zear.


"Sangat berbahaya tapi apa semuanya sudah selesai?" Tanya ayahnya Jane.


"Semua monster di sekolah ini sudah di musnahkan sekarang tinggal monster yang ada di portal." Ucap Jane.


"Aku rasa portal kali ini lebih sulit dari sebelum nya." Ucap Jane.


"Firasat ku juga mengatakan hal itu. Kita semua harus berhati-hati." Ucap Zear.


Akhirnya mereka pun jalan menuju inti dari masalah nya.


Yaitu portal.


Sambil jalan sambil mengobrol.


Mereka mengobrol kan banyak hal.


Dari pertanyaan tentang Zear yang memiliki skill teleport.


Kemudian kenapa Zear dan Jane bisa berada di sekolah Permata.


Zear dan Jane pun menjelaskan semua yang di tanyakan oleh ayah ibunya itu.


Mereka juga bertanya tentang masalah Edwart, para bangsawan dan masih banyak lagi.


Untuk masalah Edwart Zear dan Jane memberitahukan.


Dengan muka yang tertekan, itu semua karena mereka harus memberitahu tentang kebenaran keluarga Mina.


Yang telah di bantai oleh Edwart dan Rico.


Ayah, ibu Jane pun syok berat mereka berhenti melangkah dan terlihat sangat sedih.


"Zear kenapa kau tidak memberitahu kami? Kau bisakan menghubungi kami." Ucap ayahnya Jane.


"Ayah jika masalah ini kita obrolkan lewat telepon rasanya kurang enak." Ucap Zear.


"Ibu mengerti kalian berdua sudah melakukan yang terbaik." Ucap ibunya Jane.


"Dan ibu sekarang kami merasa lega, karena semua orang yang berhubungan dengan kematian keluarga Mina."


"Sekarang mereka semua telah di hukum sangat berat." Ucap Jane.


"Iya bagus jika seperti itu andai saja ibu ikut menyiksa dia, mungkin ibu juga akan merasa puas."


"Ah jika ibu ingin menyiksa, masih ada kesempatan tapi mungkin berbeda orang ibu"


Ibunya Jane pun kebingungan dengan ungkapan Jane.


"Maksudku ibu kita akan menyiksa beberapa bangsawan juga, yang ikut terlibat." Ucap Jane.


"Hahahahaaha kalau begitu ayah dan ibu mu akan ikut, berani sekali dia membunuh keluarga cucu ku tercinta." Ucap ayahnya Jane.


"Ayah apa yang akan mengatasi portal ini hanya kita saja?" Tanya Zear.


"Tidak sebentar lagi para rangker nasional akan datang kemari, dan Max pun akan kemari." Ucap ayahnya Jane.


"Begitu yah."


Akhirnya mereka pun sampai di sebuah portal berwarna ungu yang benar-benar sangat besar.


Lebarnya bisa mencapai 100 meter, tingginya mencapai 120 meter.


Portal itu merupakan portal yang paling besar yang pernah mereka lihat.


"Ini sangar gila." Gumam semua orang.