THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 78 Menyelamatkan Jeni



"Pelajaran hari ini benar-benar sangat menarik." Batin Jeni yang sedang fokus pada pelajaran yang diberikan oleh gurunya.


"Haah (Menghela nafas lemas) Aku ingin segera lulus dan bertemu ayah, ibu, kak Zear. Akhir-akhir ini kak Zear semakin terkenal saja."


"Hampir di satu sekolahan ku semuanya membicarakan tentang 8 iblis tak berperasaan yang di pimpin oleh Zear."


"Aku juga sudah melihat Video kak Zear, mungkin itu adalah pertama kalinya bagiku melihat bagaimana kakaku bertarung."


"Dan aku juga melihat beberapa berita yang membahas kak Zear."


"Akhir-akhir ini kak Zear dan yang lain nya sangat kontroversial di dunia."


"Apa yang terjadi ya jika mereka mengetahui bahwa aku adalah adiknya kak Zear."


"Apa mungkin satu sekolah ini akan ribut dan aku tidak bisa membayangkan nya sama sekali." Batin Jeni.


"Hey Jeni apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya dua orang teman nya.


"Ah tidak ada aku hanya memikirkan kapan kita akan lulus." Ucap adiknya Zear.


"Bukan nya hal itu masih lama."


"Iya benar kau tidak perlu memikirkan nya sama sekali, santai saja." Ucap mereka berdua.


Ketika mereka mengobrol terdengar suara teriakan dari luar sekolah.


Mendengar teriakan seseorang, para murid di sana pun penasaran dan melihat ke jendela.


Saat mereka melihat ke jendela, mereka melihat keadaan di luar yang cukup mengerikan.


Di luar tepatnya di lapangan sekolah, terdapat banyak monster yang berukuran besar cukup besar.


Ukuran nya mencapai lima kali ukuran manusia.


Tapi masalahnya bukan di ukuran, masalahnya ada di kekuatan yang di miliki monster.


Di perkirakan monster itu sudah berada di tingkat kelas S.


Artinya seluruh monster yang menyerang sekolahan itu, sangatlah kuat.


Pengumuman tentang monster menyerang pun terdengar di seluruh sekolah.


Karena ini adalah sekolah rangker, sebagian orang ada yang berani melawan para monster itu, dan berujung mati.


Dan ada sebagian yang lari kabur dari sekolah itu.


Namun sayang nya para monster sudah mengepung sekolah itu, dan sekarang para monster sudah masuk ke sekolah itu.


Mereka menghancurkan semuanya.


Semua orang yang ada di sekolahan itu, sekarang mereka kebingungan.


Mereka semua terlihat putus asa, dan sebagian ada yang bersembunyi ntah dimana dan berharap semoga mereka selamat.


Pihak sekolah disini sudah meminta bantuan kepada asosiasi hunter, dan mungkin sebentar lagi para rangker akan menuju ke sekolah hunter.


Sekarang di kelas Jeni terjadi keributan, para murid di sana keluar kelas dan berlarian secara serentak.


Sedangkan 2 teman nya Jeni, dan Jeni.


Mereka masih di dalam kelas, mereka ingin keluar kelas dan bersembunyi.


Tapi masalahnya pintu keluar kelas sekarang sedang banyak orang.


Jeni dan dua teman nya terlihat sangat panik.


Namun pada akhirnya mereka dapat keluar dari kelas, dan mereka sekarang berada di lorong kelas yang sangat besar.


2 teman Jeni, dan Jeni sekarang sedang kebingungan, ingin bersembunyi kemana.


Soalnya sekolah sekarang sudah di kepung oleh para monster.


Baru saja berpikiran tentang monster.


Monster itu datang dari arah tembok dekat lorong.


Mereka menghancurkan tembok di sana.


6 monster berukuran besar pun berhasil masuk dan mereka menakuti seluruh murid di sana.


Ketidakberuntungan Jeni dan kedua teman nya terjadi di sini.


Mereka sangat tidak beruntung karena sekarang mereka di kepung oleh 6 monster itu.


Tidak ada orang yang membantu mereka bertiga, seluruh orang di sana mereka sibuk melarikan diri.


Jeni dan kedua teman nya merinding ketakutan, dan mereka tidak tau harus apa.


"Ayo kita lawan mereka." Ucap Jeni sambil ketakutan. Kakinya bergemetar hebat sambil menatap para monster itu.


Para monster itu mereka tersenyum pada Jeni dan kedua teman nya itu.


"Je-jeni apa yang kau katakan, a-apa kau serius ingin melawan mereka, mereka monster yang sangat kuat Jeni."


"Iya aku tau tapi mau bagaimana lagi, jika kita tidak melawan nya maka kita akan mati disini."


Kedua teman nya yang sama ketakutan nya pun.


Mereka terus mundur, dan akhirnya mereka bertiga saling menabrak punggung satu sama lain.


Mereka sekarang tidak tau harus apa, dan bagaimana.


Para monster itu pun tersenyum dan seperti mengejek Jeni dan kedua teman nya itu.


2 Monster dari sisi satu, dan sisi lain nya, saling berlawanan.


Mereka tersenyum dan ingin menyerang Jeni dan kedua teman nya itu menggunakan kapak.


Dan dua monster itu pun menebas Jeni dan kedua teman nya menggunakan kapak.


Jeni dan kedua teman nya itu pun memejamkan mata mereka.


Boom!!


Terjadi sebuah ledakan yang cukup besar di sana.


Zear dan Jane mereka datang tepat waktu, mereka berdua masing-masing menahan serangan 2 monster itu menggunakan tangan kanan mereka.


"Untung saja kita tidak telat, Jeni apa kamu baik-baik saja?" Tanya Jane.


"Kami tidak telat bukan?" Tanya Zear.


Pada awalnya mereka bertanya-tanya apa mereka sudah mati atau belum, dan setelah membuka mata mereka.


Mereka menyadari bahwa mereka belum mati.


Dan di hadapan mereka ada Zear, dan Juga Jane.


"KAK ZEAR, KAK JANE bagaimana bisa kalian di sini." Ucap Jeni yang terkejut.


Kedua teman nya Jeni lebih terkejut dari pada Jeni. Mereka sekarang sedang kebingungan, benar-benar sangat bingung.


"Nanti akan kakak jelaskan." Ucap Jane.


Zear dan Jane pun disini mulai menyerang dua monster itu.


"KAU BERANI SEKALI INGIN MELUKAI ADIKKU!!!!!!!" Ucap Zear dan Jane yang terlihat marah.


Jane pun disini membekukan monster itu dengan mudah, dan kemudian menghancurkan nya berkeping-keping.


Sedangkan Zear dia membakar monster itu menggunakan api berwarna biru.


Monster itu pun berteriak kesakitan dan hanya dalam waktu sekejap, monster itu berubah menjadi butiran abu.


Ke 4 teman monster nya yang lain, yang menyadari bahwa Zear dan Jane sangat berbahaya.


Mereka bersiap untuk menyerang Zear dan Jane.


Zear dan Jane di sini masing-masing berhadapan dengan 2 monster.


2 Monster menyerang Zear menggunakan kapak nya.


Zear menahan serangan mereka menggunakan kedua telapak tangan.


Monster itu pun terkejut karena Zear sama sekali tidak terluka.


Zear pun di sini menarik dan merebut kapak mereka berdua.


Dan Zear pun menyerang balik sambil menatap mereka dengan tajam, Zear menyerang menggunakan kapak mereka berdua.


Zear di sini melompat pendek dan membelah dua tubuh mereka menjadi dua bagian.


Darah monster yang berwarna ungu pun berceceran kemana-mana.


Bahkan sampai ke tempat murid yang masih ada di sana.


Para murid di sana pun berteriak ketakutan.


Sedangkan Jane dia tidak banyak gaya seperti Zear.


Jane melesat dengan sangat cepat kearah monster.


Kemudian menyentuh perut mereka, dan mereka pun berubah menjadi beku.


Jane pun kemudian memukul dan menendang mereka berdua.


Sampai hancur berkeping-keping.


Para murid yang masih berada di sana, termasuk kedua teman nya Jeni.


Mereka terlihat sangat terkejut.


Dengan kedatangan Zear dan Jane.


Zear dan Jane pun mendekat kearah Jeni.


Jeni di sini langsung memeluk Jane. Sambil sedikit menangis, dia terlihat seperti mengalami trauma kecil.


Zear yang melihat adiknya seperti itu dia sangatlah marah.


"Jane jaga baik-baik Jeni, aku akan membereskan mereka semua terlebih dahulu." Ucap Zear.


"Iya." Ucap Jane sambil menganggukan kepalanya.


Zear pun keluar menuju lapangan sekolah.


Dia kemudian memanggil pasukan bayangan nya.


"HABISI MEREKA TANPA TERSISA SATUPUN." Perintah Zear.


"BAIK TUAN KU." Ucap mereka semua yang langsung pergi dan mulai membantai para monster.


Kejadian itu di lihat oleh seluruh murid di sana termasuk guru.


Mereka semua terkejut, karena kedatangan Zear yang tiba-tiba.


Selain terkejut mereka juga sangat bersyukur karena ada Zear yang bisa menyelamatkan 1 sekolahan itu.


Tapi yang jadi pertanyaan mereka, kenapa Zear ada di sekolahan mereka.


Bukan nya Zear tadi sedang berada di pulau Paradise island dan melakukan siaran langsung.


Lalu bagaimana dia tiba-tiba berada di sekolahan mereka.


Mereka mengetahui bahwa Zear memiliki skill berteleport, dan mereka sedikit mengetahui bagaimana Zear bisa datang ke sekolahan mereka dengan cepat.


Tapi yang jadi pertanyaan, untuk apa Zear datang kesekolahan mereka, yang pasti tidak mungkin Zear kesekolahan mereka hanya untuk menyelamatkan mereka, pasti ada alasan yang lain.


Mereka semua kebingungan dengan hal itu.


Zear pun disini kembali ke sisi Jeni dan juga Jane.


Jeni di sini masih memeluk Jane.


"Apa dia sudah baikan?" Tanya Zear.


Jane pun menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Jeni tenanglah kami berdua sekarang sudah disini, minumlah air putih ini terlebih dahulu." Ucap Zear.


Seluruh teman nya Jeni sekarang sedang terkejut.


Mereka benar-benar terkejut.


Mereka masih tidak mempercayai bahwa orang yang datang ke sekolah mereka adalah Jane dan Zear.


Tapi ada hal yang lebih membuat mereka terkejut yaitu, Jane dan Zear terlihat sangat dekat dengan Jeni.


Sebenarnya siapa Jeni?