THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 23 Masalah baru



"Jadi masalahnya apa?" Tanya Zear yang penasaran.


"Sebenarnya jika ingin tau inti masalahnya aku harus bercerita panjang apa tidak apa-apa bagimu?"


"Iya tentu saja tidak apa-apa aku akan mendengarkan ceritamu dengan baik."


"Jadi masalahnya di mulai ketika kamu menghilang tanpa kabar waktu itu kami sedang mencari informasi tentang portal."


"Kami semua mencari informasi portal, itu semua demi mencarimu yang menghilang tanpa kabar."


"Dan akhirnya kami mendengar sebuah informasi bahwa ada sebuah portal yang sama, di sebuah pulau yang bernama Death Island."


"Death island adalah sebuah pulau milik salah satu Dewa, dia di juluki sebagai dewa kegelapan,"


"Sesuai julukannya Dewa itu sama sekali tidak memiliki etika, dia benar-benar dewa yang sangat menyebalkan."


"Kalau kamu bertemu dengannya kamu juga mungkin akan kesal dan membunuh dia di tempat."


"Singkatnya kami sampai di pulau Death Island, kamu tau kesan pertama kali saat kami sampai disana."


"Kami semua merasal kesal dan di penuhi oleh amarah."


"Bagaimana bisa?"


"Itu semua karna Death island adalah sebuah pulau yang dimana semua kejahatan berkumpul disana, di mulai dari perdangan manusia, narkoba, Ganja dan yang lainnya."


"Itu adalah tempat terburuk yang pernah aku tau."


"Rasanya kami waktu itu ingin menghancurkan tempat itu tapi waktu itu kami tidak bisa melakukannya karna, kami harus mencari dirimu."


"Singkatnya walaupun kami sepanjang jalan merasa kesal karna melihat bagaimana di perlakukannya manusia disana layaknya hewan."


"Akhirnya kami menemukan portal itu, portal itu di luar memang terlihat sama persis tapi ketika masuk kedalam ternyata berbeda."


"Kami semua merasa kecewa tapi mau bagaimana lagi jadi kami pun akhirnya membereskan portal itu dan membawa semua inti monster dan sumber daya alam disana."


"Singkatnya karna sudah selesai kami pun berencana ingin kembali ke china, untuk kembali mencari informasi."


"Sebenarnya waktu itu kami ada niatan untuk menghancurkan pulau itu dan membebaskan semua orang yang ada disana, tapi jika kami melakukan itu maka masalahnya."


"Akan terlalu rumit karna bagaimana pun juga itu adalah teritorial milik salah satu Dewa."


"Dan di tambah lagi kami sedang focus untuk mencari keberadaan mu."


"Kami pun kembali dan ketika kami kembali tiba-tiba saja kami di hadang oleh dewa kegelapan, Dewa kegelapan itu bernama Licht."


"Dia adalah orang yang paling menyebalkan, dan sangat merepotkan dan sangat menjijikan."


"Mungkin jika kamu mendengar selanjutnya apa yang terjadi kamu mungkin akan marah dan kesal kepadanya."


"Memangnya apa yang terjadi?" Tanya Zear penasaran.


"Tiba-tiba saja dia ingin menikahiku dan dia juga ingin semua sumber daya alam yang ada di portal itu di berikan padanya."


"Cih.....Apa orang itu tidak punya sopan santun."


"Lalu apa dia menyentuhmu?"


"Tidak, karna kesal kami melawan mereka aku, Hana, Devin, Reyhan dan yang lainnya melawan bawahan Licht sedangkan RED melawan Licht."


"Singkatnya pertarungan itu bisa di katakan seri, walaupun sebenarnya kami kabur dari sana."


"Tapi walaupun kami kabur tapi kami dapat memberikan luka yang cukup parah terhadap Licht dan bawahan nya."


"Lalu apa hubungan nya dengan masalah yang terjadi saat ini?"


"Dia kembali."


"Maksudmu?"


"Licht telah kembali dia ingin menikahiku."


"APA???" Zear yang syok.


"Kemarin dia tiba-tiba muncul di pertemuan semua pemimpin asosiasi hunter berbagai negara, dia melakukan sedikit kerusuhan."


"Dia memfitnah kita 8 iblis tak berperasaan, dia memfitnah bahwa kita telah menghancurkan teritorialnya, dan dia meminta agar 8 iblis tak berperasaan membayar apa yang telah di perbuat."


"Cih....Bajinga* itu dia benar-benar gila." Zear yang terlihat sangat kesal.


"Tapi tenang saja sekarang Reyhan dan yang lainnya sedang berdiskusi dengan pemimpin asosiasi hunter berbagai negara."


"Cuman aku tidak tau bagaimana keputusan nya."


"Aku tidak peduli dengan keputusan mereka, yang pasti aku tidak akan membiarkan mu ke tangan siapapun, aku akan melindungimu."


"Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuhmu walaupun sehelai rambut."


"Jika mereka ingin mendapatkanmu maka mereka harus melangkahi mayatku terlebih dahulu."


"Aku tidak peduli jika seluruh dunia akan memusuhi ku, yang penting kamu ada disisiku itu sudah cukup bagiku." Ucap Zear dengan serius.


Jane yang mendengar itu tiba-tiba pipinya menjadi memerah "Apa aku sepenting itu untukmu."


"Tentu saja kamu sangat penting bagiku, tenang saja sayang aku akan melindungi mu apapun yang terjadi."


"Terima kasih."


Zear pun memeluk Jane sambil mengelus rambut belakangnya.


"Sepertinya aku akan membunuh para Dewa." Ucap Zear.


Jane pun terkejut, tapi dia tau bahwa sifatnya suaminya adalah nekat dan sekalinya suaminya nekat maka tidak akan ada orang yang bisa menghentikannya.


Selain itu Jane juga tua bahwa Zear adalah orang yang berpikir kedepan, jika dia tidak mampu maka dia tidak akan nekat.


Zear adalah orang yang cerdas tapi bodoh. Sulit untuk mengungkapkan nya


"Tentu saja aku akan membunuh para Dewa yang ingin menentangku saja."


"Iya aku tau apapun yang kamu putuskan aku selalu mendukungmu, aku akan selalu ada disisimu." Ucap Jane.


"Iya aku tau akan hal itu karna bagaimana pun juga kamu adalah wanita terbaik yang pernah aku temui di sepanjang hidupku."


"Kamu tau aku pikir para Dewa, Mereka sudah terlalu kelewatan, mereka pikir mereka bisa melakukan apapun di dunia ini tanpa ada orang yang menghalangi Cih.....Mereka terlalu naif."


"Rasanya aku ingin memberi pelajaran kepada mereka."


"Yosh baiklah kalau begitu aku akan membunuh Licht dan dewa yang lainnya sekarang."


"Eh tapi bukannya kita akan liburan dulu dengan Mina dan RED, mereka sudah bersiap-siap jika kita membatalkannya maka mereka berdua akan kecewa bukan."


"Selain itu alangkah baiknya juga kita menunggu Reyhan dan yang lainnya aku sungguh penasaran dengan keputusan para pemimpin Asosiasi hunter berbagai negara."


"Humu humu (Mengangguk) Kamu benar juga."


Tak lama Mina dan RED pun datang mereka sudah ganti baju dan mandi, mereka berdua terlihat sudah rapih dan siap pergi.


"Papah mamah kami sudah siap ayo kita pergi aku tidak sabar ingin pergi kesana."


"Iya iya baiklah ayo sayang kita pergi." Ucap Jane sambil memegang tangan Zear.


Akhirnya mereka pun pergi tanpa memikirkan satu masalah pun, mereka benar-benar liburan penuh dengan kebahagiaan.


Tentang masalah Licht, mereka berdua tidak peduli yang pasti jika ada orang yang menyinggung mereka, maka pilihannya hanya ada satu yaitu.


MATI.