
Jane pun di sini menepuk dahinya.
"Sayang jelas-jelas kamu salah bicara, mereka semua panik karena perkataan mu, coba apa bedanya melawan Primordial demon dengan bencana yang selevel dengan Primordial demon."
"Tidak ada." Ucap Zear.
"Papah hal itu saja tidak tau." Ucap Mina sambil menepuk dahinya juga.
"Ya maaf."
"Sepertinya kata motivasi ku jadi sebuah bencana." Batin Zear sambil melihat kepanikan semua orang.
"Zear, aku memiliki sebuah ide." Ucap Reyhan sambil tersenyum kejam.
Dari wajah yang Reyhan tunjukkan 8 iblis tak berperasaan semuanya bisa tahu bahwa rencana yang akan di sampaikan oleh Reyhan.
Adalah sebuah rencana kejam.
"Ayah, kalian semua, dan para Dewa, apa kalian juga ingin mendengarkan bagaimana rencana ku?" Tanya Reyhan.
Mereka semua pun setuju.
Di sini Presiden Amerika ingin ikut mendengarkan rencana Reyhan, namun Reyhan menolaknya.
Zear disini merasa kasihan kepada presiden Amerika, dia terlihat seperti tidak di anggap sama sekali.
Kerusuhan sekarang sedang terjadi di sana, masing-masing dari mereka membuat suatu kelompok dan membahas apa yang akan mereka lakukan.
Kepanikan dan kerusuhan bukan terjadi di pertemuan itu saja, tapi di seluruh negara Florida Amerika serikat.
"Zear sebelumnya kami semua ingin bertanya, apa kau yakin bahwa yang akan kita lawan kali ini bukanlah Primordial demon?" Tanya Reludo.
"Ya aku sangat yakin, hawa keberadaan portal itu sangat berbeda dengan hawa keberadaan portal Primordial demon, biasanya mereka mengeluarkan hawa keberadaan yang lebih mengerikan."
"Aku sudah beberapa kali bertemu dengan mereka, oleh karena itulah aku merasa yakin, tapi bencana kali ini jangan di remehkan juga, aku memiliki firasat buruk untuk hal ini."
"Portal yang akan kita hadapi masalahnya sama-sama mengerikan nya seperti melawan Primordial demon, ada kemungkinan di portal yang akan kita lawan nanti, kita akan melawan mahluk mitos." Ucap Zear.
"Bagaimana kau bisa mengetahui semua itu menantuku?" Tanya Leonard.
"Pengalaman ayah, semuanya berdasarkan pengalaman, jujur saja pengalaman ku lebih banyak dari kalian semua, memang benar aku masuk ke dunia rangker belum lama."
"Tapi itu hanya pembodohan saja, dulu aku sudah membasmi banyak portal secara ilegal, ya dulu aku sama sekali tidak ingin terlalu mencolok seperti sekarang, karena aku pikir hal itu akan jadi sangat merepotkan, tapi nasib berkata lain."
"Aku harus tetap menjadi orang terkenal, dan harus mengurusi banyak hal yang merepotkan, dulu juga aku berpikir jika dunia mengetahui bahwa aku sangat kuat, maka keluarga ku akan terkena bahaya." Ucap Zear.
"Ya tentu saja apa yang aku katakan semuanya adalah kebohongan, ini bukan waktu yang tepat untuk bilang bahwa aku pernah masuk ke dunia lain."
"Dunia yang sama sekali tidak aku kenal, dunia yang eksitensinya sama dengan bumi, namun memiliki perbedaan yang begitu jauh, tapi masalah di dunia ini, dengan di dunia sana sama yaitu Primordial demon."
"Aku sendiri merasa sangat keanehan dan belum menemukan jawaban nya sama sekali, namun aku curiga pada satu hal, semua perang yang terjadi di alam lain maupun di alam sekarang yang aku injaki."
"Itu semua pasti ulah dari Iblis dan para Dewa, ntah kenapa firasatku merujuk kesana."
Semua orang pun menganggukan kepalanya, dan mereka semua percaya kepada perkataan Zear.
Dan Zear disini sedikit merasa bangga karena bisa menipu semua orang, walaupun dalam hatinya dia meminta maaf.
Karena telah membodohi mereka. Tapi ini semua demi kepentingan dirinya dan dunia.
Kepanikan dan kerusuhan yang sedang terjadi sekarang bukan tanpa alasan.
Mereka semua hanya terkejut dengan kemunculan portal yang lebih besar dari yang kemarin-kemarin.
Bagi mereka semakin besar portal, maka semakin sulit lawan yang akan mereka hadapi nantinya.
Tapi memang itu adalah kenyataan nya.
Apalagi Zear tadi berkata bahwa ada kemungkinan portal yang akan mereka hadapi sekarang akan lebih sulit dari pada menghadapi Primordial demon.
Sekarang mereka semua bingung dengan apa yang harus mereka lakukan.
Mereka ingin meminta bantuan para Dewa dan 8 iblis tak berperasaan.
Mereka malu untuk melakukan nya, bagaimana pun juga mereka masih memiliki harga diri.
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk menghadapi portal itu.
Banyak rangker kuat yang sudah mulai keluar dari gedung pertemuan itu.
Mereka semua akan menghadapi portal besar yang muncul di laut.
Mereka tidak akan meminta bantuan 8 iblis tak berperasaan maupun para Dewa.
Mungkin disini mereka ingin menunjukan kekuatan dari persatuan seluruh dunia tanpa mereka.
"Jadi Reyhan apa rencana mu?" Tanya Jane.
"Seperti yang kita tadi bahas." Ucap Reyhan sambil tersenyum kejam.
"Ohh itu, jadi kita tidak akan ikut dalam pertempuran kali ini." Ucap Red.
"APA?" Semua orang yang terkejut.
Sebenarnya yang terkejut hanya para Dewa dan rangker terkuat lain nya.
Presiden Amerika di sini dia bersembunyi dan mendengarkan pembicaraan mereka, dia terlihat seperti orang yang bodoh.
Semua orang menyadarinya namun mereka semua membiarkan nya.
"Hmmm aku rasa aku setuju." Ucap Jane.
Jika Jane sudah berkata seperti itu maka tidak ada yang bisa lagi menolak saran dari Reyhan.
Karena bagaimana pun juga di atas Zear ada Jane.
"Mina juga setuju, Mina mengerti maksud kak Reyhan, Kak Reyhan bermaksud untuk memperlihatkan kepada dunia, bahwa dunia membutuhkan kalian semua heeheh." Ucap Mina.
Reyhan, Red, Jane dan yang lain nya terkejut dengan apa yang di ungkapkan oleh Mina.
Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa anak Zear sangatlah pintar.
Tapi mereka semua mewajari hal itu, bagaimana pun juga bapak dan ibunya juga monster, pasti anaknya juga monster.
Buah tidak jatuh jauh dari pohon nya.
Walaupun Mina anak angkat Zear dan Jane, tapi tetap saja dia di didik dari kecil oleh mereka berdua.
Reyhan, Red pun disini menatap Fang Yin dan juga Devin.
"Ada apa? Kenapa kalian melihatku seperti itu?" Tanya Devin dan Fang Yin.
"Tidak hanya saja aku jadi meragukan otak kalian berdua." Ucap Reyhan dan Red.
Namun Fang Yin dan Devin tidak mengerti sama sekali apa maksud Reyhan dan Red.
"Reyhan, Red kalian terlalu kejam." Ucap Jane.
Yang mengetahui bahwa Reyhan dan Red sedang membandingkan otak Fang Yin dan Devin dengan Mina yang masih kecil.
"Reyhan apa kau dapat menjelaskan nya secara rinci, kami masih bingung dengan maksud kalian semua." Ucap Raguel.
"Benar kami semua masih bingung nak." Ucap ayahnya Reyhan.
"Baiklah aku akan menjelaskan nya, pertama-tama rencana ini aku sebut sebagai rencana pukulan untuk seluruh dunia." Ucap Reyhan.
Reyhan pun kemudian menjelaskan semua rencana nya dengan rinci, jelas, singkat, padat.