THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 122 Pertempuran besar



"Mamah ada portal baru yang muncul, dan papah pergi kemana mamah?" Mina yang memiliki banyak pertanyaan.


"Iya kamu benar sayang, sepertinya papah pergi untuk membunuh bos monster yang berhasil di serang tadi."


"APA? Jadi orang yang terkena serangan papah dan Red dan yang lain nya masih hidup mamah?"


"Iya kemungkinan nya seperti itu, soalnya portal besar itu belum menghilang."


"Artinya bos monsternya sangat kuat yah mamah."


"Iya sayang."


"Mamah mamah apa mamah tidak akan membantu mereka? Atau membantu ayah?"


"Tidak sayang, mamah harus menjaga kamu di sini."


"Tapi mamah mereka butuh bantuan mamah, Mina tidak apa-apa di sini sendirian, Mina tidak ingin Mina jadi beban dan penghalang."


"Apa yang kamu katakan Mina, Mina sayang tidak boleh berkata seperti itu, Mina lagi pula jika keadaan nya sudah genting mamah pasti sudah pergi dari tadi."


"Tapi Mina perlu tau keadaan sekarang masih baik-baik saja, karena papah mu dan yang lain nya pasti bisa mengatasi hal ini."


"Mamah sangat percaya pada mereka semua." Ucap Jane sambil tersenyum dengan kepepercayaan dirinya.


Begitu pula dengan Zear yang lain nya, yang saat ini mereka semua tersenyum dan yakin bisa mengatasi semua ini.


Senyuman Jane membuat Mina terdiam untuk beberapa saat.


Mina mengerti arti dari senyuman mamahnya tersebut.


"Maaf mamah."


"Tidak apa-apa sayang."


***


"SEMUANYA BERSIAPLAH KITA AKAN BERTARUNG KEMBALI!!!!" Teriak Reyhan.


Raguel dan yang lain nya sekarang mereka mulai bangkit lagi, mereka semua menatap ke atas.


Lelah mereka tiba-tiba saja menghilang setelah mereka melihat Zear dan yang lain nya.


Mereka merasakan semangat yang membara-bara.


Mereka semua tersenyum.


Senyuman mereka terlihat seperti sebuah senyuman harapan bahwa mereka akan menang.


"KITA AKAN MENANG!!!!!!!!!!!" TERIAK RAGUEL.


"Kata siapa kita akan kalah RAGUEL!!! KITA AKAN MENANG" Teriak Devin.


"Hhahahahha KITA AKAN MENANG!!!!!" Teriak Leonard.


"Hana apa mereka semua itu gila?" Tanya Fang Jiali.


"Tentu saja bukannya kita berdua gila juga." Hana sambil tersenyum.


"Hahahha kamu benar." Mereka berdua pun bersiap menggunakan senjata mereka.


Mereka semua kelelahan, namun kelelahan mereka di tutupi oleh semangat yang membara.


Mereka semua sudah mengeluarkan kekuatan mereka sangat banyak sekali.


Monster yang terus mereka lawan bukanlah monster dengan tingkat SSS.


Tapi monster dengan tingkat misterius.


Monster yang baru pertama kali di lihat oleh seluruh dunia.


Dan monster-monster tersebut sangatlah kuat, bahkan rangker terkuat di dunia pun tidak bisa mengatasinya.


Jadi wajar saja jika kekuatan mereka sekarang terkuras hampir habis.


Seluruh dunia sekarang mereka merasa bersalah.


Jangankan mereka para rangker terkuat di dunia saja merasa bersalah dan mereka semua merasa tidak berguna sama sekali.


Mereka ingin membantu Zear dan yang lain nya, yang sekarang sedang kelelahan tapi mereka semua sama sekali tidak tau bagaimana caranya mereka membantu Zear dan yang lain nya.


Jika mereka kesana mereka hanya akan menjadi beban penghalang dan juga kemungkinan mereka akan mati konyol.


Tapi walaupun seperti itu Mirco dan rangker terkuat lain nya mereka tiba-tiba saja menaiki kapal perang yang ada di dekat sana.


Mereka semua ingin membantu Zear dan yang lain nya meskipun taruhan nya adalah nyawa.


Melihat hal itu, rangker terkuat lain nya juga menjadi termotivasi dan mereka semua menaiki kapal perang yang ada di dekat sana.


Mereka ingin membantu Zear dan yang lain nya.


Seluruh dunia pun menyaksikan kejadian yang mengharukan itu.


Tidak ada perang tidak ada konflik hanya saling bekerja sama untuk mempertahankan bumi.


Tempat dimana mereka tinggal.


Tempat dimana yang mereka sebut sebagai rumah.


Seluruh dunia pun sekarang bersorak meriah mendukung Zear dan yang lain nya.


Untuk sekarang hanya itulah yang mereka bisa lakukan.


Para Media pun menyampaikan pesan-pesan itu kepada mereka semua yang sekarang sedang bertarung melindungi bumi.


Musuh pun akhirnya tiba, kali ini musuh yang mereka hadapi adalah seekor naga, salamander, phoenix api.


Dan masih banyak lagi, mereka semua sekarang melawan mahluk-mahluk mitos.


Namun yang hebatnya di sini tidak ada satu orang pun yang takut.


8 iblis tak berperasaan, mertua Zear, para Dewa, pasukan bayangan Zear dan rangker terkuat di dunia.


Mereka semua justru bersemangat dan ingin menghabisi para musuh.


Komandan musuh yang merupakan salamander yang sudah memiliki sayap.


Dia mencari raja mereka, namun mereka sama sekali tidak melihatnya, yang mereka lihat hanyalah sekumpulan manusia gila yang ingin melawan mereka.


Namun entah kenapa mereka semua merasakan sebuah ketakutan.


Padahal di lihat dari mana pun bagi mereka manusia adalah mahluk yang lemah dan bagi mereka mudah untuk membunuh mereka para manusia.


Jangankan para manusia ras monster lainnya saja mudah untuk mereka bantai.


Tapi kali ini mereka semua sekarang merasakan sebauh ketakutan yang sama sekali mereka tidak bisa pahami.


Kenapa mereka bisa takut padahal lawan mereka hanyalah mahluk lemah.


Six pemimpin utama dari pasukan bayangan Zear.


Dia mengarahkan pedang nya ke arah musuh dan tiba-tiba seluruh pasukan bayangan Zear.


Mereka semua menyerang musuh secara membabi buta tanpa takut pada hal apapun.


8 iblis tak berperasaan yang tidak ingin kalah mereka juga mulai menyerang musuh.


Kemudian di susul oleh para Dewa dan rangker terkuat di dunia.


Peperangan yang panjang pun akan terjadi kembali.


Seluruh dunia terkejut dengan perang yang tiada akhir ini.


Yang paling membuat mereka terkejut adalah bumi yang masih utuh dan kota Miami yang sama sekali tidak tersentuh oleh musuh.


Itu semua berkat tembok es milik Jane yang menghalau semua serangan jarak jauh musuh yang tidak sengaja mengarah ke kota Miami.


Dan berkat Zear dan yang lain nya juga yang tidak membiarkan para musuh untuk masuk lebih dalam.


Zear dan yang lain nya tetap menahan musuh di laut dan mereka sama sekali tidak mundur tidak seperti rangker dunia.


***


Zear sekarang dia berada jauh dari kota Miami, dia sekarang berada di tengah laut yang Zear sendiri tidak tau dimana dia berada.


Zear melihat pedang nya yang menancap ke bawah laut.


Tiba-tiba pedang Zear retak dan hancur berkeping-keping.


"Sudah aku duga dia masih hidup, tidak mungkin jika suruhan dari pemimpin Primordial demon mati begitu saja dengan mudah." Batin Zear.


Drafa pun muncul ke permukaan, dia kembali dengan tubuhnya yang seperti semula.


Dia menghabiskan banyak energi untuk tetap bertahan hidup.


Dan energi dia kali ini sangatlah sedikit bahkan dia sama sekali tidak bisa berubah ke wujud aslinya yaitu raja salamander.


Dia hanya bisa memakai wujud lemahnya yaitu manusia.


Drafa terlihat sangat kesal marah.


Dia menatap Zear dengan tatapan kemarahan nya.


Dia sama sekali tidak menyangka dia bisa di permalukan oleh seorang manusia.


Kali ini Drafa bertekad untuk menghabisi Zear dan yang lain nya.


Drafa berpikiran bahwa Zear juga sudah kelelahan.


Karena Zear sudah mengeluarkan skill terkuatnya.