
Zear dan Jane sekarang mereka berdua, sedang berduaan di halaman depan istana mereka.
Jane tadinya dia berada di dapur membantu yang lain nya, namun Zear tiba-tiba memanggil dia.
Dan Zear membawa Jane ke halaman depan rumah, Jane kebingungan sebenarnya apa yang ingin Zear lakukan.
"Sayang aku ingin bercerita tentang sesuatu pada mu." Ujar Zear dengan nada serius.
Jane pun menujukan ekspresi dengan segudang pertanyaan "Tentang apa?"
"Hal yang selama ini aku sembunyikan darimu, dan dari semua orang." Ujar Zear dengan tatapan serius.
"Hmmm begitu yah, apa kamu yakin tidak apa-apa jika aku mengetahui rahasia terbesar mu?" Tanya Jane.
"Tentu saja tidak sayang, justru aku berniat untuk menceritakan nya juga pada keluarga besar, tapi sebelum itu aku ingin berbicara terlebih dahulu dengan istri ku yang paling ku cintai hehehe." Zear yang sedikit menggoda Jane.
Jane pun dengan pipi nya yang merah berkata "Yah aku tidak tertipu dengan godaan buaya mu."
"Tapi kamu terlihat malu-malu loh." Zear yang menggoda Jane.
"Ehem ehem apa kamu tidak jadi menceritakan nya pada ku." Ucap Jane yang mencoba mengganti topik.
"Tentu saja jadi sayang, lagi pula aku rasa ini adalah waktu yang pas untuk menceritakan semuanya, tapi sebelum itu kita siapkan cemilan, kopi dan yang lain nya, ini cerita sangat panjang sayang jadi kita harus mempersiapkan nya."
"Yah terserah kamu." Ujar Jane.
Mereka berdua pun duduk saling berhadapan satu sama lain.
"Baiklah jadi aku mulai dari mana yah."
"Hmmmmm ah dari itu saja, sayang kamu harus tahu fakta bahwa aku adalah kejanggalan dari dunia ini." Ujar Zear dengan ekspresi serius yang membuat Jane terkejut sekaligus kebingungan.
Jane mengerti arti dari kata kejanggalan itu, yang dia bingungkan adalah kenapa Zear termasuk kedalam kejanggalan dunia.
Jane tidak bertanya dia hanya kebingungan saja. Namun dari wajah Jane saja Zear tau bahwa istrinya tersebut sedang kebingungan.
"Aku adalah orang yang pernah ke tempat yang di sebut dengan dunia lain, dunia itu bernama Eteria."
Jane pun di sini semakin kebingungan.
"Bagaimana bisa, aku tidak mengerti sama sekali." Ujar Jane.
"Aku juga tidak mengerti sama sekali sayang, kejadian yang ku alami seperti merusak hukum waktu yang ada di dunia ini." Ujar Zear.
"Tapi hal itu masuk akal juga sayang karena adanya teori ruang dan waktu." Sahut Jane.
"Tidak, tidak, ini benar-benar berbeda dan ini benar-benar sangat aneh sekali."
"Sayang aku tinggal di dunia Eteria sangatlah lama, hampir ratusan tahun, jadi begini sayang biar tidak bingung."
"Aku akan menceritakan dari awal kejanggalan tersebut terjadi, ketika waktu itu aku sedang galau karena aku sangatlah lemah."
"Waktu itu aku masih duduk di bangku smp, dan mau ke sekolah rangker, kenaikan kelas."
"Humu humu terus"
"Nah waktu itu aku adalah seorang pria yang tidak berguna dan benar-benar sangat lemah, yang kukuasai waktu itu skill, hanyalah skill penyembuhan."
"Kamu tau sendiri bukan kelas penyembuhan adalah kelas paling rendah."
"Ah iya aku mengerti tapi aku juga pernah mendengarkan cerita mu ini, kamu pernah di buli ini dan itu, bahkan aku sampai sekarang masih mengingatnya, dan rasanya aku ingin bertemu dengan orang yang membuli mu waktu itu."
"Aku ingin menghajar dia dan membuli dia balik." Jane yang tiba-tiba kesal.
"Silahkan lanjut sayang." Ucap Jane yang kembali normal.
"Ehem ehem terus."
Ketika Zear ingin melanjutkan ceritanya, tiba-tiba saja ibu dan ayahnya Zear memanggil mereka berdua.
Untuk segera ke ruang makan, karena pesta kecil-kecilan sebentar lagi akan di mulai.
Jane pun tersenyum pada Zear.
"Ayo kita kesana semua orang sedang menunggu kita."
"Ceritanya bagaimana?"
Jane adalah sesosok istri yang sangat pengertian walaupun dia adalah yandere.
"Iya baiklah." Ujar Zear sambil mencium kening Jane.
Jane pun memegang bekas ciuman Zear.
"Kenapa kau menciumku?" Jane yang terlihat malu-malu, walaupun mereka sudah menjadi suami istri lama.
Tapi mereka masih malu-malu seperti itu, jika salah seorang dari mereka tiba-tiba menjadi romantis.
"Karena aku ingin, lagi pula apa salahnya jika mencium istri cantik sendiri."
"Tidak ada yang salah hanya aneh saja."
"Oh jadi kamu gak mau."
"Bukan begitu bodoh!"
"Hhahahah aku suka ketika kamu marah seperti ini hahaha."
"Kamu keknya ada kelainan." Jane dengan muka datar.
"Becanda, becanda ayo kita pergi mereka sudah menunggu kita."
"Iya sayang."
Mereka pun pergi ke ruang makan, dan semua orang pun bersenang-senang, mereka juga mengobrol dan melakukan banyak hal.
Setelah semuanya selesai dan mereka semua sedang beristirahat.
Zear dan Jane saling bertatapan dan mereka berdua menganggukan kepalanya.
"Ehem ehem, ayah, ibu, semuanya sebelumnya aku ingin bercerita tentang diriku kepada kalian semua." Zear dengan ekspresi serius.
Semua orang pun menunjukan wajah kebingungan.
"Ini adalah sesuatu yang benar-benar aku sembunyikan dari kalian semua." Ujar Zear.
Mereka semua pun langsung merubah eskpresi mereka dan cara mereka duduk.
Mereka semua tiba-tiba menjadi serius, karena melihat Zear serius.
"Sebelumnya aku minta maaf karena telah menyembunyikan hal sebesar ini kepada kalian, terutama kepada istriku sendiri Jane."
"Hhahaha tidak apa menantuku, aku yakin kamu memiliki alasan tersendiri, untuk menyembunyikan rahasia itu sampai sekarang." Ucap Leonard.
"Iya ayah itu benar."
"Jadi baiklah mungkin ini adalah saat yang tepat untuk menceritakan semuanya tentang siapa diriku sebenarnya kepada kalian, tapi sebelumnya satu hal yang pasti aku adalah manusia." Ucap Zear.
Zear pun akhirnya mulai bercerita.
Dia mulai bercerita dari ketika dia smp yang sedang galau karena dirinya merasa lemah tidak berguna.
Tadinya dia ingin melakukan bunuh diri di hutan di dekat rumahnya.
Tapi dia berpikir kembali dan tidak melakukan nya.
Sepanjang malam dia hanya berpikir sambil tiduran di rumput dan menatap langit.
Zear waktu galau itu dia menyalahkan takdir.
Dia juga membenci takdirnya sendiri karena dia terlahir sebagai orang yang tidak berguna dan sangat lemah.
Mendengar Zear yang pernah mengalami masa buruk juga, membuat mereka semua sedih, sekaligus dalam benak mereka.
Mereka ingin mencari orang yang telah membuli Zear sampai Zear ingin melakukan bunuh diri.
Reyhan disini bertekad untuk mencari tahunya, dan mencari informasinya siapa yang telah berani macam-macam dengan Zear.
Jangakan Reyhan yang lain nya juga berpikiran seperti itu.
Mereka akan menyiksa orang yang telah membuli Zear di masa sekolah Zear.
Mereka tidak akan mengampuninya