
Zear dan Jane memutuskan untuk kembali ke indonesia menggunakan pesawat pribadi milik mereka.
Zear tidak menggunakan pasukan bayangan nya, alasan nya karena Zear ingin menikmati perjalanan lebih lama menuju indonesia bersama dengan Jane.
Zear dan Jane sekarang sudah sampai di bandara soekarno.
Seperti biasanya banyak orang yang akan menyambut Zear dan juga Jane.
Kali ini mereka benar-benar seperti artis dunia.
Selain tampan dan cantik mereka berdua juga sangat serasi, banyak orang yang iri pada mereka berdua.
Karena mereka benar-benar sangat serasi. Selain itu juga mereka berdua terkenal dengan kekuatan mereka yang mengerikan.
Ketika Jane ingin turun dari pesawat Zear menuntun Jane seperti seorang ratu.
Ketika Zear dan Jane turun dari pesawat orang-orang yang ada di sekitaran histeris, mereka berteriak ini dan itu.
Untung nya di sini penjagaan untuk Zear dan Jane sangatlah ketat.
Dan mereka juga di sini di sambut langsung oleh pemerintah dan petinggi Asosiasi hunter.
Zear dan Jane benar-benar seperti tamu penting sekarang.
Apalagi negara indonesia sekarang sudah mengetahui bahwa Zear dan yang lain nya.
Telah mengalahkan para Dewa yang telah menyinggung mereka.
Berita tentang hal itu menyebar dengan cepat, padahal berita itu merupakan berita yang sangat rahasia.
Tapi serahasia apapun berita itu, berita itu tidak akan pernah bisa di sembunyikan dari dunia.
Dunia sekarang sedang benar-benar terguncang dengan berita para dewa yang di kalahkan oleh Zear dan yang lain nya.
Nama Zear dan yang lain nya sekarang melambung sangat tinggi.
Bahkan hanya dengan menjual nama mereka, 1 negara bisa merinding ketakutan.
Fakta tentang Zear, Jane dan yang lain nya juga terungkap.
Fakta tentang mereka bukanlah rangker nasional dari negara indonesia.
Tetapi mereka hanyalah rangker kelas SS+, oleh karena itu lah masih ada sebagian orang yang tidak percaya dengan berita.
Mengenai mereka berdelapan.
Zear, Jane disini mereka mengobrol terlebih dahulu dengan para petinggi pemerintahan, dan para petinggi Asosiasi hunter.
Ketika kami mengobrol cukup akrab dengan mereka, para media menyorot kami.
***
"Sayang apa kamu tau kenapa bandara tidak di kosongkan seperti sebelum-sebelumnnya?" Tanya Jane yang sekarang kami berdua sudah berada di mobil pribadi.
Kami sekarang berada di mobil royal royce.
"Ini untuk kepentingan politik, negara indonesia memanfaatkan kita, kamu mungkin mengerti dengan apa yang aku maksud."
"Iya aku mengerti, tapi sebenarnya tidak masalah juga sih, lagi pula kita akan pindah ke pulau pribadi kita, dan kita tidak perlu menumpang ke negara lain lagi."
"Yah kamu benar sayang, kita harus menyelesaikan masalah disini dengan cepat, aku juga merasa lebih tenang di pulau sendiri dari pada di negara sendiri."
"Iya aku sama sekali tidak menyukai para pemerintahan di indonesia, mereka benar-benar sampah."
"Ya kamu benar tapi aku rasa itu dulu, sekarang pemerintahan indoenesia mulai membaik berkat peraturan nya yang semakin ketat."
"Yah aku bersyukur untuk hal itu, bagaimana pun juga kita tetaplah warga negara di sini, kita lahir disini."
"Ya kamu benar cantik."
"Ayo cepat jalan nya aku tidak sabar ingin bertemu dengan Mina, si cantik dan si manisku."
"Kali ini aku merasa tersaingi." Ucap Zear.
"Ulululu sayang yang ganteng ternyata bisa cemburu pada seorang anak kecil."
"Jangan cemburu gitu jelek tau, aku sangat sayang kalian berdua kok." Jane sambil mencium pipi Zear.
"Aku sedang menyetir jangan menggoda ku." Ucap Zear.
"Cie yang masih cemburu."
"Mana ada."
"Udah jangan cemburu begitu nanti malam kamu dapat jatah bagaimana?"
"BAIKLAH KITA PULANG CEPAT SEKARANG."
Zear pun menjalankan mobilnya cukup cepat.
"Hhehehe."
"Tapi gapapa aku juga menyukai sifat mu yang sepert ini." Ucap Jane sambil mengelus kepala Zear.
"Apa kamu mau makan?" Tanya Jane.
"Ya tentu apa yang enak menurut mu tolong suapi aku."
"Iya iya tenang saja aku tau apa kesukaan mu."
***
Sekarang Zear dan Jane sudah sampai di rumah mereka.
"Kami pulang." Ucap Jane Zear.
"Tunggu sebentar papah mamah, aku akan membuka kan pintunya." Ucap Mina.
Mina pun membuka pintunya.
"Mina sayang." Ucap Jane sambil memeluk Mina yang terlihat senang.
"Mamah papah." Mina yang memeluk Jane dengan erat.
Yang kemudian dia memeluk Zear.
Tak lama ayah, ibu Zear, dan Jane mereka juga menyambut kedatangan Jane dan Zear.
Mereka menyuruh Zear dan Jane untuk masuk dan beristirahat sebentar.
Mereka adalah tipe orang tua yang pengertian.
Begitu pula dengan Mina.
Setelah mereka beristirahat beberapa jam.
Mereka pun berkumpul di ruang tengah sekarang.
Mina bermain dengan Jane dan sedangkan Zear bercerita tentang kejadian penyerangan para Dewa.
Intinya orang tua, dan mertua Zear sangat bangga pada Zear walaupun apa yang di lakukan Zear dan yang lain nya benar-benar sangat berbahaya.
Tapi setelah mendengar kabar itu semua, orang tua dan mertua Zear sangat bersyukur karena Zear dan yang lain nya baik-baik saja.
Dan apalagi mereka sekarang di kenal dengan julukan yang baru yaitu THE MIRACLE.
Di tambah lagi mereka sekarang termasuk ke top rangker dunia.
Yang bisa setara dengan para Dewa.
Orang tua dan mertua Zear benar-benar sangat bangga dengan pencapaian Zear dan yang lain nya.
Zear dan Jane juga disini menjelaskan tentang rencana mereka.
Yaitu mereka ingin membangun teritorial sendiri, yang tempatnya berada di pulau Death island.
Yang sekarang berubah nama menjadi Paradise island.
Ketika mereka asik mengobrol, tiba-tiba ponsel Zear berdering.
"Ayah ibu, maaf aku mau mengangkat telepon terlebih dahulu."
"Ya silahkan hahahaha kau menantu yang sangat sopan hahah dari dulu aku sangat menyukai mu." Ucap mertua Zear yaitu Leonard
"Bukan nya kau menolak dia dulu, akulah yang menjodohkan Zear dengan Jane." Sahut Silvi.
"Ayah ibu jangan memulai pertengkaran tolong ada Mina disini." Ucap Jane.
Silvi pun menatap dengan tatapan yang sangat mengerikan kepada Leonard.
Leonard dia tiba-tiba meminta maaf kepada Silvi.
"HUH!!!! Harusnya kau meminta maaf seperti itu dari tadi." Ucap Silvi.
"Iya sayangku yang cantik maafkan suami mu yang selalu salah di matamu ini."
Mereka pun terus mengobrol.
"Kakek Max? kenapa dia menelopon ku, ini pasti ada sesuatu hal yang penting."
"Halo kakek Max apa yang terjadi?" Tanya Zear.
Kakek Max yang sekarang sedang panik, memberitahu Zear tentang sesuatu yang sangat mengejutkan.
"Para bajingan itu apa mereka tidak bisa membiarkan ku libur sehari saja?" Batin Zear.