THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 131 Kepergian Zear



Setelah mendengar cerita Zear mereka semua terdiam untuk beberapa saat, Devin, Fang Yin, ibunya Zear, Silvi, Jane.


Mereka sedikit mengeluarkan air mata. Apalagi Jane yang sudah pernah melihat kejadian tragis itu lewat ingatan yang entah dari mana.


"Itu adalah semua cerita tentangku, aku adalah kejanggalan dunia itu sendiri, maaf karena baru memberitahu kalian tentang semua ini." Ujar Zear yang tersenyum.


Ayah ibunya Zear pun memeluk Zear dengan sangat erat.


"Nak ternyata kamu sudah melewati banyak hal, maaf kan ayah karena tidak mengetahuinya sama sekali."


"Zear sayang kamu sudah mengalami banyak hal yang sulit, maafkan ibu dan ayah karena tidak mengetahuinya, Zear kamu adalah anak kebanggaan ibu, kamu hebat bisa melewati semua rasa sakit itu." Ujar ibunya Jane sambil menangis.


Cerita Zear sangatlah menyedihkan, karena banyak hal yang buruk Zear alami, selain itu juga Zear sudah beberapa kali hampir mati.


Kekuatan Zear yang Zear dapatkan sekarang adalah hasil usaha dia di masa lalu.


Untuk mendapatkan kekuatan itu Zear kehilangan banyak orang yang ia cintai.


Semua orang yang mendengar cerita Zear, mereka sama sekali tidak menyangka, bahwa kehidupan Zear lebih parah dari yang mereka perkirakan.


Jika mereka ada di posisi Zear mungkin saja mereka akan menyerah, tapi tidak dengan Zear.


Mereka semua semakin mengagumi Zear.


"Zear aku tak pernah menyangka ternyata kamu mengalami hal seperti itu, aku benar-benar sangat kagum pada mu" Reyhan sambil menatap ke atas dan bersandar pada kursi.


"Kau yang dulu dan sekarang sama, kau seperti di beri tugas untuk menanggung beban semuanya secara sendiri."


"Oleh karena itu Zear, jika ada hal yang kami bisa lakukan untuk memperingan beban mu itu, katakan saja pada kami, kami siap membantumu, lagi pula kita adalah keluarga." Ujar Reyhan.


"Itu benar kak Zear, kak Zear tidak perlu menanggung semuanya sendirian, kami di sini siap membantu kak Zear." Sahut Devin.


"Elap dulu ingus mu itu Devin." Sahut Fang Yin.


Mereka berdua pun hampir ribut kembali hanya karena masalah ingus.


Zear pun tersenyum, melihat pemandangan sekarang mengingatkan nya pada masa lalu, dan Zear berpikir bahwa masa lalu hanya bisa menjadi kenangan tidak dapat terulang.


Dan Zear pikir hal itu tidaklah buruk sama sekali, dan sekarang Zear akan melindungi apa yang dia miliki sekarang.


Zear bertekad untuk menjadi lebih kuat lagi.


"Iya terimakasih semuanya." Jawab Zear.


"Kalau begitu aku minta untuk kalian semua tolong jaga keluarga ini, jangan biarkan siapapun menghancurkan keluarga ini." Ujar Zear.


"Siap tuan." Jawab Red dengan serius.


"Siap Zear." Ucap mereka semua yang tiba-tiba saja tertawa tanpa alasan.


"Baiklah kalau begitu langsung pada intinya saja, semuanya aku harap kalian semua mengerti dan mendukungku, aku harus pergi dari sini, ada hal yang harus aku selesaikan."


"Ini adalah merupakan tugasku, mau tidak mau aku harus menyelesaikan nya." Ucap Zear.


"Sayang aku akan mendukungmu terus selagi itu adalah hal yang benar, aku akan terus mensupport mu apapun jalan yang kau pilih, tapi satu saja permintaanku, tolong kembali dengan selamat." Jane sambil memeluk Zear.


Jane tidak mengerti sama sekali perasaan khawatir apa yang menyelimutinya ketika Zear berkata ingin pergi lagi.


Jane tidak bisa melarang Zear untuk pergi kesana, Jane hanya bisa berharap Zear kembali dengan selamat.


Bagaimana pun juga Jane sangatlah mencintai Zear.


Jane tak bisa melarang keingingan Zear, Jane hanya bisa mendukung Zear, jika tidak seperti itu maka Jane gagal sebagai istri.


Karena bagaimana pun juga pilihan yang di pilih oleh Zear pastinya sudah di pikirkan oleh Zear berpuluh-puluh kali.


"Jangan khawatir aku berjanji akan pulang dengan selamat." Zear sambil mengelus rambut Jane.


"Iya sayang papah akan pergi lagi." Zear yang mengelus kepala Mina dengan senyuman.


Mina pun di sini memeluk Zear.


"Lalu kapan papah akan kembali?" Tanya Mina.


"Papah tidak tau sayang, tapi papah janji papah akan pulang dengan cepat, secepat mungkin yang papah bisa." Jawab Zear.


"Begitu yah." Mina yang terlihat sedih.


"Iya maafkan papah, karena papah harus meninggalkan Mina lagi, papah sebenarnya tidak mau meninggalkan mamah dan Mina, tapi mau bagaimana pun lagi, papah mempunyai tanggung jawab yang besar."


"Dan mau tidak mau, papah harus bertanggung jawab dan menyelesaikan semua tugas papah, Mina pasti mengerti karena Mina adalah anak papah yang paling pintar." Ujar Zear sambil tersenyum.


"Iya kalau begitu berjanji pada Mina, papah harus kembali dengan cepat dan papah harus kembali dengan selamat." Mina sambil menunjukan jari kelingking nya.


"Iya iya Mina sayang papah berjanji."


"Zear apa kamu ingin pergi sekarang?" Tanya Leonard.


"Iya begitu lah rencana nya ayah, karena aku rasa tidak ada waktu lagi ayah." Jawab Zear.


"Begitu yah kalau begitu pergilah dan kembalilah dengan selamat, masalah keluarga serahkan saja pada ayah mertua mu ini hahahaha." Leonard yang mencoba merubah suasana.


"Humu benar kak Zear, kak Zear tidak perlu khawatir ada kami juga disini" Sahut Devin.


"Iya terima kasih semuanya kalau begitu aku akan pergi terlebih dahulu." Ujar Zear.


"Jaga diri kalian baik-baik."


"Hhahaha kau juga Zear." Ucap mereka semua.


"Berhati-hatilah Zear." Ucap mereka semua.


"Iya." Zear yang tersenyum dan melambaikan tangannya kemudian pergi dengan skill teleportnya.


Mereka semua juga mengkhawatirkan Zear, karena mereka dapat merasakan bahwa Zear akan pergi ke suatu tempat yang sangat berbahaya, tempat yang sama sekali tidak bisa di injaki oleh sembarang orang.


Mereka semua saat ini di benak mereka, mereka ingin bertambah lebih kuat lagi, dan mereka ingin meringankan beban yang di bawah oleh Zear.


Setelah ini mereka semua akan berlatih lebih keras lagi.


Setelah kepergian Zear semuanya sempat terdiam memikirkan masalah mereka masing-masing.


Namun pikiran mereka sebenarnya sama semua yaitu ingin menjadi lebih kuat lagi.


Sehingga mereka tidak menjadi beban nya Zear lagi.


Zear pun sekarang berada di tower kematian.


"Aku kembali lagi, kali ini akan aku pastikan aku akan menyelesaikan tower kematian ini, aku sama sekali tidak peduli sesulit apapun itu rintangan yang ada di tower kematian, aku pasti akan menyelesaikan nya."


"Aku akan menyelesaikan ini dengan cepat."


"Aku akan kembali dengan selamat, dan setelah aku kembali nanti, aku akan menghancurkan seluruh Primordial demon beserta dengan pemimpin nya."


"Kali ini aku akan melindungi apa yang ku cintai, aku tidak ingin merasakan kehilangan lagi." Batin Zear yang sedang bersemangat.


Kemudian munculah seorang peri yang bertubuh kecil, dia merupakan peri berjenis pria.


Namun dia terlihat sangat sopan.


"Selamat datang di tower kematian tuan." Ucap Peri itu yang terlihat sangat menghormati Zear.