THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 150 Berbincang dengan Oscar



"Oscar kau bilang para Dewa bisa menghukum ku maksudnya?"


"Hmmm apa kau tidak tau yah."


"Tentu saja aku tidak tau apapun baik itu para Dewa, monster, dan yang lain nya."


"Ah begitu yah jadi belum ada orang yang pernah menjelaskan nya pada mu tentang hal seperti itu, hmmm baiklah aku akan menjelaskan nya sedikit, tapi di mulai dar mana yah."


"Mana aku tau." Zear dengan wajah datarnya.


"Ah humu mungkin aku menjelaskan nya di mulai dari itu."


"Jadi para Dewa untuk mengatur alam semesta ini, mereka membuat aturan-aturan yang tidak boleh di langgar oleh Dewa lain nya, dan jika mereka melanggar mereka akan di hukum dan mereka akan di bunuh dengan cara yang tragis."


"Salah satu aturan nya adalah tidak boleh sembarangan menggunakan kekuatan untuk menghancurkan planet atau apapun itu."


"Kenapa ada aturan-aturan seperti itu?"


"Jika tidak ada aturan seperti itu bumi tempat tinggal mu sekarang dan planet lain nya akan hancur, kau mengerti bukan apa maksudku."


"Iya aku paham jika tidak ada aturan itu kemungkinan para Dewa akan bertindak sesuka mereka kan."


"Iya kau benar, makanya di buatlah peraturan seperti itu, dan hukuman jika melanggar."


"Aku paham, aku paham."


"Apa peraturan nya hanya itu saja?"


"Tentu saja banyak contohnya salah satunya lagi, tidak boleh ikut campur dalam urusan mahluk seperti manusia atau monster atau yang lain nya."


"Jikalau pun ingin mencampuri urusan mereka, para Dewa harus memiliki perantara dan aku rasa itu sangat sulit, kecuali orang yang memimpin para Dewa."


"Dia adalah orang yang tidak masuk akal sama sekali, kita tidak perlu membahasnya tapi jika kau penasaran kau dapat menanyakan nya padaku."


"Sepertinya aku tidak ingin menanyakan hal itu."


"Hmm baguslah karena jika kita membahas dia ada kemungkinan kita akan menghabiskan waktu yang sangat banyak."


"Aku tidak menyangka Dewa pun mempunyai pemimpin, ya aku rasa itu masuk akal, jika tidak ada dia maka mungkin saja alam semesta ini akan hancur dan tidak beraturan."


"Bahkan dengan adanya dia pun alam semesta masih hancur berantakan seperti sekarang, aku tidak bisa membayangkan jika tidak ada dia, mungkin saja para Dewa akan bertindak semena-mena."


"Sekarang aku mengerti banyak hal, pertanyaan ku sebagian nya sudah terjawab, kenapa para Dewa tidak membantu para manusia, dan hanya mengirimkan perantara nya saja, dan perantara nya adalah aku sendiri."


"Ya hal ini cukup mengejutkan bagiku, dan sekarang perantara nya akan menjadi Dewa baru, apa mereka sama sekali tidak terkejut dengan hal ini, atau jangan-jangan memang aku harus menjadi Dewa untuk mengalahkan Pemimpin Primordial demon, dan apa ini semua adalah rencana dari para Dewa, agar bisa menyelesaikan masalah yang terjadi?."


"Tunggu dulu sebelum itu aku ingin tau jika aku menjadi Dewa apa yang akan terjadi." Batin Zear yang sedang berpikir dan menimbulkan sebuah pertanyaan baru yang terngiang-ngiang di kepalanya.


"Aku akan bertanya kepada Oscar mengenai hal ini, tapi sebelum itu aku akan membuatnya menjawab pertanyaan apapun yang ku lontarkan padanya, jika tidak seperti ini aku yakin dia tidak akan menjawab pertanyaan ku." Batin Zear yang sedang berpikir.


"Oscar permintaan ku padamu cukuplah sederhana."


"Apa? Kenapa kau tiba-tiba meminta nya?"


"Ohh jadi kau Dewa ingakar janji."


"Tidak aku hanya bertanya saja, yasudah lupakan kau tidak perlu menjawab nya, jadi permintaan mu apa?"


Mendengar itu Oscar pun cukup terkejut dan dia langsung merubah ekspresi nya menjadi serius dan suasana di sana menjadi sedikit lebih mencengkam.


"Baik jika itu permintaan mu aku akan menjawab semua pertanyaan mu tapi semampuku, aku bukanlah Dewa yang suka berbohong."


"Ya aku tau itu aku percaya pada mu sejak kali pertama kita bertemu Oscar."


"Jadi apa pertanyaan mu?"


"Apa kau tau bahwa aku adalah seorang perantara?"


"Ya aku mengetahuinya, kau adalah perantara sekaligus calon Dewa, yang di ambil dari ras Manusia."


"Apa para Dewa lah yang merencanakan semuanya? Merencanakan tentang hidupku dari mulai pindah dari alam lain, dan menemukan buku putih?"


"Ya itu benar yang melakukan itu adalah Dewa waktu, dia adalah Dewa yang menguasai waktu dan dia juga merupakan pemimpin dari kami para Dewa"


"Dialah yang mengatur semuanya dia mengetahui masa lalu maupun masa depan, dia bisa pergi kemana pun yang dia mau, dia adalah eksitensi yang paling menyeramkan di antara Dewa lain nya"


"Tapi untungnya dia adalah Dewa yang baik dan tidak menyalahgunakan kekuatan nya, jika sampai dia menyalah gunakan kekuatan nya, maka bisa jadi alam semesta ini akan hancur, dia sangat mengerikan bukan?"


"Ya dia sangat mengerikan, dari cerita mu saja aku bisa tau bahwa dia orang yang benar-benar sangat kuat, dia bahkan memindahkan ku sesuka hati dia, ke masa lalu, ke masa depan, ke dunia lain, intinya dia bisa memindahkan ku ke tempat yang dia inginkan."


"Ya kau benar, untuk beberapa alasan dia juga sangat menyukai mu, mungkin itu juga alasan kenapa kau bisa menjadi perantara dan bisa menjadi seorang Dewa."


"Itu hanya sedikit tentang nya, jika kau ingin lebih tau dia nanti saja, itu akan jadi sangat merepotkan untuk menjelaskan nya."


"Aku rasa kau benar, bagaimana pun juga dia adalah pemimpin para Dewa dan kekuatan dia tidak masuk akal sama sekali."


"Oh yah untuk beberapa alasan juga Dewa waktu sangat menyukai manusia, bahkan dia sempat memberikan salah satu skill nya pada manusia, yaitu membaca masa depan."


"Apa maksudmu dia adalah Raguel?"


"Iya bagaimana kau mengetahuinya?"


"Dia adalah teman ku di bumi, ohh sekarang aku tau ternyata kekuatan dia adalah kekuatan yang diberikan oleh Dewa waktu."


"Alasan kenapa Dewa waktu memberikan skillnya kepada Raguel kenapa?


"Entahlah tidak ada yang tau dan tidak ada yang mengerti jalan pikiran Dewa waktu, dia adalah eksitensi yang sama sekali tidak dapat kita capai pikiran nya, karena dia melibatkan masa lalu dan masa depan."


"Sangat mengerikan."


"Ya begitulah wajar saja jika ekspresi mu pertama kali ketika mendengar Dewa waktu, merinding ketakutan, sekarang kau bayangkan jika kau bertemu dengan nya."


"Entahlah mungkin aku akan pingsan ketakutan."


"Hhahahaha aku rasa kau benar hahahah."


"Jika aku menjadi Dewa, apa yang akan terjadi, dan aku akan menjadi Dewa apa, tugasku sebagai Dewa nanti apa? Aku hanya ingin mengetahuinya saja sebelum aku memutuskan untuk menjadi Dewa."


Oscar pun terdiam untuk beberapa saat, dia seperti tidak ingin menjawab pertanyaan Zear.


Zear pun semakin penasaran akan jawaban yang diberikan oleh Oscar.


Zear pun menunggu dengan sabar sambil memasang ekspresi kebingungan.