
Zear dan yang lain nya terus berjalan kedepan, sambil berjalan mereka semua mengobrol satu sama lain.
Seperti Reyhan dengan ayahnya, Zear dengan mertua dan para Dewa.
Leonard dan Silvi terlihat sangat senang ketika bertemu dengan para Dewa.
Bagaimana pun juga dulu mereka sangat ngefans terhadap para Dewa.
Bagi mereka para Dewa adalah orang-orang yang keren.
Para Dewa di sini memperlakukan mertua Zear dengan sangat baik.
Sehingga Zear pun senang, dan para Dewa juga ikut senang karena Zear senang.
Ya sedikit rumit hubungan mereka semua.
Tiba-tiba ruangan itu menjadi terang, namun atmosfer disana sangatlah mengerikan.
Ruangan itu di terangi oleh 1 bola krsital berwarna kuning yang sangat besar.
Bola kristal itu berada di tengah-tengah ruangan.
Sekarang ruangan itu terang secara sepenuh nya.
Semua orang takjub dengan ruangan yang tak masuk akal ini.
Sekarang dapat terlihat dengan jelas, di sisi-sisi ruangan itu terdapat sebuah patung berukuran tidak normal alias sangat besar.
Dan patung itu terlihat seperti monster raksasa.
Dan disisi lain jauh di depan mereka.
Terdapat 3 buah pintu yang berukuran sangat besar.
Semua yang ada di ruangan ini, benar-benar sangat tidak normal.
"Zear apa kamu tau ini ruangan apa?" Tanya Jane.
"Tidak, aku sama sekali tidak mengetahuinya ini adalah pertama kalinya aku ke tempat seperti ini." Ucap Zear.
"Aura di sini sangat mengerikan." Sahut Raguel.
"Raguel benar, apa kita akan baik-baik saja?" Tanya Devin yang merasa cemas.
Semua orang terkejut, karena Devin yang biasanya bersemangat dalam menghadapi musuh.
Kini dia berbicara seperti itu.
"Dasar bodoh tentu saja kita akan baik-baik saja." Ucap Fang Jiali, yang sedikit memarahi Devin.
"Fang Jiali wajar bila Devin khawatir, aku juga merasakan firasat yang buruk." Ucap Fang Yin.
"Iya kak, maafkan aku Devin."
"Tidak masalah." Ucap Devin.
"Zear apa lawan kita sekarang adalah Primordial demon?" Tanya Reludo.
"Aku bisa memastikan 100 persen benar, aku mengetahuinya karena aku sudah menganalisa semuanya." Ucap Zear.
"Apa mereka benar-benar sangat kuat Zear?" Tanya Rv.
"Ya mereka memiliki kekuatan yang sama sekali tidak masuk akal, mereka adalah eksitensi terkuat di antara monster yang lain nya." Ucap Zear.
"Bahkan Devin, Reyhan, Fang Jiali, Fang Yin, Red, Hana, Ang Wing, dan termasuk aku. Di kalahkan oleh 1 Primordial demon api." Ucap Zear.
"Jika kau tidak percaya kau boleh menanyakan nya pada paman Ang Wing dan yang lain nya." Ucap Zear.
"Kami semua percaya." Ucap Kromusa.
Mendengar perkataan Zear, mereka semua menelan ludah sendiri, mereka sedikit bergemetar ketakutan.
8 iblis tak berperasaan yang paling kuat di dunia saja, di kalahkan oleh Primordial demon.
Bagaimana dengan mereka.
Zear memang berkata benar, tapi sayangnya Primordial demon, mengalahkan Zear, Jane, Devin, Reyhan, Fang Jiali, Fang Yin, Red, Hana.
Yang belum menjadi kuat, sekarang mereka 8 iblis tak berperasaan sudah berbeda jauh dari sebelumnya.
Dan ada kemungkinan mereka akan menang melawan Primordial demon, walaupun kemungkinan nya kecil.
Devin, Reyhan, Fang Jiali, Fang Yin, Red, Hana. Mereka semua sekarang sedang khawatir walaupun mereka semua khawatir.
Tetapi dalam hati mereka, mereka tidak ingin kejadian sebelumnya terjadi.
Kejadian yang dimana mereka melawan Primordial demon, dan mereka sama sekali tidak bisa melakukan apapun.
Mereka tidak ingin hal itu terjadi lagi, mereka ingin berguna dan membantu Zear.
Mereka sudah berkembang sangat jauh, mereka sekarang sudah benar-benar sangat kuat.
"Zear musuh kali ini siapa?" Tanya Leonard.
"Ayah aku rasa musuh kali ini adalah seekor monster raksasa, mereka sama seperti manusia namun memiliki tubuh yang sangat besar."
"Ayah bisa melihatnya di sisi-sisi ruangan ini." Ucap Zear.
"Apa mereka seukuran dengan patung itu?" Tanya Hana.
"Iya benar." Ucap Zear.
"Di tambah kekuatan mereka sangat mengerikan." Sahut Red.
Mendengar itu dari Red, dan Zear. Mereka semua pun kembali terkejut.
Mereka sama sekali tidak bisa membayangkan hal mengerikan apa yang sedang menanti mereka.
"Sepertinya kali ini kita akan berperang secara habis-habisan." Ucap Keonal.
"Yah kita semua harus berhati-hati jangan lengah sedikit pun." Ucap Jackson.
Para Dewa dan yang lain nya sekarang mereka sedang khawatir dengan musuh yang akan datang.
Kecuali orang-orang yang tidak berpengalaman dan baru naik tingkat jadi rangker nasional.
Mereka semua bersikap seperti orang yang sangat kuat.
Disini Zear dan yang lain nya mengabaikan mereka dan terus berjalan menuju 3 pintu besar itu.
Para Dewa dan yang lain nya mereka tetap waspada karena mereka semua menyadari bahwa musuh tidak jauh dari mereka.
Musuh berada di balik 3 pintu besar itu.
Keadaan mereka sekarang sangat menegangkan, mereka semua terus berjalan menuju 3 pintu besar itu.
Baru saja mereka sampai di tengah-tengah ruangan, mereka semua mendengar bunyi orang-orang yang sedang melakukan teriakan sangat keras.
Teriakan itu seperti teriakan pujian pada seorang raja.
Dan sekarang ruangan itu sedikit bergemetar.
Semua orang menanyakan apa yang terjadi.
Dan mereka semua juga langsung menatap 3 pintu besar itu dengan waspada.
Karena suara teriakan nya berasal dari situ.
Tak lama pintu itu pun terbuka, di bukanya pintu itu sangat kencang dan menimbulkan suara ledakan.
Mereka semua pun terkejut akan hal itu.
Dan akhirnya musuh pun muncul.
Seperti apa yang di katakan Zear, musuh kali ini adalah seekor monster raksasa.
Yang ukuran nya tidak normal, tingginya bisa mencapai 80 meter.
Benar-benar sangat besar hampir seukuran dengan Red yang berubah menjadi ukuran besar.
Total ada 100 raksasa yang keluar dari 3 pintu itu.
Dan terdapat 6 raksasa yang menggotong sebuah singghsana yang cukup besar.
Di singgahsana itu duduklah seekor raksasa, yang berukuran sedang, tidak sebesar para raksasa lain nya.
Raksasa di sini semuanya memiliki kulit berwarna biru, dan selebihnya mereka semua mirip dengan manusia.
Yang paling berbeda adalah raja dari raksasa itu, yang duduk di singgahsana nya.
Dia memiliki warna biru pada kulitnya, kemudian ada garis-garis hitam dari pundak sampai perutnya.
Dia memiliki sebuah mahkota berwarna kuning, dan terdapat sebuah permata-permata yang sangat indah di mahkota nya itu.
Raja raksasa itu sangat kekar badan nya sangat bagus dan kekuatan nya benar-benar sangat mengerikan.
Raja raksasa itu ketika melihat Zear dia tersenyum senang.
Begitu pula dengan Zear.
Mereka berdua saling mengetahui satu sama lain.
Bahwa di antara semua orang yang ada di ruangan itu, yang paling kuat adalah Zear dan raksasa itu.
Zear juga mengetahui bahwa Raja raksasa itu adalah seorang Primordial demon.
Sedangkan raja raksasa itu mengetahui bahwa Zear adalah orang yang bisa mengalahkan salah satu teman nya, yaitu Primordial merah, sang penguasa api.