THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 64 Mencari Edwart



Zear dan yang lain nya sekarang mereka berada di ruangan diskusi, ruangan tersebut tertutup rapat.


Jadi tidak ada seorang pun yang bisa mendengarkan pembicaraan mereka.


"Zear sekarang dunia sedang ribut dengan masalah yang telah kita lakukan." Ucap Reyhan.


"Reyhan benar kak Zear setelah aku lihat-lihat di hp ku seluruh beritanya isinya mengenai kita." Ucap Fang Yin.


"Tapi kenapa kesannya berita ini tergolong seperti di lebih-lebihkan." Ucap Jane yang terlihat kesal.


"Kak Zear apa perlu kita memberikan negara Inggris pelajaran?" Tanya Devin.


Hanya dengan satu perintah Zear saja, Devin dan yang lain nya akan bergerak, dan memberikan pelajaran kepada negara Inggris.


"Itu tidak perlu, kita hanya akan membuang waktu saja, lebih baik kita membunuh seluruh keluarga Edwart." Ucap Zear.


"Aku setuju dengan Zear, kita akan melakukan seperti yang telah dia lakukan kepada keluarga Mina." Ucap Reyhan.


"Aku juga setuju, Reyhan apa informasi mengenai keluaraga Edwart kau sudah memilikinya?" Tanya Devin.


"Tentu saja sudah, tapi keluarga Edwart cukup banyak dan mereka tersebar di berbagai negara." Ucap Reyhan.


"Tidak masalah kita hanya perlu membagi tugas lagi saja." Ucap Fang Jiali.


"Yang terpenting kita harus membalas mereka dengan balasan yang setimpal, aku benar-benar sangat membenci orang-orang seperti Edwart." Sahut Red.


"Sebelum itu Reyhan apa kau sudah memberitahu seluruh dunia bahwa kita mencari Edwart?" Tanya Zear.


"Belum kak Zear untuk hal itu aku akan memanggil seseorang untuk menyabotase seluruh siaran langsung di seluruh dunia." Ucap Reyhan.


"Mungkin sebentar lagi dia akan sampai ke sini, Zear dia sangat mengidolakan mu."


"Bahkan saking mengidolakan mu dia ketika di mintai untuk mengurusi pekerjaan ini, dia terlihat sangat bersemangat dan dia ingin sebagai bayaran dari perkerjaan nya, dia ingin bertemu dengan mu"


"Jadi aku mohon kerja sama nya." Ucap Reyhan.


"Ya itu tidak masalah aku tak mengerti kenapa dia mengidolakan ku yah." Ucap Zear.


"Reyhan informasi tentang keluarga Edwart." Ucap Jane yang mengingatkan Reyhan, karena sepertinya dia lupa.


"Ah iya hampir saja aku lupa, padahal aku sudah menyiapkan nya." Ucap Reyhan.


"Zear, Jane. Aku rasa masalah pekerjaan membunuh keluarga Edwart, aku rasa lebih baik kalian menyerahkan nya pada kami semua." Ucap Reyhan.


"Aku setuju dengan Reyhan tuan, tuan lebih baik berfocusan untuk mencari bajingan itu" Ucap Red.


"Baiklah aku setuju setuju saja, Jane bagaimana?" Tanya Zear.


"Aku juga setuju" Ucap Jane.


"Baiklah kalau begitu sudah di putuskan." Ucap Reyhan sambil membagikan sebuah kertas pada Devin dan yang lain nya.


"Semuanya sudah di jelaskan di sana, kalian bacalah terlebih dahulu, dan jika tidak ada yang mengerti kalian dapat bertanya padaku." Ucap Reyhan.


Mereka semua pun membaca informasi yang di berikan oleh Reyhan dan mereka semua pun mengangguk mengerti.


Mereka semua pun langsung memutuskan untuk pergi sekarang, mereka berniat menyelesaikan semuanya dengan sangat cepat.


Reyhan dan yang lain nya di sini pergi menggunakan pasukan bayangan Zear.


Begitu pula dengan Fang Yin, dia benar-benar memberanikan diri.


Dia berubah secara drastis, itu semua karena kali ini masalahnya sangat serius.


Jadi mau tidak mau dia harus menghadapi ketakutan nya sendiri.


Fang Yin sama sekali tidak ingin mengecewakan Zear.


Jadi dia melakukan hal yang menakutkan baginya, dia tidak peduli.


Setelah mereka pergi suasana menjadi sepi.


Dan sekarang di ruangan diskusi hanya ada Zear dan Jane saja.


Jane tiba-tiba menjatuhkan badan nya ke arah Zear.


Zear di sini langsung memeluk Jane sambil mengelus rambutnya.


Jane dan Zear keduanya terlihat sangat sedih, bagaimana pun juga mereka berdua mengurus Mina sudah cukup lama.


Mina bagi mereka berdua seperti anak sendiri.


Itulah alasan mengapa mereka berdua sekarang sangat sedih.


Mereka berdua bingung, harus bagaimana.


Mina apa dia bisa menerima kenyataan nya, atau tidak.


Mina dia selalu membicarakan kedua orang tua nya dan kakak nya.


Dia selalu percaya bahwa keluarganya itu baik-baik saja.


Dia anak kecil yang polos yang tidak mengetahui apapun, namun walaupun seperti itu dia sudah mengalami pahitnya hidup.


Seperti berjuang menahan lapar, menahan rindunya kepada kedua orang tua nya, tinggal di pinggir jalan.


Mengalami penghinaan dari banyak orang.


Hidup Mina benar-benar sangat sedih.


Zear dan Jane jika mengingat perjalanan hidup Mina, mereka selalu sedih.


Di tambah sekarang dengan berita bahwa seluruh keluarga Mina telah di bunuh dengan sadis.


Membuat Zear dan Jane syok.


Itu juga alasan mengapa Zear, Jane, Devin dan yang lain nya sangat marah sangat kesal terhadap Edwart.


Mereka benar-benar sangat membenci bajingan bernama Edwart itu.


Setelah berpelukan cukup lama, Jane ingin bertemu dengan Mina dan bermain dengan Mina.


Sedangkan Zear kedatangan seorang tamu yang tidak lain adalah teman nya Reyhan.


Teman nya Reyhan dia datang menggunakan helikopter pribadi milik nya.


Dan dia memarkirkan helikopternya tepat di halaman depan istana Zear.


Zear langsung menyambut mereka dengan senyuman.


Mereka yang mengetahui itu adalah Zear, mereka terlihat sangat senang kegirangan.


Mereka seperti tidak mempercayai bahwa mereka bisa bertemu dengan Zear idola mereka.


Zear pun menghampiri mereka "Selamat datang di Paradise island saya Zear." Ucap Zear sambil berjabat tangan dan tersenyum.


Jantung mereka bertiga hampir copot karena sangat senang, mereka dapat berjabat tangan dengan Zear.


Mereka menunjukan ekpresi yang begitu senang.


Zear dan mereka bertiga pun sedikit mengobrol.


Karena saking senangnya mereka, mereka sampai bertingkah bodoh.


Mereka terlihat tegang dan tidak karuan.


Mereka juga disini meminta tanda tangan Zear.


Zear pun memberikan tanda tangan nya pada mereka.


Mereka kembali terlihat sangat senang, mereka menganggap diri mereka sebagai orang yang paling beruntung di dunia.


Karena dapat bertemu langsung dengan Zear berjabat tangan dengan Zear dan mendapat tanda tangan langsung dari Zear.


"Tuan Zear tuan Reyhan bilang bahwa tuan Zear membutuhkan bantuan untuk menyabotase siaran langsung seluruh dunia, itu untuk apa tuan Zear?" Tanya Rivaldi.


"Untuk mencari seseorang bernama Edwart, dia adalah orang yang telah membunuh salah satu keluarga ku." Ucap Zear yang terlihat sedih.


Mereka bertiga pun terlihat sedih juga.


"Aku turut berduka cita tuan maaf karena telah bertanya masalah yang sensitif." Ucap Rivaldi.


"Tidak masalah." Ucap Zear sambil tersenyum.


"Tuan Zear tenang saja kami bertiga akan melakukan yang terbaik." Ucap Tabi.


"Ya tuan serahkan pada kami bertiga." Ucap Refi.


Mereka bertiga tiba-tiba menunjukan wajah serius nya.


Dan mereka bertiga pun mulai bekerja.