THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 56 Melawan para Dewa



"Apa itu artinya kau meremehkan kami Zear?" Tanya Reludo.


"Tidak, tentu saja tidak, Istriku, Red, Fang Jiali, Devin. Mereka ingin mencoba melawan kalian, jadi bagaimana apa kalian menerima tawaran mereka?" Tanya Zear.


"Begitu yah aku rasa aku tidak masalah dengan hal itu." Ucap Rv.


"Rv?" Tanya Reludo.


"Reludo sudah di beri yang mudah jangan mencari yang sulit oke?" Ucap Kromusa.


"Kromusa benar, kami mohon kerja sama nya Reludo." Ucap Keonal sambil tersenyum dengan penuh maksud.


"Iya baiklah jadi kita semua setuju." Ucap Reludo.


"Kalau begitu ayo kita lanjutkan pertarungan nya, nah sekarang Jane, Devin, Red, Fang Jiali, silahkan memilih lawan kalian." Ucap Raguel.


Devin pun disini ingin melawan Kromusa, Fang Jiali ingin melawan Gabriel, Jane ingin melawan Rv, dan Red dia ingin melawan Reludo.


"Jadi apa aku tidak memiliki lawan lagi? Haah (Menghela nafas lemas) Sangat membosankan, Zear bagaimana jika kita bertarung?" Tanya Raguel.


"Boleh saja, tapi setelah mereka semua bertarung bagaimana?" Tanya Zear.


"Ya itu boleh saja terserah pada mu."


"Baiklah sudah di putuskan."


Mereka berdua terlihat biasa saja, padahal pembicaraan yang mereka lakukan, merupakan pembicaraan yang berat.


Namun mereka sama sekali tidak peduli, berbeda dengan para Dewa yang sedang mendengarkan pembicaraan Zear dan juga Raguel.


Mereka benar-benar di buat terkejut lagi.


Mereka tidak menyangka sama sekali ada yang berani melawan Raguel.


Dan di tambah Zear menjawab nya dengan santai.


Membuat mereka merinding berkeringat dingin.


Ketenangan Zear bagi mereka adalah hal yang luar biasa.


Tapi bagi mereka juga ini merupakan hal yang menarik, mereka ingin melihat siapa yang menang jika pemimpin 8 iblis tak berperasaan.


Bertarung dengan pemimpin para Dewa, Dewa paling kuat di antara Dewa yang lain, yang tidak lain dia adalah Raguel.


Dalam hati mereka, sekarang mereka sangat tidak sabar untuk melihat pertarungan Zear dan juga Raguel.


Orang terkuat di dunia akan bertarung, itu merupakan hal yang sangat langka.


Ya walaupun pertarungan nya, bisa di bilang hanya pertarungan biasa seperti latihan lagi.


Tapi tetap saja sangat langka.


"Karna aku sangat malas, nyonya Jane istri nya Zear, bagaimana jika kita bertarung terlebih dahulu?" Tanya Rv.


"Tentu." Jawab Jane singkat.


"Devin apa tidak lebih baik kita duluan yang bertarung?" Tanya Kromusa.


"Tidak." Ucap Devin yang kemudian mendekat kearah Kromusa dan berbisik sesuatu.


"Pemimpin sebenarnya dari 8 iblis tak berperasaan adalah kak Jane, kak Zear dia benar-benar sangat takut kepada kak Jane, jangan buat kak Jane marah atau kau nanti tinggal nama, percayalah pada ku." Bisik Devin.


Kromusa pun menganggukan kepala nya.


"Yah aku rasa, aku bisa bertarung nanti heehehehe." Ucap Kromusa.


Akhirnya Jane dan Rv pun ada di arena pertarungan.


Singkatnya pertarungan di mulai.


Rv dan Jane sama-sama belum mengeluarkan senjata nya.


Pedang China milik Rv masih berada di punggung Rv dan belum dia gunakan.


Sedangkan pedang es milik Jane masih di simpan di cincin samudra miliknya.


Jane dan Rv mereka berdua di sini langsung mengeluarkan aura mereka masing-masing.


Mereka ingin menyelesaikan pertandingan ini dengan cepat.


Rv pun melesat ke arah Jane dengan sangat cepat.


Jane membuat batu es runcing yang banyak di depan nya dan ukuran nya sangat besar.


Rv pun tampak terkejut, namun dia terus menerobos es itu dan menghancurkan nya menggunakan pedang miliknya.


Rv pun sudah berada di dekat Jane, namun tak di sangka-sangka Rv melakukan kecerobohan.


Rv terkejut karena tiba-tiba Jane berada di depan nya, Jane pun disini langsung memukul pipi Rv dengan sangat keras menggunakan tangan kanan nya.


Rv pun terhempas sampai menabrak pelindung di sana.


"Untung saja Devin memberitahuku selamat-selamat, istri dan suami sama-sama mengerikan." Batin Kromusa yang takut kepada Jane.


Karena Jane sangat kuat bisa melukai Rv sang Dewa kemalasan.


"Hahhaha Jane istri mu sangat kuat Zear." Ucap Raguel.


Para Dewa yang mendengar hal itu mereka sangat terkejut dengan ungkapan yang diberikan Zear.


Mereka membayangkan bahwa Zear kalah bertarung.


Ya mereka di sana terjadi miss komunikasi.


Pukulan Jane kena telak terhadap Rv, Rv masih terbaring di ujung.


Dia terus meraba pipinya yang menjadi es beku.


Rv terlihat kesakitan.


"Aku menyerah." Ucapan Rv yang membuat para Dewa lain terkejut.


"Terima kasih karena telah bertarung dengan ku." Ucap Jane yang langsung meninggalkan arena.


Dan sekarang Jane berada di sisi Zear.


"Kamu sangat hebat seperti biasanya," Ucap Zear.


"Iya terima kasih." Ucap Jane, yang terlihat senang karena di puji Zear.


Mereka berdua pun saling bertatapan dan tersenyum satu sama lain.


"Aku rasa sekarang aku jadi ingin memiliki istri." Batin Keonal.


Yang iri karena melihat Zear dan Jane yang selalu bermesraan.


Kalau kata Reyhan bucin tidak tau tempat.


Setelah itu pertarungan antara Kromusa dan Devin pun di mulai.


Kromusa di sini menggunakan senjata double dagger berwarna hijau.


Sedangkan Devin memakai katana berwarna hitam.


Mereka bertarung langsung menggunakan senjata mereka masing-masing.


Mereka juga langsung mengeluarkan aura kekuatan mereka.


Mereka berdua memiliki kecepatan yang sama-sama mengerikan.


Mereka berdua dari awal langsung melesat dengan cepat secara bersamaan.


Dan mereka berdua terus bertarung menggunakan senjata.


Mereka bertarung dari sisi lain ke sisi lain nya.


Membuat arena hancur sedikit.


Tapi pertarungan mereka membuat semua orang terpukau.


"Rv kenapa kau menyerah padahal kau masih bisa melanjutkan pertarungan bukan?" Tanya Reludo.


"Tidak aku tidak bisa, luka yang diberikan oleh Jane ini sama sekali tidak bisa di sembuhkan." Ucap Rv.


Yang membuat Reludo terkejut.


"Bagaimana bisa? Apa kau yakin kau sudah menggunakan skill penyembuhan mu?" Tanya Reludo.


"Aku yakin, aku sudah menggunakan skill penyembuh ku, tapi tidak ada pengaruhnya sama sekali terhadap luka yang diberikan oleh Jane."


"Ini pun aku sembuh karena ramuan yang diberikan oleh Zear." Ucap Rv.


"Aku mengerti."


"Bukan kah mereka semua terlalu mengerikan?"


"Apa mereka semua masih bisa di sebut sebagai manusia? Maksud ku kekuatan mereka benar-benar terlalu over power, berada di luar akal manusia." Batin Reludo.


Devin di sini berhasil melukai Kromusa, sedangkan Devin dia masih terlihat baik-baik saja.


Luka bekas tebasan katana Devin terlihat jelas di wajah dan badan Kromusa.


Tapi Kromusa dia tersenyum senang, bukan nya takut itu semua karena dia baru menemukan lagi seseorang yang lebih kuat darinya.


Ia sangat senang karena masih ada orang lain yang bisa menandingi kecepatan nya.


"Devin majulah keluarkan seluruh kekuatan mu." Ucap Kromusa.


"Baiklah." Devin yang membalas senyuman Kromusa.


Mereka berdua pun melesat kembali dari arah berlawanan, dan ketika kekuatan mereka beradu terjadi sebuah ledakan besar di arena.


Ledakan aura hijau dan hitam pekat.


Namun pada akhirnya kami melihat Kromusa yang terhempas menabrak tembok pelindung di sana.


"Aku kalah." Ucap Kromusa.


Devin pun di sini memenangkan pertarungan, tanpa luka sedikit pun.


Sedangkan Kromusa dia terluka parah dan menyerah.