
"KAK BAGAIMANA INI KITA SUDAH MENGUNGKAPKAN IDENTITAS KITA KEPADA PENJAGA ITU, TAPI PENJAGA ITU TETAP SAJA NGEYEL DAN TIDAK MEMBIARKAN KITA BERTEMU DENGAN GABRIEL." Edwart yang terlihat kesal.
"DIAMLAH AKU SEKARANG SEDANG KESAL!!!!!!! HIDUP KU SEMUANYA BERANTAKAN GARA-GARA DIRIMU!!!!!!"
"APA KAU MENYALAHKAN KU LAGI HAH?"
"YA TENTU SAJA KALAU BUKAN GARA-GARA KAU YANG MENCARI MASALAH DENGAN KELUARGA RINA, MUNGKIN HAL BURUK SEPERTI SEKARANG TIDAK AKAN MENIMPA KITA."
"LAH TAPI YANG MENYURUH UNTUK MEMBUNUH KELUARGA RINA BUKAN NYA KAKAK!!"
"IYA BENAR TAPI TETAP SAJA KAU YANG SALAH SUDAH LAH DIAM KAU MENGELUH TIAP HARI TELINGA KU SAKIT DASAR BODOH."
"Cih......" Edwart yang tengah kesal dengan kakaknya itu.
Rico dia yang kesal sekarang sedang membaca sebuah berita yang sedang hits.
Rico ketika membaca berita itu dia menunjukan wajah yang terkejut.
Dia benar-benar sangat syok, dia membaca berita tersebut sambil melotot.
Jantung dia berdebar dengan sangat kencang.
Dia merasakan yang namanya kesedihan.
"Kak kau kenapa?" Tanya Edwart.
Namun Rico tidak membalas perkataan Edwart dia terus memandangi berita itu dengan tatapan yang kosong.
Edwart yang penasaran dia mengambil berita itu dari Rico dan dia membacanya.
Ekspresi dia tidak jauh berbeda dengan Rico.
Dia terlihat sangat syok.
Mereka berdua menunjukan tatapan yang kosong.
Mereka menunjukan wajah kesedihan, mereka juga merasakan yang namanya ketakutan.
Mereka berdua tidak bisa berkata-kata dan hanya terdiam, dan terlihat sedih air mata mereka tiba-tiba keluar.
Itu semua karena mereka berdua membaca berita bahwa keluarga besar mereka, semuanya di bantai oleh 8 iblis tak berperasaan.
***
"Tuan maafkan karena telah menganggu waktu tuan." Ucap salah seorang prajurit milik Gabriel.
"Ya ada apa kau datang kemari?" Tanya Gabriel yang tengah duduk di kursi raja.
"Tuan sudah beberapa hari ini, ada orang yang datang ke istana dan ingin bertemu dengan tuan, dia bilang bahwa dia mengenali tuan." Ucapnya.
"Siapa?" Tanya Gabriel.
"Pada awalnya mereka memberikan nama palsu, namun pada akhirnya mereka mengungkapkan identitas asli mereka." Ucapnya.
"Aku rasa mereka adalah orang gila tuan, dan nama mereka adalah Edwart dan Rico." Ucapnya.
Mendengar hal itu Gabriel menunjukan wajah terkejut bukan main, dia langsung berdiri dari singgahsana nya.
Prajurit itu pun terlihat ketakutan, karena dia takut dia telah melakukan kesalahan.
"APA YANG KAU MAKSUD ADALAH EDWART INI?" Tanya Gabriel sambil menunjukan sebuah foto.
"Iya itu benar tuan."
"BODOH BODOH BODOH BODOH APA KALIAN TIDAK MENDENGAR BERITA NYA HAH?"
"Be-berita a-apa tuan?" Tanyanya yang bergemetar ketakutan, karena Gabriel yang terlihat sangat murka.
"CIH...DASAR BODOH Berita tentang 8 iblis tak berperasaan yang mencari orang ini." Ucap Gabriel.
"Haih kalian ini bodoh sekali, intinya berikan perintah kepada seluruh pasukan untuk mencari orang itu, aku juga akan ikut mencari nya." Ucap Gabriel.
"Baik tuan akan saya laksanakan." Ucap nya yang sedang kebingungan.
"Sial sial sial sial aku harus segera menemukan nya, jikalau Zear yang menemukan nya duluan bisa-bisa aku di sangkat menyembunyikan mereka berdua, jika hal itu terjadi sialllll maka hidupku hancur sudah." Batin Gabriel yang sedang khawatir.
Gabriel pun segera pergi dari sana dan mencari Edwart dan juga Rico.
"Oh yah tapi sebelum itu alangkah baiknya aku menghubungi Zear, dan memberitahu nya bahwa Edwart dan juga Rico berada di pulau ku, itu semua agar aku terhindar dengan yang namanya fitnah." Batin Gabriel.
Dengan segera Gabriel pun menghubungi Zear.
"Zear, Edwart orang yang kau cari berada di pulau ku." Ucap Gabriel.
"Aku akan kesana." Ucap Zear yang mematikan telepon nya tanpa basa-basi.
"Zear dia memang mengerikan, aku yang menelepon dia saja bisa membuatku merinding ketakutan seperti ini. Baiklah sekarang saatnya mencari orang bodoh yang berani menantang Zear." Batin Gabriel.
***
"Gabriel menelopon ku, dia bilang bahwa Edwart orang yang kita cari selama ini berada di pulau nya." Ucap Zear.
"BAIKLAH KALAU BEGITU AYO KITA PERGI." Ucap Jane yang terlihat tidak sabar untuk menyiksa Edwart.
Mereka 8 iblis tak berperasaan pun dengan segera pergi ke pulau milik Gabriel.
Mereka pergi mengunakan kendaraan biasa, pasukan bayangan Zear dan Red.
***
Rico dan Edwart sekarang mereka sudah sadar dari kesedihan mereka.
Di dalam hati mereka, mereka ingin tetap hidup apapun yang terjadi.
Mereka harus membalaskan apa yang telah di lakukan oleh 8 iblis tak berperasaan pada mereka.
Mereka berdua mengalami hidup yang sangat sulit, di tambah keluarga mereka yang telah mati semua.
Mereka berdua sekarang berniat meminta bantuan pada para bangsawan.
Namun ketika mereka berdua ingin kabur.
Mereka di halau oleh Gabriel dan ribuan pasukan nya.
Mereka berdua yang di halau oleh Gabriel.
Justru mereka berdua terlihat sangat kesenangan dan sangat bergembira.
"Tuan Gabriel akhirnya anda menemui kami berdua, senang bertemu dengan mu tuan Gabriel hahaha." Ucap Rico.
"Tuan kemari pasti ingin bekerja sama dengan kami bukan? Untuk membalaskan dendam kita pada 8 iblis tak berperasaan yang tidak tau malu itu!!!" Ucap Edwart.
Mendengar ocehan mereka berdua, membuat Gabriel sangat marah dan murka.
Gabriel mengeluarkan aura kekuatan nya, dan membuat Rico dan juga Edwart ketakutan.
Bagaimana pun juga Gabriel adalah seorang Dewa kekuatan dia tidak sembarangan, dia adalah orang yang sangat kuat.
"TUAN APA YANG TUAN LAKUKAN? KENAPA TUAN TERLIHAT MARAH, APA SALAH KAMI TUAN?" Tanya Rico.
"Iya tuan? Maafkan kami jika kami melakukan kesalahan." Ucap Edwart.
"DIAM!!!!!!!!!" Teriakan keras yang membuat Edwart dan juga Rico ketakutan.
"GARA-GARA KALIAN HAMPIR SAJA NYAWAKU TERANCAM DASAR DUA ORANG BODOH!!!!!"
"Berani sekali kau mencari masalah kepada Zear sang pemimpin para Dewa." Ucap Gabriel.
Yang membuat mereka berdua terkejut, dan sampe syok berat.
Gabriel pun di sini melesat dengan sangat cepat dan menendang perut mereka berdua dengan sangat keras.
Mereka berdua pun terhempas sangat jauh.
Dari daerah pemukiman sampai ke pantai.
Benar-benar sangat jauh.
"KALIAN SEMUA TANGKAP MEREKA BERDUA DAN BAWA MEREKA BERDUA KE ISTANA." Ucap Gabriel.
"Baik tuan akan segera kami laksanakan." Ucap mereka semua.
"Hufttt dengan begini aku bisa selamat dari kematian, dan aku bisa menjalin hubungan yang lebih baik lagi dengan Zear." Gabriel yang bernafas dengan lega.
Dia pun akhirnya kembali ke istana dan menunggu kedatangan Zear.
Akhirnya rombongan Zear pun datang ke pulau Gabriel.
Mereka di sambut hangat oleh para bawahan Gabriel.
Disini Gabriel sudah menyiksa Edwart dan juga Rico.
Gabriel juga sudah mengikat salib Edwart dan juga Rico.
Intinya kondisi mereka sangat memprihatinkan.
Mereka berdua benar-benar sangat tersiksa sekarang.
Belum lagi di tambah dengan siksaan dari Zear dan yang lain nya, yang pastinya mereka sebentar lagi tidak ingin hidup.
Melainkan ingin mati.
Btw kalau novel ini crazy up terus bakal di rekomendasikan oleh mangatoon ga yah aoawkkakwka
Dan apa menurut kalian Novel ini semakin menarik v: hanya butuh saran dari kalian v: