
Tempat pijakan mereka tidak kuat menahan aura kekuatan mereka berdua.
Mereka berjalan perlahan, setiap pijakan mereka dapat membuat retak tanah di sana dan membuat cekungan sedalam mata kaki.
Tatapan mereka berdua sama-sama tajam dan mereka berdua sama sekali tidak berkedip dan tidak mengalihkan pandangan mereka.
Mereka berdua benar-benar sangat fokus.
Tidak ada yang berbicara mereka berdua saling menganalisa satu sama lain.
Oscar tiba-tiba berada di depan Zear. Dia ingin menendang Zear.
Zear bertahan menggunakan kedua tangan nya, namun tetap saja Zear terhempas cukup jauh.
Kedua aura mereka saling bertabrakan, tanah di sana hancur dan menjadi cekungan.
"Serangan Oscar sangat gila, tangan ku sampai merasakan sakit, dan aku rasa tendangan dia dapat menghancurkan satu kota."
"Melawan Dewa memang beda rasanya, tapi ini membuat ku sangat bersemangat." Batin Zear yang tersenyum.
Oscar dan Zear pun saling beradu pukulan dan tendangan.
Mereka berdua pun terus bertukar serangan.
Mereka berdua bergerak dengan sangat cepat, dan pertarungan mereka sama sekali tidak bisa di lihat oleh mata.
Tempat mereka bertarung merupakan alam yang tidak ada penghuninya, alias planet yang tidak berpenghuni.
Kali ini di tempat sana tidak ada yang namanya pelindung, jadi mereka berdua bergerak leluasa.
Jika ada pelindung pun kemungkinan pelindung itu akan hancur dan akan menjadi percuma saja.
Mereka berdua tersebut bertarung mengitari satu planet tersebut.
Mereka bertarung di udara darat.
Mereka juga saling menghempaskan satu sama lain.
1 Serangan mereka dapat menghancurkan tempat yang mereka injaki.
Zear berpikir jika ia bertarung di bumi dengan Oscar, maka bumi sudah hancur dari tadi.
Mereka berdua saling menerima banyak luka, namun seperti yang di duga, luka bagi mereka tidak berpengaruh.
Karena mereka berdua memiliki skill regenarasi tingkat tinggi.
Oscar terlihat takjub dengan kekuatan Zear.
Mereka berdua telah bertukar serangan sebanyak ratusan ribu kali.
Dan mereka berdua sekarang sedang mengambil nafas beristirahat sejenak, mereka tidak bertarung secara serius.
Mereka berdua hanya bertarung untuk senang-senang saja.
Zear sama sekali tidak menyangka bahwa Dewa kegelepan adalah Oscar.
Begitu pula dengan Oscar dia tidak menyangka bahwa orang yang akan menjadi calon Dewa selanjutnya adalah Zear.
"Kau memang benar-benar pantas menjadi seorang Dewa Zear, kekuatan mu sudah setara dengan para Dewa, walaupun kau belum di nobatkan menjadi Dewa, aku sangat takjub dengan kekuatan mu itu." Ujar Oscar.
"Apa kau tidak terlalu memujiku?"
"Tidak kenapa kau sangat tidak percaya pada ku." Jawab Oscar.
"Ya mau bagaimana kau adalah orang yang terlihat sangat mencurigakan Oscar." Ujar Zear.
"Apanya yang mencurigakan?" Tanya Oscar dengan wajah datar.
"Semuanya."
"Ya terserahmu lah Zear ayo kita lanjutkan pertarungan nya, tadi baru pemanasan saja." Ujar Oscar.
"Baiklah." Kali ini Zear menciptakan sebuah bola yang berukuran sangat besar berdiameter 150 meter.
"APAKAH KAU GILA ZEAR." Teriak Oscar.
"Ini biar cepat selesai saja." Ujar Zear.
Oscar pun yang merinding ketakutan dia langsung menciptakan sebuah dinding berwarna hitam.
Dinding tersebut sangatlah besar dan terdapat 30 lapisan tembok yang sangat besar untuk melindungi Oscar.
Zear pun melancarkan serangan nya.
[Destrucion of god] Bola itu pun mengeluarkan sebuah laser yang sangat besar berwarna putih.
Serangan Zear pun menabrak pelindung milik Oscar. Pelindung Oscar pun menahan serangan Zear.
Namun tetap serangan Zear berhasil menghancurkan satu persatu tembok yang di buat oleh Oscar.
Dan akhirnya sampai lah keujung tempat Oscar berada.
Oscar sangat terkejut dengan serangan Dahsyat Zear.
"Apa dia itu gila, apa dia berniat untuk menghancurkan planet ini." Batin Oscar yang sekarang masih bertahan menggunakan pelindung berwarna hitam nya.
Yang mengitari tubuhnya.
"Aku harus menahan serangan Zear, jika tidak planet ini akan hancur dan pertarungannya nanti akan berlanjut dimana, Zear apa dia benar-benar gila sampai-sampai ingin menghancurkan planet ini."
"Apa jangan-jangan dia tidak tau lagi seberapa kuat serangan dia, dasar bodoh."
"Apa dia tidak tau bahwa kekuatan dia sudah sampai pada tahapan Dewa." Batin Oscar yang kepanikan.
Oscar pun bertahan dengan sekuat tenaga nya.
Zear pun akhirnya menghentikan serangan nya, dan serangan nya itu pun meledak di tempat Oscar, serangan itu pun meledak dengan sangat dahsyat.
Ledakan tersebut ledakan berupa aura berwarna putih yang dapat menyelimuti sekitar seperempat planet itu.
Sekarang tempat mereka berdua pun hancur sepenuhnya.
Planet itu hampir hancur tapi untungnya planet tersebut di lindungi oleh Oscar.
Walaupun seperti itu kerusakan dari planet tersebut tidak dapat di hindari.
Oscar pun juga terluka parah. Ia tidak menyangka bahwa Zear benar-benar ingin menghabisi planet tersebut.
Oscar pun mendekat ke arah Zear.
"Zear apa kau sudah gila."
"Hheheh maafkan aku, aku tidak tau bahwa skill yang kukeluarkan tadi bisa berdampak semengerikan itu." Ujar Zear dengan wajah tidak merasa bersalahnya.
"Bukannya aku sudah bilang dari awal kau adalah calon Dewa, jadi skill mu tentu saja pasti ada yang dapat menghancurkan 1 dunia dengan mudah seperti skill mu yang tadi, jadi berhati-hatilah dalam penggunaan skill mu itu, tadi itu terlalu mengerikan, untung saja yang kau lawan adalah aku, jika orang lain maka sudahlah planet ini dan orang yang kau lawan, akan mati mengenaskan." Ujar Oscar yang terlihat kesal.
"Ya maafkan aku lagi pula aku sudah memperhitungkan nya bahwa kau pasti bisa menahan serangan ku itu dan melindungi planet ini hahahaha." Zear yang tertawa tanpa merasa bersalah.
"Dasar gila." Ujar Oscar dengan wajah datarnya.
"Hhahahhaha jadi maafkan aku hahaha."
"Sudah jangan kesal seperti itu, lagi pula tidak terjadi sesuatu yang mengerikan kan hahaha"
"Iya kau benar tapi tadi sangat berbahaya, untung saja aku yang kau lawan." Ujar Oscar.
"Skill mu itu sudah bisa menghancurkan satu planet yang sangat besar ini, skill mu itu tidak boleh di gunakan di bumi, jika sampai kau menggunakan nya sembarangan maka para Dewa bisa saja menghukum mu." Ujar Oscar.
Zear yang mendengarkan perkataan Oscar pun keheranan, Zear sama sekali tidak mengerti maksud dari Oscar.
Zear pun di sini berniat untuk bertanya banyak hal kepada Oscar, tapi sebelum itu dia ingin memastikan apa dia lolos seleksi dan mendapatkan hadiah atau belum.
Zear tadi ingin mencoba salah satu skill terkuatnya, yang baru ia dapatkan.
Dan ia sama sekali tidak menyangka bahwa serangan tersebut sangat mengerikan dan termasuk kedalam serangan para Dewa.
Zear tidak menduganya, Zear sebelum mencoba skill itu, ia juga berpikir panjang, dan pada akhirnya dia ingin mencoba nya.
Karena Zear yang bahwa Oscar pasti dapat menahan serangan Zear. Lagi pula dia adalah satu satu Dewa.