THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 29 PERANG BESAR 4



Zear saat ini sedang berada di tepi pantai, ia kemudian mengeluarkan pedang nya.


"Kali ini aku akan mencoba apa pedang ini benar-benar kuat atau tidak."


Zear pun mengeluarkan energi berwarna biru yang sangat besar di seluruh tubuhnya.


Kemudian ia pun mengambil kuda-kuda untuk mengayunkan pedangnya.


Pasir disana menjadi sedikit beterbangan akibat energi yang Zear keluarkan.


Energi itu mulai terserap dengan cepat ke pedang Zear, dan seketika itu semuanya menjadi hening.


Tangan Zear sekarang mengeluarkan cahaya warna putih sedangkan pedang Zear mengeluarkan aura berwarna biru yang padat.


[Ultimate Skill God Slash] Dalam keheningan itu Zear mengayunkan pedangnya kesamping dengan sangat cepat.


Sehingga membuat gelombang kejut yang berbentuk seperti bulan sabit, yang semakin jauh gelombang kejut itu semakin besar.


Bahkan panjangnya bisa mencapai 1000 meter ketika Zear mengeluarkan skill itu laut menjadi terbelah awan pun ikut terbelah.


Skill ini sama seperti yang di keluarkan oleh Zear pada saat melawan Hydra, bedanya disini hanya 1 yaitu Zear dapat benar-benar mengeluarkan 90 persen skillnya itu.


Dan tentu saja serangan itu lebih kuat.


Melihat serangan yang sangat besar dan cepat datang menuju kearah mereka.


Mereka semua pun menjadi panik, dengan segera semua orang disana juga membuat perlindungan dan menyerang juga.


Jutaan orang mengeluarkan kekuatan mereka termasuk 2 Dewa, mereka menyerang dengan sepenuh tenaga.


Mereka semua berharap agar serangan mereka dapat menghadang serangan milik Zear.


Tapi sayang ketika serangan mereka semua bertabrakan dengan serangan Zear.


Serangan mereka menjadi sia-sia, tak berpengaruh apapun bahkan pelindung yang mereka buat sama sekali tidak berfungsi di hadapan serangan Zear.


Serangan Zear terus melesat tak terhentikan hingga menabrak seluruh kapal dan orang yang ada di dalam sana.


Hanya dalam waktu beberapa detik itu jutaan pasukan termasuk dua Dewa yang sombong itu mati.


Seluruh kapal disana hancur tak tersisa.


Termasuk semua orang yang ada di dalam kapal itu semuanya mati tak tersisa sama sekali.


Tapi serangan Zear itu masih melesat sangat jauh tak terhentikan.


"Aku harap seranganku tak sampai ke sebuah negara dan menghancurkan nya." Batin Zear.


"Aku sangat terkejut sungguh sangat terkejut ternyata pedang ini sangat kuatttt."


"Aku tak menyangka pedang ini bisa menahan skill itu ya walaupun 90 persen tapi sepertinya jika 100 persen mungkin pedang ini masih kuat, tapi aku tak ingin terlalu membebani tapi aku ingin mencobanya apa pedang ini benar-benar kuat hehehe."


"Baiklah lain kali aku akan coba."


Jane, Reyhan, Devin, Fang Yin, Fang Jiali, Red, Hana, Licht, 10 jendral Licht, pasukan Licht yang melihat kejadian itu semuanya terdiam.


Intinya semua orang yang ada disana terdiam karna terkejut sama sekali tak bisa berkata-kata.


Zear pun kemudian mengeluarkan energinya sambil menatap Licht, Zear dapat melihat Licht yang melongo karna terkejut.


Zear pun membuat senyuman kemenangan bukan senyuman kemenangan lebih tepatnya senyuman mengejek.


Senyuman Zear seolah-olah berkata hanya segini saja?


Zear pun langsung berteleport ke depan Licht "Yo Dewa bodoh." Zear dengan senyuman mengejeknya.


10 Jendral Licht yang bertugas menjaga Licht terkejut dengan kedatangan Zear yang tiba-tiba tanpa di ketahui oleh mereka.


Mereka bingung sebenarnya kekuatan Zear itu apa, 10 Jendral Licht langsung saja mengambil senjata mereka dan menyerang Zear.


Namun sayang Zear dapat menghindari semua serangan mereka dan justru menyerang balik mereka, 10 Jendral itu terhempas cukup jauh sampai menabrak tembok disana.


Zear yang tersenyum itu merubah ekspresinya menjadi marah secara tiba-tiba sambil mengeluarkan aura yang sangat mengerikan.


"APA KAU YANG INGIN MEREBUT WANITAKU?" Ucap Zear.


Licht yang masih syok itu terdiam dan mengeluarkan keringat dingin yang benar-benar banyak dia terlihat sangat ketakutan sekarang.


Zear pun berteleport ke depan muka Licht "Kau tau kau harus sadar diri dasar bajinga*" Ucap Zear sambil memukul Licht dengan pukulan bisa tapi sangat kuat.


Licht pun terhempas jauh sampai menabrak tembok istananya,


Zear pun ingin menyusul Licht tapi tiba-tiba saja 10 jendral itu menyerang Zear.


Tapi Zear terlihat santai saja dan tiba-tiba saja Red dan yang lainnya datang dan menangkis seluruh serangan 10 Jendral itu.


"Kau pergilah serahkan yang disini pada kami." Ucap Reyhan.


"Reyhan benar biarkan kami bekerja sedikit kak Zear." Ucap Devin yang kesannya memohon.


"Itu benar tuan dari tadi kami hanya menonton saja biarkan kami mengurus ini tuan." Ucap RED yang di iyakan semuanya.


"Hahaha baiklah jika itu mau kalian." Zear pun menarik kembali semua pasukan bayangan nya.


"Sisanya aku serahkan pada kalian semua." Zear pun pergi masuk kedalam tanpa menghancurkan pintu.


Zear pikir pintu itu sangat mahal jadi sayang sekali jika di hancurkan.


 


Maaf banget maaf banget war yang kemarin kebanyakan bacot hahha setelah ku baca bener juga, gua yang bikin gua juga yang kesel hahaha sorry guys next time ga akan, akan ku perbaiki kedepannya btw makasih yang udh ngasih saran hahaha