THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 154 Peperangan terakhir



Oscar sekarang berada di lantai terakhir dari tower kematian, Oscar sekarang sedang berlutut kepada seseorang yang tengah duduk seperti seorang Raja.


Raja itu tidak lain adalah Dewa waktu, Dewa waktu pun menyuruh Oscar untuk tidak berdiri dan bersikap formal.


"Dewa waktu aku telah menyampaikan semuanya kepada Zear, maafkan saya itu semua karena saya memiliki janji padanya." Oscar yang terlihat ketakutan.


"Hal itu tidak menjadi masalah Oscar."


Mendengar itu Oscar pun kebingungan dengan Dewa waktu, Dewa waktu padahal menginginkan Zear menjadi Dewa baru, tapi ketika Zear memilih untuk tidak menjadi Dewa, kenapa Dewa waktu membiarkan hal itu.


Dewa waktu adalah orang yang sangat keras kepala, jika kata dia A maka harus A, tidak boleh B tapi sekarang, ada hal yang aneh dengan Dewa waktu.


"Kau tidak perlu kebingungan seperti itu Oscar, kau tidak mengetahui apa yang aku ketahui, jadi kau tidak perlu kebingungan, aku memaafkan atas tindakan yang telah kau lakukan, lagi pula bagiku hal itu tidak masalah, karena aku sudah mengetahuinya." Dewa waktu sambil tersenyum kepada Oscar.


Oscar pun merinding ketakutan, ia menelan ludah sendiri.


"Kalau begitu saya permisi dulu Dewa waktu." Oscar sambil berlutut memberikan hormat dengan sangat sopan.


"Ya."


Oscar pun sekarang sudah kembali ke istana kerajaan nya sendiri, sepanjang perjalanan sampai ke istana nya, ia berpikir tentang apa maksud dari Dewa waktu, tapi dia menemukan satu pun kesimpulan.


Yang terngiang-ngiang di otaknya adalah dia mengetahui apa yang aku tidak ketahui.


Oscar yang dari tadi berpikir namun satu hal saja yang ia dapat pastikan Zear mau tidak mau akan menjadi Dewa, itu semua karena sudah kehendak dari Dewa waktu, tapi bagaimana caranya Zear menjadi Dewa sedangkan ia sendiri tidak menginginkan nya.


Dan apa alasan Dewa waktu menginginkan Zear sebagai Dewa.


Oscar sama sekali tidak mengetahui dan tidak mengerti jalan pikiran dari Dewa waktu.


Dia pun menghela nafasnya dan mencoba untuk tidak memikirkan hal itu lagi.


***


Leviathan saat melihat pasukan milik Zear, ia bergemetar ketakutan, begitu pula dengan para komandannya, mereka semua sama sekali belum pernah melihat pasukan yang sangat mengerikan, seperti yang sedang mereka lihat sekarang.


Memang benar pasukan Zear tidak banyak hanya terdapat puluhan ribu saja, dan ukuran mereka rata-rata biasa saja.


Tapi kekuatan yang di miliki pasukan bayangan Zear sangatlah kuat. Leviathan dan yang lain nya mengetahui hal itu.


Mereka sama sekali tidak menyangka melawan manusia akan semerepotkan ini.


Rasanya mereka ingin mundur dari pertempuran tapi mereka tidak bisa melakukan hal itu, mereka pun langsung menyuruh pasukan nya untuk menyerang.


"Habisi mereka semua." Zear sambil mengangkat pedang Seri malaikat nya.


Pedang tersebut mengeluarkan cahaya berwarna putih yang sangat terang, membuat semua orang yang melihatnya takjub dan bersemangat.


Sedangkan jika musuh yang melihatnya mereka akan bergemetar hebat karena ketakutan dengan cahaya pedang yang di keluarkan oleh pedang Seri malaikat.


Pedang seri malaikat adalah pedang yang asalnya adalah pedang iblis yaitu pedang Beelzebub. Pedang tersebut berevolusi dan sekarang pedang tersebut menjadi pedang Seri malaikat.


Pedang tersebut tidak berubah bentuk, namun berubah auranya dan warna pedang tersebut menjadi putih bersih.


Para pasukan bayangan Zear pun melesat kearah para musuh.


Begitu pula dengan aliansi Zear, kecuali Jane dan yang lainnya, 8 iblis tak berperasaan di suruh Zear untuk tidak ikut bertarung terlebih dahulu.


Mereka tidak mengetahui alasan nya kenapa, tapi mereka tidak bertanya karena mereka percaya bahwa Zear pasti mempunyai rencana, dan pastinya Zear sudah memikirkan apa yang terjadi kedepan nya.


"Sayang apa ini akan menjadi peperangan terakhir?" Tanya Jane dengan wajah yang terlihat cukup sedih.


"Kamu kenapa sayang, kenapa kamu terlihat sedih seperti itu?" Tanya Zear yang merasa aneh.


"Entahlah aku juga tidak mengerti tapi aku merasa hal yang sangat buruk akan terjadi, dan aku juga mempunyai firasat bahwa ini adalah perperangan kita yang terakhir." Jawab Jane.


"Istriku memang pintar dan tidak bisa di bohongi hehehe, apa yang kamu katakan adalah benar sayang."


"Jadi kak Zear ini adalah peperangan terakhir kita?" Tanya Devin.


"Tapi bagaimana bisa jika peperangan ini akan menjadi peperangan terakhir kita, kita belum melawan pemimpin Primordial demon kan?" Tanya Fang Yin.


"Sebentar lagi kita akan melawan pemimpin Primordial demon, dia tidak akan membiarkan kita berbuat sesuka hati lagi, setelah kita mengalahkan ada kemungkinan pemimpin Primordial demon akan turun tangan, dan menghabisi kita semua." Ujar Zear yang membuat mereka syok terkejut.


"Tapi bagaimana jika pemimpin Primordial demon datang lebih cepat Zear? Kalau seperti itu jadinya kemungkinan kita akan sulit mengalahkan para monster itu." Ujar Reyhan.


"Itu tenang saja, aku akan memasang dominasi di sekitaran sini, sehingga pemimpin Primordial demon, tidak bisa datang kesini, tapi masalahnya aku tidak tau sampai mana dominasi ku itu bertahan."


"Yang pasti dan intinya kita harus mengalahkan mereka dengan cepat, aku akan melawan pemimpinnya, dan kalian bereskan sisanya." Ujar Zear.


Mereka semua pun menganggukan kepalanya.


***


"Bersiaplah untuk melakukan peperangan yang panjang, tidak ada kata mundur, dan tidak ada kata kegagalan, kita harus menyelesaikan nya." Ujar Leviathan pada para komandan nya.


"Baik tuan."


"Kenapa kalian terlihat ragu dan takut seperti itu?" Tanya Leviathan karena melihat komandan nya yang terlihat ragu.


"Tidak tuan." Jawab mereka semua dengant tegas, namun dalam hati mereka, mereka ketakutan.


Jangankan mereka Leviathan saja sama ketakutan, namun mereka semua menyembunyikan nya, dan mereka berpikiran positif akan menang dalam peperangan kali ini.


Padahal mereka tau kenyataan nya mereka akan kalah, mereka tidak bisa menang melawan Zear.


Mereka tau itu tapi mereka menolak untuk menyerah dan penasaran apa para manusia sekuat itu.


Pada akhirnya Leviathan dan yang lainnya, mereka semua mirip dengan para Primordial demon.


"Bagus, kalian akan melawan orang-orang itu dan pemimpinnya serahkan padaku, aku akan mengalahkan nya dalam waktu singkat, akan aku tunjukkan pada Behemoth dan Elathan." Ujar Leviathan.


"Baik tuan." Ujar mereka semua.