THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 18 2 tahun kemudian



Zear Saat ini sedang berada di sebuah mirip dengan arena tapi disisinya terdapat banyak batu dan laut yang sangat luas.


"Bagaimana pun caranya aku harus menjadi kuat, karna bagaimana pun juga banyak hal yang harus ku lindungi."


Ucap Zear dalam hati penuh dengan tekad.


"Selamat datang di tower kematian." Ucap seorang laki-laki bertubuh kecil memiliki sayap seperti kupu-kupu, sayapnya berwarna putih terang.


Ia berucap sambil memberikan hormat pada Zear, Zear sedikit terkejut karna penjaga tower kematian telah di ganti alias bukan si putri kerdil lagi.


Namun bagi Zear itu tidak masalah, justru ia merasa lebih bagus jika putri kerdil itu di ganti.


"Tuan apa tuan sudah mengetahui semua tentang tower kematian ini dari penjaga sebelumnya."


"Ya kurang lebih."


"Apa tuan ingin di jelaskan kembali?" Tanya orang itu dengan sopan dan hormat.


"Kenapa orang ini sungguh sangat sopan berbeda dengan putri kerdil, bisa dikatakan perbedaannya seperti langit dan bumi hmmm." Batin Zear.


"Ah tidak perlu tidak perlu hehe terima kasih sebelumnya."


"Baiklah kalau begitu tuan izinkan aku untuk memperkenalkan diri namaku adalah Michael, aku adalah penjaga tower kematian kedua."


"Uhm oke aku adalah Zear salam kenal dan mohon bantuannya untuk kedepannya."


"Siap tuan baiklah kalau begitu izinkan saya untuk memeriksa terlebih dahulu statistik anda."


"Ya silahkan."


Michael pun menscan Zear dan setelah selesai tiba-tiba muncul sebuah data berwarna biru.


[Statistik Kekuatan]


LEVEL 85/300


HP    = 80/100


STR  = 85/100


AGI   = 80/100


INT   =  90/100


DEX  = 80/100


"Sudah aku duga aku melemah." Batin Zear sambil melihat statistik itu.


"Tuan saya ingin bertanya terlebih dahulu apa tuan siap menghadapi stage berikutnya hanya dengan level segini? Maaf kalau pertanyaan saya lancang."


"Ah tidak apa santai saja hmmm aku akan tetap lanjut aku akan menghadapi stage selanjutnya."


"Baiklah jika itu keputusan tuan tapi selalu ingat kami para penjaga tidak bisa membantu apapun kecuali memberitahumu tentang informasi."


"Ya itu sudahlah cukup bagiku terimakasih Michael."


"Baiklah tuan kalau begitu apakah tuan ingin memulainya?"


"Ya." Jawab Zear sambil tersenyum senang.


"Bagaimana pun caranya aku harus menjadi lebih kuat."


***


Dua tahun kemudian di tower kematian.


"Sudah dua tahun lebihkah aku di tower kematian ini, itu pun jika aku hitung-hitung dan jika hitunganku tidak salah."


"Bagaimana kabar mereka yah, apa mereka baik-baik saja, aku ingin segera kembali ke rumah tapi sepertinya aku harus melawan bos tower kematian dulu."


"Saat ini aku akan melawan bos monster di lantai 200."


"Sudah dua tahun aku di tower kematian ini banyak kejadian yang sangat aneh."


"Contohnya tiba-tiba saja pas si lantai 180 aku mendapatkan sebuah title yaitu THE GOD OF LEVELING."


"Akibat pencapaianku itu penjaga tower kematian yaitu Charon memberikanku sebuah hadiah."


"Yaitu sebuah tangan dan mata, dan akhirnya aku menjadi manusia sempurna lagi."


"Tangan dan mata yang di berikan oleh penjaga tower kematian bukanlah tangan dan mata biasa."


"Tangan dan mata itu memiliki kekuatan, bahkan kata Charon sendiri tangan dan mata itu dulunya milik Dewa."


"Ya bisa di bilang tangan dan mata yang sekarang aku gunakan adalah tangan mata Dewa."


"Charon juga menjelaskan bagaimana cara menggunakan kekuatan tangan dan mata Dewa ini."


"Ouh yah jika kau bertanya kemana Michael, dia sudah di ganti pada saat aku masuk ke lantai 151."


"Ngomong-ngomong tangan dan mata dewa ini sungguh sangat over power."


"Kekuatan dari tangan dan mata ini sungguh sangat tidak masuk akal terutama mata."


"Mata ini memiliki nama yaitu True God Eye."


"Jika seseorang memiliki mata ini maka orang tersebut bisa berteleport ke tempat yang sudah kau kunjungi, bisa melihat sedikit ke masa depan, bisa menghentikan waktu."


"Sedangkan tangan sama over power juga tangan ini memiliki nama True God Hand."


"Orang yang mendapatkan tangan ini bisa mengendalikan gravitasi, kemudian lengan ini sangat kuat beribu-ribu kali lipat dari tangan biasa, bahkan hanya dengan menyentuh batu besar, batu itu akan hancur."


"Tapi menurut Charon tangan dan mata dewa kekuatannya bukan hanya itu saja masih ada lagi, tapi Charon sama sekali tidak mengetahuinya."


"Aku yakin para penjaga tower itu bukan tidak mengetahuinya hanya saja mereka tidak ingin memberitahukannya padaku, aku tidak tau alasannya."


"Tapi yasudahlah yang penting anggota tubuhku lengkap lagi, tidak sia-sia aku berlatih 2 tahun di tower kematian ini."


"Oh yah Pada awalnya aku sulit untuk mengendalikan mata dan tangan dewa ini tapi sekarang aku bisa mengendalikan sepenuhnya."


"Selain mendapatkan mata dan tangan, aku juga mendapatkan pedang legendaris di lantai 150, ya itu hadiah dari mengalahkan bos monster."


"Pedang ini memiliki warna putih tapi auranya berwarna biru dan gagangnya juga berwarna biru, pedang ini berukuran sedang."


"Selain itu pedang ini juga sangat pas di tanganku kemudian pedang ini juga sangat ringan, selain itu pedang ini juga sangat tajam, sekali tebasan biasa bisa membelah sebauh batu berukuran besar."


"Selain mendapatkan pedang aku juga mendapatkan sebuah armor tak terlihat di lantai 170."


"Bisa dikatakan armor itu sangat kuat dan armor itu akan terus menempel di tubuhku seperti armor itu sudah menempel di rohku ya bisa di katakan seperti itu hmm."


"Ya intinya armor itu seperti merasuk kedalam rohku."


"Selain itu juga aku mendapatkan beberapa benda berharga lainnya tapi yang paling berharga itu yang sudah kusebutkan tadi."


"Intinya aku semakin kuat bahkan levelku sekarang sudah mencapai 190."


"Dan yah sekarang energi dalam tubuhku seperti tak terbatas selain itu kekuatan fisikku juga meningkat secara drastis."


"Bahkan Charon pun mengakui kekuatanku, ia menyangka aku seperti dewa walaupun kekuatannya masih di bawah Dewa."


"Aku sempat penasaran siapa Dewa yang di maksud, dan yah aku pun bertanya pada Charon tapi Charon tidak menjawabnya karna itu merupakan rahasia."


"Tapi Charon bilang suatu saat aku akan mengetahuinya."


"Ya sekarang aku sudah tau bahwa ternyata di langit masih ada langit lagi."


"Dulu aku menganggap diriku cukup kuat tapi sekarang aku tak seperti itu lagi."


"Baiklah saatnya untuk menghadapi bos monster lantai 200, sepertinya aku mencium bau-bau merepotkan."


"Walaupun merepotkan tapi aku tidak peduli yang terpenting aku bisa kembali kerumah."


"Aku sungguh sangat merindukan Jane Mina Red dan yang lainnya."


"Aku bisa bertahan di neraka ini juga berkat mereka,"


"Tower kematian ini memang benar sesuai namanya."


"Charon aku sudah siap."


"Baiklah tuan silahkan masuk ke portal aku hanya bisa mengantarmu sampai sini saja, dan tuan semoga berhasil semoga kita bisa bertemu kembali."


"Ya Charon terimakasih atas semuanya."


"Ngomong-ngomong ternyata penjaga tower kematian semuanya baik dan sangat menghormatiku kecuali si kerdil."


"Yah sudahlah sekarang saatnya masuk."