THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 21 SWORD OF GOD



Setelah tubuh Hydra hangus, tiba-tiba saja inti jiwa milik Hydra yang berwarna putih besarnya yang mencapai 50 meteran masuk kedalam tubuh Zear


Zear sangat terkejut karna melihat Jiwa berwarna putih sebesar itu memasuki dirinya.


Itu adalah pertama kalinya Zear melihat Jiwa yang sebesar itu.


Biasanya Jiwa yang memasuki dirinya hanyalah butiran kecil saja mungkin seukuran bola ping pong.


Hal ini sering terjadi ketika Zear sudah mengalahkan monster yang ada di tower kematian, Monster itu tiba-tiba saja akan berubah menjadi butiran jiwa berwarna putih dan kemudian masuk kedalam tubuh Zear.


Zear baru mengetahui hal ini ketika dia sudah menerima mata dewa, dan Zear bertanya pada Charon apa yang masuk kedalam dirinya setelah dia mengalahkan monster.


Dan Charon pun terkejut ketika ia di tanyai seperti itu, ia terkejut bukan karna Zear mengetahui rahasia tower kematian tapi ia terkejut kenapa Zear baru mengetahuinya.


Charon pun menjelaskan bahwa aura putih atau bisa disebut jiwa monster yang masuk ke dalam diri Zear adalah sebuah kekuatan.


Singkatnya begitu dan semakin besar jiwa berwarna putih maka semakin besar pula kekuatan yang akan di terima Zear.


Seharusnya Zear sudah diberitahu sejak awal masuk ke tower ini. Ketika Zear mengetahui itu ia pun menunjukan wajah datarnya.


Zear berpikiran jadi apa gunanya skill dia yang bisa melahap kekuatan seseorang.


Jadi intinya skill melahap kekuatan Zear di tower kematian ini tidak begitu berguna, tapi kalau di luar tower kematian skill itu sangat berguna.


Zear pun dalam hatinya sangat kesal terhadap putri kerdil karna, putri kerdil sama sekali tidak pernah menjelaskan sesuatu secara jelas.


Zear pun bertanya kembali pada Charon kenapa ketika ia menggunakan mata dewa ia bisa melihat jiwa berwarna putih itu dengan jelas.


Charon hanya bilang itu semua karna mata yang Zear pakai adalah mata spesial, mata yang bisa melihat sesuatu yang orang lain tidak bisa lihat.


"Hah (Menghela nafas lelah) Akhirnya berakhir juga, walaupun aku harus mengeluarkan 50 persen kekuatanku tapi rasanya aku sudah sedikit lelah."


Zear pun melihat sekitaran "Haih akibat pertempuran melawan Hydra tempat ini menjadi sangat berantakan, ini terlihat seperti neraka di bandingkan dengan laut."


"Dengan melawan Hydra akhirnya aku tau seberapa mengerikannya skill itu tapi sepertinya ada yang kurang ouh iya aku belum mencoba kekuatan gravitasi, saking focusnya aku melawan dia aku jadi lupa."


"Ya walaupun aku tak mengeluarkan seluruh kemampuanku tapi setidaknya aku sudah tau seberapa kuat kira-kira seranganku, dan jika di bandingkan dengan primordial Demon, Hydra jelas lebih kuat."


"Hydra terima kasih karna telah menjadi uji coba kekuatannku sekali lagi aku mengucapkan terima kasih."


"Walaupun aku harus kehilangan pedang berhargaku tapi tidak apalah lagi pula sebentar lagi aku akan mendapatkan pedang baru."


"Eh kenapa kepalaku pusing yah apa jangan-jangan aku akan berevolusi lagi hah? Apa ini mungkin?"


"Sepertinya mungkin jika di lihat dari jiwa hydra yang masuk dalam diriku."


Setelah beberapa detik tiba-tiba saja aura berwarna biru menyelimuti Zear dan kemudian aura biru itu meledak.


Sekali lagi ledakan dahsyat pun terjadi disana membuat laut terbelah kembali, aura biru muda keluar dari tubuh Zear sampai ke langit.


Laut menjadi tidak tenang langit tiba-tiba menjadi warna biru muda, hal itu terjadi selama beberapa menit dan akhirnya Zear pun telah selesai berevolusi.


Matanya kini berubah menjadi warna biru rambutnya berwarna biru, setiap berevolusi pasti saja rambut dan warna matanya berubah.


Zear pun mengambil kaca dari cincin semestanya "Hmm sudah kuduga pasti rambut dan mataku berubah sekarang menjadi warna biru."


"Hmm setelah berevolusi aku merasa wajahku semakin tampan."


"Ya mungkin aku hanya merasa saja tapi aku tidak tau aku ini termasuk tampan atau engga ya aku sih tidak peduli karna aku sudah menikah hehehe."


"Baiklah saatnya mengambil pedang itu, tapi ngomong-ngomong Charon dimana kenapa dia belum muncul."


"Apa mungkin dia akan muncul setelah aku mencabut pedang yang ada disana."


"Oh iya aku harus melihat statistik kekuatanku."


[Statistik Kekuatan]


LEVEL 260/300


HP    = 255/300


STR  = 260/300


AGI   = 250/300


INT   =  260/300


DEX  = 240/300


"Aku lupa memberitahu sekarang di tower kematian ini ada updatan terbaru yaitu aku bisa melihat statistik kekuatanku sendiri tanpa harus ada penjaga tower."


"Aku hanya perlu berkata di dalam pikiranku statistik kekuatan dan nanti akan muncul sebuah satistik seperti ini didepan mataku."


"Lama-lama aku merasa tower kematian ini seperti game."


"Di lihat dari statistik kekuatanku, aku bertambah sangat kuat."


"Pantas saja tubuhku serasa ringan tapi kuat."


"Aku merasakan kekuatan yang sangat besar berada di dalam diriku."


"Baiklah saatnya aku mengambil pedang itu."


Zear pun berteleport langsung ke tengah-tengah tornado itu dimana pedang itu berada.


"Dengan kekuatan teleport ini ntah kenapa aku merasa semuanya menjadi praktis."


"Setelah berevolusi tadi sekarang aku akhirnya bisa melihat seberapa hebat pedang ini."


"Jika aku tidak berevolusi tadi mungkin aku tidak bisa mengangkat pedang ini."


"Jangankan mengangkat pedang ini berteleport ke sini saja tidak akan mungkin bisa."


"Baiklah saatnya mencabut pedang ini."


Pedang yang ada di hadapan Zear itu berwarna putih dan pegangannya berwarna biru dengan lambang naga berkepala tujuh.


Zear pun mencabut pedang itu dengan mudahnya dan tiba-tiba saja tornado yang mengelilingi Zear menghilang begitu pun laut disana mulai surut.


Zear merasa keanehan dengan pedang yang ia pegang saat ini.


Zear merasa pedang yang sedang ia pegang saat ini rasanya sangat pas di tangannya seperti pedang itu terlahir untuknya.


Pedang itu juga sangat ringan, ringan sekali namun terlihat sangat tajam dan indah.


Hanya dalam waktu beberapa menit saja laut disana menjadi kering, Zear pun merasa keanehan dan bingung.


Tapi yang pasti Zear sekarang mengerti kenapa Hydra sangat melindungi pedang yang Zear pegang saat ini.


Zear saat ini terus menatap pedang yang dia dapat, Zear merasa takjub akan pedangnya itu.


Ini adalah pertama kalinya dalam hidup Zear melihat pedang yang seindah dan sekuat ini.


Tak lama Charon pun datang ntah dari mana.


"Selamat tuan Zear karna telah mengalahkan Hydra sang naga berkepala 7."


"Aku tak menyangka tuan Zear dapat mengalahkan Hydra dengan mudah padahal dia adalah salah satu mahluk terkuat disini."


"Eh benarkah?" Batin Zear dalam hati


"Aku sungguh sangat beruntung karna dulu smp aku belajar banyak tentang mahluk mitologi."


"Dulu sempat bingung kenapa aku harus belajar mahluk seperti Hydra dan lain-lainnya padahal mereka bukanlah mahluk nyata, tapi sekarang aku tarik kembali perkataanku itu."


"Belajar tentang mahluk mitologi sangatlah penting, coba saja dulu aku tak belajar mungkin sekarang aku sudah mati." Batin Zear.


"Yah itu semua karna aku sedang beruntung."


"Tidak tidak tuan Zear memang kuat, tuan Zear dapat memaksimalkan tangan dan mata dewa itu dengan baik."


"Kau jangan memujiku seperti Charon hahaha."


"Ouh yah tuan sedikit informasi hadiah dari lantai ini hanya pedang itu saja tuan tidak ada yang lain."


"Tapi tuan jangan menganggap remeh pedang itu, pedang itu sangat kuat loh tuan."


"Benarkah? Kalau begitu bisakah kau menyebutkan kemampuan yang ada di pedang ini."


"Baiklah pertama-tama pedang itu terbuat dari inti neutron star atau bisa di bilang itu adalah bintang mati."


"Apa yang kau maksud bintang mati itu seperti matahari yang kehabisan bahan bakarnya?" Tanya Zear.


Zear sebenarnya adalah orang yang sangat pintar tentang sains.


"Yap seperti itu kurang lebih."


"Eh bagaimana bisa pedang ini terbuat dari neutron star bukannya neutron star itu sangat berat gravitasinya triluanan kan bahkan jika kita mengambil seibu jari saja neutron star beratnya bisa mencapai miliyaran."


"Apa yang kau katakan benar tapi kau harus tau yang tidak mungkin bagi kalian manusia bisa mungkin bagi kami."


"Ehem ehem intinya pedang itu terbuat dari inti neutron star dan berat dari pedang itu hanya 1 kg kurang lebih."


"APA?? apa benar pedang ini terbuat dari neutron star?"


"Apakah kau tidak percaya denganku?"


"Tidak tidak tentu saja aku percaya."


"Ehem ada hal yang harus kau tau tentang pedang itu."


"Apa?"


"Pedang itu memiliki kesadaran."


"APA MAKSUDNYA AKU TIDAK PAHAM?" Zear yang semakin terkejut.


"Jadi seperti yang aku katakan pedang itu memiliki kesadaran, tuan Zear kau adalah orang yang paling beruntung karna pedang ini memilihmu sebagai tuannya."


"Jika pedang ini tidak mau pada tuan Zear dan tidak mengakui tuan Zear sebagai tuannya maka pedang ini tidak akan pernah bisa tercabut oleh tuan Zear."


"Itulah yang di maksud kesadaran pedang ini, pedang ini tidak bisa di pakai oleh sembarang orang,"


"Selain itu pedang ini juga akan mengikuti seluruh perintah tuan Zear contohnya coba tuan Zear tusukan pedang itu ketanah."


"Dan sekarang kita sedikit menjauh dari sini."


Zear hanya terus mengikuti arahan dari Charon.


"Dan sekarang tuan Zear, coba suruh Sword Of God itu untuk berubah menjadi pedang yang sangat berat sampai-sampai bisa menghancurkan tanah disana, melalui pikiran tuan Zear."


"Baiklah akan kucoba ngomong-ngomong apa nama dari pedang itu adalah Sword Of God?"


"Iya."


Zear pun melakukan apa yang di suruh oleh Charon dan benar saja tiba-tiba saja Sword Of God itu menjadi sangat berat sampai-sampai membuat tanah disana hancur dan membuat cekungan yang dalam.


Tapi Sword Of God itu sama sekali tak melakukan pergerakan. Alias pedangnya hanya diam di tempat.


"Sekarang coba tuan panggil Sword Of God itu untuk kembali ketangan tuan."


Zear pun memerintah pedangnya itu untuk kembali ke tangannya, Zear disini melakukannya hanya dengan pikirannya saja.


Dan benar saja tiba-tiba pedang itu melayang dan kembali ke tangan Zear dengan sempurna,


"Terima kasih Charon sekarang aku sedikit mengerti apa maksudmu itu."


"Ya sama-sama tuan, aku turut senang jika tuan juga senang." Ucap Charon sambil tersenyum dan memberi hormat.


Untuk beberapa alasan Charon Michael mereka sangat menghormati Zear di bandingkan dengan putri kerdil.


Zear juga tidak mengerti tapi mungkin masing-masing penjaga tower memiliki sifatnya masing-masing.


"Charon apa ketika pedang ini di lempar pedang ini bisa bergerak sesuai kemauanku?" Tanya Zear yang penasaran.


"Ntahlah saya tidak tau tapi tuan kenapa tidak mencobanya saja?"


"Ah iya kau benar juga."


Zear pun melempar pedang itu cukup kencang dan ketika pedang itu melayang Zear mencoba mengendalikan pedang itu menggunakan pikiran dan alhasil berhasil.


Dari situ Zear pun mengambil kesimpulan bahwa pedang ini bisa menjadi berat dan ringan sesuai keinginan Zear.


Kemudian pedang ini juga hanya bisa di pegang oleh Zear, kemudian pedang ini juga memiliki kesadaran dan dia hanya menurut pada perintah pikiran Zear saja.


"Baiklah tuan sepertinya saya hanya bisa menemani tuan sampai lantai sini saja selanjutnya di lantai berikutnya mungkin tuan akan bertemu dengan penjaga yang baru."


"Begitukah baiklah terimakasih atas semuanya Charon senang bekerja denganmu, aku harap suatu saat kita akan bertemu kembali."


"Yah tenang saja tuan kita pasti akan bertemu kembali."


"Tuan apa tuan ingin portal lantai selanjutnya atau portal pulang?"


"Aku memilih portal pulang saja aku ingin kembali dulu kekeluargaku karna sudah 2 tahun aku tidak bertemu dengan mereka."


"Ah begitukah baiklah kalau begitu."


Singkatnya portal pulang pun terbuka Zear pun pergi dengan cepat-cepat karna dia tak sabar ingin bertemu dengan Jane dan yang lainnya.


Zear melambaikan tangan pada Charon sambil tersenyum Charon pun membalasnya dengan senyuman serupa.