THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 62 Pembantaian



"TUAN RICO, TUAN EDWART TUAN TUAN TUAN TUAN!!!!!!!" Teriak salah seorang prajurit dari guild Asgard.


"Ada apa kenapa kau terlihat terburu-buru? Santai saja bersenang-senanglah terlebih dahulu." Ucap Edwart.


"Tidak bisa tuan, ada sesuatu yang mengerikan yang terbang menuju markas kita." Ucap orang tersebut.


"Cih.....Kalau memberi informasi yang benar"


"Maaf tuan Rico, aku sedang panik, masalahnya seekor naga, dan beberapa ekor burung yang sangat besar, sedang terbang menuju markas kita tuan." Ucap nya.


"Tunggu-tunggu apa monster itu berwarna biru dan naganya berwarna merah, dan apa mereka di tunggangi oleh manusia?" Tanya Rico.


"Iya tuan benar kenapa tuan mengetahuinya?" Tanya orang tersebut.


"APA KAU BODOH APA KAU TIDAK TAU SIAPA DIA?"


"Tidak tuan."


"MEREKA ADALAH 8 IBLIS TAK BERPERASAAN." Ucap Rico.


Sontak seluruh orang yang ada di sana pun semuanya terkejut.


"Kenapa mereka datang kemari?" Tanya Edwart.


"SUDAH JELAS BUKAN UNTUK MENCARI KITA." Ucap Rico.


"APA TAPI BAGAIMANA MUNGKIN, BUKAN NYA KITA TELAH MENGHILANGKAN SEMUA BUKTI?" Edwart yang kebingungan.


"ITU MUNGKIN SAJA ADIK KU YANG BEGOK, Mereka tidak akan datang kemari jika mereka tidak memiliki urusan." Ucap Rico.


"Untuk sekarang kalian semua persiapkan pasukan pemanah, dan pasukan yang lain nya, pertahankan markas kita, mereka 8 iblis tak berperasaan ingin menghabisi kita semua." Ucap Rico.


"APA?" Mereka semua yang terkejut.


"Ti-tidak mungkin." Mereka yang bergematar ketakutan.


"Apa yang kalian lakukan semua, cepat persiapkan pasukan, jika kalian berdiam diri seperti ini sama saja kalian telah mengantarkan nyawa kalian"


"Ah iya baik tuan maafkan kami, kami akan segera menyiapkan pasukan dan menyerang mereka." Ucap salah seorang dari mereka.


Terjadi keributan yang sangat besar disana, Rico, Edwart mereka bergemetar ketakutan termerenung diam sambil menggigit kuku mereka.


Mereka terlihat sangat ketakuan keringat dingin terus keluar dari tubuh mereka.


Dalam sekajap sekarang tempat ramai itu menjadi sepi dan tersisa mereka berdua saja.


"Kak bagaimana ini, apa hidup kita berakhir sampai sini saja?" Tanya Edwart.


"DIAM ADIK BODOH AKU SEDANG BERPIKIR SEKARANG, LAGI PULA INI SEMUA SALAH MU, SUDAH KUBILANG JANGAN MENCARI MASALAH, TAPI KAU TETAP SAJA AH SUDAHLAH."


"Percuma saja jika kita berdebat siapa yang salah, Edwart sebaiknya kita pergi dari sini, ikuti aku." Ucap Rico.


"Itu ide bagus kak, baiklah ayo kita pergi, lewat jalan rahasia bukan?"


"Iya kau benar, tapi kita juga sekarang harus menghilangkan hawa keberadaan kita selama mungkin, jika kita tidak melakukan hal itu maka kita akan ketahuan oleh mereka." Ucap Rico.


"Baiklah kak aku akan mengatifkan skillnya."


Mereka berdua pun kabur lewat jalur belakang jalur bawah tanah.


"Kak setelah kabur apa yang akan kita lakukan?" Tanya Edwart.


"Kita akan pergi ke salah satu Dewa bernama Gabriel, kita akan meminta bantuan pada nya." Ucap Rico.


"KAU TIDAK PERLU BERTANYA LAGI, AKAN KU JELASKAN NANTI SEKARANG YANG TERPENTING KITA KABUR DARI SINI SECEPAT MUNGKIN." Ucap Rico.


"Baik kak."


Mereka berdua pun pergi dengan perasaan yang gelisah, ketakutan dan mereka berdoa di dalam hati mereka, semoga mereka tidak di sadari oleh Zear.


Bahwa mereka sudah tidak ada di markas dan kabur jauh.


***


Zear dan yang lain nya yang sedang berada di atas langit.


Mereka ingin turun ke bawah, tapi tiba-tiba saja ribuan panah melesat kearah Zear dan yang lain nya.


Panah itu sangat kuat dan di lapisi aura.


"Red." Ucap Zear.


Red pun mengerti dia langsung membuat bola api besar berwarna biru berdiameter 20 meter. Cukup besar.


Bola api besar milik Red pun menabrak ribuan panah.


Serangan Red pun yang menuju markas guild Asgard yang cukup besar itu, di serangan kembali oleh mereka semua menggunakan skill jarak jauh mereka.


Namun apa yang mereka lakukan percuma, dan serangan Red pun menabrak para pasukan musuh.


Terjadi sebuah ledakan yang dahsyat, akibat serangan dari Red itu.


Markas dari guild Asgard hampir hancur setengah nya.


Dan banyak orang yang mati akibat serangan Red itu.


"Kak Zear apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Devin.


"Bunuh mereka semua dan sisakan beberapa orang untuk di introgasi." Ucap Zear.


"Kita akan melakukan pembantaian, siapapun yang menghalangi jalan kita musnahkan saja." Ucap Zear.


Mereka semua pun menganggukan kepala.


Zear dan yang lain nya pun melesat turun kebawah.


Ketika mereka turun, seluruh pasukan guild Asgard bergemetar ketakutan, sebagian ada yang kabur lari dan sebagian lagi ada yang tetap ingin bertarung.


Dan ada juga yang sampai pingsan karena mereka ketakutan.


Mereka semua benar-benar ketakutan, sebenarnya hanya mendengar 8 iblis tak berperasaan, akan menyerang guild Asgard.


Itu saja sudah membuat mereka bergemetar ketakutan sampai ingin pingsan.


Dan sekarang apalagi 8 iblis tak berperasaan ada di hadapan mereka.


Mereka semakin ketakutan.


"Kalian sendiri yang telah mencari masalah dengan kami, jadi bersiaplah untuk kematian kalian semua." Ucap Zear sambil mengeluarkan pasukan bayangan nya.


Kali ini Zear benar-benar terlihat sangat kesal dan marah.


Semakin mendekat Zear dan yang lain nya, para pasukan musuh semakin mundur kebelakang.


Mereka benar-benar sangat ketakutan bahkan banyak orang yang mengompol di sana.


Ada juga orang yang mati karena ketakutan.


Pembantaian pun terjadi disana.


"BERITAHU AKU DIMANA EDWART?" Tanya Zear.


Namun tidak ada seorang pun yang menjawab karena mereka semua tidak tau kemana pemimpin dan wakil pemimpin mereka itu.


"Bunuh mereka semua." Kali ini Zear benar-benar sangat emosi.


Begitu pula dengan yang lain nya.


Hanya dalam sekejap mereka menghancurkan markas guild Asgard yang kokoh dan sangat kuat.


Mereka benar-benar membantai para pasukan yang ada di sana.


Kecuali orang-orang yang kabur.


Zear dan yang lain nya terlihat sangat kesal.


Karena mereka semua sama sekali tidak menemukan jejak Edwart.


"Reyhan besok kita akan mengumumkan pada dunia, tentang Edwart." Ucap Zear.


"Aku ingin segera menemukan nya dan menghabisi nya." Ucap Zear.


"Ingat siapapun yang menghalangi bunuh saja." Ucap Zear, dengan tatapan yang mengerikan.


Reyhan dan yang lain nya yang melihat Zear sangat kesal dan terlihat sangat marah.


Mereka hanya menganggukan semua perintah Zear.


Lagi pula mereka juga sama, mereka sangat kesal dan sangat marah.


Mereka benar-benar ingin bertemu dengan orang yang bernama Edwart dan menghabisi dia secara sadis.


Mereka tidak akan membunuh Edwart begitu saja, mereka akan menyiksa Edwart sampai dia menjadi gila.


Apapun yang terjadi mereka akan menemukan Edwart, sekalipun Edwart di lindungi oleh dunia, mereka 8 iblis tak berperasaan tidak peduli.


Jika memang benar dunia melindungi Edwart maka mereka 8 iblis tak berperasaan, terutama Zear.


Akan menghancurkan dunia.