THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 143 Perang besar 3



"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Belial.


"Bukan kah sudah jelas kita harus ikut bertarung, kita akan melawan masing-masing dari keluarga Zear, dan untuk masalah pasukan Zear itu, kita abaikan saja, aku rasa mereka adalah mahluk yang abadi, kecuali kita dapat membunuh Zear itu sendiri."


"Maka dengan begitu para pasukan Zear pun akan ikut mati, namun masalahnya mereka tidak akan membiarkan hal itu, dan membunuh Zear sangatlah tidak mudah, bahkan Aphophis saja tidak mampu untuk melakukan nya."


"Jadi menurutku lebih baik kita melawan terlebih dahulu keluarganya, kita akan mengalahkan mereka terlebih dahulu."


"Dengan begitu semuanya akan mudah." Ujar Samael.


Semua Primordial demon pun setuju dengan usulan Samael.


"Tapi apa lebih baik kita tidak mundur terlebih dahulu? Dan melaporkan semuanya pada pemimpin dan Elathan?" Tanya Azazel.'


"Itu tidak perlu Azazel, kita akan menyelesaikan semuanya kali ini, lagi pula aku yakin dengan kita mempersatukan kekuatan seperti ini, Zear dan yang lain nya pasti akan kalah." Jawab Cresil.


"Aku setuju dengan Cresil, dari pada kita mundur itu sama saja dengan mengaku kalah, aku tidak ingin melakukan nya." Ujar Seth.


"Kau dengar bukan Azazel?"


"Ya aku dengar, jadi apa kalian yakin tidak ingin mundur?" Azazel yang masih ragu dengan keputusan para Primordial demon.


"Apa sebegitu tidak yakin nya kau menang dalam peperangan kali ini hah!!!?" Ujar Belial.


"Tidak aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya sedikit ragu saja tadi, bagaimana pun kau lihat saja bagaimana peperangan ini berjalan." Ujar Azazel.


Para Primordial demon pun menoleh kembali dan mereka menelan ludah mereka sendiri.


Mereka melihat dengan sangat jelas pembantaian para pasukan nya yang di lakukan oleh Jane dan yang lain nya.


Mereka sekarang lebih mengerikan dari sebelumnya, ledakan besar terjadi dimana-mana.


Tempat terjadinya peperangan sekarang menjadi hancur sepenuhnya.


"Jadi sekali lagi aku akan bertanya apa kalian yakin? Jika kalian yakin aku akan ikut dengan kalian." Ujar Azazel.


"Ya tentu saja kami yakin, jikalaupun kita semua dalam keadaan terpojok bukankah kita bisa kabur." Ujar Samael.


Mereka semua pun setuju dengan perkataan Samael.


"Baiklah kalau begitu kita berpencar dan bunuh masing-masing keluarga Zear yang menyebalkan itu." Ujar Azazel.


"Tanpa di suruh pun kita akan melakukan nya." Ujar Lilith.


"Tampaknya para bajingan itu akan mulai bergerak." Batin Zear.


"Kalian semua apa kalian sudah siap untuk melawan bos nya?" Tanya Zear lewat pikiran pada semua orang.


"Ya tentu saja Zear." Jawab mereka dengan penuh semangat dan terlihat senang.


Jane dan yang lain nya pun meminum ramuan yang diberikan oleh Zear, mereka pun dalam waktu sekejap pulih kembali dalam energi maupun stamina mereka.


Mereka seperti menggunakan sebuah cit.


"Halo kecoa aku tidak menyangka kita dapat bertemu lagi." Ujar Azazel pada Jane.


"Ya aku juga tidak menyangka nya sama sekali, bisa bertemu dengan mu lagi, aku akan sedikit memperingatkan bahwa aku sudah berbeda dengan yang dulu."


"Aku sudah mengetahuinya tuan putri, walaupun seperti itu kau tetap saja rendah di mataku, majulah kemari kecoa, akan aku tunjukan kekuatan Primordial demon merah padamu."


"Jangan sampai menyesal!!!"


Jane pun melesat dengan sangat cepat ke arah Azazel.


***


Lilith menggunakan senjata palunya yang besar, menghantam Hana yang sedang membantai para monster.


Untungnya Hana dengan cepat merubah posisinya menjadi posisi bertahan.


Dia pun menahan serangan Lilith menggunakan senjata tongkat miliknya.


Akibat dari senjata mereka berdua yang beradu satu sama lain.


Membuat ledakan aura yang cukup besar dan menyebabkan gelombang kejut yang sampai ke penjuru arah.


Para monster pun beterbangan jauh karena terkena gelombang kejut itu.


Lilith pun mundur cukup jauh.


"Sebagai mahluk yang rendah kekuatan mu cukup mengagumkan." Ujar Lilith pada Hana.


Hana tidak terlalu suka berbicara jadi dia langsung melesat dengan sangat cepat dan berhasil memukul perut Lilith menggunakan tongkat miliknya.


Lilith pun terhempas sangat jauh.


Lilith pun bangkit dan terlihat sangat marah "Beraninya kau!!!!!!!" Dia pun melesat dengan sangat cepat kearah Hana.


Hana dia hanya tersenyum mengejek pada Lilith, Lilith yang melihatnya dia sangatlah marah.


***


Samael sekarang sedang beradu kekuatan dengan Red.


Samael mengeluarkan laser dari tangan nya, sedangkan Red dari mulutnya.


Serangan mereka saling beradu satu sama lain dan membuat suara ledakan yang sangat besar.


Keduanya bertarung menggunakan skill jarak jauh.


Kedua nya hampir memiliki kekuatan yang seimbang namun di sini terlihat Red yang lebih unggul.


Red pun berhasil menang dalam adu skill jarak jauh itu.


Samael dengan cepat menghindari serangan Red yang sangat mengerikan itu.


Dan untungnya dia berhasil.


Serangan Red pun menabrak tanah di sana dan beberapa monster di sana.


Serangan Red menyebabkan banyak monster mati dan di tanah di sana terbentuk cekungan yang sangat dalam dan besar.


Serangan Red sangat mengerikan, bahkan suara ledakan nya pun terdengar sangat keras.


Samael merinding ketakutan, masalah nya dia tau bahwa naga yang dia hadapi adalah naga terkuat yang pernah ia temui.


Sebelumnya Samael juga pernah bertemu dengan ras naga dan menghabisi mereka semua.


Tapi menurut Samael mereka tidak sekuat Red.


Samael jadi curiga bahwa Red adalah merupakan leluhur dari ras naga suku Eden.


Yang kekuatan nya bisa sampai melawan pemimpin Primordial demon.


Dia merupakan eksitensi sangat kuat.


Itulah kenapa Samel sekarang merinding ketakutan, dia mau tidak mau harus berhati-hati salah sedikit saja bisa berakibat fatal.


Samael bahkan sekarang dia sampai ingin bertransformasi hanya untuk melawan Red.


Tapi ia tahu jika ia melakukan itu maka energi dia tidak akan cukup untuk melawan Zear.


Samael melakukan banyak perhitungan sambil di serang oleh Red.


***


"Halo." Ujar Seth pada Devin.


"Pergerakan mu sangat cepat yah, sepertinya aku adalah lawan yang cocok untukmu." Seth sambil tersenyum pada Devin.


Devin pun menghentikan pembantaian nya, dan memmasukan pedang nya ke dalam sarung yang ada di pinggang nya.


Devin pun tersenyum juga pada Seth.


"Entahlah aku justru meragukan nya"


"Hhahah apa kau merasa tidak pantas untuk melawan ku hahahah baguslah memang seharusnya manusia rendahan berpikir seperti itu."


"Tidak siapa bilang aku berpikir seperti itu, aku hanya berpikir aku rasa kau tidak pantas untuk menjadi lawan ku." Devin yang mengejek Seth.


Seth yang kesal langsung melesat dengan kecepatan cahaya dan melakukan tebasan pada Devin.


Seth pun sekarang berada di belakang Devin.


Dia berpikiran bahwa dia berhasil menebas Devin, dia pun membalikkan badan nya.


Dia pun sangat terkejut karena melihat Devin yang baik-baik saja dan tersenyum senang padanya seperti mengejek dirinya.


"Bukannya aku sudah bilang aku takut kau tidak cocok menjadi lawanku." Ujar Devin yang mengejek Seth kembali.


Seth pun menggertakan giginya dan terlihat sangat kesal, walaupun seperti itu dalam pikiran nya sekarang dia sedang berpikir, kenapa serangan dia yang sangat cepat itu bisa di patahkan oleh Devin.


***


Geryon melemparkan kapaknya dari jauh ke arah Fang Jiali.


Fang Jiali pun yang menyadari hal itu ia langsung menebas kapak dari Geryon menggunakan tombak miliknya.


Kapak Geryon pun hancur terbelah menjadi dua.


Geryon pun tiba-tiba berada di depan Fang Jiali, dia bertepuk tangan dan memuji Fang Jiali.


Geryon tidak menyangka ada yang bisa menghancurkan serangan nya itu.


Geryon menganggap bahwa Fang Jiali adalah lawan yang cocok untuknya.


Karena Fang Jiali tidak takut pada nya dan dia dapat mengetahui kelemahan serangan nya tadi.


Jika tadi Fang Jiali menghindari serangan Geryon, maka serangan Geryon pasti bisa melukai Fang Jiali.


Namun Fang Jiali yang tidak takut dengan serangan Geryon dia malah menghancurkan serangan Geryon.


Itulah hal yang menarik dari Fang Jiali menurut Geryon.


Geryon pun mengeluarkan kapak barunya yang lebih besar, dia pun tersenyum sangat menyeramkan.


Fang Jiali sama sekali tidak menanggapi Geryon dia fokus pada pikiran nya sendiri untuk mengalahkan Geryon.


Geryon sangat takjub dengan kefokusan yang di miliki Fang Jiali.


Geryon pun mulai serius dan dia sangat berhati-hati, satu langkah saja yang salah maka akan berakibat fatal untuknya.