
"Sayang apa kamu mau meminum kopi?" Tanya Jane.
Jane tau apa kesukaan Zear ketika sedang santai seperti ini.
"Ya tentu saja, terima kasih cantik." Ucap Zear.
"Jangan gombal malu di depan banyak orang." Bisik Jane.
"Hahhaha biasanya juga kamu tidak tau malu." Ucap Zear.
Jane pun langsung mencubit pinggang Zear.
Zear pun geli dan sedikit membuat sekitaran menjadi tidak enak suasana nya.
Soalnya mereka semua sekarang sedang serius, melihat pertarungan antara Devin dan juga 3 bawahan Kromusa, tapi Zear, Jane, Fang Jiali, Red mereka terlihat sangat santai sekali.
Bahkan Zear dan Jane sampai bercanda seperti itu.
Devin dan 3 bawahan Kromusa pun sudah sampai di arena, dan sekarang kami semua sedang melihat mereka.
"Peraturan nya adalah bebas, dan tidak boleh membunuh satu sama lain, apa kalian sudah siap?"
"Cepatlah di mulai Raguel, aku benar-benar sudah tidak sabar ingin bermain hahaha." Ucap Devin yang terlihat sangat senang.
Kalau masalah pertarungan seperti ini Devin adalah orang yang sangat bersemangat.
Dia seperti orang yang gila bertarung, kecuali lawan Zear, Devin akan ketakutan jika melawan Zear,
Devin sebenarnya tidak akan pernah mau melawan Zear dalam pertarungan yang sebenarnya, jika latihan saja Devin sangat senang.
"Aku pikir sebaiknya kau bersiap Devin."
"Jangan terlalu meremehkan kami bertiga."
"Atau nantinya kau akan menyesal."
"Siapa yang meremehkan kalian bertiga, aku sama sekali tidak melakukan nya, aku hanya bersemangat saja." Devin sambil tersenyum senang namun menakutkan.
"Dalam hitungan ketiga pertarungan di mulai 1...2...3" Ucap Raguel.
Mereka pun akhirnya saling melesat satu sama lain.
Mereka ingin langsung menyerang dengan agresif.
Mereka bertiga musuh Devin mengeluarkan energi berupa aura yang mengalir sampai ke senjata mereka.
Mereka bertiga menyerang Devin dengan senjata mereka, sedangkan Devin masih memakai tangan kosong.
Dan belum mengeluarkan energi kekuatan nya.
Walaupun seperti itu, pergerakan Devin bisa di bilang sangatlah cepat.
Devin menghindari semua serangan mereka bertiga.
Ketika sengit-sengit nya bertarung, dan semua orang di sana sedang focus melihat pertarungan yang sengit.
Zear dengan polosnya menyedot minuman kopinya "Ahhh memang terbaik." Ucap Zear dengan santai nya.
Mereka semua jadi terganggu dengan suara Zear yang sedang meminum-minuman nya itu.
Dalam hati mereka.
Apa orang ini tidak pernah serius sama sekali dalam hidupnya.
Apa dia tidak merasakan ketegangan dari pertarungan saat ini.
Devin masih belum serius, sekarang dia di serang oleh skill jarak jauh milik mereka.
Mereka mengurung Devin dan menyerang dengan skill jarak jauh yang sangat mengerikan.
Namun Devin dengan mudah dan lincahnya, dia bergerak menghindari semua serangan, bahkan Devin dia bergerak dengan sangat cepat dari tempat satu ke tempat lain nya.
Di arena terjadi guncangan yang cukup mengerikan.
Devin di sini tidak menyerang sama sekali, dia terus menghindari serangan musuh yang tidak henti-henti nya.
"Devin apa yang dia lakukan, kenapa dia tidak menghabisi mereka secara cepat saja." Ucap Fang Jiali yang terlihat geregetan.
"Aku rasa Devin ingin bermain-main dengan mereka, sebagai gurunya aku sedikit kecewa, dia selalu saja seperti itu, lihat saja nanti setelah pertarungan ini, dia akan latihan denganku, aku akan menghabisinya heheeheh." Ucap Red sambil tersenyum kejam.
"WOYYY DEVIN BEGO!!!! Cepat habisi mereka bertarung serius!!!!! Atau kau nanti akan aku siksa." Teriak Red.
Mendengar itu Devin pun berhenti bergerak, dan serangan musuh mengenai Devin dengan telak.
Kromusa dan Dewa lain nya terlihat sangat senang, begitu pula dengan musuh Devin sekarang.
Tampak di wajah mereka kebahagiaan.
Itu semua karena serangan yang sangat kuat milik mereka, mengenai Devin.
Para Dewa ingin sombong kepada Zear.
Namun Zear tersenyum "Dia belum kalah."
Hal itu membuat mereka terkejut.
Berhasil selamat dari serangan mereka bertiga, dan Devin di sini sama sekali tidak terluka.
"Red jika aku menang dengan cepat kau berjanji untuk memberikan ku istirahat saat latihan kan."
"Tentu saja." Ucap Red.
"Baiklah, maafkan semuanya kali ini aku akan bertarung dengan serius." Ucap Devin yang membuat suasana Atmosfer disana berubah secara drastis.
Mereka tiba-tiba ketakutan dan insting mereka, naluri mereka berkata untuk menjauh dari Devin.
Mereka bertiga pun terus mundur kebelakang, sedangkan Devin dia terus berjalan maju.
Kromusa dan yang lain nya terkejut dengan kekuatan yang di tampilkan Devin.
"Jika aku berada di sana aku juga akan mundur seperti mereka bertiga." Ucap Rv.
"Devin dia membuat sebuah wilayah sendiri, siapapun yang memasuki garis wilayah nya, dia akan langsung menebas nya, sangat mengerikan." Ucap Reludo.
"Sudah aku bilang bukan, kalian sekarang mengerti bukan kenapa aku tidak ingin melawan Zear dan teman-teman nya" Bisik Keonal.
"Ini semua salah Kromusa." Ucap Gabriel.
Mereka pun saling menyalahkan satu sama lain, karena berani menantang Zear.
"Berisik." Satu kata dari Raguel yang membuat mereka semua diam.
Tapi Reludo sang Dewa terkuat kedua setelah Raguel, dia tetap tenang dan tersenyum.
Mereka bertiga sekarang sudah berada di ujung pelindung arena.
Mereka bertiga tidak dapat kabur lagi, dan mereka kebingungan kenapa mereka bertiga mundur kebelakang.
Akhirnya mereka bertiga pun melesat dan menyerang dari 3 arah.
Devin mengambil kuda-kuda dan mengeluarkan skill ribuan tebasan iblis.
Pergerakan Devin benar-benar sangat cepat, dan tidak terlihat oleh mata.
Kecuali para Dewa, mereka masih bisa melihatnya namun sedikit saja.
Dan tiba-tiba saja 3 bawahan Kromusa yang melesat menyerang Devin, pingsan di depan Devin.
Kromusa dan Dewa yang lain nya berkeringat dingin.
Mereka langsung terduduk lemas.
"Devin apa dia juga adalah kandidat Dewa?" Tanya Reludo.
"Aku juga merasakan hal yang sama, kekuatan dia bisa setara dengan kami, benar-benar sangat mengejutkan." Ucap Rv.
Raguel dan yang lain nya pun bertepuk tangan kepada Devin.
"Aku mengakui kekalahan ku, aku mengerti sekarang kenapa Jackson dan Keonal tidak ingin menghadapi tuan Zear, Devin, Red, nyonya Jane, Fang Jiali."
"Kalian semua benar-benar sangat kuat, aku meminta maaf atas ketidaksopanan yang telah aku lakukan tadi." Kromusa sambil menunduk hormat.
"Tidak masalah yang penting kau mengakui kesalahan kepada kak Zear." Devin yang tiba-tiba berada di belakang mereka.
"Ya sebenarnya kami tidak masalah juga." Ucap Zear.
Mereka semua pun benar-benar mengakui kecepatan Devin.
Devin sama mengerikan nya dengan para Dewa.
Para Dewa sekarang sangat mengwaspadai 8 iblis tak berperasaan.
Dalam hati mereka masing-masing mereka tidak akan pernah mau bertarung melawan 8 iblis tak berperasaan.
Sebaliknya mereka ingin membangun kerja sama yang baik dengan 8 iblis tak berperasaan.
"Jadi apa kita akan melanjutkan pertarungan nya?" Tanya Raguel.
"Aku rasa itu tidak perlu Raguel." Ucap Reludo dengan tatapan yang mengerikan.
"Begitukah."
"Yah kau bisa melihatnya sendiri bukan, jika di lanjutkan bawahan kami akan di habisi oleh teman-teman Zear, itu sudah pasti." Ucap Reludo.
"Yah mau tidak mau kami harus mengakuinya." Ucap Gabriel.
"Begitu yah kalau begitu bagaimana dengan pertarungan para Dewa?" Tanya Raguel.
"Tentu saja itu lanjut sudah lama sekali kita tidak bersenang-senang." Ucap Reludo sambil tersenyum senang.
Begitu pula dengan para Dewa yang lain nya.
"Aku rasa kami berubah pikiran." Ucap Keonal.
"Kami akan ikut bertarung asal jangan melawan Zear." Ucap Jackson.
"Tidak masalah lagi pula aku tidak akan mengikuti pertarungan ini, sebagai gantinya aku akan di wakilkan oleh Red, istriku, Fang Jiali bagaimana apa boleh?" Tanya Zear.
Semua orang pun kembali di buat terkejut oleh Zear.