THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 140 Di mulainya perang besar



Seluruh dunia bisa mendengar apa yang di katakan oleh Zear tadi.


Mereka sekarang mengerti bahwa ternyata keluarga bagi Zear adalah nomor satu, Zear adalah tipe orang jika keluarganya terkena masalah.


Maka dialah orang yang akan maju paling depan, dan Zear tidak akan segan-segan untuk menghabisi orang yang berani mencari masalah dengan keluarganya.


Seperti sekarang yang terjadi kepada Aphophis.


Seluruh dunia membayangkan jika mereka berani mencari masalah dengan keluarga Zear, mungkin saja seluruh dunia akan hancur.


Akhir dari dunia akan bena-benar terjadi, memabayangkan hal itu membuat mereka ngeri sendiri.


Mereka pun di sini tau bahwa mereka tidak boleh mencari masalah dengan keluarga Zear.


***


Zear yang sedang menyiksa Aphophis Zear merasakan sesuatu yang aneh.


Seperti ada orang yang ingin menembus dominasi nya.


Aphophis sekarang terlihat sangat lemas, wajahnya sangat pucat, dan dia terlihat tidak berdaya.


Dia juga sebenarnya ingin meminta untuk cepat di bunuh, namun ia tidak bisa mengatakan nya karena cekikan Zear sangat keras sampai-sampai dia tidak bisa berbicara sepatah kata pun.


Aphophis juga sudah mulai kehilangan seluruh energinya.


Dia benar-benar sangat tersiksa sekarang.


"Aphophis nampaknya teman-teman mu mencoba turun ke bumi, dan ingin mencoba menyelamatkan mu, tapi sayang sekali mereka tidak akan bisa melakukan nya." Zear yang berbicara sambil tersenyum kejam pada Aphophis.


Aphophis tidak bereaksi sedikit pun dia hanya ingin kematian saja, karena ia tau percuma juga bila para Primordial demon bersatu.


Mereka tidak akan bisa mengalahkan Zear, yang dapat mengalahkan Zear hanyalah pemimpin Primordial demon, dan wakilnya.


"Karena aku kasihan padamu, aku akan membunuh mu sekarang, beristirahatlah dengan tenang di neraka sana, tenang saja aku berjanji padamu para Primordial demon sebentar lagi juga akan menyusul."


Zear pun kemudian menusuk perut Aphophis menggunakan pedang Beelzebub.


Aphophis pun mengeluarkan banyak darah di perut maupun mulutnya.


Aphophis pun terjatuh dari langit dan di langit sebelum sampai ke tanah, jiwa Aphophis menghilang dan berubah menjadi butiran cahaya, yang kemudian masuk kedalam diri Zear.


Zear pun bertambah kuat kembali, begitu pula dengan 8 iblis tak berperasaan.


"Jane sayang dan yang lainnya ehem ehem." Ujar Zear lewat pikiran mereka.


Mereka semua pun terkejut kecuali Red, mereka heran kenapa mereka bisa mendengar perkataan Zear di pikiran mereka.


"Jangan heran ataupun terkejut, ini adalah salah satu skill berbicara lewat pikiran."


"Ah begitu yah." Ucap Reyhan.


"Sayang kenapa kamu menghabisi semua musuh?" Tanya Jane.


"Ah iya maaf sayang aku terlalu berlebihan tadinya aku tidak berniat begitu, aku ingin menyisakan untuk kalian juga, tapi aku lupa terlalu terbawa suasana aku tadi." Jawab Zear.


"Nah sebagai gantinya bagaimana jika kalian semua mencoba untuk melawan Primordial demon?"


8 iblis tak berperasaan yang mendengar tawaran Zear itu, mereka tidak terkejut, mereka juga tidak terlihat panik.


Mereka justru tersenyum senang, karena akhirnya mereka bisa mencoba kekuatan baru mereka.


"Tentu saja kami semua mau kak Zear." Jawab Devin.


"Ya sayang kami mau." Ujar Jane.


Mereka semua pun menjawab sama.


Karena kekuatan mereka sekarang sudah sangat kuat dan setara dengan para Primordial demon.


Mereka sekarang dapat menggunakan skill terbang.


Dan mereka pun bergerak mendekati Zear. Oh yah Mertua Zear Leonard dan Silvi juga di sini ikut.


Mereka juga terlihat sangat senang.


Ketika melihat 8 iblis tak berperasaan dan mertua Zear bisa terbang.


Para Dewa dan yang lainnya terkejut.


Mereka bisa di bilang Dewa dari dunia mereka.


"Selanjutnya perang yang sangat besar akan terjadi, tapi tidak perlu khawatir Zear dan yang lain nya mereka pasti bisa mengatasi hal ini." Ujar Raguel sambil menatap ke langit.


"Apa kita tidak bisa melakukan sesuatu untuk membantu mereka?" Tanya Reludo.


"Kita hanya bisa melindungi dunia ini, dari serangan monster selebihnya kita tidak bisa melakukan apapun, selanjutnya akan terjadi sebuah perang, yang dapat menghancurkan segalanya."


"Apa perang itu semengerikan itu sampai-sampai kita tidak dapat membantu mereka?" Tanya Kromusa.


"Ya perang itu sangat mengerikan, sampai-sampai dunia ini saja tidak bisa menjadi tempat perang mereka, karena jika hal itu terjadi, maka dunia ini akan hancur sepenuhnya."


"Jadi maksudmu Raguel mereka akan berperang di alam lain?" Tanya Jackson.


"Ya itu benar, mereka akan perang di alam yang tidak pernah kita ketahui."


Mendengar semua perkataan Raguel membuat mereka semua merinding.


"Yang kita bisa lakukan sekarang hanyalah mendukung Zear dan yang lainnya, dan berharap mereka bisa memenangkan peperangan yang sangat besar, sangat lama, dan tentu saja sangat mengerikan." Ujar Raguel.


"Padahal aku ingin membantu mereka walaupun sedikit." Ujar Keonal.


"Mau bagaimana lagi Keonal, jarak kita dengan kekuatan mereka, dan kekuatan para monster yang akan mereka lawan terlalu jauh, jika kita ikut ke sana kita mungkin hanya akan jadi beban saja bagi mereka." Sahut Reludo.


"Aku setuju dengan Reludo maka dari itu lebih baik kita menunggu di sini saja, dan berharap." Ujar Raguel.


"Baiklah kalau begitu aku akan melindungi tempat Zear ini, setidaknya jika mereka pergi ke dunia lain, tempat ini harus aman bukan." Ujar Gabriel.


"Hahahah aku setuju bagaimana pun juga kita harus menjaga rumah tempat Zear dan yang lain nya kembali." Ujar Rv.


"Ya inilah yang hanya kita bisa lakukan." Ujar Raguel sambil tersenyum.


***


8 iblis tak berperasaan dan mertua Zear sekarang mereka sedang di langit mengobrol dengan Zear.


"Aku akan membuka dominasi ku, dan nanti di langit akan muncul sebuah portal yang lebih besar dari portal sebelumnya, mungkin saja portal ini akan menutupi seluruh dunia." Ujar Zear.


"Tapi tenang saja, jika kita masuk ke sana dan melawan semua monster yang ada di sana, dunia akan baik-baik saja."


"Tidak akan ada monster yang turun ke bumi, mungkin tapi sepertinya mungkin akan ada beberapa yang turun tapi itu tidak jadi masalah, aku yakin penduduk bumi pasti bisa melindungi bumi dari serangan monster itu."


Mereka semua pun menganggukan kepalanya.


"Jadi kak Zear kita akan melawan monster yang jumlahnya tidak terbatas."


"Iya kau benar Devin, apa kalian semua siap dengan konsukuensinya? Tapi ingat selalu, ketika kalian dalam bahaya ataupun sekarat kalian semua harus pergi menyelamatkan diri kalian, tujuan kita adalah menyelamatkan keluarga kita bukan bumi." Ujar Zear.


"Jadi dari pada kalian yang harus mati, aku lebih baik kehilangan bumi ini, karena rumah bisa di ciptakan dimana pun asal ada keluarga." Ujar Zear sambil tersenyum kepada mereka.


"Satu perintahku kepada kalian kembalilah dengan selamat." Zear dengan nada yang serius.


Mereka semua pun menganggukan kepalanya.


Dalam hati mereka tidak ada ketakutan sama sekali.


Bagi mereka jika ada Zear maka semuanya akan baik-baik saja.


Mereka sekarang justru terlihat sangat semangat karena mereka dapat di andalkan oleh Zear.


Zear pun disini membagikan senjata armor dan yang lain nya.


Mereka pun terlihat sangat senang, karena kali ini senjata mereka sangatlah mengerikan mereka dapat merasakan nya.


Dengan perlengkapan yang sangat lengkap dan sangat hebat, membuat mereka semua semakin percaya diri akan kemenangan.


Mereka sangat bersemangat dan tidak sabar untuk mencoba senjata dan kekuatan mereka yang baru.


"Apa kalian semua siap?" Tanya Zear.


Mereka semua pun menganggukan kepala dengan ekspresi serius.


Zear pun menarik dominasinya.


Dan tiba-tiba seluruh dunia di tutupi oleh portal berwarna hitam.


Dan membuat seluruh dunia kepanikan.