THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Epispde 53 BERTEMU PARA DEWA



Zear dan yang lain nya sekarang berada di sebuah ruangan yang terbuka, dan di depan ruangan tersebut terdapat sebuah arena, yang cukup besar.


Dan sepertinya itu adalah sebuah arena untuk bertarung.


Istana Raguel memang aneh, berbeda dari istana yang pernah Zear temui.


Zear, Jane, Red, Fang Jiali, Devin, mereka semua sekarang sedang duduk di depan para Dewa.


Di depan mereka ada Dewa Raguel, Dewa kekejaman.


Dewa kesombongan, Keonal.


Dewa keserahakan, Jackson.


Dewa kebohongan, Gabriel.


Dewa kemarahan, Kromusa.


Dewa kehancuran, Reludo.


Dewa Kemalasan, RV.


Dewa kematian, Zear.


Mereka semua baru datang secara bersamaan.


Dan mereka baru saja duduk, disini karena Keonal dan Jackson sudah tau betapa mengerikan nya Zear.


Mereka tidak dapat berani menatap rombongan nya Zear.


Mereka terlihat bergemetar ketakutan, sedangkan Dewa yang lain nya sangat keanehan dengan sikap yang di tunjukan oleh Keonal, Jackson.


Mereka baru pertama kali melihat Keonal dan Jackson yang bergemetar ketakutan seperti itu.


Mereka terus menatap Keonal dan Jackson, mereka ingin mengetahui penyebab mereka berdua menjadi bergemetar ketakutan seperti itu.


Dan yah para Dewa akhirnya mengetahui penyebab Keonal Jackson bergemetar ketakutan.


Penyebabnya adalah yang tidak lain Zear dan rombongan nya.


Para Dewa sebagian ada yang berhati-hati dan sebagian lagi ada yang menganggap bahwa Keonal dan Jackson terlalu bersikap berlebihan.


Para Dewa di sini hanya membawa 3 bawahan saja, sedangkan Zear dia membawa 4 sekaligus.


Dalam hati mereka, sebenarnya mereka merasa tidak nyaman, namun mereka tidak ingin berbicara sebelum Raguel memulai pembicaraan.


Rata-rata dari Dewa yang berkumpul disana, mereka takut kepada Raguel, itu semua karena kekuatan Raguel yang tidak masuk di akal sama sekali.


Tapi jujur saja bagi Keonal dan Jackson Zear lebih seram dari pada Raguel.


Keonal dan Jackson seperti benar-benar menganggap bahwa Zear adalah Dewa kematian sesungguhnya.


Keonal dan Jackson sudah melihat bagaimana kekuatan Raguel dan bagi mereka, kekuatan nya masihlah masuk di akal.


Tapi Zear, dia bukanlah manusia melainkan seorang dewa, benar-benar dewa.


Keonal dan Jackson hati mereka sekarang sedang bergemetar ketakutan.


"Semuanya selamat datang di pertemuan para Dewa." Ucap Raguel dengan senyuman nya.


"Maafkan aku karena untuk kali ini aku mengkhususkan rombongan Zear." Ucap Raguel.


"Apa kalian semua tidak masalah?" Tanya Raguel.


Keonal, Jackson langsung berdiri. "Tidak tentu saja tidak masalah, kami rasa rombongan tuan Zear pantas mendapatkan perlakukan khusus." Ucap Keonal.


"Keonal benar, tuan Zear, nyonya Jane, nyonya Fang Jiali, tuan Red, tuan Devin memang pantas untuk mendapatkan perlakuan yang sangat khusus ini Raguel." Ucap Jackson.


Para Dewa terkejut dengan ucapan Keonal dan juga Jackson.


Mereka benar-benar terkejut, sampai-sampai mereka membuka mata mereka lebar-lebar.


Seakan-akan tidak mempercayai bahwa itu adalah Keonal, dan juga Jackson.


"SIAL BODO AMAT MAU HARGA DIRI KU JATUH, YANG PENTING NYAWA KU TIDAK TERANCAM." Batin Keonal.


"Para Dewa bego itu belum tau mengerikan nya Zear, jika mereka sudah mengetahuinya, mungkin mereka akan mengerti dengan sikap yang kami berdua lakukan, bodo lah yang penting nyawa ku selamat." Batin Jackson.


"Kenapa tidak ada yang memberitahu bahwa Zear sang dewa mengerikan itu datang kemari, jika mereka mengatakan nya aku bersumpah tidak akan datang, tapi jika tidak datang ada kemungkinan Zear akan mendatangi tempat ku, haduhh benar-benar serba salah." Batin Keonal.


"Hhahaha sepertinya kalian sudah megenal satu sama lain dengan Zear." Ucap Raguel.


"Aku setuju dengan Keonal, tuan Zear memanglah terbaik." Ucap Jackson.


"Hhhahaha kalian juga ternyata setuju dengan ku." Ucap Raguel.


"APA!!!!!!!" Para Dewa yang benar-benar terkejut dan langsung berbicara dengan tegas.


Raguel, Jackson, Keonal, menatap para Dewa dengan tatapan yang mengerikan.


Seolah-olah mereka ingin berkata berbicaralah yang sopan di depan Zear.


Para Dewa pun tenang kembali dan duduk kembali di kursi mereka.


Para Dewa terlihat sangat tidak nyaman dengan atmosfer yang ada di ruangan ini.


Zear dan rombongan nya, mereka seperti tidak peduli dengan hal itu.


Karena bagi mereka yang terpenting adalah tujuan mereka dan Zear tercapai.


"Apa dari kalian ada yang tidak setuju dengan keputusan, Keonal, aku, dan Jackson?" Tanya Raguel.


"Bukan begitu, kami setuju saja, hanya saja bukannya ini melanggar peraturan kita." Ucap Rv.


"Hmmm begitukah, jadi kalian ingin mengtes terlebih dahulu tuan Zear?" Tanya Raguel.


Yang membuat para Dewa terkejut, Raguel dan Dewa kekejaman.


Berbicara sangat sopan seperti itu kepada orang yang baru kenal.


Itu adalah seperti keajaiban dunia, dalam hati mereka bertanya-tanya.


Kenapa Raguel, Jakcson, Keonal bisa sangat menghormati orang yang bernama Zear sang pemimpin iblis dari 8 iblis tak berperasaan.


Para Dewa sudah mendengar rumornya tapi mereka bersikap seperti biasa saja, karena dalam hati mereka berpikiran bahwa mereka bisa melakukan lebih baik dari pada Zear.


"Ya kau benar Raguel, kami masih meragukan tuan Zear." Ucap Gabriel sambil tersenyum.


"Kami semua setuju dengan Gabriel."


"Begitukah jadi kita harus mengadakan sebuah pertarungan seperti biasa yah." Ucap Raguel.


"Baiklah jika keputusan kalian seperti itu."


"Zear bagaimana?" Tanya Raguel.


"Sepertinya menarik, aku menerima tantangan kalian semua." Zear sambil tersenyum yang tiba-tiba membuat mereka merinding tanpa sebab, begitu pula dengan Raguel.


"GILA GILA GILA GILA MEREKA SUDAH GILA, MEREKA MENANTANG MAUT MEREKA SENDIRI." Batin Keonal.


"AKU BERSUMPAH DEMI APAPUN ITU AKU TIDAK AKAN IKUT DALAM PERTARUNGAN INI, MEREKA SUDAH GILA, AKU AKAN BERDOA SAJA UNTUK KEHIDUPAN MEREKA." Batin Jackson.


"Baiklah jika kau setuju Zear, para Dewa pun setuju bukan? AKU TIDAK MENERIMA KELABILAN DARI SESEORANG." Ucap Raguel sambil menatap mereka dengan tatapan aura yang mengerikan.


Mereka semua pun menganggukan kepala mereka.


"Bagus, baiklah sekarang aku akan menyebutkan peraturan nya dan bagaimana perjalanan pertandingan nya." Ucap Raguel.


"Kali ini kita semua akan ikut dalam bertanding." Ucap Raguel.


"Tidak terima kasih sebelum nya aku mundur dan menyerah." Ucap Keonal.


"Jika melawan tuan Zear, Red, Devin, nyonya Jane, Fang Jiali. Kami lebih baik menyerah tidak bertarung dan mengundurkan diri sebagai DEWA." Ucap Jackson.


"Benar kami tidak peduli dengan title itu." Ucap Keonal.


SELURUH DEWA YANG DI SANA YANG MENDENGAR UCAPAN KEONAL DAN JUGA JACKSON.


Langsung bergemetar ketakutan, mereka semua benar-benar sangat ketakutan.


Mereka berkeringat dingin, seakan-akan mereka semua tidak mempercayai bahwa Jackson, dan Keonal bisa mengatakan hal itu.


Dalam hati mereka sekarang terselip sebuah kata APA BENAR ZEAR DAN YANG LAIN NYA SEMENAKUTKAN ITU.


Sampai-sampai 2 Dewa yang sama sekali tidak bisa di anggap remeh, merinding ketakutan layaknya seorang anak kecil.


"Ingat para Dewa tidak boleh labil." Ucap Raguel sambil tersenyum menakutkan.


Mereka semua pun menelan ludah sendiri dan mereka sama sekali tidak bisa menarik kata-kata mereka.