THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 26 PERANG BESAR



Zear dan RED sekarang mereka berdua sedang terbang di atas, jarak antara 3 gunung itu dan Zear, RED cukup jauh.


Pulau Death island adalah pulau yang cukup besar, bahkan dulunya pulau ini di perebutkan oleh setengah dunia, tapi yang mendapatkanya adalah Licht.


Yang artinya Licht cukup kuat maka wajar saja bila para pemimpin asosiasi hunter dunia memilih di pihak Licht.


Soalnya mereka tau betapa menyeramkannya Licht, tapi mereka tidak mengetahui bahwa fakta Zear lebih menyeramkan dari Licht.


"Tuan kenapa tuan ingin bertempur bersama kami, padahal tuan sendiri sudah bisa menghabisi satu pulau ini." Ucap RED yang sudah tau bahwa kekuatan Zear sekarang bertambah beribu-ribu kali lipat.


"Jika aku melakukan semuanya sendirian itu sama sekali tidak menyenangkan RED."


"Karna aku pernah mengalaminya, bertarung sendirian dan jujur saja itu sama sekali tidak menyenangkan."


"Begitu yah oh yah tuan kenapa tuan tidak menebas 3 gunung itu dari jarak segini saja, aku yakin dengan kekuatan tuan 3 gunung besar itu dapat terbelah dengan mudah."


"Dan kita akan menang dengan mudah." Ucap RED.


"Hmm karna itu tidak menarik jadi aku tidak ingin melakukannya, lagi pula aku ingin bertemu dulu dengan orang yang bernama Licht itu."


"Aku ingin menyiksanya lebih parah dari pada keluarga Xiao."


"Begitu yah, tapi apa yang dikatakan tuan ada benarnya juga, kita harus menyiksa dulu Licht karna telah berani ingin merebut istri tuan." Red yang penuh dengan amarah.


"Kau boleh mengamuk sesuka hatimu RED."


"Baik tuan." Ucap Red yang menambahkan kecepatannya.


Saat ini Zear di penuhi dengan amarah sebenarnya, tapi ia menahan nya sampai ia bertemu dengan orang yang bernama Licht itu.


Dalam hati Zear, Zear ingin menyiksa Licht separah mungkin.


***


Licht yang sedang berada di kamarnya, ia sedang menatap sebuah lukisan yang besar dan ternyata lukisan itu adalah lukisan wajah Jane.


Licht ia benar-benar terobsesi dengan Jane, dia ingin benar-benar mendapatkan Jane.


"AH Jane ku yang manis dan cantik tunggulah aku, aku akan segera menikahimu, kamu akan segera ke gengagaman ku dengan sendirinya ."


"Ah kamu memang benar-benar cantik Jane, kamu adalah wanita tercantik yang pernah aku temui."


"Jane kamu terlihat sangat indah senyumanmu membuatku ahh aku tidak bisa membayangkannya."


Ketika Licht menghayal tiba-tiba saja ada sesorang yang mengetuk pintu.


"Siapa kau? Hah!!? Jangan menganggu ku, aku sedang sibuk sekarang." Licht yang marah.


Tapi orang itu terus mengetuk pintu Licht.


"SIAPA SIH HAH? KAU SANGAT MENGANGGU CEPAT MASUKLAH!!!!!"


"Apa kau tidak tau sekarang aku sangat sibuk."


"Maaf tuan tapi ada sebuah informasi yang sangat penting tuan yang harus aku sampaikan."


"Sekarang pulau kita sedang di serang."


"Hah apa?"


"Itu benar tuan bahkan sekarang ada naga berwarna merah dan sangat besar yang menuju kearah kemari."


"Selain itu ada juga banyak pasukan yang berwarna biru yang menghancurkan area bawah gunung tuan."


"Mereka membebaskan para budak dan menghabisi pasukan kita tuan,"


"APA?" Licht yang tiba-tiba panik dan bulak-balik tidak jelas.


"Apa jangan-jangan yang menyerang kita adalah 8 iblis tak berperasaan."


"Aku pernah mendengar rumor bahwa pemimpin 8 iblis tak berperasaan yaitu Zear suaminya Jane, dia bisa mengeluarkan banyak pasukan bayangan."


"Seperti sekarang yang menyerang kita, apa Naga itu di tumpangi oleh seseorang."


"Iy tuan mengapa tuan tau?"


"Cih sial berarti yang menyerang kita adalah 8 iblis tak berperasaan."


"Berani sekali dia menyerang tempatku apa mereka ingin mati, oh yah untuk jaga-jaga segera hubungi pihak pendukung kita, bilang saja bahwa kita perlu bantuan."


"Aku tidak peduli jika harga diriku jatuh, karna lawan yang akan kita hadapi akan sangat merepotkan."


"Aku sudah mendengar berbagai rumor dan informasi tentang 8 iblis tak berperasaan, jika kita menganggap remeh mereka, maka kita semua akan mati."


"Apa kau sudah memanggil 20 jendral kita?" Tanya Licht.


"Baguslah kalau begitu, berarti kita hanya perlu mengulur waktu sampai bala bantuan tiba." Ucap Licht.


Sambil berjalan keluar istana dan melihat apakah informasi yang ia dapat itu benar atau tidak.


Dan ternyata informasi itu benar, dengan mata kepala sendiri dia melihat Zear Red pasukan Zear sedang menyerang.


Sekilas Licht memasang wajah yang sangat jelek. Ntah kenapa tiba-tiba saja Licht memiliki Feeling yang sangat buruk terhadap pertempuran kali ini.


Tanpa disadari Licht ketakutan saat melihat pasukan Zear dan Zear yang sedang menuju kearahnya.


20 Jendral milik Licht sekarang memberi hormat kepada Licht mereka menunggu perintah Licht.


"Kalian 10 orang turunlah kebawah dan habisi semua pasukan bayangan milik Zear."


"Sisanya kalian lindungilah istana ini apapun yang terjadi, jangan biarkan Zear masuk kedalam."


Mereka semua pun mengangguk mengerti dan segera melaksanakan perintah Licht.


Licht kurang lebih memiliki pasukan sekitar 500.000 ribu lebih dengan jendral 20 yang terkenal akan kekuatannya yang sangat kuat.


Itulah alasan mengapa Licht saat ini masih tenang karna ia yakin dengan jumlah pasukan dan kekuatan pasukannya ia dapat menang melawan 8 iblis tak berperasaan.


Selain itu sebentar lagi juga nanti akan ada bala bantuan dari negara dan Dewa lainnya.


Walaupun seperti itu tapi di dalam hati Licht yang terdalam ia merasa kekhawatiran yang sangat membeludak.


Licht pun masuk kedalam istana dan duduk di singgahsanahnya ia mencoba untuk tenang dan percaya bahwa dia akan memenangkan pertempuran kali ini.


"Oy oy oy kenapa dengan diriku, kenapa aku merasa sangat ketakutan, tenanglah Licht tenang." Licht yang kakinya bergemetar.


"Sialll aku tidak bisa tenang."


"Kenapa aku bisa bergemetar seperti ini padahal dulu ketika melawan 8 iblis tak berperasaan aku tak seperti ini tapi sekarang cihh siall."


Yang merasakan ketakutan ternyata bukan Licht saja tapi seluruh pasukannya.


Kenapa bisa begitu itu semua karna Zear sedikit mengeluarkan aura dominasi rajanya.


Sehingga membuat semua musuh menjadi bergemetar, apalagi saat sudah melihat Zear.


Bahkan sebenarnya Zear bisa membunuh pasukan Licht hanya dengan mengeluarkan aura dominasi rajanya saja.


Tapi Zear tak melakukan itu semua, ya itu semua karna menurut Zear nantinya tidak akan jadi menarik.


Zear dia ingin bermain dulu dengan Licht.


Walaupun Zear sudah tau bahwa jika ia bertarung lama dengan Licht maka bala bantuan Licht akan segera datang.


Tapi Zear tidak peduli, dia akan mengahabisi semuanya. TERMASUK 9 DEWA YANG MENGUASAI BUMI.