
Zear pun kemudian bercerita tentang kejanggalan.
Zear di sini menjelaskan nya cukup detail, jadi dia pernah pergi ke dunia lain selama ratusan tahun.
Dan di sana pun sama seperti di bumi kejadian nya, mereka bertarung melawan monster juga.
Bedanya jika di bumi, tehnologi sudah maju sedangkan di sana masih seperti sebuah kerajaan-kerajaan.
Dan di sana juga sama, pada akhirnya bos monster terakhir adalah para Primordial demon.
Namun waktu itu Zear sama sekali tidak mengetahui ada pemimpin Primordial demon.
Zear mengetahuinya ketika Zear melawan Azazel.
Azazel lah yang memberitahu bahwa mereka memiliki pemimpin, hal itu membuat Zear sangat terkejut, karena setau Zear di dunia lain.
Primordial demon sama sekali tidak memiliki pemimpin dan mereka selalu bekerja sendiri-sendiri.
Mereka paling anti yang namanya bekerja sama antara Primordial demon.
Mereka adalah mahluk yang sangat sombong tingkat keegoisan nya sangat tinggi, namun mereka memiliki kekuatan yang sama sekali tidak masuk di akal.
Sekarang Jane dan yang lain nya mengerti kenapa Zear sangat mengetahui dengan sangat jelas siapa Primordial dmeon itu.
Jane yang lain nya masih terdiam dan mendengarkan cerita Zear.
Zear ketika pertama kali ke sana, dia benar-benar sangat kebingungan di tambah lagi dia berada di sebuah gurun tandus.
Yang benar-benar sangat mengerikan, tapi anehnya dan beruntungnya, disana lah Zear mendapatkan kekuatan sejatinya.
Zear menemukan sebuah buku berwarna putih. Buku itu terlihat sangat kuno dan buku itu mengeluarkan sebuah cahaya yang terang.
Zear yang masih kebingungan hanya terfokuskan pada buku berwarna putih itu.
Zear penasaran sebenarnya buku berwarna putih itu buku apa.
Zear yang masih kebingungan karena tiba-tiba berada di gurun yang tandus dan tidak ada orang sama sekali.
Dia pun mengabaikan hal itu dan justru tertarik pada buku berwarna putih.
Zear pun mendekat dan memegang buku berwarna putih itu.
Dan tiba-tiba saja cahaya dari buku berwarna putih itu berubah menjadi butiran cahaya yang masuk ke kepala Zear.
Dan disitulah Zear mendapatkan semuanya.
Mendapatkan semua ilmu pengetahuan bela diri, skill dan masih banyak lagi.
Buku berwarna putih itu memberikan nya secara lengkap, ketika waktu itu Zear dengan keberuntungan nya dapat selamat.
Dari ilmu pengetahuan yang sangat banyak, yang masuk secara sekaligus kedalam pikiran nya.
Zear berteriak kesakitan karena terlalu banyak menerima sebuah informasi.
Bahkan Zear waktu itu hampir mati konyol.
Zear pingsan dan selama pingsan ilmu pengetahuan tentang skill, bela diri dan yang lain nya, dari buku itu mengalir ke dalam pikiran nya.
Hal itu benar-benar sangat menakjubkan dan menyadarkan Zear.
Bahwa yang terpenting bukanlah skill melainkan energi yang ada di dalam dirinya, hal ini konsepnya sama seperti sihir.
Skill bisa di buat, sedangkan kapasitas energi dalam diri seseorang terbatas.
Jadi yang membedakan seseorang yang kuat dan yang tidak bukanlah dari skill, karena skill bisa di ciptakan.
Zear baru mengetahui hal itu semua, Zear sangat terkejut ketika mengetahui hal itu, ia sama sekali tidak menyangka nya.
Karena selama ini yang dia ketahui, di bumi bahwa kekuatan seseorang berdasarkan skill yang dia miliki.
Dan ternyata semua itu salah, Zear yang mengetahui hal itu dia sangat gembira dan sangat senang.
Namun satu pikiran yang terlintas di kepalanya, dia belum mengetahui berapa kapasitas energi yang ia miliki.
Dia hanya perlu masuk ke dalam alam bawah sadarnya sendiri.
Dan melihatnya sendiri seberapa besar kapasitas energi yang ada di dalam dirinya.
Zear pun memejamkan matanya dan tiba-tiba saja dia berada di sebuah ruangan yang sangat kosong gelap dan tak terhingga.
Dan di sana hanya ada sebuah api berwarna putih yang kecil.
Zear kemudian tersadar dan dia berpikir apa itu artinya.
Dan Zear pun dapat menyimpulkan nya bahwa kapasitas energi yang dia miliki tidak terbatas dan api berwarna putih yang di maksud adalah energi yang dia miliki sekarang.
Zear pun terlihat sangat senang karena dia mengetahui bahwa dirinya sangat kuat.
Ketika waktu itu Zear tidak memikirkan apapun dia hanya berpikiran bahwa dirinya bisa menjadi kuat, dan pada akhirnya dia akan menjadi orang yang berguna dan tidak menjadi lemah lagi.
Zear ketika waktu itu hanya berfokusan untuk menjadi kuat, dia tidak memikirkan masalah lain nya.
Zear sangat bersyukur karena tiba-tiba berada di sana dan bertemu dengan sebuah buku yang aneh itu.
Zear merasa bahwa dirinya sekarang sedang bermimpi, oleh karena itu dia mencoba tidur di sana dan ingin terbangun.
Namun Zear tidak bisa, Zear pun memukul dirinya dengan keras namun dia tidak terbangun.
Zear pun mulai panik dan bertanya-tanya kembali sebenarnya ini apa, apa ini sebuah mimpi atau bukan.
Namun hal yang dapat Zear pastikan saat itu dia benar-benar tidak mimpi.
Dia pun panik sepanik-paniknya, dia memikirkan banyak hal kembali.
Walaupun dia mendapatkan ilmu untuk menjadi kuat.
Tapi tetap saja hal itu tidak membuat Zear untuk tenang.
Zear kebingungan dia sekarang berada di mana.
Zear pun mencoba menenangkan dirinya.
Dia pun sekarang berpikiran dia memiliki pengetahuan yang sangat banyak untuk meningkatkan dirinya menjadi lebih kuat.
Dan dia akan memanfaatkan hal itu untuk keluar dari sana.
Zear ingin kembali ke rumahnya, bagaimana pun juga Zear masih memiliki keluarga, Zear takut jika keluarganya sangat khawatir padanya.
Karena tiba-tiba saja dia menghilang dan tidak di temukan dimana pun.
Pada saat itu Zear masih tidak mengetahui bahwa dirinya sekarang berada di dunia lain.
Di dunia lain Zear merupakan termasuk orang yang sangat beruntung karena bisa memiliki ilmu dari buku putih.
Buku putih yang Zear pegang tadi tiba-tiba saja menghilang entah kemana.
Hal itu memanglah sangatlah aneh tapi pada waktu itu Zear sama sekali tidak memikirkan nya.
Yang penting bagi dia, dia mendapatkan sebuah ilmu pengetahuan untuk menjadi lebih kuat.
Zear pun akhirnya mencoba untuk keluar dari gurun panas itu.
Sambil melakukan itu, Zear sambil berlatih untuk meningkatkan energi yang ada di dalam tubuhnya.
Zear sama sekali tidak tau berapa lama yang ia habiskan di gurun itu, Zear tidak menghitungnya sama sekali.
Namun yang ia dapat pastikan adalah Zear sudah sangat lama berada di sana.
Dan Zear untuk menahan lapar dan hausnya, Zear menggunakan energinya untuk bertahan hidup.
Zear terus menjaga tubuhnya.
Zear terus berjalan sampai kelelahan, sampai tidak memiliki tenaga, hal yang terus membuat dia bertahan adalah semangat untuk kembali ke rumah.