
Zear, Jane, Leonard, Silvi dan yang lain nya sudah berjalan cukup lama, tapi mereka semua belum menemukan apapun.
Monster atau sejenis dengan apapun itu.
Zear sudah mengetahui tentang semuanya, tentang portal ini dan Zear juga sudah mengetahui bagaimana cara menyelesaikan portal ini.
Namun Zear harus berjalan cukup jauh terlebih dahulu.
Semua orang yang mengikuti Zear saat ini sebagian ada yang kesal dan sebagian lagi ada yang sabar.
Seperti biasa orang-orang yang sombong dan so tau seperti mereka selalu ada.
"Sampai kapan kita harus berjalan seperti ini?"
"Ini sangat membosankan, aku jadi meragukan seseorang." Ucap mereka yang menyindir Zear.
"KALIAN SEMUA DIAMLAH!!!!!!" Teriak para pemimpin pasukan mereka.
"Cih....Pemimpin kita terlalu berlebihan."
"Kau benar hahahhaa, rangker kelas SS+ saja banyak tingkah."
Jane yang dari tadi sudah sangat kesal dan sangat marah Jane pun berhenti.
Semua orang tiba-tiba terkejut karena Jane yang berhenti.
"Habislah mereka karena telah membuat istriku mengamuk." Batin Zear.
Jane pun menggunakan skillnya dan tiba-tiba gurun yang luas itu hampir setengah nya berubah menjadi es.
Jane juga mengeluarkan aura yang mengerikan.
Semua orang terdiam tidak bergerak, tercengang mereka semua benar-benar sangat terkejut.
"Bisakah kalian diam dan jangan berisik kuping ku sangat sakit, jika kalian tidak ingin ikut dengan kami silahkan KALIAN PERGI SENDIRI"
"Ini peringatan sekali lagi kalian berbicara, se huruf pun yang keluar dari mulut salah satu dari kalian, jangan harap kalian dapat kembali dengan selamat, dan jika kalian tidak menyukai nya pergi dari sini."
Jane sambil menatap mereka dengan tatapan iblis.
Mereka pun terlihat ketakutan dan mengeluarkan banyak keringat dingin.
"Sabar sayang." Aku yang menenangkan Jane.
"BAGAIMANA AKU BISA SABAR DARI AWAL BERTEMU MEREKA BACOT TERUS!!!!!" Jane yang kesal.
"Wajar sayang mereka adalah orang sok keras tapi tidak ada prestasi sama sekali." Aku yang menyindir mereka.
"Jadi wajarkan saja ya, sudah jangan marah, nanti cantik mu hilang."
"Biarin yang penting sekali lagi mereka berbicara 1 huruf saja keluar dari mulut mereka, aku akan membunuh nya, aku tidak peduli jika kita harus berperang dengan guild mereka." Ucap Jane.
"Ya aku rasa kali ini Jane benar-benar sangat marah, lagi pula mereka benar-benar sangat keterlaluan, ya itu salah mereka, ayah dan ibu pun mereka tidak melarang Jane." Batin Zear.
"Mereka itu sangat bodoh, beraninya dia menganggu iblis tersembunyi dari istri ku aku saja takut pada istri ku apalagi mereka." Batin Zear.
"Sayang sebentar lagi kita akan sampai, tapi di depan sana akan ada banyak monster yang menyambut kita." Ucap Zear.
"Ya aku juga merasakan nya."
"Kami juga." Ucap Leonard, Silvi.
"Kalian semua bersiaplah dan berhati-hatilah." Teriak Leonard.
Namun tidak ada satu orang pun yang berbicara karena mereka takut kepada Jane.
"Anak kita memang menyeramkan, sama seperti ibunya." Ucap Leonard pelan.
"APA?" Tanya Silvi yang sudah menaikan alisnya.
"Tidak sayang tidak apa-apa itu aku hanya bergumam tentang para monster." Leonard yang ngeles dengan buruk.
"Ayah mertua ku memang bodoh dalam hal berbohong, ayah jika kau berbohong seperti itu maka ibu mertua akan mengetahui nya." Batin Zear.
"Ya aku harap apa yang kau katakan itu benar." Ucap Silvi.
"Ayah mertua memang bodoh tapi keburuntungan nya sangat tinggi, dia memang panutan." Batin Zear yang merubah pikiran nya.
Mereka juga kebingungan ketika Zear menginformasikan banyak monster di depan.
Itu semua karena di depan mereka, mereka sama sekali tidak melihat apapun.
Mereka dalam hatinya ingin bertanya, tapi mereka takut kepada Jane.
Jane, Zear, Leonard, Silvi tiba-tiba berhenti berjalan.
Berhentinya juga mereka membuat yang lain nya ikut berhenti juga.
Mereka pun kebingungan kenapa mereka berhenti dan tidak melanjutkan perjalanan, mereka ingin bertanya tapi sayang mereka benar-benar takut kepada Jane.
Apalagi setelah mereka melihat sisi menakutkan Jane.
"SIALLLL DASAR PARA BOCAH TOLOL AKU SUDAH MEMPERINGATI MEREKA UNTUK MENJAGA SIKAP MEREKA, TAPI MEREKA SAMA SEKALI TIDAK MENDENGARKAN KU."
"Kalau terjadi apa-apa setelah ini, aku akan membunuh para bocah bodoh itu aku tidak peduli siapa mereka, aku lebih takut terhadap 8 iblis tak berperasaan apalagi kepada pemimpin nya Zear."
"Untungnya dia sama sekali tidak marah, jika dia marah habislah kami semua." Batin salah seorang pemimpin pasukan yang merupakan orang terkuat di antara mereka semua.
"Zear apa kamu bisa menyerahkan para monster ini padaku? Aku sekarang benar-benar sedang kesal" Ucap Jane.
"Ya tentu saja sayang."
Jane pun maju kedepan sendirian.
Dan tiba-tiba pijakan kami bergetar dengan sangat keras, seperti terjadi sebuah gempa yang sangat besar.
"Jane berhati-hatilah anakku." Teriak Leonard.
"Ya ayah tenang saja." Teriak Jane.
Yang lainnya mereka sedang kebingungan dengan apa yang terjadi, mereka ingin bertanya namun sekali lagi mereka teringat dengan ancaman Jane.
Tiba-tiba di depan Jane muncullah ribuan raksasa cacing yang sangat besar, panjang mereka bisa mencapai 60 meter, dan lebar tubuh mereka bisa mencapai 20 meter.
Benar-benar sangat besar.
Di tambah jumlahnya yang sangat banyak. Cacing itu benar-benar terlihat sangat menyeramkan.
Cacing itu memiliki warna putih, tidak memiliki wajah hanya memiliki mulut yang sangat besar dan terdapat banyak gigi tajam di dalam nya.
Jane sambil maju kedepan, sambil mengeluarkan aura nya yang berwarna biru muda seperti es.
Para monster itu ingin memakan Jane.
Namun sebelum memakan Jane, Jane mengeluarkan sihirnya.
Dan seluruh monster itu pun berubah menjadi beku.
Tidak bergerak, kekuatan Jane yang sekarang benar-benar sangat mengerikan.
Tak sampai disitu, Jane pun mengeluarkan skill meteor es.
Tiba-tiba di langit terdapat 5 meteor beku yang sangat besar, yang kemudian menghantam para cacing itu.
Dan membuat mereka hancur berkeping-keping ledakan es pun terjadi.
Jane pun kembali.
Sekarang semua orang sudah mengetahui betapa mengerikan nya Jane.
Mereka sekarang menelan ludah sendiri, mereka terkejut sampai melotot.
Bahkan mata mereka hampir lepas, mereka seakan-akan tidak percaya bahwa ada orang yang memiliki kekuatan sangat dahsyat seperti itu.
Bahkan para pemimpin mereka juga belum tentu bisa melakukan seperti apa yang di lakukan Jane.
Hati mereka sekarang benar-benar hampir copot, jantung mereka berhenti berdetak sesaat.
Dalam hati mereka juga sekarang sedang menyalahkan satu sama lain.
Mereka semua menyesal karena telah berbicara yang tidak-tidak.
Mereka benar-benar ingin meminta maaf namun mereka sama sekali tidak bisa berbicara karena takut ancaman Jane.