THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 138 Suara teriakan yang sangat mengerikan



Zear menggunakan pedang Beelzebub nya menebas kedua sayap milik Aphophis.


"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA................" Teriak Aphophis dengan sangat keras karena kesakitan.


Teriakan Aphophis sangat mengerikan bahkan dapat di dengar di seluruh dunia.


Seluruh dunia sekarang sangat penasaran dengan apa yang terjadi di atas langit sana.


Mereka semua pun menggunakan, kamera teropong atau apapun itu, untuk melihat lebih jelas.


Mereka semua sangat penasaran dengan apa yang terjadi.


Kedua sayap milik Aphophis pun menghilang seperti di telan bumi.


Terserap energi kekuatan nya oleh pedang Zear, yang kemudian pedang Zear itu mengalirkan energi tersebut ketubuh Zear.


Aphophis pun berubah kebentuk semulanya, dia sekarang berubah menjadi seukuran manusia.


Aphophis yang masih kesakitan, kemudian di cekik oleh Zear.


Zear pun menatap Aphophis dengan tatapan yang mengerikan.


Dan Aphophis di sini mengalihkan pandangan nya kearah lain dia terlalu takut untuk memandang mata Zear.


"Kau datang kemari ingin menghabisi keluarga, aku, dan para manusia lainnya dengan rasa percaya diri yang kau miliki, tapi sekarang kenapa kau terlihat sangat ketakutan."


"Bahkan dari tadi kau tidak berani menatapku, tidak seperti di awal tadi, kemana keberanian mu itu?"


"Aku pikir kau lebih kuat dari para Primordial demon lainnya, ternyata aku salah kau ternyata adalah Primordial demon paling lemah yang pernah kau temui." Ujar Zear.


Zear terus menghina Aphophis.


Aphophis tidak bisa berbicara sama sekali, dari tadi dia hanya mencoba untuk terlepas dari cekikan Zear yang sangat kencang yang membuatnya sangat kesakitan.


Aphophis kali ini dia mengeluarkan racunnya dan menyalurkan ke tubuh Zear.


Melalui tangan nya yang sekarang dapat menyentuh Zear.


Aphophis pun tersenyum kemenangan, karena Zear dengan bodohnya menerima racun yang diberikan oleh Aphophis.


"HAAHAHAH DASAR BODOH RASAKANLAH RACUN YANG PALING MEMATIKAN!!" Aphophis yang bisa berbicara namun tidak jelas.


Walaupun seperti itu Zear dapat mengerti dengan yang di katakan oleh Aphophis.


"APA INI TIDAK MUNGKIN RACUN? CELAKA AKU BISA MATI." Zear yang terlihat terkejut.


"Haahha rasakan itu, jika kau ingin penawarnya lepaskan aku sekarang juga dan biarkan aku pergi dari sini." Aphophis yang menunjukan ekspresi kemenangan nya.


Aphophis sangat yakin dengan racun yang ia berikan kepada Zear.


Racun yang ia berikan merupakan racun yang sangat kuat bahkan Elathan wakil pemimpin Primordial demon tidak dapat menahan rancun itu.


Aphophis yakin racun itu sebentar lagi akan bekerja dan membuat Zear sangat kesakitan.


"Untuk apa menuruti perintahmu, apa kau pikir aku bodoh, lagi pula racun mu itu tidak berguna padaku, aku tadi hanya berakting saja, yah agar kau senang sedikit dan mempunyai harapan." Ujar Zear.


"Kekkeke apa kau pikir aku ini bodoh, mana mungkin racun semengerikan itu tidak bekerja pada mu, jangan mencoba menipuku, aku tidak sebodoh itu manusia." Ujar Aphophis.


"Ya sudah kalau tidak percaya, saatnya memberi pelajaran pada mu." Ujar Zear.


Zear pun disini membuat penyiksaan nya dengan cara memotong lengan dan kaki Aphophis menggunakan pedang biasa.


Karena jika menggunakan pedang Beelzebub kaki dan tangan Aphophis kemungkinan tidak akan bisa tumbuh lagi.


Jadi pedang Beelzebub sangat tidak cocok untuk menyiksa Aphophis.


Aphophis pun di sini hanya dapat berteriak kesakitan.


Teriakan kesakitan dia menggema di langit dan sampai ke hampir seluruh dunia.


Seluruh dunia sekarang sedang melihat penyiksaan yang sangat sadis.


Mereka juga mengetahui kenapa Zear melakukan itu, terutama Gabriel.


Dia dapat dengan jelas tau kenapa Zear menyiksa Aphophis sang Primordial demon hitam.


Gabriel yakin alasan kenapa Zear menyiksa Aphophis, karena Aphophis menyerang keluarga Zear.


Seluruh dunia juga berpikiran seperti Gabriel, mereka sudah mendengar kabar tentang Edwart dan Rico yang di siksa habis-habisan karena telah menyenggol keluarga Zear.


Seluruh dunia sekarang bisa melihat bagaimana sadisnya penyiksaan yang di lakukan oleh Zear.


Mereka semua sekarang merinding ketakutan.


Aphophis pun di sini tidak mengerti kenapa racun nya itu tidak bekerja.


Dia masih berpikiran positif karena Zear sangat kuat, jadi efek dari racunnya sedikit melambat.


Aphophis sambil berpikir sambil menahan sakit, sambil meregenerasi tubuhnya yang terus terpotong.


Aphophis sesekali melihat eskpresi Zear.


Namun hanya sekilas saja, setelah itu dia tidak berani menatapnya lagi, itu semua karena Zear sangat mengerikan.


Aphophis terus di siksa tanpa henti.


Aphophis terus berteriak kesakitan.


Seluruh dunia sekarang bertanya-tanya sampai kapan Zear akan menyiksa Aphophis.


Bagi mereka penyiksaan Zear terlalu mengerikan.


Menurut seluruh dunia lebih baik mati dari pada mereka harus di siksa seperti itu.


"Bukannya sudah kubilang racunmu, seranganmu, sama sekali tidak akan mempan padaku." Ujar Zear.


"Jadi lebih baik kau nikmati saja penyiksaanku, tidak usah melawan, sekarang akan aku ajari apa itu kesakitan yang sesungguhnya."


Mendengar itu membuat Aphophis merinding ketakutan.


Dia kali ini memasang eskpresi yang sangat buruk, siksaan Zear yang sekarang saja sudah menyakitkan baginya.


Apalagi siksaan Zear yang di tahap selanjutnya.


Aphophis pun disini dengan sekuat tenaga nya lagi sambil mengeluarkan auranya dia mencoba melepas dirinya dari cekikan Zear.


Namun hal itu sia-sia.


"Jangan banyak bergerak." Ujar Zear.


Zear pun kemudian menggunakan skillnya [Hell demon fire] tiba-tiba saja seluruh tubuh Aphophis terbakar oleh api berwarna putih.


Aphophis pun berteriak kesakitan karena menahan api yang sangat panas.


"WUAAAAA..........AAAAAAAAAA........." Teriakan Aphophis yang sangat keras menggema keseluruh dunia.


"Apa kau tidak bisa diam, apa kau tidak bisa tidak berisik?" Tanya Zear yang mencekik Aphophis lebih keras dan menambahkan kekuatan nya untuk membakar Aphophis.


Saking panasnya api Zear, sampai-sampai membuat kulit Aphophis meleleh.


Dan sekarang berubah menjadi tengkorak.


Zear pun menghentikan nya sejenak.


Aphophis pun memulihkan dirinya.


"AKU MOHON AMPUNI AKU, AKU SUDAH TIDAK KUAT, ZEAR NAMA MU ZEAR KAN AK-......AAAAAAAAAAAAA"


Zear yang membakar kembali Aphophis menggunakan skillnya itu.


Seluruh dunia yang tidak kuat melihat siksaan Zear mereka menutup mata.


Zear pun sudah melakukan hal itu selama 10 kali.


Dan hal itu membuat mental dari Aphophis hancur.


Zear sekarang sedang menghentikan penyiksaan nya kepada Aphophis.


"MA-MAAFKAN SAYA TU-TUAN ZE-" Tidak ingin mendengar suara Aphophis Zear pun membakar kembali Aphophis.


"PANAS PANAS PANAS PANAS AAAAAAAAAAAA AMPUNI AKU ZEAR AAAA" Teriak nya.


Setiap kali Aphophis berteriak Zear menambahkan lagi kekuatan apinya.


"MAAF SETELAH APA YANG TELAH KAU LAKUKAN? KONYOL APA KAU PIKIR AKU NAIF?" Zear yang terus membakar hebat Aphophis.


Aphophis yang hampir kehabisan energi dia tersenyum lebar "Akhirnya."


"Apa kau pikir aku bodoh membiarkan mu mati begitu saja?" Tanya Zear.


Zear pun disini mengalirkan sedikit energinya kepada Aphophis.


Dan Aphophis pun tidak jadi kehabisan energi.


Dan Zear pun menyiksa kembali Aphophis dengan cara yang dia sukai.


Suara teriakan kesakitan, dan ketakutan Aphophis dapat terdengar jelas oleh seluruh dunia.


Dan mereka semua sekarang sedang merinding ketakutan akan hal itu.


"AKU TIDAK AKAN MELAKUKAN INI JIKA KAU TIDAK MELUKAI KELUARGAKU."


"Tapi yah sayangnya kau melakukan kesalahan besar, jadi kau harus menerima konsekuensinya." Ujar Zear.