
"JANGAN SENANG DULU HANYA KARENA TELAH MELUKAI KU, KAU HANYA BERUNTUNG SAJA, KALI INI AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN MU MENYERANG SEENAKNYA."
"Aku akan mengajari mu bagaimana caranya bertahan dan menyerang dengan benar." Ucap Drafa dengan sombong.
Zear pun tersenyum "Majulah tunjukan padaku apa yang kau miliki." Ucap Zear.
"Jangan sombong dasar kau manusia rendahan!!!!!!" Drafa yang langsung melesat dengan cepat.
Keduanya bertarung di langit, mereka menggunakan skill terbang.
Bagi mereka berdua terbang merupakan hal yang sangat mudah.
Mereka berdua pun bertarung dengan sangat cepat dan sangat kuat, pukulan dan tendangan yang mereka berdua sangat kuat.
Saking kuatnya serangan mereka berdua, serangan mereka berdua menimbulkan efek aura biru dan ungu di langit.
Mereka berdua bertarung ke sana kemari menghindar bertahan dan juga menyerang.
Serangan Drafa sama sekali tidak berguna bagi Zear, bahkan setiap kali mereka saling beradu tendangan maupun pukulan.
Drafa merasakan kesakitan.
Drafa meresakan keanehan kenapa Zear bisa kuat.
Mereka sudah bertukar ribuan serangan lebih.
Dan Drafa terluka cukup parah, namun dia menggunakan skill regenerasi.
Drafa yang ingin mundur, tidak di biarkan begitu saja oleh Zear.
Zear di sini menendang perut Drafa sampai Drafa terhempas sangat jauh dan menabrak laut dengan sangat keras.
Drafa yang terhempas jauh ke laut dia kembali dan kali ini dia mengeluarkan senjatanya berupa 2 pedang panjang yang tipis dan kecil.
Drafa pun ingin menebas kepala Zear, namun Zear di sini menghindari serangan Drafa dengan cara berteleport jauh kebelakang.
Zear kemudian mengeluarkan senjatanya Sword of god.
Drafa terkejut dengan kecepatan pergerakan Zear.
"Kenapa apa kau sangat kesal karena tidak bisa melukaiku sama sekali?" Tanya Zear yang mengejek Drafa.
Drafa tidak bisa menjawab pertanyaan Zear karena dia malu, dia seperti kemakan omongan dia sendiri.
Drafa pun di sini melesat kembali kearah Zear, kali ini mereka berdua bertarung menggunakan pedang.
Mereka berdua bertarung dengan sangat cepat dan sangat kuat.
Mereka berdua seperti tidak ada lelahnya sama sekali, padahal mereka mengalirkan banyak energi ke pedang dan tangan mereka.
Suara beradunya kedua pedang yang sangat kuat terdengar sangat keras dan nyaring.
Akibat mereka berdua langit menjadi hitam dan laut menjadi mengamuk.
Zear di sini menggunakan tangan Dewanya, dan tiba-tiba saja tangan Zear di selimuti aura berwarna putih.
Drafa terkejut karena tiba-tiba saja serangan Zear lebih kuat, lebih cepat, dan lebih mematikan dari sebelumnya.
Drafa sedang dalam posisi menahan pedang Zear yang ingin menebas kepalanya.
Zear pun menarik pedang nya dan menendang salah satu lengan Drafa, dan pergelangan tangan Drafa pun terlepas karena serangan kaki Zear yang sangat kuat.
Zear pun mengambil pedang Drafa dan menggunakan nya.
Zear dengan pedang miliknya dan pedang Drafa.
Melakukan ribuan tebasan ke seluruh badan Drafa.
Drafa pun berteriak kesakitan.
Setelah menebas ribuan kali, Zear menusuk dada Drafa menggunakan pedang milik Drafa.
Setelah itu Zear menendang bagian ujung dari pedang Drafa.
Drafa pun terhempas sangat jauh sambil pedang yang tertusuk di dadanya.
Drafa di sini menjerit kesakitan. Drafa terus melesat sampai menabrak laut yang sedang mengamuk itu.
Dari dalam laut tiba-tiba saja Drafa menyerang menggunakan bola sihir berwarna ungu kehitaman.
Yang berukuran 5 kali lebih besar dari manusia cukup besar.
Dan Drafa di sini menciptakan 6 serangan yang mengarah kepada Zear secara bersamaan.
Zear pun melakukan tebasan horizontal dan munculah sebuah gelombang kejut yang cukup panjang dan besar untuk menabrak seluruh serangan Drafa.
Serangan Drafa yang masih sama pun menyusul.
Zear pun menghindari semua bola serangan milik Drafa.
Dan tiba-tiba saja salah satu pedang milik Drafa yang di lemparkan oleh Drafa kearah Zear, ingin menusuk muka Zear.
Namun Zear menghindarinya dengan mudah, hanya dengan menggerakan kepalanya saja.
Tiba-tiba Drafa berada di depan Zear.
Zear tidak terkejut sama sekali, dia justru tersenyum kepada Drafa.
Hanya dalam waktu singkat itu Drafa bergemetar ketakutan, Drafa yang tidak tau harus apalagi.
Dia menusuk perut Zear, dengan sangat dalam.
Dan sedangkan Zear dia langsung mencekik leher Drafa dengan sangat keras.
Drafa maupun Zear pun keduanya terlihat kesakitan.
Mereka berdua sekarang beradu tenaga.
Tangan kanan Zear yang sedang memegang pedang itu, dia langsung menusuk dada Drafa dengan sangat keras.
Drafa pun yang menusuk Zear melepaskan genggaman nya itu.
Kedua lengan dia sekarang di pakai untuk melepas pedang maupun cekikan Zear terhadapnya.
Zear pun meregenerasi tubuhnya dan pedang Drafa pun terjatuh ke laut.
"Apa kau pikir hanya kau saja yang dapat menggunkan skill Regenerasi." Ucap Zear dengan tatapan yang mengerikan.
Zear pun mencabut pedang miliknya itu dan menusuknya kembali.
Drafa pun kesakitan dia ingin berteriak namun tidak bisa, karena lehernya di cekik dengan sangat keras oleh Zear.
Zear hanya mendengar sedikit teriak kesakitan nya itu.
"Sepertinya aku sangat suka dengan teriakan mu." Ucap Zear sambil tersenyum kejam yang kemudian dia mencabut dan menusuk kembali pedang nya itu.
Zear melakukan nya ribuan kali karena Drafa dapat meregenerasi selama tubuhnya memiliki energi.
Jadi Zear tidak perlu healing maximum.
Drafa dengan muka yang ketakutan dia memohon ampunan pada Zear.
Zear tidak dapat mendengar jelas apa yang di katakan Drafa, karena Drafa sekarang sedang di cekik oleh Zear.
Drafa sangat tersiksa, dia tidak bisa bernafas dan dada dia terus di lubangi oleh Zear.
Rasanya Drafa ingin mati saja dari pada di siksa terus oleh Zear.
Drafa sama sekali tidak ingin melihat mata Zear, karena baginya hal itu sangat menakutkan.
Zear pun di sini menambahkan siksaan nya.
[Hell demon fire] tiba-tiba saja seluruh tubuh Drafa terbakar oleh api berwarna biru muda yang sangat panas.
Drafa pun berteriak kesakitan.
Drafa terus meregenerasi tubuhnya, sampai-sampai energi dia sekarang sudah habis.
Zear yang merasa Drafa sudah kehabisan energi.
Zear menghilangkan api yang tak pernah padam itu pada Drafa.
Setelah itu Zear baru menebas kepala Drafa.
Tubuh Drafa pun jatuh ke laut.
Dan kepala Drafa yang di pegang oleh Zear tiba-tiba berubah menjadi butiran cahaya berwarna ungu.
Yang kemudian masuk ke tubuh Zear, begitu pula dengan badan Drafa yang terjatuh ke laut tubuhnya juga berubah menjadi butiran cahaya dan masuk ke tubuh Zear.
Zear tidak mengerti sama sekali kenapa setiap dia membunuh orang yang kuat.
Orang tersebut akan mati seperti itu dan kekuatan mereka menjadi terserap pada diri Zear.
Dan Zear tiba-tiba saja bertambah lebih kuat lagi dari sebelum-sebelum nya.
Tak mau memikirkan lebih lama lagi.
Zear dia langsung berteleport ke kota Miami.