THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 111 Kekacauan 3



"Zear kenapa raksasa yang pernah kita lawan bisa muncul kembali?" Tanya Reyhan.


"Mereka bukanlah raksasa yang pernah kita hadapi, mereka sama namun berbeda, mungkin mereka menyerang kita karena mereka ingin membalaskan dendam kematian Astaroth raja mereka." Ucap Zear.


"Begitu yah." Ucap Reyhan.


"Sepertinya pertarungan kali juga akan lama." Ucap Devin.


"Mina apa Mina tidak takut?" Tanya Jane.


"Tentu saja Mina tidak takut mamah, jika Mina takut maka Mina tidak akan pernah bisa menjadi seperti papah." Ucap Mina yang terlihat semangat.


"Lagi pula di sini ada papah dan mamah, jadi Mina merasa aman tidak ketakutan sama sekali." Ucap Mina.


"Mina memang anak yang pintar." Ucap Zear.


"Hehehehe terima kasih papah."


"Kalau kamu ketakutan bilang ya sayang." Ucap Jane yang khawatir pada Mina.


"Iya mamah."


"Mina apa Mina ingin bermain?" Tanya Red.


"Heem tentu saja Red." Ucap Mina yang terlihat senang.


Mereka pun bermain bersama dengan Fang Yin dan Juga Devin yang sedang gabut.


Sedangkan yang lain nya di sini melihat jalan nya pertarungan antara para rangker terkuat di dunia melawan para monster.


Mereka melihat bahwa para rangker dunia bisa mendominasi pertarungan dan cukup hebat dalam mengalahkan monster.


Walaupun seperti itu tetap saja ada beberapa orang yang mati.


Dan itu menjadi pukulan yang sangat menakutkan bagi mereka.


"Ini hanya gelombang awal saja." Ucap Zear.


"Di gelombang kedua nanti mereka tidak akan dapat bertahan, mereka akan mundur ke kota kabur dari pertempuran." Ucap Zear.


"Zear bagaimana kau bisa mengetahui hal itu?" Tanya Raguel yang terkejut.


Raguel disini sudah mengetahui masa depan, dan apa yang di katakan oleh Zear sesuai dengan masa depan yang dia baca.


"Aku hanya mengiranya saja." Jawab Zear.


Disini Raguel dan yang lain nya juga juga mulai curiga bahwa Zear bisa membaca masa depan juga.


Namun mereka semua tidak bertanya, karena hal yang seperti itu sangatlah tabu dan rahasia.


"Tapi jujur saja Zear perkiraan mu terlalu benar, untuk di bilang asal mengira." Ucap Raguel.


"Aku tidak asal dalam mengira, aku mengira sesuai analisa dan pengalaman saja."


"Begitukah, kau sangat hebat."


"Terima kasih."


Para rangker dunia di sini membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membunuh 1 monster.


Mereka harus bekerja sama untuk membunuh 1 monster.


Walaupun seperti itu mereka dapat berhasil membunuh puluhan monster yang terlihat mengerikan.


Hal itu membangkitkan semangat mereka.


Karena di dalam pikiran mereka sekarang, berpikir bahwa ternyata monster yang di lawan oleh Zear dan yang lain nya tidak semengerikan yang di ceritakan oleh mereka.


"Sayang kenapa monster raksasa yang sekarang terlihat lebih lemah?" Tanya Jane.


"Ah itu, itu semua karena raksasa yang sekarang menyerang hanyalah raksasa biasa, berbeda dengan yang kita lawan, mereka semua hampir pasukan terbaik yang di miliki oleh ras monster raksasa." Ucap Zear.


"Hmm berarti mereka terlalu senang terlalu cepat." Ucap Jane sambil menatap balik para rangker dunia yang menatap mereka dengan tatapan sombong.


"Ya sayang kamu benar." Ucap Zear.


"Hhahaha tidak apa setelah ini juga mereka menyadari bahwa mereka memiliki penilaian yang salah." Ucap Leonard.


"Ya Leonard benar." Ucap Rv.


Para rangker dunia dan para monster terus bertarung, mereka menghancurkan segalanya.


Untungnya di daerah terdekat kota Miami ini, seluruh penduduknya sudah mengungsi pindah.


Mereka semua sekarang di pindahkan ke tempat yang sangat jauh dari kota Miami.


Bagaimana pun juga kota mereka akan di gunakan untuk pertempuran yang sangat besar, dan kemungkinan kota mereka akan hancur tak tersisa.


Pantai dan kota Miami hampir hancur berantakan.


Yang memimpin jalan nya pertarungan adalah para rangker terkuat di dunia.


Mereka benar-benar sangat kuat.


Walaupun ada beberapa rangker yang sudah mati.


Dan sekarang para monster itu tersisa sedikit.


Rangker dunia mereka semua terlihat sangat senang dan bergembira.


Mereka semua terlihat sangat bersemangat karena mereka pikir.


Mereka sudah menang melawan portal itu.


"Sebentar lagi gelombang kedua akan tiba." Ucap Zear.


Dan tiba-tiba saja mahluk mitos, di barengi dengan raksasa yang besar dan ular yang sangat besar keluar dari portal tersebut.


Jumlah mereka lebih banyak dari sebelumnya, di tambah mereka jauh lebih kuat dari monster raksasa gelombang pertama.


Hal ini membuat semua rangker dunia yang merasa menang terkejut bukan main.


Mereka semua sekarang terlihat sangat ketakutan.


Mata mereka mengatakan mereka tidak mempunyai harapan untuk menang.


Apalagi monster yang akan mereka hadapi sekarang jauh lebih menakutkan dan jauh lebih kuat.


Dan seperti kata Zear.


Para rangker dunia sebagian dari mereka yang masih sayang dengan nyawa mereka mundur ke kota.


Mereka takut menghadapi para monster yang sangat mengerikan itu.


Serangan kapal, pesawat jet, helikopter dan yang lain nya serasa tidak berguna pada para monster itu.


Serangan mereka seperti tidak memiliki damage sama sekali.


Di sini pemerintahan Amerika serikat ingin memutuskan untuk penggunaan nuklir.


Namun hal itu di tahan karena mereka membutuhkan persetujuan terlebih dahulu, di tambah di kota itu masih ada rangker-rangker dunia.


Kepanikan kekhawatiran sekarang sudah mulai terjadi.


Dan sekarang seluruh dunia bertanya-tanya kenapa para Dewa dan 8 iblis tak berperasaan tidak membantu pertempuran itu.


Mereka semua kebingungan.


Jika mereka tidak turun tangan ada kemungkinan negara Florida akan hancur rata oleh monster-monster itu.


Dan seluruh dunia pun belum bisa memastikan dan belum bisa menentukan serangan nuklir mereka dapat berhasil atau tidak.


Tapi firasat seluruh dunia mengatakan bahwa serangan nuklir tidak akan berpengaruh sama sekali terhadap monster yang di lawan sekarang.


Monster yang di lawan sekarang berbeda dari monster-monster yang pernah dunia lawan.


Mereka benar-benar sangat besar hampir menyamai sebuah hotel tingkat tinggi.


Dan mereka benar-benar terlihat sangat mengerikan.


Seluruh dunia sekarang seperti sedang menonton kiamat saja.


Di sini Zear dan yang lain nya di sorot oleh media.


Mereka juga bertanya-tanya kenapa Zear dan yang lain nya tidak ikut bertempur melawan para monster.


Media yang panik kemudian mereka ingin mendekati Zear dan yang lain nya, mereka ingin bertanya sebenarnya kenapa mereka semua tidak ingin membantu para rangker terkuat di dunia.


Di sini lah Reyhan dan yang lain nya tersenyum senang.


Karena mereka merasa bahwa sebentar lagi rencana mereka akan berhasil.


Rangker terkuat di seluruh dunia sekarang mereka semua mundur jauh ke kota.


Mereka terlihat ingin kabur dari sana.


Namun ada sebagian juga yang tetap bertarung.


Yang kabur dari sana secara mengejutkan adalah kelompok Benjamin.


Kelompok yang mencoba untuk menyingkirkan Zear dan yang lain nya.