
Karena semuanya sudah selesai Zear pun menarik kembali semua pasukan bayangan miliknya.
Zear kemudian melihat sekitaran, dia tidak menyangka tempat tersebut akan menjadi sangat rusak seperti sekarang.
Jika peperangan itu terjadi di bumi mungkin bumi sudah hancur.
Untungnya keputusan Zear benar untuk bertarung di alam Primordial demon.
Jane dan yang lain nya pun sedang mengobrol satu sama lain dan mereka semua terlihat senang.
"Sayang?" Jane yang menepuk pundak Zear.
"Kenapa?" Tanya Jane, karena melihat Zear yang sedang melamun.
"Tidak, hanya kepikiran sesuatu saja, aku hanya berpikir, aku tidak pernah menyangka kita semua bisa mengalahkan Primordial demon."
"Padahal dulu Primordial demon adalah mahluk yang kita takuti dan tidak mungkin untuk di kalahkan, tapi sekarang buktinya kita dapat mengalahkan mereka dengan mudah, aku hanya berpikiran seperti itu saja, aku merasa ini seperti mimpi saja." Ujar Zear yang tersenyum pada Jane.
"Rasanya aku juga berpikiran sama sepertimu." Jane yang tersenyum balik.
Mereka berdua terlihat bermesra-mesaraan.
"Ehem ehem maaf menganggu bulan madu kalian, tapi bagaimana caranya kita kembali ke bumi?" Tanya Reyhan dan yang lain nya.
"Ah uhm iya ehem ehem jadi aku juga memikirkan hal itu tadi bersama dengan Jane, iyakan sayang."
"Uhm yah."
Reyhan dan yang lainnya pun menatap mereka dengan tatapan datar.
"Itu masalah mudah, aku tinggal membuat portal menuju bumi." Ujar Zear.
"Hhahahha bukankah aku sudah bilang Reyhan kak Zear pasti bisa melakukan apapun." Ujar Fang Yin.
"Bukannya tadi kau meragukan nya yah kak." Ujar Fang Jiali.
"Mana mungkin, aku tidak pernah berkata seperti itu." Fang Yin yang membela diri.
"Kakak mu mana mungkin mau mengaku salah." Ujar Devin.
"Diam kau Devin!!!!!"
"Hah? Apa? Apa kau ingin bertarung denganku disini Fang Yin?"
"Jika kau berani ayo."
Fang Jiali pun mencubit telinga kakaknya Fang Yin, sedangkan Devin di cubit oleh Hana.
"Bisakah kalian akur saja sehari?" Tanya Hana dan Fang Jiali.
"Iya iya iya iya maaf kan kami, maafkan kami." Fang Yin dan Devin yang kesakitan.
Zear dan yang lain nya pun hanya bisa tertawa dan menggelengkan kepala mereka, karena melihat kelakuakn Devin dan Fang Yin.
"Baiklah kalau begitu apa kalian sudah siap untuk kembali?" Tanya Zear.
"Ya tentu saja, rasanya aku ingin tiduran untuk beberapa hari kedepan." Jawab Reyhan.
"Yap aku juga merasa sangat lelah, dan ingin mengistirahatkan tubuhku ini." Sahut Devin.
"Devin benar." Ucap yang lain nya.
"Kita sudah menghabiskan waktu di sini berapa lama?" Tanya Jane.
Mereka semua pun terdiam begitu pula dengan Zear, karena mereka semua tidak mengetahuinya.
"Tidak tau." Jawab mereka semua.
Zear pun kemudian membuka portal menuju Paradise island.
Dan akhirnya mereka semua pun kembali dengan perasaan yang senang.
Kecuali Zear, dia sedang memikirkan sesuatu, dia masih penasaran dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepala nya yang sama sekali tidak masuk akal.
Ketika mereka kembali, mereka semua di sambut oleh para Dewa, Rangker terkuat.
Ketika mereka kembali bumi kembali normal.
Zear dan yang lain nya pertama kali datang langsung bertanya berapa hari mereka pergi dari bumi.
Jawabannya cukup mengejutkan ternyata 2 bulan lama nya mereka bertarung melawan para Primordial demon.
Rangker terkuat dan para Dewa pun bertanya banyak hal.
Seperti apa yang terjadi di alam lain.
Dan siapa lawan mereka dan bagaimana kejadian nya.
Reyhan dan yang lainnya pun menjelaskan semuanya.
Sedangkan Zear dan Jane mereka pergi duluan, mereka sekarang sudah membuka kembali pelindung tembok es milik Jane.
Para Dewa dan Rangker terkuat lain nya saat mendengar semua penjelasan dari Reyhan dan yang lain nya mereka sangatlah terkejut.
Mereka sama sekali tidak menyangka jika Zear dan yang lain nya ternyata telah mengahadapi bahaya sebesar itu.
Mereka sama sekali tidak bisa membayangkan bagaimana perperangan di alam lain itu terjadi.
Pastinya peperangan itu sangat mengerikan, dan jika sampai peperanhan itu terjadi di bumi, maka mereka semua yakin, bumi akan menjadi hancur.
Dan akhir dunia benar-benar terjadi.
Dari penjelasan yang diberikan oleh Reyhan dan yang lainnya, yang sama sekali tidak di tutup-tutupi.
Membuat mereka merinding ketakutan.
Apalagi setelah mendengar penjelasan berapa jumlah musuh yang ada di sana.
Rangker terkuat dan para Dewa lainnya sekarang mereka mengerti alasan kenapa Raguel.
Berkata untuk tidak ikut campur dalam peperangan 8 iblis tak berperasaan yang akan berlangsung di dunia lain.
Karena jika mereka sampai ikut mereka hanya akan menjadi beban saja.
Mereka tidak bisa melakukan banyak hal mereka yakin akan hal itu.
Untungnya mereka semua mendengar perkataan Raguel jika tidak mereka mungkin sudah mati sekarang.
Dan menurut mereka yang paling mengejutkan adalah.
8 iblis tak berperasaan menang melawan para Primordial demon.
Mereka semua tau sendiri dan pernah melihat bagaimana kekuatan dari Primordial demon.
Primordial demon yang sangat kuat itu saja bisa kalah.
Lalu sekuat apa 8 iblis tak berperasaan itulah pertanyaan-pertanyaan yang timbul di pikiran.
Para Dewa dan rangker terkuat.
Mereka semua sekarang merinding ketakutan.
Mereka semakin tidak ingin mencari masalah dengan 8 iblis tak berperasaan.
Karena jika sampai mereka mencari masalah dengan 8 iblis tak berperasaan.
Maka yang menanti mereka hanyalah sebuah kematian.
Yang paling menakutkan bisa saja sewaktu-waktu mereka menghancurkan bumi.
Karena bagi 8 iblis tak berperasaan menghancurkan bumi sangatlah mudah.
Mereka berbincang cukup lama.
Dan akhirnya peperangan yang sangat lama itu pun berakhir.
Mereka semua kembali ke tempat mereka masing-masing.
Zear dan yang lainnya mereka di sambut hangat oleh penduduk Paradise island.
Bagi penduduk Paradise island.
Zear dan yang lainnya adalah Dewa, disana tidak ada yang boleh menghina mereka sama sekali.
Sekalinya ada orang yang seperti itu mereka tidak akan segan membunuh ataupun mengusir orang tersebut.
Sekarang di Paradise island terjadi kemeriahan.
Mereka semua terlihat sangat senang karena Zear dan yang lainnya kembali dengan selamat.
Setelah semua itu.
Sekarang Zear dan yang lainnya sedang beristirahat.
Mereka semua terlihat sangat kelelahan.
Mereka semua berniat tidur untuk beberapa hari
Kecuali Zear, Zear dia masih kepikiran dengan masalah yang dia miliki.
Selain itu Zear juga memikirkan masalah tentang Pemimpin Primordial demon.
Pemimpin Primordial demon pasti tidak akan berdiam diri saja.
Pastinya dalam jangka waktu dekat Pemimpin Primordial demon pasti mengetahui segalanya.
Dan itulah yang Zear khawatirkan.
Zear yang sedang berpikir keras itu di perhatikan oleh Jane.
Jane penasaran dengan apa yang di pikir kan eh Zear