THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 86 Pertempuran besar



Para pasukan bayangan Zear. Devin, Reyhan, Fang Jiali, Fang Yin, Red, Hana, dan Jane.


Yang melihat Zear terluka seperti itu, membuat mereka semua sangat marah.


Mereka semua sekarang mengeluarkan aura kekuatan nya.


Mereka sekarang akan menunjukan siapa mereka sebenarnya.


Dan mereka akan menunjukan akibat dari mereka melukai Zear.


Para pasukan bayangan Zear. Devin, Reyhan, Fang Jiali, Fang Yin, Red, Hana, dan Jane.


Mereka semua sekarang terdiam dan mereka semua melesat dengan sangat cepat dan mulai membantai para monster raksasa itu.


Para aliansi para Dewa mereka hanya melongo saja melihat pertempuran, para pasukan bayangan Zear. Devin, Reyhan, Fang Jiali, Fang Yin, Red, Hana, dan Jane.


Hal yang mereka anehkan adalah, kenapa mereka semua Jane dan yang lain nya.


Sama sekali tidak ketakutan dengan musuh.


Padahal musuh berhasil melukai Zear.


Mereka justru bertindak sebaliknya, melihat Zear yang terluka sekarang mereka bertarung nya menjadi semakin lebih ganas dan mengerikan.


Hanya dalam sekejap saja mereka dapat menghabisi 20 monster raksasa yang ada.


Dan itu benar-benar sangat mengerikan.


Mereka menunjukan kekuatan asli mereka.


Para Dewa dan aliansi hanya melongo melihat mereka.


"Ntah kenapa aku merasa, kita datang ke sini hanya untuk melihat pertarungan mereka saja." Sahut Raguel.


Mereka semua pun menganggukan kepalanya, mereka semua setuju dengan argumen yang di buat oleh Raguel.


"Jangan seperti itu, kita juga pasti bisa melakukan sesuatu hahaha." Ucap Leonard yang mengeluarkan aura kekuatan nya dan pergi menuju pertempuran.


"Tunggu sayang!!! Haih dia selalu bersemangat jika melihat anak dan menantunya sendiri bertarung, aku juga harus pergi dulu aku juga akan membantu mereka." Ucap Silvi.


Silvi pun melesat dengan cepat dan membantu 8 iblis tak berperasaan.


"Raguel kita kesini bukan untuk menonton saja bukan?" Tanya Reludo sambil tersenyum.


"Tentu saja." Ucap Raguel yang membalas senyuman Reludo.


"Hhahaha ayo kita pergi dan bantai mereka." Ucap Keonal, Jackson.


"Kita harus menunjukan kekuatan kita juga bukan." Ucap Rv.


Para Dewa pun pergi membantu.


Kemudian di susul dengan yang lain nya.


Mereka sekarang sedang bersamangat, mereka mendapatkan sebuah harapan.


Dalam pikiran mereka semua sekarang, mereka semua tidak tau takut mati.


Mereka akan memberikan yang terbaik yang bisa mereka berikan.


"Primordial demon memang bukan iblis biasa." Zear yang tersenyum sambil mengelap darahnya itu.


"Dia berhasil melukai ku, aku rasa dia lebih kuat dari pada monster Hydra, kali ini aku harus lebih serius dan berhati-hati."


"Bagaimana pun juga kami semua harus kembali dengan selamat dan mengalahkan bajingan Primordial demon Astaroth."


"Aku akan membunuh Astaroth dan menunjukan pada para Primordial demon, bahwa manusia juga memiliki kekuatan yang sama sekali tidak bisa mereka bayangkan." Batin Zear yang sangat bersemangat.


Di sisi lain sekarang para monster raksasa terkena pukulan telak.


Mereka semua terlalu meremehkan para manusia.


Mereka sama sekali tidak menyangka jika para manusia sekuat itu.


Mereka pun sekarang terlihat ketakutan tidak seperti di awal.


Astaroth dia sekarang sudah bangkit.


Dia mengelap darah nya yang keluar dari mulutnya.


Dia mengeluarkan cukup banyak darah.


Dia tersenyum sangat mengerikan kepada Zear.


Senyuman dia seperti mengatakan akhirnya aku bertemu dengan lawan yang kuat yang sama seperti dia.


Astaroth dia tidak takut sama sekali kepada Zear, begitu pula dengan Zear.


Mereka berdua justru terlihat kesenangan dan akan menikmati pertarungan mereka.


Aura mereka berdua benar-benar mendominasi seluruh ruangan disana.


Atmosfer di sana berubah secara drastis semua orang yang ada di sana tubuhnya menjadi bergemetar ketakutan.


Reyhan dan yang lain nya merasakan perasaan yang sama seperti ketika mereka melawan Azazel.


"Apa ini yang di rasakan mereka semua ketika melawan Primordial demon waktu itu."


"Ini benar-benar sangat mengerikan, kakiku bergemetar." Batin Devin.


Sedangkan Ang Wing dan anggota 8 iblis tak berperasaan yang lain nya.


Mereka membenci dengan apa yang mereka rasakan sekarang.


Mereka tidak ingin kejadian yang sama terulang.


Akhirnya mereka semua pun berhenti bergemetar, mereka melawan rasa takut mereka sendiri.


Dalam hati mereka, mereka ingin membalas dendam dengan apa yang telah di lakukan oleh Primordial demon pada mereka.


Kali ini mereka tidak akan dan tidak ingin kalah.


Sedangkan para Dewa dan aliansi.


Mereka juga merasakan hal yang sama seperti 8 iblis tak berperasaan.


Mereka bergemetar ketakutan, seluruh tubuh mereka tidak mau berhenti bergemetar.


Mereka benar-benar ketakutan dengan aura yang di keluarkan oleh Astaroth.


Mereka kemudian melihat 8 iblis tak berperasaan.


Mereka sangat terkejut ketika melihat 8 iblis tak berperasaan yang bergemetar hebat namun tiba-tiba saja mereka berhenti bergemetar.


Mereka bertanya-tanya apa yang membuat 8 iblis tak berperasaan seperti itu.


"Kalian semua dengarlah!!!!!" Teriak Jane.


"Untuk apa kalian datang kesini, kalau hanya untuk takut kepada para monster biadab." Teriak Jane.


"Jika kalian takut seperti sekarang, seharusnya kalian tidak datang kemari, aku sangat kecewa." Teriak Jane.


"Kalian harus mengetahui alasan kalian untuk berjuang dengan begitu kalian bisa melawan rasa takut yang ada." Teriak Devin yang tiba-tiba bijak dan membuat semua orang terkejut.


8 iblis tak berperasaan pun tersenyum.


"DEVIN BENAR ALASAN KITA KEMARI KARENA INGIN MELINDUNGI DUNIA KITA BUKAN?" Tanya Reyhan.


Semua orang pun tiba-tiba mengingat sesuatu yang membuat mereka kembali semangat.


Dan mereka semua pun kembali bangkit dan mereka bisa mengatasi ketakutan mereka.


"Zear seluruh pasukan mu sangat hebat, mereka bisa mengatasi aura dominasi kuat dari ku." Ucap Astaroth.


"Ini adalah pertama kalinya aku melihat seseorang dapat melawan rasa takutnya sendiri. Hhahaha menarik manusia menarik, tapi tetap saja sayang sekali karena kalian sebuah ancaman bagi kami, kami harus membunuh kalian semua!!!!!" Ucap Astaroth.


"Apa kau yakin bisa melakukan hal itu?" Tanya Zear sambil tersenyum mengejek.


"Apa kau meremehkan ku dan pasukan ku?" Tanya Astaroth yang membalas senyuman Zear, dia sama sekali tidak mudah untuk di provokasi ketika serius.


"KALIAN SEMUA, KALIAN ADALAH PASUKAN TERKUAT DI ALAM SEMESTA, APA KALIAN TAKUT HANYA KARENA MENGHADAPI SEMUT SEPERTI MEREKA."


"INGATLAH KALIAN SEMUA SUDAH BERTEMPUR SANGAT BANYAK DAN LAWAN KALIAN YANG DULU LEBIH MENAKUTKAN DARI LAWAN KALIAN SEKARANG."


"JADI PILIH LAH MATI ATAU HIDUP!!!!!" Ucap Astaroth.


Yang membuat suasana para monster raksasa berubah kembali.


Mereka semua kembali bersemangat.


"Cih sangat menyebalkan, kalian semua dengarkan aku, KITA AKAN MENANG." Ucap Zear.


Sambil tersenyum dan mengangkat pedang nya keatas.


Pedang Zear sekarang bersinar sangat terang.


Semua orang dapat mendengar dan melihat hal itu.


Ntah kenapa perasaan mereka sekarang menjadi tambah semangat.


Hanya perkataan yang simpel dari Zear membuat mereka bersemangat berapi-api.


Sekarang tidak ada yang di takutkan lagi oleh kedua pihak.


Pertempuran besar pun terjadi kembali!