THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 33 Bekerja



"Kak Zear kalau begitu kami akan pergi sekarang, kami akan merampas harta mereka sangat banyak hahahah, jika mereka tidak memberikan nya, aku akan menghancurkan negaranya." Ucap Devin sambil bercanda.


Namun Zear tau bahwa ada beberapa kata yang terlihat sangat serius, yaitu menghancurkan negara.


"Ya berhati-hatilah Devin, kau ingat bukan dengan misi nya."


"Ya tentu saja aku ingat kak Zear."


"Bagus."


"Zear kau harus berhati-hati, aku rasa para Dewa tidak akan tinggal diam, mereka akan memanfaatkan situasi sekarang."


"Dan aku rasa pada Dewa tidak akan mati dengan mudah, kau mengertikan maksud ku." Ucap Reyhan.


"Reyhan aku rasa kita tidak perlu mengkhawatirkan Zear." Ucap Hana.


"Hana benar Zear adalah alien kenapa aku mengkhawatirkan nya." Batin Reyhan.


Di sini Zear dan yang lain nya mengobrol sebentar, sampai akhirnya mereka pergi.


Dan yang tersisa di sini sekarang hanya Red, Zear, Jane, Fang Jiali, Fang Yin.


"Baiklah kita juga harus bekerja, semuanya semangat." Ucap ku.


"Baik kak Zear." Ucap Fang Yin dengan semangat.


"Baik tuan." Ucap Red.


"Ayo kita pergi." Ucap Fang Jiali yang penuh dengan semangat juga.


Dalam hati mereka semua sekarang yaitu ingin memberikan yang terbaik.


Dan mereka benar-benar ingin menunjukan kehebatan mereka kepada Zear, mereka ingin di puji oleh Zear.


***


Sekarang Zear dan Jane sedang berada di sebuah ruangan khusus mereka berdua.


Mereka berdua sedang focus membahas tentang struktur, dan desain pula Paradise island ini.


"Sayang lihatlah gambar ini, ini adalah gambar dari keseluruhan pulau ini." ucap Jane.


"Aku sudah menduganya kamu sangat berbakat dalam menggambar sayang."


"Sudah jangan menggoda ku focus pada pekerjaan"


"Iya iya padahal aku hanya ingin sedikit mencium mu."


"Mulai, nanti malam saja nah, sekarang kita focus dulu titik."


"Iya iya baiklah hmmm biarkan aku berpikir sebentar."


"Gunung di paradise island ini ada dua, dan keduanya sangat besar, sebenarnya di bandingkan gunung lebih terlihat seperti bukit."


"Hanya saja bukitnya sangat besar."


"Dan di tengah kedua bukit terdapat air terjun yang sangat besar, dan air itu mengalir lurus sampai ke arah laut, sangat panjang dan sangat besar juga."


"Kemudian ada 4 air terjun yang berukuran sedang yang berada di sisi-sisi gunung, masing-masing gunung mempunyai 2 air terjun."


"Kemudian di sekitaran gunung juga terdapat kawasan hutan, sampai ke bawah."


"Pulau ini benar-benar sangat besar." Ucap Zear.


"Aku setuju dengan mu sayang."


"Dan kawasan dekat dengan pantai yang sangat besar itu, merupakan kawasan tanpa hutan."


"Sayang aku rasa hutan di bagian-bagian sini kita tidak boleh menebang nya, biarkan itu menjadi objek destinasi wisatawan." Ucap Jane.


"Aku rasa aku setuju dan aku rasa bagusnya seluruh pembangunan kota dan lain-lain nya, akan di bangun di gunung sebelah dan juga di kawasan dekat pantai, dan tentu saja kita akan membatasi nya" Ucap Zear.


"Ya aku juga berpikiran seperti itu." Ucap Jane.


"Dan untuk pulau-pulau di sekitaran Paradise island bagaimana?" Tanya Jane.


"Aku rasa kita hanya akan menjadikan nya objek destinasi wisatawan, dan kita hanya akan membangun sedikit saja disana, yang terpenting kita tidak akan menghilangkan keindahan alam di Paradise island ini." Ucap Zear.


"Aku setuju."


"Sayang sepertinya kita melupakan sesuatu." ucap Jane.


"Apa?"


"Kamu benar juga, sebentar kalau begitu aku akan menelopon mereka dan melakukan Video call, kamu focus saja membuat desain kota nya." Ucap Zear.


"Gak mau, aku ingin melihat dulu Mina, baru aku akan mengerjakan pekerajaan ini."


"Aku tak mengerti sama sekali pada pikiran seorang wanita, tadi suruh fokus dulu terhadap pekerjaan, sekarang di suruh fokus ke perkerjaan ga mau" Batin Zear.


Zear sama sekali tidak ingin berbicara tentang hal sensitif seperti itu, karena Zear tau jika Zear membahasnya.


Zear bisa berakhir tidur di teras istana Licht.


Jadi Zear disini pun mengikuti kata Jane.


"Halo Mina." Ucap Jane yang tersenyum sangat manis.


"Papah mamah akhirnya kalian menghubungi Mina." Mina yang terlihat cemberut.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Jane.


"Tidak aku tidak apa-apa."


"Yang bener?" Tanya Zear.


"Iya Mina tidak apa-apa."


"Kalau begitu papah mat-" Jane pun disini tiba-tiba menginjak kaki Zear dengan sangat keras.


"Bunyi apa itu mah?"


"Ah mamah hanya memukul lalat." Ucap Jane sambil tersenyum.


Sedangkan Zear menahan rasa sakit sambil tersenyum.


"Benarkan papah tercinta."


"Iya itu benar sekali lalatnya sangat besar jadi mamah mu memukulnya dengan sangat keras." Zear sambil tersenyum kesakitan.


"Apa salahku, aku hanya ingin bercanda dengan Mina, kenapa dia sampai menghajarku. Ini benar-benar sakit aku lebih baik bertarung dengan para Dewa dari pada di pukul Jane." Batin Zear.


"Papah kenapa papah kelihatan nya sedang sakit?" Tanya Mina yang khawatir.


"Tidak apa Mina sayang papah mu hanya kelelahan bekerja saja."


"Ya itu benar Mina."


"Uhmm begitu yah."


"Mina kenapa cemberut dari tadi?"


"Itu uhmm Mina merindukan papah, mamah, dan Red."


"Mina ingin bertemu dengan papah, mamah, dan Red, dan bermain dengan papah, mamah, dan Red juga."


"Uhh Mina sayangku yang manis yang cantik ternyata itu alasan Mina cemberut, hmm mamah punya ide, bagaimana kalau Mina ikut kemari saja, tapi Mina harus menunggu terlebih dahulu mamah dan papah menyelesaikan tugas nya, tidak akan lama kok."


Mendengar itu Mina sekarang menunjukan wajah senang nya.


"Benarkah?" Tanya Mina.


"Benar mamah berjanji pada Mina."


"Woahhhhh yeayyyyyy."


"Kalau begitu Mina akan berdoa semoga pekerjaan mamah dan papah cepat selesai."


"Iya tenang saja papah dan mamah adalah pekerja keras, jadi pekerjaan nya akan cepat selesai benarkan papah tercinta."


"Iya itu benar."


"Perasaan dari tadi aku hanya mengangguk saja dan berkata iya benar, rasanya aku tidak ada kontribusi untuk mengobrol dengan Mina, Mina lebih penting dari suaminya, tapi bukan berarti aku merasa tersaingi, justru aku turut bahagia." Batin Zear.


Kami pun lanjut mengobrol cukup lama, Jane menanyakan banyak hal pada Mina.


Jane benar-benar sangat menyayangi Mina, Mina di tanya dari mulai makan sekolah bermain dan lain-lain nya.


Kami bertiga menghabiskan waktu sangat banyak, belum lagi ayah dan ibu ku datang dan mengobrol juga.


Keluarga lengkap sekarang sedang mengobrol banyak hal.


Maaf baru up soalnya kemarin mikir dulu, aga lupa gitu nah sama novel ini tapi sekarang udh ingat lagi wkkwwkwk.


Semoga suka bayar pakai like komen aja sudah cukup.